Anda di halaman 1dari 44

BANYUWANGIKU DULU DAN KINI

PERSPEKTIF PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENGEMBANGAN


PARIWISATA DI BANYUWANGI

OLEH : PLT KADIS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Mewujudkan Banyuwangi Lebih Baik


Pantai Boom

Keindahan Mentari pagi terbit di Ujung Timur Pulau Jawa


Pemerintah
Kab. Banyuwangi

1 Gambaran Umum
Banyuwangi
Pemerintah
Pertumbuhan Ekonomi
Kab. Banyuwangi

Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi mengalami trend


kenaikan, dari 7,02 % menjadi 7,27% di Tahun 2012 (sama
dengan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur)
PDRB ADHB Banyuwangi mengalami kenaikan dari Rp. 26,4 T
menjadi Rp. 30,2 T pada tahun 2012
Perkembangan Makro Ekonomi
Pemerintah

2014
Kab. Banyuwangi

Pertumb. ekonomi : 7,34 %

2013 PDRB ADHB


Laju Inflasi
: 32,4 T
: 5,20 %

2012 Pertumb. ekonomi : 7,30 %


PDRB ADHB
Laju Inflasi
: 31,2 T
: 5,0 %

2011 Pertumb. ekonomi


PDRB ADHB
PDRB Perkapita
: 7,27 %
: 30,214 T
: 18,055 Jt
Laju Inflasi : 5,25 %

201 Pertumb. ekonomi


PDRB ADHB
PDRB Perkapita
: 7,02 %
: 26,367 T
: 16,9 Jt

0
Pertumb. Ekonomi
Laju Inflasi

: 6,22 %
: 4,9 %
2014
2013
:
:
Proyeksi Target
Proyeksi Realisasi
PDRB ADHB : 23,558 T 2012 : Angka sementara (BPS)
2011 : Angka Perbaikan (BPS)
PDRB Perkapita : 15,1 Jt 2010 : Angka Perbaikan (BPS)
Laju Inflasi : 7,47 %
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Pemerintah
Kab. Banyuwangi
PDRB ADHB terus
meningkat, mencapai 26,4 T
pada 2011 meningkat
menjadi 30,2 T pada tahun
2012*.

Pendapatan per kapita


tahun 2012 sebesar
Rp.18,1 juta atau sebesar
Rp.1,5 juta per bulan.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Pemerintah
Kab. Banyuwangi

PDRB ADHK Tahun 2000 2011 (%)


Banyuwangi Provinsi Jawa Timur
No Sektor
Rata-Rata Rata-Rata Rata-Rata Rata-Rata
Distribusi Pertumb Distribusi Pertumb
1. Pertanian 47,48 5,77 16,84 2,52
2. Pertambangan dan Penggalian 4,39 5,58 2,10 6,39

3. Industri Pengolahan 6,71 3,87 27,03 3,93


4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,47 5,08 1,53 4,49
5. Konstruksi 0,85 5,83 3,45 3,63
6. Perdagangan, Hotel, dan 23,72 7,32 28,94 8,13
Restoran
7. Pengangkutan dan Komunikasi 4,69 3,21 6,30 9,29

8. Keuangan, Persewaan, dan 6,14 5,55 5,10 7,30


Jasa perusahaan
9. Jasa-Jasa 5,56 4,28 8,70 5,78

Sektor Pertanian dan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran


merupakan trigger Ekonomi Banyuwangi dengan total kontribusi 71,2 %
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota
Pemerintah
di Jawa Timur Tahun 2012
Kab. Banyuwangi

