Anda di halaman 1dari 56

EMOSI

OLEH:
RATNA WIDIASTUTI, S.Psi.,Psi., M.A.

1
DEFINISI EMOSI
Respon adaptif otomatis yang melibatkan
perubahan fisiologis serta perubahan dan
pengaturan perilaku pada saat individu
melakukan penilaian dalam menghadapi
sebuah stimulus.
Respon emosi baik yang positif ataupun
negatif akan mempengaruhi cara individu
bertahan hidup.
2
Emosi primer
Plutchik (1980): takut, marah, sedih, senang,
penerimaan, muak, antisipasi, terkejut
Scott (1980): takut, marah, kesepian,
senang, cinta, cemas, curiga
Ekman (1973): takut, marah, sedih, bahagia,
muak, terkejut
Shaver & Schwartz (1984): takut, marah,
sedih, bahagia, cinta

3
Komponen emosi
Pengalaman emosi subjektif individu, respon tubuh
terutama yang berkaitan dengan system saraf,
penilaian kognitif yang muncul dengan sendirinya,
ekspresi emosional, respon umum terhadap emosi,
dan kecenderungan perilakunya ( Atkinson dkk.,
1999)
Perubahan otak, perubahan mimik dan tubuh,
merasakan (pengalaman), desakan untuk bertindak,
interpretasi-kepercayaan-asumsi (Linehan, 1993)
Afeksi (pengalaman mengenai kesenangan atau
kepedihan), penilaian ulang suatu objek atau
peristiwa sebagai sesuatu yang baik atau buruk,
kesiapan bertindak, atau kesiapan dalam merubah
perilaku terhadap lingkungan, rangsangan otonomi,
dan perubahan aktivitas kognitif (Frijda (dalam
Lucas dkk. 2003))

4
PENGGAMBARAN EMOSI
(Linehan, 1993)
Interpretasi Peristiwa
pikiran
asumsi
kepercayaan
Emosi Ekspresi
Perubahan otak Bahasa muka
Perubahan mimik dan tubuh
Peristiwa pendorong dan tubuh Ekspresi
Dari dalam Merasakan kata-kata
Pikiran, perilaku, reaksi fisik (pengalaman) Tindakan
Dari luar Desakan
peristiwa, tempat bertindak
Interpretasi,
kepercayaan,
asumsi

Peristiwa Akibat yg terjadi setelahnya


Pendorong memori
Kedua pikiran
kemampuan berpikir
fungsi fisiologis
Menamai
perilaku emosi
5
PENGALAMAN EMOSI
Reaksi primer terhadap peristiwa yg
terjadi di lingkungan sekitar kita
Respon primer terhadap isi pikiran,
tindakan, dan perasaan kita

6
DIKOTOMI EMOSI
(PLUTCHICK, 2003)
Emosi positif merupakan emosi yang baik
atau diinginkan, seperti senang, bahagia,
cinta, atau tertarik.
Emosi negatif adalah emosi yang dinilai
buruk atau tidak diinginkan, seperti sedih,
marah, takut, atau malu.
Emosi negatif juga dapat memainkan
peranan yang positif dalam hidup individu.

