Anda di halaman 1dari 28

PENYUSUN

SK DAN KD

MATERI

VIDEO MTs NEGERI SRONO


BANYUWANGI
KELAS 9I
PENUTUP TAHUN AJARAN
2015/2016
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYUSUN PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Nama : Afa Faiqotul Ni'mah


No Absen : 01
TTL : Bwi, 26-07-2000
Facebook : Afa Fayfa

Nama : Fira Yusi Rukmana


No Absen : 11
TTL : Bwi, 10-09-2001
Facebook : Fira Yusi Rukmana

Nama : Husnul Laila Chotimah


No Absen : 13
TTL : Bwi, 25-12-2000
Facebook : husnul laila

Nama : Ika Desi Asriyani


No Absen : 14
TTL : Bwi, 01-01-2000
Facebook : Manami Seijuro
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Qurban bahasa arabnya adalah (al-udhiyah) diambil


dari kata (adh-ha). Makna (adh-ha) adalah permulaan siang
setelah terbitnya matahari dan dhuha yang selama ini sering kita
gunakan untuk sebuah nama sholat, yaitu sholat dhuha di saat
terbitnya matahari hingga menjadi putih cemerlang.
Adapun (al-udhiyah / qurban) menurut syariat adalah
sesuatu yang disembelih dari binatang ternak yang berupa unta, sapi
dan kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah yang disembelih
pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik adalah hari ke
11, 12, dan 13 Dzulhijah.
) (
Semua hari-hari Tasyriq adalah (waktu) menyembelih qurban (HR.
Ad-Daruquthni dan Al Baihaqi didalam As-Sunanul Kubro). Dalil yang
menunjukkan disyaritkannya qurban :
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Selain itu qurban berasal dari kata (qaraba) yang artinya


dekat.Sedangkan menurut syariat islam, qurban adalah
menyembelih binatang ternak (sapi, unta, kambing,
domba,dan kerbau) sebagai wujud pengorbanan kepada Allah
SWT.
Tujuannya untuk mendektkan diri kepada Allh SWT, dan
mengharap ridha-Nya sebagai ungkapan rasa syuur atas
nikmat ang telah dilimpahkan Allah kepada-Nya. Jadi, qurban
menurut istilah adalah menunjukkan tujuan dari suatu ibadah
tersebut , yaitu mendekatkan ddiri kepada Allah.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN






1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu
sebuah sungai di surga.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan
berkorbanlah
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu
dialah yang terputus.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Ibadah qurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat


dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu,
maka ia dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing
kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau
sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta
bertakbir (waktu memotongnya). Sabda Rasulullah SAW :



Telah diwajibkan atasku (Nabi SAW) qurban dan ia tidak wajib
atas kalian. (HR. Ad Daruquthni)
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Suatu hari Nabi Ibrahim as, melakukan perjalan antara Palestina ke Makkah
bersama istrinya Hajar, dan anaknya Ismail. Karena ketiganya sangat kelelahan, maka
mereka tertidur. Ketika tertidur, Nabi Ibrahim as bermimpi ia diperintahkan Allah untuk
menyembelih Ismail as, sebagai rasa tunduk dan patuh kepada Allah swt. Meskipun
Ibrahim sangat menyayangi Ismail, Ibrahim tetap mematuhi perintah Allah dan
menyampaikan kepada Ismail tentang mimpinya. Ibarhim bertanya kepada Ismail,
Wahai Ismail, aku diperintahkan Allah swt untuk menyembelihmu, bagaimana
pendapatmu nak? kata Ibrahim.
Wahai ayah, jika itu perintah Allah , maka laksanakanlah aku akan tetap sabar dan
ikhlas. jawab Ismail.
Iblis pun berusaha untuk menghalangi Ibrahim untuk melakukan itu, tapi Ibrahim dan
anaknya tetap melaksanakan perintah itu. Setelah itu, Ismail dibawa ke bukit dan
wajahnya ditutup kain putih , ketika pedang hampir menempel di leher Ismail, tiba-
tiba Ismail diganti oleh malaikat jibril dengan seekor kambing yang gemuk. Peristiwa
tersebut terjadi pada tanggal 10 dzulhijjah di Mina, dari cerita tersebut umat Islam
Diperintah untuk menyembelih hewan qurban setiap tanggal 10 dzulhijjah dan pada hari
Tasrik.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Qurban merupakan salah satu ibadah yang asal muasalnya dari kisah Nabi Ibrahim alayhis
salam dan Nabi Ismail alayhis salam, hal ini diabadikan oleh Allah Subahanhu wa Taalaa didalam Al-
Quran:




.