JAWA TIMUR :
7.27

Sumber : BPS Jatim, Maret 2013; Angka Sangat Sementara

8
Tahun
Kabupaten/Kota
KINERJA IPM JAWA TIMUR 01. Pacitan
2010
72,07
2011
72,48
2012
72,77
02. Ponorogo 70,29 71,15 71,52
03. Trenggalek 73,24 73,66 74,08
04. Tulungagung 73,34 73,76 74,09
Pemerintah 05. Blitar 73,67 74,06 74,44
Kab. Banyuwangi
06. Kediri 71,75 72,28 72,72
07. Malang 70,54 71,17 71,53
IPM 08. Lumajang 67,82 68,55 68,90
Tahun 2010 09. Jember
10. Banyuwangi
64,95
68,89
65,53
69,58
65,93
69,82
11. Bondowoso 62,94 63,81 64,08
12. Situbondo 64,26 64,67 65,13
13. Probolinggo 62,99 63,84 64,06
14. Pasuruan 67,61 68,24 68,54
15. Sidoarjo 76,35 76,90 77,16
16. Mojokerto 73,39 73,89 74,33
17.Jombang 72,70 73,14 73,52
18. Nganjuk 70,76 71,48 71,70
19. Madiun 70,18 70,50 70,63
IPM 20. Magetan 72,72 73,17 73,59
21. Ngawi 68,82 69,73 70,33
Tahun 2011 22. Bojonegoro 66,92 67,32 67,73
23. Tuban 68,31 68,71 69,23
24. Lamongan 69,63 70,52 70,76
25. Gresik 74,47 75,17 75,49
26. Bangkalan 64,51 65,01 65,39
27. Sampang 59,70 60,78 61,03
28. Pamekasan 64,60 65,48 65,72
29. Sumenep 65,60 66,01 66,59
71. Kota Kediri 76,28 76,79 77,08
72. Kota Blitar 77,42 77,89 78,14
73. Kota Malang 77,20 77,76 77,99
IPM 74. Kota Probolinggo 74,33 74,85 75,23
Tahun 2012 75. Kota Pasuruan
76. Kota Mojokerto
73,45
77,02
73,89
77,50
74,42
77,63
77. Kota Madiun 76,61 77,07 77,42
78. Kota Surabaya 77,28 77,85 78,08
79. Kota Batu 74,45 74,93 75,44
35. Jawa Timur 71,62 72,18 72,54
: 66 Angka IPM 80 (Upper-Medium)

: 50 Angka IPM 66 (Lower-Medium)


9
Pemerintah
Kab. Banyuwangi
Kinerja Investasi
Banyuwangi mendapat
peringkat 2 tingkat Jawa
Timur terhadap minat
investasi asing tahun 2011
Realisasi usaha Banyuwangi
mendapat Peringkat 3
tingkat JAWA TIMUR pada
tahun 2011
Total Realisasi Investasi
Tahun 2011 sebesar Rp.
Realisasi Investasi berdasarkan Ijin Prinsip (BPM
Prop. 2011) 2,114 T
Pemerintah
Kab. Banyuwangi
Kinerja Perbankan :
Penyaluran Kredit Tahun 2012:

DPK Rp. 4,3 T naik 23,5 % dari tahun


2011, melampaui Jatim (16%)

LDR 93,71 % NPL 2,24 %

Outstanding Kredit Rp. 5,7 T naik 33%


Peningkatan
dibanding tahun 2011
Kinerja
Ekonomi

Outstanding kredit Bondowoso (1,8 triliun), Kab.Probolinggo


(2,2 triliun), Kab.Situbondo (2,1 triliun), Kota Probolinggo (1,9
triliun), Kab. Lumajang (2,2 triliun)
Pemerintah
Kinerja Pembangunan Infrastruktur
Kab. Banyuwangi

Jalan Pelabuhan
Setiap tahun
dibangun 250
km

Bandara
Panjang Run
Way 1.800 m
Penanggulangan Kemiskinan
Pemerintah
Kab. Banyuwangi

INOVASI Langkah :
Siswa Asuh Sebaya (SAS):
per Januari 2013 sebesar Rp.
1.057.550.000,- untuk 6.753
siswa
Angka
Beasiswa Khusus Miskin
kemiskinan
Mou dengan Universitas tahun 2010
dalam rangka Program Bidik (PPLS
Misi (Unej dan STAIN 2008) Angka
kemiskinan
Jember) sebesar Rp. 12 juta Sebesar
tahun 2012
20,09 (PPLS 2011)
per orang.
persen Sebesar 10,48
BAZ online Tahun 2012 persen

sebesar Rp. 2,4 M sebelumnya


hanya Rp. 70 juta.
KINERJA PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Pemerintah
Kab. Banyuwangi

Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012


Tahun
(PPLS 2010
2008) Tahun
(data 2011
2010) Tahun
(PPLS 2012
2011)
(PPLS 2008) (data 2010) (PPLS 2011)