7
MITOS DALAM EMOSI
(Linehan, 1993)
Ada satu emosi yang benar bagi segala
situasi
Membiarkan orang lain tahu saya sedang
dalam emosi negatif adalah kelemahan
Perasaan negatif adalah buruk dan
merusak
Emosional adalah tidak dapat
mengendalikan diri
Emosi terjadi tanpa ada alasan
Beberapa emosi adalah bodoh
8
MITOS DALAM EMOSI
(Linehan, 1993)
Semua emosi yang melukai terjadi
sebagai balasan bagi sikap saya yg buruk
Jika orang lain tidak menyetujui emosiku,
aku harus menghapus emosi itu
Orang lain menjadi hakim terbaik untuk
menentukan emosi yang pantas bagiku
Emosi yang melukai tidak penting dan
harus ditolak
9
REAKSI YG BERKAITAN DENGAN
EMOSI
Wallbott & Scherer, 1989:
Gembira merasa hangat, jantung berdetak
lebih cepat, otot kendor, tertawa, tersenyum,
bergerak mendekat, bicara lbh panjang,
gangguan bicara
Marah jantung berdetak lebih cepat, otot
tegang, perubahan pernafasan, merasa
panas, perubahan ekspresi wajah, perubahan
suara, bergerak menjauh, bicara lbh panjang,
perubahan tempo bicara
Muak diam, perubahan ekspresi muka,
bicara lbh panjang, otot tegang, menarik diri
10
REAKSI YG BERKAITAN DENGAN
EMOSI
Sedih menangis, terisak-isak, tenggorokan
tersumbat, menarik diri, jantung berdetak
lebih cepat, otot tegang, merasa dingin
Takut jantung berdetak lebih cepat, otot
tegang, berkeringat, perubahan pernafasan,
merasa dingin, perubahan ekspresi wajah
Malu diam, jantung berdetak lebih cepat,
merasa panas, perubahan ekspresi wajah,
menarik diri
Merasa bersalah diam, jantung berdetak
lebih cepat, tenggorokan tersumbat, otot
tegang
11
REAKSI YG BERKAITAN DENGAN
EMOSI
Clancy & Noyes (1976):
Cemas nervous, nafas pendek-pendek,
otot tegang, berkeringat, panas/dingin, nyeri
dada, lelah, sulit tidur, gemetar, perasaan
membeku/tidak merasakan apa-apa
(numbness), sakit kepala, mual/muntah,
lemah, pinsan, pusing, perut tidak nyaman,
depresi, menangis, gangguan makan, takut
mati, susah menelan, tidak dapat diam, berat
badan turun, sulit berkonsentrasi, mudah
terganggu, mulut kering, takut gila, sering
BAK, mimpi buruk
12
FUNGSI EMOSI
Linehan, 1993:
Bisa berguna, merusak, atau tidak
mengakibatkan apa-apa
Alat berkomunikasi dan mempengaruhi orang
lain
Mengatur dan memotivasi tindakan
Mengawasi keadaan hubungan interpersonal
Menilai apakah hal-hal yang terjadi sesuai
keinginan
Memberi tanda pada orang mengenai keadaan
kita
13
FUNGSI EMOSI
Meningkatkan pembelajaran
Menyadari dan menilai apa-apa yg dirasakan
Mengekspresikan dan bertindak sesuai tanda-
tanda yg penting
Pengesahan bagi tanda yg mengindikasikan
bahwa sesuatu telah terjadi
Batzson dkk, 1992:
Menyediakan informasi mengenai tujuan
Memberikan penjelasan mengenai posisi atau
arah sehubungan dengan tujuan yang akan
dicapai individu
14
FUNGSI EMOSI
Greenberg, 2003:
Memberi informasi tentang berbagai
kemungkinan dlm pemenuhan kebutuhan
individu
Mengatur tindakan
Mengawasi keadaan hubungan interpersonal
Menilai apakah yg terjadi sesuai dgn keinginan
Memberi tanda pd orang lain mengeni keadaan
kita
Mengekspresikan dan bertindak sesuai tanda-
tanda yg dirasa penting bagi individu

15
FUNGSI EMOSI
Menyadari dan menilai apa yg dirasakan
Meningkatkan pembelajaran

Plutchick (2003)
Sedih mendatangkan perilaku
bantuan dari orang lain
Depresi meningkatkan bantuan dari
orang lain

16
Perkembangan emosi
Bayi-dewasa

17
Perspektif perkembangan emosi
1. phylogenesis: evolusi proses emosi antar
spesies
2. ontogenesis: perkembangan dan perubahan
selama masa hidup individu atau sub
kelompok spesies

18
Perkembangan emosi individu
(Bridges, 1932)
Lahir: senang
3 bulan: sedih, senang, suka
6 bln: takut, jijik, marah, sedih, senang, suka
12 bln: takut, jijik, marah, sedih, senang, suka,
sayang
18 bln: takut, jijik, marah, sedih, senang, suka,
sayang, cemburu, sayang pada orangtua,
sayang pada anak
19
Pendekatan hubungan ibu-anak
Psikoanalitis : pengasuhan anak
mempengaruhi emosi anak pada masa oral,
anal, dan genital (Freud) menyusui, makan,
toilet training
Bowlby : teori kelekatan mencari kontak
fisik dengan ibu, interaksi sosial
menyenangkan, menghindari peristiwa/orang
berpotensi membahayakan, yang menjelajah
lingkungan nonsosial
20
Teori perkembangan emosi Izard
(78)
Emosi pada masa bayi berfungsi memberi
tanda kebutuhan bayi pada pengasuh
Emosi yang muncul adalah yang adaptif bagi
bayi dan muncul dalam komunikasi dengan
pengasuh
Perkembangan emosi berhubungan dengan
perubahan kognisi, persepsi, dan motorik anak

