Anda di halaman 1dari 49

SISTEM PENGELOLAAN

PERSAMPAHAN KABUPATEN
TEMANGGUNG
PEMBIMBING : Ika Bagus Priyambada, ST, MEng

RIZKI TRI SATIO


21080113120041
1
TUJUAN

Mengetahui sistem pengelolaan sampah


Kabupaten Temanggung

Menganalisis sistem pengelolaan


sampah Kabupaten Temanggung dengan
literatur atau peraturan yang terkait

2
Lokasi Kerja Praktek

3
Gambaran Umum Kabupaten
Temanggung

4
Gambaran Umum Kabupaten
Temanggung
870,23 km2 atau 87.023 ha
Luas

Jumlah penduduk Kabupaten Temanggung pada tahun


Penduduk 2015 tercatat sebesar 745.778 jiwa

Kabupaten Temanggung merupakan dataran dengan


Topograf ketinggian antara 500 -1450 m dpl.

udara pegunungan berkisar antara 20 C - 30 C


Iklim

5
Gambaran Umum Pelayanan
Persampahan

Daerah
Pelayanan:
12
kecamatan

6
Komposisi Sampah

3.4
Organik (Compostable)
10.9 2.4 2.4 2.3 0.5 Plastik
Kertas
Gelas/Kaca
Kain
Metal/Logam
58.6
19.6 Kayu
Karet/Kulit

7
Pola Pengelolaan Persampahan

Pengangkutan TPA
Pengumpulan Pemindahan
Timbulan Pewadahan

8
Sarana Prasana Persampahan
Dump Truck Arm Roll Truck Mobil Pick up Kontainer Gerobak

Jumlah : Jumlah : Jumlah : Jumlah : Jumlah :


8 baik 2 baik 4 baik 14 baik 30 baik
6 rusak 0 rusak 3 rusak 0 rusak 21 rusak
Sepeda Motor Roda 3 Excavator Bulldozer

Jumlah : Jumlah : Jumlah :


16 baik 3 baik 2 baik
0 rusak 0 rusak 3 rusak 9
Sarana Prasana Persampahan

TPA Transfer Depo TPS 3R TPS IPA Lindi

TPA Jumlah : Jumlah : Jumlah :


Sanggrahan 4 TD 5 TPS 3R 437 TPS

10
Teknis
Operasional

Peran Serta
Pembiayaan
Masyarakat

Hukum dan Kelembagaa


Peraturan n

11
Aspek Teknis Operasional

12
Pewadahan

Individual
Pola pewadahan individual disediakan oleh masyarakat
secara pribadi.
terdiri dari wadah permanen atau wadah non
permanen
biasanya diletakkan di depan rumah

Komunal
untuk menampung sampah dari sumber-sumber
timbulan sampah yang tidak dilewati secara langsung
oleh kendaraan pengangkut sampah
terdiri dari wadah permanen atau wadah non
permanen

13
Pewadahan

individu individu

komunal komunal
14
Pengumpulan
Individual Langsung
Dump
Pewadahan
truck/pick up TPA
Individu
truck

Individual tak langsung

Sepeda
Pewadahan Armroll
motor roda TPS3R/TD TPA
Individu truck
3

15
Komunal Langsung
Dump
Pewadahan
truck/pick up TPA
Komunal
truck

Komunal tak langsung

Sepeda
Pewadahan Armroll
motor roda TPS3R/TD TPA
Komunal truck
3

16
Penyapuan jalan
No Lokasi Penyapuan Jumlah Petugas
1 Lingkar Tmg I- Cokroaminoto-Agus salim- Ks. Tubun- Dr. Wahidin- 2
Dr. Sutomo- Saman Hudi-Dr. Cipto