.
. . .
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka
fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan
kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran
keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi
itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor
sembelihan yang besar. (QS. Ash-Shaaffat 37 : 102-107)
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Kesunahan Dalam Menyembelih Qurban


Dalam keadaan bersuci
Menghadap qiblat
Membaca :

.
. Dan setelah itu
berdoa : . Atau..: Kalau untuk mewakili nama orang : ) disebut namanya . (
Kesunnahan lain saat menyembelih qurban, hendaknya : Mulai awal bulan Dzulhijah tanggal 1
hingga saat menyembelih qurban agar tidak memotong / mencabut rambut atau kukunya, seperti
yang disabdakan Nabi SAW :


(
). Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka
hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya. (H.R. Muslim)
Jika bisa, menyembelih sendiri bagi yang mampu.
Mempertajam kembali pisaunya
Mempercepat cara penyembelihan
Membaca Bismillah dan Takbir (seperti yang telah disebutkan) sebelum membaca doa.
Di depan warga, agar semakin banyak yang mendoakannya.
Untuk qurban yang sunnah (bukan nadzar) disunnahkan bagi yang nadzar untuk mengambil bagian
dari daging qurban biarpun hanya sedikit.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

TIDAK BOLEH CACAT FISIKNYA, MISALNYA :


Bermata sebelah / buta
Pincang yang sangat
Yang amat kurus, karena penyakit.
Berpenyakit yang parah



:

: :

,
,


( . , )
Dari Al Bara bin Azib radhiyallahu anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, Ada empat cacat yang tidak dibolehkan
pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas
sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-sampai seolah tidak
berdaging dan bersum-sum. ( Dikeluarkan oleh yang lima (empat penulis kitab sunan ditambah
dengan Imam Ahmad). Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban )
Keterangan :
Boleh berqurban dengan kambing / sapi/ unta BETINA.
Harap diperhatikan : Banyak masyarakat yang menganggap bahwa qurban dengan sapi /kambing
/unta betina adalah tidak sah.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Binatang yang doperbolehkan untuk berqurban ialah binatang yang diperkirakann


mendapatkan kelezatan, kenikmatan, dan banyak daging. Seekor kambing untuk qurban
seorang, sedangkan seekor unta, lembu, atau kerbau untuk 7 orang.
Binatang yang sah untuk dijadikan berqurban ialah binatang yang telah cukup umur yang
ditentukan dn patut dijadikan qurban, yaitu :
a. Kambing : umurnya satu tahun masuk tahun kedua, disebut DHAN
b. Kamb ing jawa : umur dua tahun masuk tahun ketiga, disebut MAZ
c. Kerbau/sapi : umur dua tahun masuk tahun ketiga, disebut BAQARA/JAAMUS
d. Unta : cukup berumur limab tahun nmasuk tahun keenam, disebut IBIL
Adapun yang disebut musinnah ialah berganti gigi serinya adalah ambing yang telah
cukup berumur satu tahun, sapi berumur dua tahun, atau unta berumur lima tahun.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Sifat-sifat binatang qurban :


a. Gemuk yang bergajih
b. Tidak kurus
c. Tidak sakit-sakitan
d. Tidak buta
e. Dan tidak pincang
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Seorang muslim / muslimah


Usia baligh, Baligh ada 3 tanda, yaitu : a. Keluar mani (bagi anak laki-laki dan perempuan) pada
usia 9 tahun hijriah. b. Keluar darah haid usia 9 tahun hijriah (bagi anak perempuan). c. Jika
tidak keluar mani dan tidak haid maka di tunggu hingga umur 15 tahun. Dan jika sudah genap 15
tahun maka ia telah baligh dengan usia yaitu usia 15 tahun Dan jika ada anak yang belum baligh
maka tidak diminta untuk melakukan kurban, akan tetapi sunnah bagi walinya untuk berqurban
atas nama anak tersebut.
Berakal , maka orang gila tidak diminta untuk melakukan kurban, akan tetapi sunnah bagi
walinya untuk berqurban atas nama orang gila tersebut.
Mampu, Mampu disini adalah punya kelebihan dari makanan pokok, pakaian dan tempat tinggal
untuk dirinya dan keluarganya di hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik.
Maka bagi siapapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut, sunnah baginya untuk melakukan
ibadah qurban.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Kapan qurban menjadi wajib dalam madzhab Imam Syafii dan jumhur Ulama?
Qurban akan menjadi wajib dengan 2 hal :
Dengan bernadzar, seperti: Seseorang berkata: Aku wajibkan atasku qurban tahun ini. Atau
Aku bernadzar qurban tahun ini. Maka saat itu qurban menjadi wajib bagi orang tersebut.
Dengan menentukan, maksudnya: Jika seseorang mempunyai seekor kambing lalu berkata:
Kambing ini aku pastikan menjadi qurban. Maka saat itu qurban dengan kambing tersebut
adalah wajib.
Dalam hal ini sangat berbeda dengan ungkapan seseorang: Aku mau berkorban dengan
kambing ini. Maka dengan ungkapan ini tidak akan menjadi wajib karena dia belum
memastikan dan menentukan. Dan sangat berbeda dengan kalimat yang sebelumnya, yaitu Aku
jadikan kambing ini kambing qurban.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Waktu Menyembelih Qurban