21
Teori perkembangan emosi Sroufe
(79)
Emosi yang muncul pada bayi adalah takut,
marah, senang
Perkembangan berkaitan dengan kapasitas
kognitif, kemampuan berekspresi, dan
kemampuan mengatasi (coping)

22
Teori perkembangan emosi Campos
dkk (83)
Keadaan emosi berbeda-beda sesuai dengan
pengalaman emosi individu sepanjang hidup
Emosi baru muncul sesuai dengan perkembangan
kognitif individu
Hubungan antara ekspresi emosi da pengalaman
emosi lebih kompleks dan terkoordinir sesuai
perkembangan individu
Respon coping berubah, da emosi pn berubah sejalan
dengan perkembangan individu
Penerimaan mengenai ekspresi emosi berkembang
saat individu berkembang
23
Perkembangan emosi dan
pembelajaran
Pembelajaran
asosiatif/pengukuhan
Imitasi dan identifikasi
Peran aturan sosial
Mencari arti hidup dan identitas
ego

24
Perkembangan emosi masa
bayi
Minat dari lahir
Marah
Senyum reflektif, sosial (1 bln)
Marah, heran, sedih 3 bln
Takut 5 bln
Malu 6 bln
Menangis tangis dasar, marah,
sakit

25
Perkembangan emosi anak-
anak
Pengaruh keluarga otoriter,
otoratif, permisif, budaya, kelas
sosial, relasa saudara
sekandug, ibu bekerja, ortu
bercerai, jender, ortu depresi
Relasi teman sebaya
permainan
Televisi malu, pasif,
meremehkan, empati, agresif
26
Perkembangan emosi anak
akhir
Keluarga relasi ortu anak, kelurga
tiri, anak kunci
Relasi teman sebaya
penolakan/pengabaian teman,
sahabat
Sekolah kelas, guru, kelas sosial,
etnis
Jender wanita: sedih dan takut,
laiki-laki: marah dan agresif

27
Perkembangan emosi remaja

Melepaskan/kelekatan dengan
ortu
Krisis orisinalitas
Sekolah
Orientasi internal kelompok
Pertentangan dengan
masyarakat
Karir
28
Perkembangan emosi orang
dewasa
Perubahan peran sosial
Stabilitas batin
Menerima diri apa adanya
Menemukan gambaran dunia
Konflik sosial ortu, kerja,
pasustri, keluarga, agama,
politik, anak

29
REGULASI EMOSI
Mengatur situasi yang terjadi, mengubah respon
dengan mengulas situasi, atau
menekan/mengintensifkan respon (Greenberg,
2003)
Menurunkan frekuensi terjadinya emosi yang
menekan dan meningkatkan terjadinya frekuensi
emosi yang memberikan kenyamanan (Omaha,
2004)
Mengurangi rasa mudah terluka pada emosi,
meningkatkan emosi positif, membiarkan emosi
yg melukai pergi, melakukan tindakan yg
berlawanan dengan emosi negatif (Linehan,
1993)
30
STRATEGI REGULASI
EMOSI
Merasakan emosi secara imajinasi/pikiran)/Instropeksi
emosi
(Greenberg, 2003; Mennin, 2004)
Buku harian emosi (Linehan, 1993)
Melihat permasalahan dari sudut pandang yg lebih luas
(Greenberg, 2003)
Pernafasan (Greenberg, 2003)
Relaksasi (Greenberg, 2003)
Menenangkan diri (Greenberg, 2003)
Pengalihan perhatian (Greenberg, 2003)
Menoleransi tekanan (Omaha, 2004)
Menjauhi emosi (secara imajinasi/pikiran) (Greenberg,
2003)
Meningkatkan pengalaman emosi positif (Linehan, 1993)
Melakukan tindakan yg berlawanan dgn emosi negatif
(Linehan, 1993)

31
Merasakan emosi
(secara imajinasi/pikiran)/Instropeksi emosi
(Greenberg, 2003; Mennin, 2004)

1. Mainkan musik yg menenangkan (misal musik


slow/mellow). Buatlah dirimu merasa nyaman. Dengarkan
musik. Bayangkan situasi yg mencetuskan emosi yg ingin
dijauhi.
2. Biarkan emosi yg ingin dijauhi muncul & mendatangimu.
Ukurlah intensitas emosi (1-10)
3. Rasakan reaksi dan sensasi pada tubuh. Katakan Reaksi
(atau emosi) ini membuatku merasa ..(nyatakan dlm
kata-kata)
4. Jika ada pikiran yg muncul, fokuslah pada kesadaran
tentang bagaimana perasaan yg muncul karena emosi

