Anda di halaman 1dari 152

INSTALASI LISTRIK

Instalasi listrik PERKERETAAPIAN


MERUPAKAN FASILITAS PENGOPERASIAN
PM No KERETA API YANG BERFUNGSI
12 TH 2011
UNTUK MENGGERAKAN KERETAAPI BERTENAGA LISTRIK, MEMFUNGSIKAN
PERALATAN PERSINYALAN DAN TELEKOMUNIKASI KERETA API YANG
BERTENAGA LISTRIK DAN MEMFUNGSIKAN FASILITAS PENUNJANG LAINNYA.
1. CATU DAYA LISTRIK
INSTALASI LISTRIK
2. PERALATAN TRANSMISI TENAGA LISTRIK
terdiri dari
INSTALASI LISTRIK terdiri dari

Catu Daya Listrik


Catu Daya Listrik Arus Bolak Balik
Catu Daya Listrik Arus Searah
Transmisi Tenaga Listrik

Transmisi Tenaga Listrik Aliran


Atas
Transmisi Tenaga Listrik Aliran
Bawah
Catu Daya Listrik Arus BolakBalik

Berfungsi untuk menyediakan daya listrik


arus bolak balik yang digunakan untuk
menggerakkan kereta api bertenaga
listrik dan menyediakan daya untuk
persinyalan , telekomunikasi dan
peralatan pendukung lainnya
Catu Daya Listrik ABB al terdiri :

1. Peralatan penerima daya


2. Peralatan AC cubicle
3. P eralatan penyulang
System Elektrifikasi AC

System 1 , tegangan 20 Kv 50 Hz
System 1 , tegangan 25 Kv 50 Hz
System 1 , tegangan 11 Kv 16 2/3 Hz
System 1 , tegangan 15 kv 16 2/3 Hz
System 3
System dengan tegangan tidak standard
ELEKTRIFIKASI SYSTEM AC
SCOTTS CONNECTED TRANSFOR
Modified Wood Bridge Connected
Auto Transformer
Booster Transformer
Coaxial System
Catu Daya Listrik Arus Searah

Berfungsi untuk menyediakan daya listrik


arus searah yang digunakan untuk
menggerakkan kereta api bertenaga
listrik dan menyediakan daya untuk
persinyalan, telekomunikasi,serta
peralatan pendukung lainnya
Catu Daya Listrik Arus Searah al

1.Receiving ( penerima )
2.Converter ( konfersi )
3.Out Going ( penyulang )
4.Low Voltage ( tegangan
rendah )
System elektrifikasi DC
System elektrifikasi DC 600 V
System elektrifikasi DC 750 V
System elektrifikasi DC 1500 V ,
Indonesia dan negara2 lain
System elektrifikasi DC 3000 V
System elektrifikasi DC dengan
tegangan tidak standard
Elektrifikasi System DC
Single Line Diagram System DC
Transmisi Tenaga Listrik Aliran Atas adalah
transmisi / jaringan atas yang berfungsi untuk
menyalurkan daya listrik dari catu daya arus
bolak balik / arus searah untuk dialirkan ke
kereta api bertenaga listrik .
Transmisi Tenaga Listrik Aliran Atas
terdiri dari :

1.Sistem penyulang
2.Sistem catenary
3.Fasilitas pendukung
4.Proteksi
5.Jaringan distribusi
GAMBAR TRANSMISI TENAGA LISTRIK SISTEM AC
GAMBAR TRANSMISI TENAGA LISTRIK SISTEM DC
V truss beam
Transmisi Tenaga Listrik Aliran Bawah adalah
transmisi / jaringan bawah (rail ketiga /
keempat ) yang berfungsi menyalurkan daya
listrik arus searah bertegangan kurang dari
1200 V DC.
TRANSMISI TENAGA LISTRIK ALIRAN
BAWAH

1. CATU DAYA
2. FEEDING SYSTEM
Rail Ketiga
Rail Ketiga
TRANSMISI TENAGA LISTRIK
ALIRAN ATAS
Jenis-Jenis Jaringan / Catenary :