GENTENG 14,42 GENTENG 16,19 GENTENG 15,08


WONGSOREJO 29,35 WONGSOREJO 12,55 WONGSOREJO 11,69
KALIPURO 40,68 KALIPURO 5,09 KALIPURO 4,74
GIRI GIRI GIRI 3,88
23,12 4,17
OPTIMALISASI PROGRAM (KUR)
Pemerintah
Kab. Banyuwangi

KUR Mikro Banyuwangi tahun 2012 sebesar


2,22 T, Bondowoso (769 M), Situbondo (814 M),
Kota Probolinggo (444 M), Kab Probolinggo (764
M), Lumajang (974 M).
Pemerintah
Kab. Banyuwangi
ASURANSI
Penandatanganan MOU antara Pemkab Banyuwangi
dengan PT. JAMSOSTEK terkait dengan pemberian
Asuransi bagi pekerja non informal :
Penderes Kelapa;
Tukang Sapu;
Juru Parkir.

Kampanye asuransi bagi sektor informal untuk ikut


Jamsostek Menghemat anggaran Jamkesmin APBD
Banyuwangi
Pemerintah
PENERTIBAN PASAR MODERN
Sehebat apapun modal, selama rakyat tidak diproteksi
Kab. Banyuwangi

akan kalah
Peraturan Bupati Nomor 27 tahun 2010 tentang Pedoman Penataan
Dan Pembinaan Pasar Tradisional Dan Toko Modern di Kabupaten
Banyuwangi

Toko Modern yang sudah berijin = 50, Tidak memiliki ijin = 12,
4 Toko Modern Ditutup
Pemerintah
MEWUJUDKAN AKHLAK MULIA
Kab. Banyuwangi

Larangan Kegiatan lomba bagi anak


TK/ PAUD/Kelompok Bermain.
Pembatasan Jam Nonton TV di rumah
bagi anak usia sekolah pukul : 18.00
s/d 19.00 WIB.
Penutupan Lokalisasi Tahun 2012 :
Dari 13 lokasi menjadi 8 Lokasi
(per akhir maret 2013).
Jumlah PSK : dari 616 orang menjadi
181 Orang
Jumlah Mucikari : 223 orang
Strategi Pembiayaan Program
Pemerintah
Kab. Banyuwangi Pembangunan

APBD APBN PUBLIC


APBD
Provinsi (DAK, TP, CSR PRIVATE
Kabupaten PARTNERSHIP
Jawa Timur Dekon)

Aktifitas
Aktifitas Aktifitas Pelabuhan, Masyarakat dengan
Scope lintas Bandara, Miskin, orientasi
Kabupaten, kabupaten, Kereta Api, Kelompok profit-sosial,
Jalan, perbatasan, Jalan, rentan, Kerjasama dg
jembatan Jalan, Jembatan infrastruktur pihak swasta
kabupaten, jembatan nasional, sosial dan Contoh:
Irigasi Tersier provinsi, irigasi primer ekonomi Banyuwang
Irigasi i Tour de
skunder Ijen
Banyuwangi INTERNATIONAL TOUR DE IJEN (BTDI)
Dikuti oleh 20 Tim Negara Asing dan 5 Dalam Negeri dg menempuh lintasan
Pemerintah
sepanjang 606 km sebanyak 4 Etape
Kab. Banyuwangi

Biaya penyelenggaraan sebesar Rp. 4 M


(APBD), sementara Tour de Singkarak
mendapat dukungan APBN Rp. 15 M
Jumlah Peserta : 115 pembalap
Penilaian dari UCI : BTDI mendapat Skor = 89
melebihi Langkawi-Malaysia dengan skor = 63
Banyuwangi
International Surfing Competition 2013
Pemerintah
Kab. Banyuwangi Diikuti oleh 20 Negara
Even ini akan mengenalkan kepada dunian bahwa
Banyuwangi mempunyai destinasi wisata yang
menakjubkan Menpora Roy Suryo

Jumlah peserta: 25 peselancar


internasional, 167 peselancar lokal.
Tinggi gelombang 3-5 meters
Rumah penduduk digunakan sebagai
penginapan, sebagai penerapan
ecotourism.
Multiplier effect Kompetisi Surfing Sedunia
Pemerintah
Kab. Banyuwangi