2 JL Suyoto . Sudirman. Sri suwarno 1


3 jl tentara pelajar. Diponegoro.R suprapto, KS tubun, agus salim 1

4 jl tentara pelajar. Diponegoro.R suprapto, KS tubun, agus salim 1

5 Jl. Aip Mungkar-Diponegoro-barat pasar-Subchi-bambu runcing 2

6 Lingkar galeh-depan RSK Ngesti Waluyo 1


7 Jl. Aip Mungkar-Diponegoro-timur pasar-Bambu runcing sore 2

8 Tugu pertigaan Ngadirejo- pertigaan jembatan kali totok 1

9 Depan Masjid Al Furqon - jembatan kali deres 1


10 Tugu pertigaan Ngadirejo-Ngaren 1

17
Pemindahan

Manual Mekanis

18
Transfer Depo

Jampirejo Temanggung 2 Banyuurip

Parakan

19
TPS 3R

Morobonggo Nguwet Kebonsari

Madureso Temanggung 2

20
Pengangkutan
Armroll Truck Dump Truck Pick up Truck

Melayani Melayani Melayani


pengangkutan pengangkutan pengangkutan
sampah dalam sampah langsung sampah langsung
container dari pewadahan dari pewadahan
Terdapat 2 armada individu atau individu atau
komunal komunal
Terdapat 8 armada Terdapat 3 armada

21
Pembuangan Akhir

TPA

luas 5,4 Ha
Controlled landfll

Sanggrahan Penutupan sampah setiap


2 hari sekali

22
23
Aspek Pembiayaan
Rp 5,072,927,500.00
Belanja pegawai, operasionl alat angkut sampah,Peningkatan dan
Pembiayaan pengembangan TPS dan/atau TPS 3R, pemeliharaan kebersihan kota

APBD
Retribusi
Sumber

Rp 732,316,600.00
Diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 2
Retribusi Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan

24
Aspek Hukum dan Peraturan
Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 29 Tahun 2011
Tentang Pengelolaan Sampah

Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 2


Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan
Persampahan/Kebersihan

Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 12 Tahun 2011


Tentang Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Dan Kesehatan
Lingkungan

25
Aspek Peran Serta Masyarakat
Menyediakan pewadahan sampah dan meletakkannya di tempat yang mudah
dijangkau petugas pengangkut sampah.

Membayar retribusi persampahan.

Membuang sampah ke tempat penampungan sampah sementara komunal


dengan tertib.

Melakukan kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui pembentukan bank


sampah mandiri.

Bekerjasama dengan baik dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam menjaga


kebersihan dan pengelolaan persampahan di Kabupaten Temanggung

26
Hasil dan Pembahasan

27
Daerah Pelayanan

= = 64 %

Tingkat pelayanan

= = 26 %

Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian


Tingkat Pedoman Tingkat pelayanan 75% Pelayanan 26% Tidak Sesuai
Pelayanan Pengelolaan pada tahun 2015
Persampahan
Perkotaan
(Depkimpraswil
2003)

28
Timbulan
sampah
= 2,271 l/jiwa/hari

29
Pewadahan
Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian

Pewadahan SNI 19-2454-2002 1. Individual 1. Individual 1. Individual

a. Berbentuk kotak, a. Berbentuk kotak, silinder, bin, a. Sesuai


silinder, kontainer, bin, tong, dan kotak plastic
tong, dan kantong plastic

b. Tertutup, ringan, b. Ada yang belum tertutup, b. Belum sesuai


mudah dipindahkan, berlubang dan tidak mudah
mudah dikosongkan, dipindahkan
tidak mudah rusak, dan
kedap air

c. Terbuat dari logam, c. Terbuat dari logam, plastik, kayu, c. Sesuai


plastik, fberglas, kayu, pasangan batu bata, keranjang
bambu, dan rotan sampah, ban bekas

d. Pengadaan oleh d. Pengadaan oleh pribadi d. Sesuai


pribadi, instansi, dan
pengelola

30
Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Pewadahan SNI 19-2454-2002 2. Komunal 2. Komunal 2. Komunal

a. Berbentuk kotak, silinder, a. Berbentuk kotak, silinder, a. Sesuai


kontainer, bin, tong kontainer, bin, tong, bak

b. Tertutup, ringan, mudah b. Tertutup dengan baik


dipindahkan, mudah walaupun masih ada yang b. Sesuai
dikosongkan, tidak mudah rusak
rusak, dan kedap air

