Anda di halaman 1dari 22

ANESTESI DAN ANALGESIK OBSTETRI

Anestetic and analgesia obstetric. In Aithkenhead, Smith G, Rownbotham DJ,Editors.


Text Book of Anaesthesia. 5th ed.
Edinburgh : Elsevier ; 2007. P.628-38.
Defenisi Persalinan
Normal
STADIUM PERSALINAN
Pemantauan Janin
Seksio Sesaria
TERAPI ANTASIDA PADA IBU
Mendelson (1846) Sindrom aspirasi
cairan lambung
Pneumonitis kimiawi
TERAPI ANTASIDA PNEUMONITIS
KIMIA
NYERI DAN PEMULIHAN NYERI PADA
PERSALINAN
ANALGESIA PERSALINAN
Anestesi Parenteral (Sistemik)

Anestesi Inhalasi
Analgesia Regional
Analgesia Epidural
Kontra indikasi analgesia epidural pada
persalinan

Persiapan analgesia Epidural


Persetujuan
Kanulasi Intravena (Infus secara kontinyu cairan kristaloid)
Tekanan Arteri
Kosongkan Isi Vesika Urinaria
Pakaian pasien harus cocok
Posisi
Melakukan anestesi epidural.
1. Harus aseptik (steril). membersihkan area tersebut
dengan iodine atau chlorhexidine
2. Tutup punggung dengan drape steril
3. Identifikasi lokasi tulang
4. anestesi lokal kulit (Lidokain 1%)
5. Tuohy needle didorong dengan kuat ke arah sephal melalui kulit dan
jaringan subkutan sampai tertahan pada bagian superfisial
6. Metode penentuan ruang epidural taktil, antara lain
dengan tehnik loss of resistance dan teknik hanging- drop.
7. Ketika ahli anestesi mendorong Tuohy needle yang dipegang
diantara jari-jari tangan kiri dan ibu jari di sayap jarum,
punggung tangan harus diletakkan pada punggung pasien
untuk mengontrol dorongan needle yang ditekan baik
secara intermiten maupun kontinyu pada piston spoit loss
of-resistance.
8. Ketika resistensi (hambatan) telah hilang maka ditentukan
jarak antara kulit dengan ruang epidural
Melakukan anestesi
epidural.
9. Introdusen kateter plastik kemudian dimasukkan melalui ujung Tuohy
needle dan kateter didorong sejauh 15 20 cm sambil memberitahukan
pasien akan merasakan pin dan needle pada salah satu kakinya atau
pada punggungnya. Kateter tidak boleh ditarik kembali melalui Tuohy
needle karena kateter bisa terpoong dan tertinggal dalam ruang
epidural. Jika kateter perlu ditarik kembali, maka harus ditarik bersama
dengan needle.
10. Touhy needle lalu ditarik karena jarak ruang epidural
dengan kulit telah ditentukan dan posisi kateter sudah
tepat. Pastikan bahwa 3 4 cm kateter terletak dalam
ruang epidural.
11. Filter kemudian dipasang dan kateter diperiksa untuk
memastikan bahwa tidak ada darah atau cairan
serebrospinal yang mengalir kembali akibat gaya
gravitasi. Selanjutnya, test dose dapat diberikan.
12. Kateter epidural difiksasi.
Test Dose
Pemberian anestetik lokal 2 ml lidokain 2%, atau
3 ml bupivakain 0,5%

ANALGESIA KOMBINASI SPINAL-EPIDURAL UNTUK


PERSALINAN ANALGESIA EPIDURAL RAWAT JALAN
tahun 1993, ahli anestesi di Queen Catholic Hospital di London
menjelaskan teknik analgesia CSF untuk persalinan. Teknik ini meminimalkan
blok motorik sehingga ibu tetap bisa berjalan-jalan pada saat proses persalinan
Tehnik CSE
Tuohy needle ditusuk sampai tercapainya loss of resistance pada regio
lumbal. Kemudian sebuah jarum nomor 24 27 GA 120 mm dimasukkan
melalui Tuohy needle untuk menembus dura, lalu injeksi 1 ml bupivakain
25 % dan 25 mcg fentanyl dalam intratekal. Jarum spinal needle
kemudian ditarik, lalu kateter epidural dimasukkan seperti sebelumnya.
Injeksi intratekal biasanya analgesia yang bekerja cepat (< dari 5
menit) dan 70% kekuatan kaki tetap normal atau menghampiri normal
sehingga masih bisa berjalan. Lama analgesia intratekal injeksi sekitar 90
menit, lalu dilakukan CSE epidural, mula-mula dengan bolus 15 ml
bupivakain 0,1% dan fentanyl 2 Hg/ml tanpa test dose. Derajat motilitas
yang serupa dicapai dengan bolus atau infuse dengan campuran
bupivakain konsentrasi rendah dengan fentanyl tanpa perlu melakukan
injeksi intratekal terlebih dahulu.
Penatalaksanaan ibu parturien yang memperoleh
analgesia epidural
Masalah dalam mempertahankan analgesia
epidural
Analgesia epidural tidak efektif

Apabila analgesia epidural tidak memberikan efek analgesia yang cukup dalam
15 20 menit dengan 15 ml bupivakain 0,1% / fentanyl 2 Hg/ml atau 10 ml
bupivakain 0,25%, kemungkinan besar kateter tidak berada didalam ruang
epidural dan perlu ditarik kembali lalu diperbaiki letaknya.

Segmen yang terblok keliru atau blok unilateral

Nyeri pada pantat adalah keluhan yang paling sering timbul apabila terjadi
missed segment misalnya L1 dan penting memastikan bahwa buli-buli kosong
dan blok yang terjadi tidak unilateral.
Hipotensi
Apabila pasien merasa lemah atau tekanan darah arterinya menurun maka
pasien harus berbaring pada posisi badannya untuk mencegah kompresi vena
kava dan aorta (kompresi aortokaval).
TERIMA KASIH..