32
Merasakan emosi
(secara imajinasi/pikiran)/Instropeksi emosi
(Greenberg, 2003; Mennin, 2004)

5. Bernafaslah dalam-dalam dgn pernafasan perut. Kendorkan


bagian tubuh yg merasakan sensasi emosi tersebut.
Biarkan satu perasaan menggiring perasaan berikutnya
hingga menemukan informasi yg dirasa penting. Kau akan
merasakan jika telah mencapai pengalaman inti dan
menerima pesan berharga. Kau akan merasakan senang
karena emosi ini terasa dalam dan nyata. Bentuk
pengetahuan ini memberikan rasa puas karena telah tahu
meskipun pesan yg disampaikan disetujui atau tidak
disetujui.
6. Pindahkan fokusmu pada dunia luar pikiran. Biarkan emosi
menjauh. Ubah arah perhatian dan pikiranmu ke aktivitas
yg sedang kau lakukan didunia nyata.

33
Buku harian emosi
Jenis emosi (Diener, et.al., 1985)
Bahagia
Tertarik
Gembira
Perhatian
Kasih sayang
Mencintai
Dicintai
Terharu
Berterima kasih
Bangga
Percaya diri
Terluka
Sedih

34
Buku harian emosi
Jenis emosi
Kecewa
Jengkel
Marah
Benci
Muak
Jijik
Malu
Bersalah
Iri
Cemburu
Cemas
Takut
Lainnya.

35
BUKU HARIAN EMOSI
(Linehan, 1993)
Peristiwa dan situasi pendorong:

Interpretasiku atas peristiwa atau situasi

Respon tubuh yg kurasakan

Bahasa tubuhku

Komunikasi verbalku

Desakan untuk bertindak dan tindakan yg kulakukan

36
Melihat permasalahan
dari sudut pandang yg lebih luas
(Greenberg, 2003)
Kadangkala kita perlu memperluas cara
pandang kita, karena dengan cara pandang
yang berbeda maka kita mungkin akan
menemukan perbedaan pengalaman emosi;
atau merubah emosi yang kita alami menjadi
lebih sehat/adaptif.

37
Pernafasan
(www.yogapostures.com)
1. Ambil posisi duduk yg nyaman atau lebih baik lagi tidur terlentang
2. Tutup mata dan ambil nafas dalam perlahan-lahan. Perhatikan
bahwa saat mengambil nafas yg bergerak naik turun adalah perut,
bukan dada.
3. Biarkan badan lemas dan relaks sehingga terasa seperti menyatu
dengan tanah.
4. Fokuslah pada kaki, bayangkan otot dan kulit dikaki mengendur,
biarkan menyatu dengan tanah yg dipijaknya. Pindahlah ke perut,
bayangkan otot dan kulit diperut mengendur bayangkan otot dan
kulit diperut mengendur. Bayangkan otot dan kulit didada
mengendur. Bayangkan otot dan kulit dikepala wajah mengendur.
5. Bernafaslah dengan relaks dalam posisi ini selama 5-15 menit.
6. Usahakan jangan tertidur.

38
Bernafas dengan relaks
(Reza Gunawan, 2007)
Hirup napas melalui hidung, hembuskan
lewat mulut dengan lidah menempel dilangit-
langit mulut
Saat menghirup, hitung selama 4 hitungan.
Tahan 7 hitungan, keluarkan selama 8
hitungan
Pakai metode ini ketika bangun tidur, akan
tidur, akan ujian, atau menghadapi orang
yang membuat kesal

39
Keselarasan Hati
(Reza Gunawan, 2007)
Heart focus taruh tangan diatas hati atau tengah
dada untuk mengalirkan energi ke hati
Heart breathing bernafaslah dengan lembut.
Rasakan dengan hati
Heart feeling rasakan apapun emosi anda. Sedih,
marah, bahagia. Terimalah emosi apa adanya. Jika
terasa ingin menangis, menangislah Jika terasa
ingin tersenyum, tersenyumlah

40
Relaksasi

Gunakan vcd relaksasi yg tersedia

41
Menenangkan diri
(Greenberg, 2003)
1. Bayangkan emosimu adalah anak kecil. Apa
yg akan kau katakan jika ingin menenangkan
anak yang sedang menangis sedih? Katakan
hal itu pd dirimu sendiri dengan penuh kasih
sayang, kehangatan, dan kesabaran
2. Bantahlah kepercayaan negatifmu dengan
kebutuhan akan dukungan seperti Aku butuh
dukungan, bukan kritikan.

