Anda di halaman 1dari 7

SUCI AULIA RAHMI ELSYA

1620412011
Keramik adalah gabungan logam dan non logam
Tujuan fabrikasi adalah untuk menghasilkan:

1. Bahan dengan sifat khusus


2. Bahan dengan bentuk dan ukuran yang
dibutuhkan dalam dimensi tertentu
3. Komponen dengan biaya ekonomis

Tahapan utama dalam fabrikasi keramik adalah kalsinasi


dan sintering.
Selama proses ini, atom penyusun mendistribusikan
ulang dirinya sedemikian rupa sehingga meminimalkan
energi bebas dari sistem
1. LEMPUNG
Berfungsi untuk mempermudah proses pembentukan keramik, mempunyai
sifat plastis mudah dibentuk.

2. FELDSPAR
Berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuatan keramik.

3. PASIR (KUARSA)

Berfungsi untuk mengurangi susut kering / susut waktu dibakar, jadi


mengurangi retak-retak dalam pengeringan dam mempertinggi kualitas

4. KAOLIN
Berbutir kasar, rapuh dan tidak plastis jika di bandingkan dengan lempung,
karena itu sulit di bentuk, penyusutan dan kekuatan keringnya pun lebih rendah
dan sangat tahan api
Pengolahan bahan dapat dilakukan
PENGOLAHAN BAHAN
dengan metode basah maupun kering.

1. Penimbangan bahan baku: harus tepat, kadar air harus diperiksa


dan diukur menurut satuan berat.
2. Pengurangan ukuran butir : dilakukan dengan penumbukan
atau penggilingan dengan ballmill
3. Penyampuran bahan baku: perhatikan kadar air bahan baku dan
disesuaikan dengan komposisi yang ditetapkan
4. Pengadukan (mixing) : bertujuan untuk mendapatkan campuran
bahan yang homogen/seragam. Dapat dilakukan dengan cara
manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer.
5. Penggilingan (Grinding): dimaksudkan untuk menghomogenkan
massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung
udara yang mungkin terjebak. Dilakukan pemeraman (direndam
dalam bak sambil diamati)
a. Rute Campuran Oksida atau Solid State

Reaksi solid state pada suhu diatas 1100C campuran BaCO3 dan TiO2
dengan modifier. Kalsinasi diikuti dengan kominusi untuk
mengurangiukuran partikel menjadi 1mm. Metode ini banyak digunakan
dalam skala produksi komersial

b. Rute Oksalat

Reaksi antara TiOCl2 dan BaCl2 dengan asam oksalat (C2H2O4) dalam
larutan asam (HCl) menghasilkan endapan kristal barium titanil oksalat
((BaTiO(C2O4 )24H2O). Suhu kalsinasi 1000C.

c. Rute Alkoksida

Pencampuran larutan Ba(OH)2 dengan Ti(C3H7O)4(titanium isopropoksida)


yang menghasilkan partikel kristal tunggal yang sangat halus (~50 nm)
d. Sintesis Hidrotermal

Rute suhu rendah berbasis air yang mampu menghasilkan partikel


submikron, bulat dan seragam.
Senyawa barium, titanium dan dopan direaksikan dalam medium berair
membentuk hidroksida. Di bawah kondisi hidrotermal, suhu 100-250C,
partikel sub-mikron dari barium titanat murni diendapkan
KALSINASI

Kalsinasi adalah suatu proses pemanasan untuk menghilangkan kadar uap air