c. Terbuat dari logam, plastik,


fiberglas, kayu, bambu, dan c. Terbuat dari logam, plastik, c. Sesuai
rotan fiberglas, kayu

d. Pengadaan oleh instansi d. Pengadaan oleh instansi d. Sesuai


pengelola pengelola

31
Pengumpulan
Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian

SNI 19-2454- 1. Persyaratan pengumpulan individual 1. Persyaratan pengumpulan individual 1. Persyaratan


2002 tidak langsung tidak langsung pengumpulan individual
tidak langsung
a. Bagi daerah yang masyarakatnya pasif a. Masyarakat pasif
a. Sesuai
b. Lahan untuk lokasi pemindahan tersedia b. Terdapat 40 TPS, 4 TPST, dan 5
transfer depo b. Sesuai

c. Topograf yang relatif datar menggunakan c. Topograf relatif datar


alat pengumpul non mesin c. Sesuai

d. Alat pengumpul dapat menjangkau d. Alat pengumpul bisa menjangkau


sumber secara langsung (individual & sumber sampah d. Sesuai
komunal)

e. Ada organisasi pengelola pengumpulan e. Pihak swasta yang terjalin kontrak


sampah dengan pemerintah mengelola e. Sesuai
pengumpulan sampah

32
Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian

SNI 19-2454- 2. Persyaratan pengumpulan individual 2. Persyaratan pengumpulan individual 2. Persyaratan pengumpulan
2002 langsung langsung individual langsung
a. Sesuai
a. Hanya alat pengumpul mesin yang dapat a. Hanya alat pengumpul mesin yang
beroperasi dapat beroperasi

b. Kondisi jalan besar dan tidak mengganggu b. Kondisi jalan besar dan tidak b. Sesuai
pengguna jalan lainnya mengganggu pengguna jalan lainnya

c. Kondisi dan jumlah alat memadai c. Kondisi dan jumlah alat memadai c. Sesuai

d. Bagi rumah yang berlokasi di jalan protokol d. Bagi rumah yang berlokasi di jalan d. Sesuai
protokol

33
Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
SNI 19-2454- 3. Persyaratan pengumpulan komunal 3. Persyaratan pengumpulan komunal 3. Persyaratan
2002 langsung langsung pengumpulan komunal
langsung
a. Alat angkut terbatas terbatas a. Tersedianya alat angkut yang
memadai a. Sesuai

b. Masyarakat lumayan aktif dalam b. Sesuai


b. Peran serta masyarakat tinggi membantu pengelolaan sampah

c. Untuk sampah yang berlokasi di


c. Untuk pemukiman tidak teratur daerah jalan protokol, tidak hanya c. Sesuai
pemukiman

d. Wadah komunal dapat dijangkau


d. Wadah komunal mudah dijangkau oleh alat pengumpul
alat pengangkut d. Sesuai
4. Operasi pengumpulan sampah 4. Operasi pengumpulan sampah 4. Operasi pengumpulan
sampah

a. Ritasi antara 1-4/hari a. Ritasi 1-2/hari a. Sesuai

b. Periodisasi 1-3/hari
b. Periodisasi 1-2/hari b. Sesuai
5. Pelaksana pengumpulan sampah institusi 5. Pengumpulan sampah langsung 5. Sesuai
kebersihan kota, lembaga swadaya dikelola oleh Dinas PU Temanggung
masyarakat, swasta, atau masyarakat
(RT/RW)

34
Pemindahan
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian

Pemindahan SNI 19-2454-2002 1. Lokasi pemindahan harus mudah keluar masuk 1. Lokasi pemindahan mudah 1. Belum Sesuai
bagi sarana pengumpul dan pengangkut sampah keluar masuk bagi sarana
pengumpul sampah namun
beberapa sulit untuk saran
pengangkut sampah