42
Menenangkan diri
(Greenberg, 2003)
3. Cari kata-kata yg menenangkan disaat emosimu
negatif. Biarkan kata-kata ini menenangkanmu.
4. Biarkan emosi negatif dan positif berdampingan
melengkapi hidupmua. Satukan rasa malu
dengan harga diri untuk menjadikanmu merasa
berharga, rasa takut dan keteguhan hati menjadi
rasa kuat, dankecemasan dan harapanmu
menjadi sensitivitas.

43
Menoleransi tekanan/rasa terluka karena
1. Pastikan kita merasa aman secara fisik. Pilihlah sebuah
emosi
tempat aman dialam pikiran dimana kita dapat pergi saat
merasakan emosi
(Greenberg, yg melukai Bayangkan peristiwa atau
2003)
pengalaman yg melukai.
2. Bernafaslah dalam-dalam.
3. Nyatakan dlm kata-kata gambaran atau sensasi tubuh yg
muncul. Hubungkan sensasi, bayangan, dan bagian
peristiwa ke dlm pernyataan yg berkesinambungan. Katakan
dgn jelas, seperti Aku merasa tercekam, Aku patah hati.
4. Bernafaslah dalam-dalam.

44
Menoleransi tekanan/rasa terluka karena
emosi
(Greenberg, 2003)
6. Biarkan emosimu muncul, rasakan dan ekspresikan.
Pergilah ke tempat aman dlm bayangan jk dirasa perlu.
7. Kenalilah ke emosimu. Perhatikan bhw dibalik
kepercayaan kemungkinan akan ketidakmampuanmu
menghadapi emosi yg melukai, kau tetap ada. Kakimu
masih menginjak tanah. Rasakan dirimu menempel pd
kursimu. Biarkan emosi yg melukai ada. Nyatakan
kebutuhanmu terhadap emosi tersebut dlm kata-kata
(aku ingin kau menjauh). Rasakan bahwa kelegaan akan
datang seiring pengalaman dan ekspresi emosi yg
melukai dengan cara baru. Apa yg dapat kau biarkan
pergi, biarkan pergi. Buatlah catatan tentang gambaran
emosi yg baru yg lebih bersahabat baik yg berkaitan dgn
dirimu sendiri maupun orang lain.

45
Menjauhi/mengambil jarak dari emosi
(secara imajinasi/pikiran)/Mengalihkan
perhatian
(Greenberg, 2003)
Catatan: kadangkala lebih berguna bagi kita untuk menjauhi
emosi yg melukai kita daripada merasakannya. Terutama
jika emosi itu tidak sehat dan sangat berlebihan. Lakukan
latihan ini dengan menekankan pada proses dan bukan
pada isinya. Kemudian usahakan untuk mendapatkan
emosi lain yg lebih sehat
1. Bayangkan sebuah situasi atau hubungan interpersonal yg
memicu emosi marah. Mungkin percakapan dgn orang tua
atau rekan kerja yg membuat kita merasa tersinggung, tidak
berdaya, atau tidak berharga.
2. Jika emosi telah muncul, perhatikan sensasi dalam tubuhmu
yg terasa. Gambarkan sensasi ini dalam kata-kata baik
kualitas, intensitas, atau tempat terjadinya sensasi.

46
Menjauhi/mengambil jarak dari emosi
(secara imajinasi/pikiran)/Mengalihkan
perhatian
(Greenberg, 2003)
3. Bernafaslah dalam-dalam dengan pernafasan perut.
4. Perhatikan pikiran yg muncul. Gambarkan pemikiran,
ingatan, atau kritikan yg muncul.
5. Bernafaslah dalam-dalam dengan pernafasan perut.
6. Fokuskan ingatan akan emosi yg lebih terasa nyaman atau
ringan (cinta, senang, atau persahabatan). Rasakan.
Biarkan emosi ini mengisi dirimu.
7. Bicaralah pada emosi yg tidak sehat dengan emosi baru yg
terasa nyaman ini.