Jenis-jenis Jaringan :
1. Direct suspension system
2. Simple catenary system
3. Twin simple catenary system
4. Compound simple catenary system
5. Heavy simple catenary system
6. Heavy compound catenary system
7. Rigid suspension System
Jenis-Jenis Jaringan :

1 4

1 Messenger ST 135

Messenger ST 90 5

3 6

7 RIGID SUSPENSION SYSTEM


biasanya digunakan di subway dan digunakan untuk kapasitas besar

Insulator

Aluminium alloy T- shaped


member

Trolly wire
Transmisi Tenaga Listrik Aliran Atas
system SIMPLE CATENARY

1.Sistem penyulang
2.Sistem catenary
3.Fasilitas pendukung
4.Proteksi
5.Jaringan distribusi
Slide 5

Sistim konstruksi transmisi tenaga listrik


Overhead Contact System 1.Overhead Contact Line
Elevated Section; Feeder Messenger System Shield Tunnel SectionRigid Suspension System

33
SISTEM PENYULANG

Feeding system ;l adalah bagian dari jaringan catenary yang


berfungsi sebagai penyalur daya listrik dari substation ke jaringan
catenary.

Feeding system terdiri dari:


Feeder wire
Berfungsi untuk menyalurkan daya listrik ke overhead contact wire
melalui feeding branch
Feeding branch
Berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dari feeder wire ke over head
contact wire
Return circuit
Berfungsi untuk menyalurkan arus balik dari KRL / lokomotif listrik
kembali ke substation melalui rel dan peralatan negatif substation
Feeder Wire

Feeder wire berfungsi sebagai penyulang / saluran


utama sistem JLAA.
Konduktor cu stranded : BCC
Penampang disesuaikan dengan kapasitas GL dan
beban KRL yang beroperasi.
Kemampuan hantar arus : 1 mm2 = 4 A (BCC).
Pemasangan sesuai sistem/type jaringan yang dipakai.
FEEDING BRANCE

Feeding brance sebagai penghantar pencabangan yang berfungsi


menghantar daya listrik dari feeder wire ke kawat trolley dan juga
untuk memperbaiki voltage drop
Konduktor stranded ( cu ) , Y diverence 100 mm2 dan 185 mm2
Pemasangan , dengan interval 125 - 250 m
Messenger Wire

Messenger wire berfungsi sebagai penghantar jaringan laa ( cu )


juga sebagai penahan kawat trolly melalui kawat gantung. Fungsi
utamanya sebagai penahan kawat trolly.
Konduktor stranded : BCC atau Steel.
Penampang disesuaikan dengan kapasitas GL dan beban KRL
yang beroperasi.
Kemampuan hantar arus : 1 mm2 = 4 A (cu) dan utk penghantar
steel tidak diperhitungkan
Pemasangan sesuai sistem/type jaringan yang dipakai.
Trolly Wire

Trolly wire berfungsi sebagai penghantar jaringan laa


juga yang berfungsi sebagai tempat pergesekan
pantograph krl pada saat mengambil arus listrik..
Konduktor solid / pejal : Cu.
Penampang disesuaikan yang biasa dipakai 107 mm2
dan 110mm2.
Kemampuan hantar arus : 1 mm2 = 4 A (cu).
Pemasangan sesuai sistem/type jaringan yang dipakai.
Ground Wire, Arrester & Sistem
Pembumian

Ground Wire berfungsi sebagai proteksi sistem Jaringan


LAA terhadap sambaran petir.
Konduktor stranded : St.
Penampang disesuaikan yang biasa dipakai 55 mm2.
Pemasangan sesuai sistem/type jaringan yang dipakai.
ARCING HORN

Arcing horn untuk meminimalisasi dampak sambaran petir dan


menjaga kondisi over head groun wire
Bahan ,suspention insulator yang dilengkapi tanduk/ arcing
Pemasangan pada kawat OHGWdengan interval 250 m
LIGHTNING ARRESTER