2. Jarak antara transfer depo 1-1,5 km 2. Jarak antara transfer depo 1- 2. Sesuai
1,5 km

35
Pengangkutan
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian

Pengangkutan Pedoman pengelolaan 1. Jumlah ritasi antara 1-5 1. Jumlah ritasi 1-2 ritasi 1. Sesuai
persampahan perkotaan ritasi
(Depkimpraswil, 2003)
2. Perlu adanya pengaturan 2. Adanya pengaturan jadwal 2. Sesuai
jadwal dan rute setiap dan rute setiap kendaraan
kendaraan

3. Pengaturan jadwal 3. Pengaturan jadwal 3. Sesuai


pengangkutan diluar jam pengangkuran diluar jam
sibuk dan kemacetan sibuk dan kemacetan

4. Peralatan pengangkutan 4. Peralatan pengangkutan 4. Sesuai


menjadi tanggung jawab menjadi tanggungjawab
petugas petugas

5. Cukup efsien memiliki 5. Memiliki bengkel sendiri 5. Sesuai


bengkel sendiri bila lebih dari

36
Pembuangan akhir
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Pengelolaan di TPA SNI 19-2454-2002 1. Penimbunan terkendali 1.Terdapat penimbunan serta 1. Sesuai
atau lahan urug saniter pengolahan gas dan lindi
termasuk pengolahan gas
dan lindi

2. Peralatan dan 2. Peralatan dan 2. Sesuai


perlengkapan yang perlengkapan yang
digunakan digunakan

a. Buldozer a. Buldozer
b. Crawl b. Excavator
c. Wheel dozer
d. Loader powershed
e. Dragline
f. Scraper
g. Kompaktor

37
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Pengelolaan di TPA Pedoman pengelolaan 1. Mengoperasikan TPA hanya 1. Operasi TPA hanya pada jam 1. Sesuai
persampahan perkotaan pada jam tertentu tertentu
(Depkimpraswil, 2003)
2. Menyediakan gerbang atau 2. Tersedia pagar masuk 2. Sesuai
pagar masuk

3. Melakukan pencatatan 3. Dilakukan pencatatan 3. Sesuai


volume dan berat sampah volume sampah yang masuk
yang masuk ke TPA ke TPA

4. Meningkatkan jalan menuju 4. Adanya peningkatan jalan 4. Sesuai


ke TPA dan jalan operasi agar menuju ke TPA dan jalan
bisa digunakan di segala cuaca operasi agar bisa digunakan di
segala cuaca

5. Menyediakan kantor untuk 5. Tersedia kantor untuk staf 5. Sesuai


staf dengan fasilitas dengan fasilitas kebersihan
kebersihan yang memadai yang memadai

38
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Pengelolaan di TPA Permen PU No: 1. Untuk kota besar 1. TPA menggunakan sistem 1. Sesuai
21/PRT/M/2006 (KSN- menggunakan TPA sanitary controlled landfll
SPP) landfll, kota kecil dan sedang
menggunakan TPA controlled
landfll, dengan sistem open
dumping tidak dioperasikan
lagi

39
Kelembagaan
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Aspek kelembagaan Pedoman pengelolaan 1. Penyelenggaraan 1. Penyelenggaraan 1. Sesuai
persampahan perkotaan pengelolaan sampah pengelolaan sampah
(Depkimpraswil, merupakan kewajiban merupakan kewajiban
2003) pemerintah dan merupakan pemerintah dan merupakan
kewenangan otonomi daerah kewenangan
otonomi daerah

2. Pengelola sampah kota 2. Pengelola sampah kota 2. Belum Sesuai


berbentuk dinas tersendiri tergabung dalam Dinas
Pekerjaan Umum

3. Pengelolaan sampah skala 3. Pengelolaan sampah skala 3. Sesuai


lingkungan, terutama pemukiman dilakukan oleh
pemukiman dilakukan oleh swadaya masyarakat
lembaga swadaya masyarakat