13 23
20 gi,
tu an
us uw
Ag ny r
Ba da

s
Ra
2 Perspektif dari
Aspek Regulasi

Outline
Perspektif dari Aspek
3 Kebijakan
Pembangunan

Outline
VISI
Kabupaten Banyuwangi
2005-2025 (RPJPD)
Kabupaten Banyuwangi yang Religius,
Sejahtera, dan Mandiri Berbasis
Agrobisnis dan Ekowisata Terpadu

Ekowisata terpadu sebagai upaya untuk memaksimalkan & melestarikan


potensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber
pendapatan dan perekonomian daerah yang berkesinambungan, dengan
kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian
lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, terdapat
peran aktif masyarakat
RTRW Banyuwangi 2012-2032
Pengelolaan wilayah

Memperhatikan daya dukung lahan, daya tampung kawasan dan aspek


konservasi sumber daya alam

Pengendalian dan
pelestarian kawasan
lindung
Meningkatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam pengelolaan
kawasan lindung yang berkelanjutan;
Meningkatkan nilai ekonomis kawasan lindung yang menunjang pengembangan
pariwisata, pendidikan, penelitian dengan tetap mempertahankan fungsi lindungnya;
Meningkatkan keterpaduan pembangunan kawasan lindung dengan pembangunan
wilayah terutama peningkatan kesejahteraan dan kepedulian masyarakat di sekitar kawasan
konservasi
4
Upaya dan
Terobosan Pemkab
Banyuwangi

Outline
MOU antara Bupati Banyuwangi, Dirjen
PHKA, dan Direktur Utama Perhutani

Mengatur pengembangan tiga obyek


wisata dalam kawasan wisata tiga berlian
The triangle diamond :
Perlindungan dan pengamanan
kawasan
Pembangunan sistem informasi
kepariwisataan
Promosi pengembangan pariwisata
Pembangunan sarana dan prasarana
pendukung kepariwisataan
Pemberdayaan Masyarakat
GREEN AND CLEAN
sedekah oksigen:
gerakan penanaman
pepohonan secara masal
(setiap tahun tanam
pohon sebanyak 2 juta
pohon) tersebar di wilayah
Kabupaten Banyuwangi.

Gerakan menanam di Perempuan menanam


lingkungan kantor
pemerintah dan swasta
GREEN AND CLEAN
SMKN 1 Banyuwangi, penerima
Adiwiyata Nasional

Kirab Piala Adipura


Tahun 2013
Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Pembangunan perkotaan tidak hanya fokus masalah ekonomi, namun
juga membangun lingkungan melalui penyediaan space interaksi publik

6 Lokasi RTH

Ruang interaksi
masyarakat
perkotaan
(dilengkapi Wifi 10
MBPS),
Sarana Olahraga,
Aktualisasi seni
budaya (setiap
malam minggu
dilaksanakan pentas
seni budaya)
Ecotourism
Konsep Pariwisata untuk mengoptimalkan dan
sekaligus melestarikan potensi alam dan budaya
khas Banyuwangi secara berkelanjutan..

DIAMOND TRIANGLE ; tidak merubah alam,


tidak hiruk pikuk, tidak diijinkan karaoke &
diskotik

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi


DIAMOND TRIANGLE dalam Konsep
Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP)
Hasil Rapat dengan 3 KPH
(Banyuwangi Barat, Utara, Selatan)
Banyuwangi Barat:
Air Terjun Lider sedang diteliti (Tim Untag
Banyuwangi kerjasama Bappeda) sebagai
Destinasi wisata khusus.
Pengembangan destinasi Wisata Kalibadeng
Songgon.
Banyuwangi Selatan:
Pulau Merah sebagai Destinasi ecotourism
(tidak hiruk pikuk): Perhutani menyiapkan
lahan, Pemkab Banyuwangi menyiapkan
dormitory untuk para backpacker.
Teluk Hijau, prioritas pengembangan.
Operational Concept

Prinsip-prinsip Sasaran

Pengembangan
melindungi lingkungan yang dimanfaatkan
dan
mengikutsertakan masyarakat secara aktif dalam penyelenggaraa
kegiatan pariwisata n kegiatan
menyajikan produk bermuatan pembelajaran,
pendidikan dan rekreasi dari nilai-nilai karakteristik (alam pariwisata
dan budaya) setempat menuju
memberikan sumbangan positif terhadap pariwisata
pembangunan ekonomi daerah
berkelanjutan
menekan sejauh dimungkinkan dampak negatif yang
ditimbulkan dari rangkaian kegiatan pariwisata
diberlakukan di kawasan lindung, kawasan terbuka,
kawasan binaan dan kawasan budaya
Timeline Ecotourism Concept