Lightning Arrester di pakai sebagai proteksi jaringan


terhadap imbas petir/ surja voltage
Terdiri dari Arrester 1500 VDC dan Arrester 6 kV AC.
Pemasangan sesuai sistem/type jaringan yang
dipakai.
Biasanya dipasang tiap 500 m.
Terhubung dengan sistem pembumian.
Sistem pembumian berfungsi sebagai sistem proteksi
jaringan yang terhubung terhadap bumi sebagai tempat
pembuangan arus listrik .
Terdiri dari kabel pembumian dan elektrode
pembumian yang terhubung dengan bumi/tanah.
Pemasangan sesuai sistem/type jaringan yang dipakai.
Biasanya dipasang tiap 200 250 m.
Nilai tahanan yang di persyaratan kurang =1 Ohm per
titik pembumian.
Air Section, Air Joint dan Section
Insulator
Air Section adalah komponen jaringan listrik aliran atas yang
merupakan pertemuan ujung suatu bentangan sistem jaringan
yang tidak terkoneksi secara listrik, berfungsi sebagai pemisah
jaringan secara listrik.
Air Joint adalah komponen jaringan listrik aliran atas yang
merupakan pertemuan ujung suatu bentangan sistem jaringan
yang terkoneksi secara listrik melalui konektor-konektor.
Section Insulator merupakan pemisah jaringan laa secara listrik.
Konstruksi dan Komponen Pendukung

Konstruksi dan komponen pendukung yang di pakai di sesuaikan


dengan sistem JLAA yang dipergunakan. Namun demikian secara
fungsi secara umum sama walaupun dengan istilah dan bentuk
yang berlainan.
Tiang yang di pakai : tiang beton, tiang steel mast, tiang besi tipe
H dan baja bulat.
Konstruksi penahan jaringan yang sering dipergunakan : tipe
warrant trust beam, V trust beam, kantilever dll.
ATD : spring, pulley/bandul, Stitched/fixed, senggot dll.
Slide 7

FASILITAS PENDUKUNG

Overhead Contact System 3.Supporting Structure


Rigid Cantilever Hinged Cantilever

V-Truss Beam

Steel Tube Mast Warren Truss Beam

45
Sistem Jaringan Listrik Aliran Atas di
Jabotabek
Sistem Catenary yang di pergunakan di Jabotabek
adalah Simple Catenary:
Sistem Catenary Belanda.
Sistem Catenary Jepang.
Sistem Catenary Perancis.
Sistem Catenary Belanda :

Sistem catenary Belanda terdiri dari :


Messenger Wire BCC 150 mm2.
Kawat Trolly Cu 2 x 107 mm2.
ATD type Bandul dan Senggot.
Hanger .BCC stranded 16 mm2
Section Insulator : Kupu-Kupu, Tanduk
CANTILEVER
DISCONECTING SWITCH
Sistem Catenary Jepang :

Sistem Catenary Jepang terdiri dari :


Feeder Wire BCC 2 x 300 mm2.
Messenger Wire Steel 90 mm2.
Kawat Trolly Cu 110 mm2.
ATD type Pulley, Spring dan Stitched/Fixed.
Hanger , sus bar dan sc 5.
Section Insulator : FRP.
V TRUSS BEAM
Sistem Catenary Perancis :

Sistem catenary Perancis terdiri dari :


Feeder Wire BCC 261,54 mm2.
Messenger Wire Bz 116,24 mm2.
Kawat Trolly Cu 2 x 107 mm2.
ATD type Pulley, Spring dan Stitched/Fixed.
Hanger BCC ( solid ) 16 mm2.
Section Insulator : FRP.
CANTILEVER
OVER LAP SECTION
INJECTION POINT
Standar Pemasangan Peralatan Jaringan Catenary

Jarak tiang
Track lurus dan track dengan radius
60 Meter
di atas 800 m
Track dengan radius 600 m 50 Meter

Track dengan radius 400 m 40 Meter

Track dengan radius 300 m 30 Meter

Track dengan radius 100 m 20 Meter


Tinggi kawat trolley dari kepala rel
Tinggi nominal 5.3 Meter

Tinggi maksimal 5.7 Meter

Tinggi minimal 4.25 Meter


Deviasi / sig-zag kawat trolley terhadap
as track

Track lurus 300 mm

Track lengkung 200 mm


Gradient kawat trolley

Track utama 5/1000

Track samping 15/1000


Jarak bebas

As track ke as tiang beton 3.07 Meter

As track ke as track 4 Meter


Kawat Hanger

Jarak antar kawat hanger 5 Meter

Panjang minimum 150 mm


Feeding branch
Jarak antara < 250 Meter
Jarak antara feeding branch di ujung
feeder dan ujung feeder pada kawat < 125 Meter
trolley
Air section
Aplikasi Di depan substation, di kanan-kiri
stasiun besar untuk pemisahan
penyuplaian