40
Pembiayaan

Retribusi
= = 14 %

APBD
= = 86 %

41
Pembiayaan
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Aspek pembiayaan Pedoman pengelolaan 1. Pendanaan berasal dari 1. Pendanaan berasal dari 1. Belum sesuai
persampahan perkotaan retribusi dan APBD, dengan retribusi dan APBD, dengan
(Depkimpraswil, 2003) presentase retribusi lebih presentase retribusi lebih
besar daripada APBD kecil dari APBD
2. Yang menjadi objek 2. Yang menjadi objek 2. Yang menjadi
retribusi: retribusi: objek retribusi:
a. Sesuai
a. Rumah tangga a. Rumah tangga
b. Sesuai
b. Daerah komersil (hotel, b. Daerah komersik (hotel,
restoran, toko, dsb) restoran, toko, dsb)

c. Daerah perkantoran c. Daerah perkantoran c. Sesuai


pemerintah ataupun swasta pemerintah ataupun swasta
SNI 3242:2008 1. Sumber biaya berasal dari: 1. Sumber biaya berasal dari: Sumber biaya
a. Pembiayaan dari sumber a. Pembiayaan dari sumber berasal dari:
sampah sampai TPS untuk sampah sampai TPS untuk a. Sesuai
pemukiman penduduk dari pemukiman penduduk dari
iuran warga iuran warga

b. Pengangkutan dari TPS b. Pengangkutan dari TPS b. Sesuai


menuju TPA dari retribusi menuju TPA dari retribusi

42
Peran Serta Masyarakat
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian

Aspek peran serta SNI 3242:2008 1. Melakukan pemilahan 1. Belum semua melakukan 1. Belum sesuai
masyarakat sampah organik dan anorganik pemilahan sampah organik
dan anorganik

2. Melakukan pengolahan 2. Belum semua melakukan 2. Belum Sesuai


sampah dengan konsep 3R pengolahan sampah dengan
konsep 3R

3. Berkewajiban membayar 3. Membayar retribusi kepada 3. Sesuai


retribusi swadaya dan pemerintah

4. Mematuhi aturan 4. Belum sepenuhnya 4. Belum sesuai


pembuangan sampah yang mematuhi aturan
ditetapkan pembuangan sampah yang
ditetapkan

43
Regulasi dan Peraturan
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Aspek regulasi dan Pedoman pengelolaan 1. Peraturan hukum tentang 1. Peraturan Daerah 1. Sesuai
peraturan persampahan bentuk lembaga dan Kabupaten Temanggung
perkotaan organisasi pengelola sampahNomor 15 Tahun 2008 tentang
(Depkimpraswil, 2003) kota Organisasi Dan Tata Kerja
Dinas Daerah Kabupaten
Temanggung
2. Peraturan hukum tentang 2. Peraturan Daerah 2.Sesuai
tarif retribusi Kabupaten Temanggung
Nomor 2 Tahun 2012 Tentang
Retribusi Pelayanan
Persampahan/Kebersihan
3. Peraturan hukum tentang 3. Peraturan Daerah 3.Sesuai
tata cara penyelenggaraan Kabupaten Temanggung
pengelolaan sampah oleh Nomor 29 Tahun 2011 Tentang
instansi pengelola Pengelolaan Sampah

44
Aspek Standar Acuan Kondisi Eksisting Kesesuaian
Aspek regulasi dan Pedoman pengelolaan 4. Peraturan hukum tentang 4. Peraturan Daerah Kabupaten 4. Sesuai
peraturan persampahan ketertiban umum, kewajiban Temanggung Nomor 29 Tahun
perkotaan melaksanakan pemenuhan 2011 Tentang Pengelolaan
(Depkimpraswil, 2003) sistem pengelolaan sampah dan Sampah ; Peraturan Daerah
larangan memperlakukan Kabupaten Temanggung Nomor
sampah yang mengakibatkan 12 Tahun 2011 tentang
gangguan kesehatan, Kebersihan, Keindahan,
pencemaran lingkungan dan Ketertiban, Dan Kesehatan
keselamatan umum yang Lingkungan
ditujukan kepada setiap
pemeran baik perorangan
5. Peraturan hukum tentang 5. Peraturan Daerah Kabupaten 5.Sesuai
kemitraan/kerjasama dan peran Temanggung Nomor 29 Tahun
serta swasta dalam pengelolaan 2011 Tentang Pengelolaan
sampah Sampah
6. Peraturan hukum tentang 6. Peraturan Daerah Kabupaten 6.Sesuai
status perencanaan Temanggung Nomor 29 Tahun
strategi/masterplan/rencana 2011 Tentang Pengelolaan
induk pengelolaan sampah kota Sampah

