Anda di halaman 1dari 7

GIZI SEIMBANG

UNTUK LANSIA
By Saadah
Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Seimbang,
khususnya pada Lansia adalah hal yang harus
diperhatikan.
Masa Lansia (Lanjut Usia) adalah masa
dimana kemampuan dan kesehatan tubuh
akan menurun dari berbagai hal. Dengan
penurunan fungsi dari berbagai organ
tubuh Lansia, asupan gizi dan nutrisi pada
Lansia perlu menjadi perhatian utama.
Dengan asupan gizi dan nutrisi yang
seimbang, akan membantu para Lansia
untuk menjaga tubuhnya tetap bugar dan
sehat setiap hari.
Ada beberapa faktor pentingnya memperhatikan/menjaga
asupan gizi dan nutrisi pada Lansia, karena pada Masa Lansia
biasanya akan mengalami hal-hal berikut
Berkurangnya kemampuan Lansia dalam mencerna makanan,
karena kerusakan gigi dan juga menurunnya fungsi kerja
lambung.
Berkurangnya indera pengecapan yang mengakibatkan
penurunan fungsi lidah untuk merasakan rasa manis, asin,
asam, dan pahit.
Rasa lapar yang menurun pada Lansia.
Penyerapan sari-sari makanan di usus akan menurun pada
Lansia.
Organ kerongkongan mengalami pelebaran.
Melemahnya gerakan otot dinding usus pada Lansia biasanya
akan menimbulkan keluhan konstipasi/sembelit.
Untuk memenuhi asupan gizi dan nutrisi pada Lansia, bisa
dilakukan dengan merencanakan apa yang akan mereka
konsumsi/makan setiap harinya. Perencaan kebutuhan
makanan bagi Lansia secara umum adalah:
Makanan yang akan diberikan kepada Lansia harus
mengandung zat gizi yaitu zat tenaga, zat pembangun, dan
juga zat pengatur.
Aturlah porsi makanan Lansia
Perbanyak minum air putih untuk Lansia.
Hindarkan Lansia dari makanan yang terlalu manis,
mengandung minyak, dan juga makanan berlemak.
Batasi minum kopi dan teh.
Berikan makanan yang bertekstur halus, karena kondisi
lambung mereka sudah sulit untuk mencerna makanan
dengan tekstur keras.
pesan dasar gizi seimbang bagi lansia dengan dasar PUGS dan
dengan memeprtimbangkan pengurangan berbagai resiko
penyakit degenerasi yang dihadapi para lansia.

1. Makanlah aneka ragam makanan


2. Makanlah sumber karbohidrat kompleks (serealia dan
umbi)
3. Batasi minyak dan lemak secar berlebihan
4. Makanlah sumber zat besi secara bergantian antara
sumber hewani dan nabati.
5. Minumlah air yang bersih, aman, dan cukup jumlahnya
dan telah didihkan.
6. Kurangi konsumsi makanan jajanan dan minuman yang
tinggi gula murni dan lemak.
7. Perbanyak frekuensi makanhewani laut dalam menu
harian.
8. Gunakanlah garam berodium, namaun batasilah
penggunaan garam secar berlebihan, kurangi konsumsi
makanan dengan pengawaet
Kebutuhan Gizi Pada Lansia
1. Kalori
Kebutuhan akan kalori menurun sejalan dengan pertambahan usia, karena
metabolisme seluruh sel dan kegiatan otot berkurang
2. Protein
asupan protein sebesar 1,0 g/kg berat badan/hari untuk mempertahankan
keseimbangan protein, Kebutuhan akan protein meningkat sebagai tanggapan atas
stress fisiologis seperti infeksi, luka baker, patah tulang dan pembedahan
3. Karbohidrat
Karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah sekitar 55 60% dari kalori
total
4. Lemak
Asupan lemak dibatasi, batas maksimal 20 25% dari energi total. Kelebihan
dan kekurangan lemak diwujudkan dalam bentuk kadar kolesterol darah
5. Serat
Salah satu gangguan yang seringkali dikeluhkan oleh lansia adalah sembelit
Gangguan ini akan timbul manakala frekuensi pergerakan usus berkurang, yang
akhirnya memperpanjang masa transit tinja,hal ini terjadi karena kelemahan tonus
otot dinding saluran cerna akibat penuaan (kegiatan fisik berkurang) serta reduksi
asupan cairan dan serat
6. Vitamin
Meskipun tampak sehat, kekurangan sebagian vitamin dan mineral tetap
berlangsung pada lansia, dianjurkan untuk meningkatkan asupan vitamin B6, B12,
vitamin D dan asam folat
Faktor faktor Yang Mempengaruhi Gizi
Pada Lansia
1. Berkurangnya kemampuan mencerna
makanan akibat kerusakan gigi
2. Berkurangnya indera pengecapan
mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa
manis, asin, asam, dan pahit.
3. Esophagus/kerongkongan mengalami
pelebaran.
4. Rasa lapar menurun, asam lambung
menurun.
5. Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah
dan biasanya menimbulkan konstipasi.
6. Penyerapan makanan di usus menurun