Jarak kawat trolley di overlap air


300 mm
section
Jarak tiang 50 Meter
Air joint
Aplikasi Di petak jalan, untuk pembagian
mekanis dan pekerjaan
pemeliharaan
Jarak kawat trolley di overlap air joint
150 mm

Jarak tiang 40 Meter


Tensioning device
Pulley type Di petak jalan
Panjang kawat trolley Maximum 800m di satu
sisi,
Lebih dari 800m di kedua
sisi
Spring type Di stasiun dan crossing
Panjang kawat trolley Maximum 400m di satu sisi
Lebih dari 400m di kedua
sisi
Pull-off / Steady brace
Pull-off Untuk track lengkung
radius <1600m
Steady brace Untuk track lurus dan
lengkung radius >1600
Meter

Bentangan maksimum kawat


1600 Meter
trolley
Feeder wire

Hard-drawn copper 300mm2


stranded wire
Tension 1200 kg

Trolley wire

Grooved hard-drawn copper 110mm2


wire
Tension 900 kg
Messenger wire

Hard-drawn steel 90mm2


stranded wire
Tension 900 kg

Overhead ground wire

Galvanized steel stranded 55mm2


wire
Shielding angle 45
Tension 300kg
KAWAT TROLLEY

Overhead contact wire adalah berupa trolley wire (kawat trolley)


yang berfungsi sebagai penghantar utama daya listrik ke
peralatan pengumpul arus KRL / lokomotif listrik
MESSENGER WIRE

Messenger wire (kawat messenger)


Berfungsi untuk menggantung kawat trolley agar ketinggian kawat
trolley tetap sama sepanjang jalur kereta api
INSULATOR

Insulator

Stem Insulator

Insulator
Berfungsi untuk memisahkan bagian peralatan jaringan catenary
yang bertegangan dengan bagian peralatan yang tidak
bertegangan.
HANGER

Hanger wire (kawat hanger)


Berfungsi untuk menggantungkan kawat trolley ke kawat messenger
Concrete Pole
Insulator
Messenger Wire

Hanger Wire

Messenger Wire

Trolley Wire

Steadying Device
Stem Insulator

Pull Off Arm


Trolley Wire
V TRUS BEAM
CANTILEVER
Pull off

Rigid cantilever(single angle) Rigid cantilever(Double angle)

Pull-off / Steady brace


Berfungsi untuk memegang trolley wire dan membentuk deviasi sesuai
yang diinginkan.
Automatic tensioning device

Tipe Pulley

Mess

Trolly
WTS 110

Tipe Spring

Tensioning device
Berfungsi untuk mempertahankan ketegangan trolley wire yang
berubah-ubah karena panas dari temperatur dan arus beban
FEEDING BRANCE

Feeding branch
Berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dari feeder wire ke
over head contact wire
DISCONNECTING SWITCH
STUY GUY
STAY GUY TYPE ST 90mm V-TYPE

DAFTAR MATERIAL STAY GUY SINGLE TYPE ST.55mm

DAFTAR MATERIAL STAY GUY SINGLE TYPE ST.135mm2

STAY GUY TYPE ST 55MM2


STAY GUY TYPE ST 135mm

Guy
Berfungsi untuk menarik jaringan
catenary agar ketegangan yang
konstan

STAY GUY TYPE ST 90mm V-TYPE


LIGHTNING ARRESTER DAN GROUNDING

Lightning arrester
Berfungsi untuk memotong surja petir sehingga tidak dapat
merusak peralatan jaringan catenary
LIGHTNING ARRESTER & OHGW

OVERHEAD GROUND WIRE

LIGHTNING
ARRESTER
LIGHTNING
FEEDER WIRE ARRESTER

LIGHTNING
ARRESTER
GROUNDING

GROUNDING

Grounding equipment
Berfungsi untuk meneruskan surja petir yang telah dipotong
oleh lightning arrester / sambaran petir ke tanah
OVER LAP SECTION

