Anda di halaman 1dari 15

Sakit Kepala Tipe Tension : Review

Pembimbing:
dr. Attiya Rahma, Sp.S

Diah Media Rizki / G1A216108

KEPANITRAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN NEUROLOGY RSUD RADEN MATTAHER
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS JAMBI
2017
Definis
i
Definisi sefalgia/nyeri kepala yaitu rasa
nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada
seluruh daerah kepala dengan batas bawah
dari dagu sampai ke daerah belakang
kepala (area oksipital dan sebagian daerah
tengkuk).
Etiolog
i RANGSANGAN NYERI

Struktur Kepala yang Sensitif terhadap


Nyeri
Dura Sinus
Tekanan
Vena dan arteri dura Mata
Traksi
Arteri intrakranial Telinga
Displacement
Nervus kranialis V, VII,
Gigi dan gusi
Proses inflamasi & kimiawi IX, X

Arteri karotis dan


Periosteum scalp
vertebral
Tulang belakang
Scalp
servikal
Otot dan tendon
Otot scalp
servikal

Pembuluh darah scalp


Sefalgia
Primer
Nyeri Kepala Tipe
Tegang
FREKUEN

INFREKUEN
Tatalaksana Nyeri
Kepala Tipe Tegang
Diagnosis TTH

Terapi
Fisioterapi Farmakoterapi
psikofisiologis

Untuk mengatasi stres Berupa latihan


emosional pencetus pengenduran otot
TTH Diatermi, kompres
Meliputi: istirahat cukup, hangat, akupuntur
relaksasi, dll
Pengantar

Sakit kepala Tipe-Tension (TTH) adalah bentuk sakit kepala yang paling lazim
pada semua kelompok usia di seluruh dunia. TTH mengarah tingkat
disabilitas yang cukup besar, 60% individu melaporkan penurunan efektivitas
kerja, peningkatan absensi, dan berkurangnya keterlibatan sosial.
Klasifikasi Sakit Kepala ( TTH) :

1. Infrequent episodik

2. Frequent episodik

3. Kronis

4. Probable

Sakit kepala tipe tension biasanya ditandai dengan tekanan bilateral atau
nyeri yang terasa kencang yang terjadi di bagian frontal atau oksipital,
intensitasnya ringan sampai sedang, dan tidak diperburuk dengan aktivitas
fisik. Tidak ada mual atau muntah, tapi mungkin terdapat Fotofobia atau
phonofobia.
Epidemiologi

Bagi sebagian besar individu, Onset pertama TTH adalah sebelum usia 20
tahun, dengan prevalensi puncak antara usia 30 dan 39 tahun. Data dari
penelitian menunjukkan bahwa 34,5% dari anak anak di Selandia Baru (NZ)
usia 7-13 tahun sering mengalami Sakit kepala. Hanya 9% yang berkembang
menjadi TTH di saat dewasa.

11,1% anggota studi berusia 26 tahun diklasifikasikan memiliki TTH dan


angka ini meningkat menjadi 17,5% pada usia 32 tahun. Dari mereka yang
memiliki TTH pada usia 32, 10,3% memiliki infrequent ETTH, 87,2% frequent
ETTH, dan 2,6% memiliki TTH kronis
Prevalensi TTH dalam satu tahun mencapai 32%
30% untuk TTH episodik
2,4% untuk TTH kronis

Tingkat TTH Episodik berkisar antara 10,8% - 37,3%


Tingkat TTH kronis berkisar antara 0,6% - 3,3%
Lyngberg dkk : Individu di diagnosis dengan TTH episodik atau kronis, 45%
mengalami remisi, 39% memiliki frekuensi TTH episodik yang menetap, dan
16% TTH kronis yang menetap.

Sebuah penelitian klinis follow-up 10 tahun : 75% individu Awalnya di


diagnosis TTH episodik terus mengalami TTH episodik, dan 25% dari
populasi penelitian ini berkembang menjadi TTH kronis. Pada mereka yang
awalnya di diagnosis dengan TTH kronis, 31% tetap kronis, 21% berkembang
pengobatan berlebihan, dan sisanya 48% Telah kembali ke bentuk episodik.
Presipitan dan korelasi TTH
Genetik dan neurobiologi

Faktor genetik secara pasti terlibat dalam patogenesis TTH, dengan pengaruh
genetik yang lebih tinggi untuk frequent ETTH daripada infrequent ETTH.
Populasi pada keluarga individu dengan TTH kronis berisiko meningkat tiga
kali lipat dibandingkan dengan populasi normal.
Pengobatan

Pengobatan TTH dibagi menjadi terapi farmakologis dan non-farmakologis.

TTH akut : analgesik sederhana dan NSAID


TTH episodik yang sering : Antidepresan trisiklik Amitriptyline adalah obat
pilihan pertama yang telah terbukti memiliki efek signifikan dan relevan secara
klinis dalam pencegahan CTTH.

Non-farmakologis : Terapi fisik dan psikologis. Terdapat bukti untuk


penggunaan terapi seperti biofeedback elektromiografi atau dikombinasikan
dengan relaksasi dan fisioterapi
Kesimpulan

TTH adalah jenis sakit kepala primer yang paling umum di seluruh dunia dan
dihubungkan dengan disabilitas/kecacatan yang signifikan. Prevalensi TTH
berbeda menurut wilayah geografis, prevalensi TTH pada orang muda di NZ
bersifat dinamis, dengan puncak Prevalensi pada usia 32 tahun. Untuk
sebagian besar penderita, TTH adalah masalah yang persisten/menetap.

Orang dewasa NZ yang menderita cedera leher atau punggung, dan mereka
yang berpendidikan dan bekerja lebih cenderung memiliki TTH. Stres tentang
Perubahan tubuh pada masa remaja juga merupakan perburukan yang
signifikan pada TTH. Studi neurologis menunjukkan bahwa TTH berhubungan
dengan Hiperaktivitas simpatis dan perubahan struktural di otak.