47
MERUBAH EMOSI NEGATIF DENGAN
TINDAKAN YG BERLAWANAN
(Linehan, 1993)
Takut
dekati, jgn menghindari sumber takut
Merasa bersalah/malu

dekati, perbaiki, maafkan, biarkan pergi


Sedih/depresi

beraktivitaslah; lakukan hal-hal yg membuat percaya


diri/merasa mampu
Marah

dekati orang yg menyebabkan marah, lakukan hal


yg mneyenangkan padanya, berlaku simpatik dan
tidak menyalahkan

48
MEMBIARKAN EMOSI YG MELUKAI
PERGI
(Linehan, 1993)
Perlakukan emosi seperti ombak yg datang dan
pergi. Lakukan dengan merasakan sensasi
tubuh atau kualitas pengalaman.
Observasi emosi. Sadari kehadiran emosi. Amati
& gambarkan emosi apa adanya. Jangan
melawan/menolak. Mundur dr emosi.
Catatlah dalam pikiran bahwa dirimu bukanlah
emosimu.
Cintai emosimu
Hargai emosimu

49
MENGURANGI RASA MUDAH TERLUKA
PADA EMOSI NEGATIF
(Linehan, 1993)

Merawat penyakit fisik


sakit menurunkan daya tahan tubuh
Gangguan dari sakit: malu, kurang asertif,
kekurangan uang
Makan seimbang

Efek buruk makan tll sedikit

Jauhi makanan yg memicu emosi negatif

Makanlah makanan yg membuat emosi

terasa nyaman (coklat), kalem/tenang (teh,


susu), atau bertenaga (pisang)
50
MENGURANGI RASA MUDAH TERLUKA
PADA EMOSI NEGATIF
(Linehan, 1993)

Hindari obat pembangkit semangat


alkohol, napza dan psikotropika
Tidur seimbang

Tll sedikit tidur membuat rentan thd emosi


negatif dan menjurus pd sindrom depresi
Olahraga

Kuasai suatu keahlian/ketrampilan baru yg

membangkitkan perasaan mampu/percaya


diri

51
MENINGKATKAN EMOSI POSITIF
Linehan, 1993:
Menambah jumlah peristiwa yg mendorong

emosi positif seperti senang, cinta, harga


diri, percaya diri, kalem
Memperbaiki hubungan interpersonal lama

dan menjalin hubungan interpersonal baru


Jangan menghindar atau menyerah

Renungkan pengalaman positif

Fokus pada pikiran positif; fokus ulang pada

pikiran positif jika pikiran negatif muncul

52
MENINGKATKAN EMOSI POSITIF
Sheldon & Lyubomirsky (2004):
Membuat kebiasaan untuk terlibat dalam
suatu kegiatan yg sesuai dgn nolai & norma
yg dianut
Menuliskan jurnal mengenai hal-hal terbaik
dalam diri mereka, tujuan hidup, impian,
dan realisasi impian dimasa mendatang
Emmons & McCullough (2003):
Menuliskan jurnal berisi anugrah atau hal-
hal baik yg diterima hari ini (dilakukan
setiap hari selama 2-3 minggu)

53
Jadual Kegiatan
Menyenangkan
Pergi berlibur
Relaksasi
Berpikir aku telah menyelesaikan semua tugas hari ini
Berlari, jalan pagi
Mendengarkan musik
Menonton film/vcd
Mengingat pesta yang menyenangkan
Membeli alat rumah tangga
Tertawa
Merencanakan karir
Mengenang perjalanan keluar kota
Membaca majalah atau koran
Hobi ..
Berkebun
Menghabiskan waktu bersama keluarga
Kencan
Merencanakan aktivitas harian

54
Jadual Kegiatan
Menyenangkan
Bertemu kenalan lama/baru
Menabung
Pulang kerja
Makan
Yoga/meditasi
Memperbaiki sesuatu dirumah
Mengingat kata dan perbuatan orang tercinta
Memakai baju keren/seksi
Menikmati hari yang tenang
Olahraga
Melamun
Berbelanja
Berdiskusi dengan teman
Main bola (badminton, tennis, sepakbola)
Melakukan hubungan badan
Berkumpul dengan keluarga
Arisan

55
Jadual Kegiatan
Menyenangkan
Merangkai bunga
Pergi ke pantai/gunung
Menurunkan berat badan
Berpikir aku adalah orang yang OK
Reuni sekolah
Mengoleksi barang kuno/vintage
Bernyanyi di rumah
Merawat tanaman
Mendengarkan orang lain
Pergi ke tempat ibadah
Berjalan-jalan di Mal
Membaca novel
Bermain layang-layang
Berkunjung ke rumah saudara
Main Play Station/game
Berkemah
Bersantai seharian
Lainnya ..

56