Waktu menyemblih qurban itu diperkirakan dimulai dari: Setelah terbitnya matahari di hari raya
qurban dan setelah selesai 2 rokaat sholat hari raya idul adha ringan dan 2 khutbah ringan
(mulai matahari terbit + 2 rokaat + 2 khutbah), maka tibalah waktu untuk menyemblih qurban.
Bagi yang tidak melakukan sholat hari raya ia harus memperkirakan dengan perkiraan tersebut
atau menunggu selesainya sholat dan khutbah dari masjid yang ada di daerah tersebut atau
sekitarnya. Dan waktu menyembelih qurban berakhir saat terbenamnya matahari di hari tasyrik
tanggal 13 Dzulhijjah.
Sebaik-baik waktu menyembelih qurban adalah setelah sholat dan khutbah hari Idul Adha.


:


:

(
: 5545 )
Dari Barra bin Malik radhiyallahu anhu berkata: Nabi Shallallahu alaihi wa salam bersabda:
Barangsiapa menyembelih hewan kurban setelah shalat Idul Adha, maka sembelihannya telah
sempurna dan ia sesuai dengan sunnah kaum muslimin. (HR. Bukhari no. 5545)
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Catatan penting :
Jika seseorang menyembelih sebelum waktunya, atau sudah kelewat waktunya, misalnya :
menyembelih di malam hari raya raya idul adha atau menyembelih setelah terbenamnya matahari
tanggal 13 hari tasryik maka semblihan itu tidak menjadi qurban dan menjadi sedekah biasa. Maka
hendaknya bagi panitia qurban untuk memperhatikan masalah ini.

:


:









(: 965 )
Dari Barra bin Malik radhiyallahu anhu berkata: Nabi Shallallahu alaihi wa salam bersabda:
Sesungguhnya hal pertama yang kita mulai pada hari ini adalah kita melaksanakan shalat (Idul Adha),
kemudian kita pulang dan menyembelih. Barangsiapa melakukan hal itu niscaya ia telah sesuai dengan
as-Sunnah. Adapun barangsiapa menyembelih hewan sebelum shalat Idul Adha, maka sembelihannya
tersebut adalah daging yang ia berikan untuk keluarganya, bukan termasuk daging hewan kurban
(untuk mendekatkan diri kepada Allah). (HR. Bukhari no. 965)
Dalam hadist riwayat AHMAD :

Hari-hari tasyriq semuanya adalah waktu penyembelihan.[7] Dalam ayat dan hadits
digunakan kata yaum yang berarti siang. Jadi penyembelihan qurban mesti di waktu siang.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Hewan sembelihan dinyatakan sah dan halal dimakan bila terpenuhi syarat-syarat
Merebahkan hewan tersebut dan meletakkan kaki pada rusuk lehernya, agar hewan
tersebut tidak meronta hebat dan juga lebih menenangkannya, serta mempermudah
penyembelihan.
Disunnahkan bertakbir ketika hendak menyembelih qurban, sebagaimana disebutkan
dalam hadits Anas radhiyallahu anhu di atas, dan diucapkan setelah basmalah.
Bila dia mengucapkan:


Dengan nama-Mu ya Allah, aku menyembelih, maka sah, karena sama dengan
basmalah.
Bila dia menyebut nama-nama Allah Subhanahu wa Taala selain Allah, maka
hukumnya dirinci.
Tidak disyariatkan bershalawat kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ketika
menyembelih, sebab tidak ada perintah dan contohnya dari beliau Shallallahu alaihi
wa sallam maupun para sahabatnya.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Berwudhu sebelum menyembelih qurban adalah kebidahan, sebab tidak ada


contohnya dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan salaf.
Namun bila hal tersebut terjadi, maka sembelihannya sah dan halal dimakan, selama
terpenuhi ketentuan-ketentuan di atas.
Diperbolehkan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala agar sembelihannya
diterima oleh-Nya. Sebagaimana tindakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,
beliau berdoa:



Ya Allah, terimalah (sembelihan ini) dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan
umat Muhammad. (HR. Muslim no. 1967, dari Aisyah radhiyallahu anha)
Tidak diperbolehkan melafadzkan niat, sebab tempatnya di dalam hati menurut
kesepakatan ulama. Namun dia boleh mengucapkan:


Ya Allah, sembelihan ini dari Fulan.
Dan ucapan tersebut tidak termasuk melafadzkan niat.
Tidak disyaratkan menghadapkan hewan ke kiblat, sebab haditsnya mengandung
kelemahan.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Yang afdhal adalah men-dzabh (menyembelih) sapi dan kambing. Adapun unta maka yang
afdhal adalah dengan nahr, yaitu disembelih dalam keadaan berdiri dan terikat tangan
unta yang sebelah kiri, lalu ditusuk di bagian wahdah antara pangkal leher dan dada.
Termasuk kebidahan adalah melumuri jidat dengan darah hewan qurban setelah selesai
penyembelihan, karena tidak ada contohnya dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan
para salaf.
Pada bagian leher hewan ada 4 hal:
1-2. Al-Wadjan, yaitu dua urat tebal yang meliputi tenggorokan
3. Al-Hulqum yaitu tempat pernafasan.
4. Al-Mari`, yaitu tempat makanan dan minuman.
Rincian hukumnya terkait dengan penyembelihan adalah:
- Bila terputus semua maka itu lebih afdhal.
- Bila terputus al-wadjan dan al-hulqum maka sah.
- Bila terputus al-wadjan dan al-mari` maka sah.
- Bila terputus al-wadjan saja maka sah.
- Bila terputus al-hulqum dan al-mari`, terjadi perbedaan pendapat. Yang rajih adalah tidak
sah.
- Bila terputus al-hulqum saja maka tidak sah.
- Bila terputus al-mari` saja maka tidak sah.
- Bila terputus salah satu dari al-wadjan saja, maka tidak sah.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Cara Membagi Daging Korban


Jika korban wajib karena nadzar : Maka semua dari daging korban harus dibagikan kepada fakir
miskin. Dan jika orang yang berkorban atau orang yang wajib dinafkahinya ikut makan, maka
wajib baginya untuk menggantinya sesuai dengan yang dimakannya.
Adapun jika korban sunnah : Maka tidak disyaratkan sesuatu apapun dalam pembagiannya,
asalkan ada bagian uintuk orang fakir miskin, seberapaun bagian tersebut. Dan dianjurkan untuk
bisa membagi menjadi 3 bagian. 1/3 untuk keluarga, 1/3 untuk dihidangkan tamu, 1/3 untuk
dibagikan kepada fakir miskin. Dan semakin banyak yang dikeluarkan tentu semakin besar
pahalanya.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Sebagaimana pembayaran dan (denda) dalam


ibadah haji, seekor kambing berlaku untuk satu orang,
sedangkan sapi atau unta berlaku untuk tujuh atau
sepuluh orang. Dalam sebuah hadits,Rasulullah saw
bersabda yang artinya:
Dari Jabir berkata, Kami telah menyembelih qurban
bersama-sama Rasulullah saw pada tahun Hudaibiyah,
satu ekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi
untuk tujuh orang. (HR. Muslim:2322)
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Hukum Menjual Daging Korban


Hukum menjual daging korban adalah harom sebelum dibagikan. Adapun jika daging
qurban sudah dibagi dan diterima, maka bagi si fakir yang menerima daging tersebut boleh
menjualnya dan juga boleh menyimpannya. Begitu juga kulitnya, tidak diperkenankan untuk
dijual atau dijadikan upah bagi yang menyembelih, akan tetapi bagi seorang tukang sembelih
boleh menerima kulit serta daging qurban sebagai bagian haknya akan tetapi tidak boleh daging
dan kulit tersebut dijadikan
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Apabila qurban nazar (yang hukumnya wajib), maka seluruh daging qurban wajib
dibagikan kepada fakir miskin dan yang berqurban tidak makan daging itu. Jika qurban adalah
qurban sunah (qurban biasa), maka daging qurbannya dapat dibagi 3 bagian, yaitu:
a. 1/3 dari daging qurban untuk yang berqurban dan keluarganya
b. 1/3 dari daging qurban untuk disedekahkan untuk fakir miskin
1/3 dari daging qurban untuk disimpan dan disedekahkan untuk orang-orang yang datang
kemudian atau orang-orang yang membutuhkannya. Allah berfirman dalam surah Al Hajj ayat
36








Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu
memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu
menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh
(mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang
ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah
menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN

Pertama, untuk mengenang nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi


Ibrahim dengan digagalkannya penyembelihan putranya, Ismail AS, yang ditebus
dengan seekor kambing dari surga.
Kedua, untuk membagi-bagikan rizqi yang diberikan oleh Allah SWT kepada
umat manusia saat Hari Raya Idul Adha, yang memang menjadi hari membahagiakan
bagi umat Islam, agar yang miskin juga merasakan kegembiraan seperti yang lainnya.
Sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw (artinya): Hari Raya
Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah (HR. Muslim)
Ketiga, untuk memperbanyak rizqi bagi orang yang berqurban, karena setiap
hamba yang menafkahkan hartanya di jalan Allah akan mendapatkan balasan berlipat
ganda
FIQIH KELAS IX SEMESTER GANJIL

TATA CARA
PENYEMBELIHAN
HEWAN QURBAN