Sosialisasi dan advokasi (pencanangan Ekowisata


2013-2014 Banyuwangi) , Konsolidasi potensi wisata prioritas,
(Jangka Pendek) $35/seat
Pengembangan Rencana Penyiapan masyarakat, Penyiapan management,
(Recurring)
Induk Pengembangan Kerjasama, Promosi

2015-2016 Penyiapan potensi wisata, Penyiapan masyarakat,


(Jangka Menengah) $66/seat
Penyiapan infrastruktur penunjang, Pengembangan
(Repeat)
Implementasi
Rencana Induk Kerjasama, Promosi

2016-2017
(Jangka Panjang) Evaluasi konsep pengembangan, Pengembangan
$20/seat
Pengembangan konsep
(Recurring)
Konsep
Policy & main destination

Kawah Ijen G-Land, Plengkung Sukamade

Pengembangan Ekowisata berbasis


Teknologi Komunikasi dan Informasi

Gelaran Event Banyuwangi Festival


Our ecotourism Destination
Pantai Plengkung terletak di Pantai Selatan
Banyuwangi dan berada di wilayah Kecamatan
Tegaldlimo
Jarak dari Banyuwangi ke Pantai Plengkung 86
km
Plengkung terkenal sebagai pantai terbaik untuk
surfing dan biasa disebut dengan G Land
Bulan Mei Oktober adalah bulan terbaik untuk
surfing
Pantai Sukamade berada di wilayah Kecamatan
Pesanggaran berjarak 97 km ke arah barat daya dari
Banyuwangi
Sukamade merupakan hutan lindung alami Jawa Timur
Penyu betina biasanya bertelur hingga ratusan butir yang
diletakkan di dalam pasir pantai
Penyu betina biasanya mulai mendarat di pantai pukul
19.30 wib dan kembali ke laut pada pukul 24.00 wib
Bulan Nopember hingga Maret adalah musim penyu
bertelur
Kawah Ijen berada di Kecamatan Licin 45 km dari
Kota Banyuwangi
Kawah Ijen merupakan kawah danau terbesar di
pulau Jawa
Kawah belerang berada dalam sulfatara di
kedalaman sekitar 200 m dan mengandung kira
kira 36 juta kubik air asam beruap
Plengkung & Ecotourism hinterland
G-Land (Grajagan Land)
Alas Purwo : Goa Istana
Padang Savana Sadengan
Pantai Mangrove Bedhul
Alas Purwo; Goa Sadengan
Istana
Sadengan Sadengan
Pantai Mangrov Bedhul G-Land
Pantai Mangrov Bedhul
Sukomade & Ecotourism hinterland
Pantai Rajegwesi
Teluk Hijau
Pantai Pancer
Pulau Merah (Red Island)
Taman Nasional Merubetiri

Teluk Hijau Pantai Rajegwesi

Pantai Pancer
Pulau Merah
TN Merubtiri
Ijen & Ecowisata hinterland
Desa Wisata Kemiren
Perkebunan KaliKlatak
Perkebunan Selogiri
Perkebunan Kalibendo

Rumah Adat Osing

Perkeb Kaliklatak
Perkeb Selogiri
5 Kesimpulan

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berupaya dg segala
sumberdaya yang dimiliki, dlm keterbatasan kewenangan untuk
menjaga lingkungan, melakukan konservasi dan rehabilitasi
hutan serta mengembangkan ecotourism sebagai konsep
pariwisata berbasis alam untuk mengoptimalkan dan sekaligus
melestarikan hutan secara berkelanjutan agar mampu
mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat
Diperlukan sinergi melalui hubungan antara pemerintah daerah,
pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha dan
masyarakat berdasarkan kepercayaan (trust), saling
menghormati (mutual respect), dan pemahaman yang baik
(good understanding).
Saling sinergi untuk meningkatkan kemanfaatan ekonomi dg
fokus pada fungsi ekologis hutan serta pemberdayaan
masyarakat sekitar hutan.
Dukungan Masyarakat terutama Peserta Didik untuk turut serta
mempromosikan banyuwangi
Pemerintah Kabupaten melalui media sosial.
Banyuwangi
Matur Nuwun