45
Komposting
Langsung ke
0,987 ton/hari
TPA
(1%)
92,99 ton/hari
(81%) TPA Pemulung
Terangkut 6,912 ton/hari
98,74 ton/hari
115,489 ton/ (100%) (7%)
hari
Residu Landfilling
(26%) 90,848 ton/hari
TPS/TPS3R/TD 5,757 ton/hari
(26%) (92%)
22,498
Total Timbulan
Sampah ton/hari
Komposting
447,264 ton/ (19%)
7,235 ton/hari
hari (32%)
(100%)

Tidak terangkut Pemulung


331,775 ton/ 9,506 ton/hari
(42%)
hari
(74%)

46
Kesimpulan

Secara umum kegiatan operasional pengelolaan persampahan


di Kabupaten Temanggung meliputi kegiatan pewadahan,
pengumpulan, pengumpulan, pemindahan, dan pengangkutan
sampah.

Hasil perbandingan kegiatan


operasional persampahan dengan
peraturan :
47
Tingkat pelayanan pengelolaan persampahan Kabupaten Temanggung pada tahun 2015
sebesar 64 % dari luas wilayah dan 24 % dari perbandingan jumlah volume sampah.
Untuk aspek teknis operasional, sebagian besar telah sesuai dengan ketentuan yang ada
dalam SNI 19-2454-2002, SNI 3242:2008 dan Pengelolaan Persampahan Perkotaan (2003).
Lembaga yang menjalankan operasional pengelolaan persampahan Kabupaten Temanggung
adalah Seksi Kebersihan dan Seksi Persampahan Bidang Tata Kota Dinas Pekerjaan Umum
Kabupaten Temanggung, dan telah dilakukan pembagian kewenangan dengan baik.
Pembiayaan operasional pengelolaan persampahan Kabupaten Temanggung bersumber dari
APBD sebesar 86 % dan retribusi sebesar 14 %.
Kabupaten Temanggung memiliki tiga peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan
persampahan, retribusi, serta benuk lembaga pengelola persampahan kota.
Peran serta masyarakat belum maksimal seperti dalam hal pemilahan sampah yang kurang
dilakukan dari sumber, penggunaan pewadahan sampah yang kurang tepat, dan kurang
memberikan partisipatif dalam mengawal pengelolaan persampahan oleh Dinas Pekerjaan
Umum Kabupaten Temanggung.

48
Saran
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Temanggung perlu menambah pelayanan
persampahan agar semakin banyak warga yang terlayani sehingga timbulan sampah di
Kabupaten Temanggung dapat terkelola dengan baik serta mengurangi pencemaran
limbah padat.

Untuk aspek teknis operasional, perlu dilakukan perbaikan operasional seperti segera
melakukan kembali kegiatan penutupan sampah dengan tanah pada TPA Sanggrahan
secara teratur, pengadaan jembatan timbang, peningkatan jumlah dan kegiatan
pemanfaatan sampah di transfer depo maupun TPS 3R, dan pelengkapan pada
pewadahan sampah yang belum bertutup maupun yang rusak.

Perlu dilakukan sosialisasi maupun kegiatan persuasive lain kepada masyarakat untuk
meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengelola sampah, seperti pemilahan
sampah dari sumber timbulan dan pemanfaatan kembali sampah yang dapat mengurangi
jumlah timbulan sampah yang perlu diangkut ke TPA Sanggrahan.

49