OVERLAP AIR SECTION

OVERLAP AIR JOINT


Air section

300 mm
Sectioning device
Berfungsi untuk memisahkan sistem kontak jaringan
catenary antara bagian yang bertegangan dengan bagian
yang tidak bertegangan sehingga tegangan dapat dipisah
untuk keperluan pekerjaan pemeliharaan dan
penanggulangan gangguan, dapat berupa:
a. Air section
b. Section insulator
SECTION INSULATOR
Deviasi

Deviasi
deviasi kawat trolley

as rel
Deviasi di lengkung

penempatan
tiang trolly
s
kawat Trolly d
d d

(R-d)
R sumbu track

S2
d=
16R
Level di crossing/ wesel

Trolly 1
90 mm

H2 H1 Trolly 2

Track 1

Track 2
Standar : H = H2-H1 3 0 mm
Simpangan vertikal-horizontal

H
Deviasi (R) = (H : 10) 50

C R
SAGING,SLACK AND TENSIONING WIRE

Dimana :
T = tensioning ( kgf )
W = unit weight of wire ( kg / m )
S = span ( m )
D = saging ( mm )
Dimana :
K = slack ( m )
L = panjang kawat ( m )
JARAK PEMASANGAN ARRESTER

dengan:
d : Jarak pemasangan antar arrester [m]
C : Kecepatan rambat lonjakan [ m / S ]
Tf : Lamanya awal gelombang [ S ]
V : Nilai puncak lonjakan tidak langsung [ kV ]
ET : Tegangan ketahanan lonjakan pada isolator [ kV ]
Ea : Tegangan sisa pada arrester [ kV ]
Ia : arus buang pada arrester [ kV ]
Ra : Tahanan tanah arrester [ kV ]
Catu Daya Listrik Arus Searah

Merupakan kumpulan peralatan yang berfungsi


membangkitkan, mengkonversi atau media
pendistribusian daya listrik.
Catu daya listrik arus searah yang dipergunakan untuk
kereta api diJabodetabek bukan sebagai gardu
pembangkit melainkan adalah gardu listrik yang
berfungsi merubah sumber energi listrik bertegangan
AC menjadi sumber energi listrik bertegangan DC dan
dalam prakteknya sering disebut sebagai Gardu listrik
/ Substation
Skema diagram alir gardu di bentangan daya
PLN

150 / 500 kV 500 / 150 kV

70 / 150 kV 150 / 70 kV 70 / 20 kV 20lV / 380V


TRAFO TRAFO
M TRANSMISI TRANSMISI

GENERATOR TRAFO TRAFO TRAFO


PEMBANGKIT PEMBANGKIT TRANSMISI DISTRIBUSI

TRAFO
TRANSMISI

PEMBANGKITAN TRANSMISI DISTRIBUSI

Sumber input untuk gardu listrik traksi kita


Pemetaan daya listrik dari PLN-gardu listrik
traksi
PLN PT. KA
Hydro-electric power Untuk
AC 6 kV
station persinyalan
Transmission Distribution line
line

Transformer Substation
Transform
er

Transformer
Station
Office

Transformer

Feeder
Thermal power
station Contact wire Untuk
operasional
KRL

Rail

Gardu listrik traksi Jabotabek


Macam gardu listrik / Substation
yang ada di Jabotabek

Substation Meiden ( Jepang )


Substation Alsthom ( Prancis )
Substation Siemen ( Jerman )
SINGLE LINE DIAGRAM RECTIFIER
Diagram blok peralatan di gardu traksi
Jabotabek

CUBICEL
INCOMING
AC

PENGUBAH / AC / DC LOW
KONVERTER VOLTAGE

CUBICEL
OUTGOING
DC
Incoming AC Cubicle

Disconnecting Switch
Voltage Detector
Lightning Arrester
Disconnecting switch for grounding system
Vacum circuit breaker (VCB), yaitu alat pemutus di sisi
tegangan AC.
Alat-alat ukur (indicator), misalnya ampere meter, volt
meter, PF meter, WH meter.
Current Transformer dan Potential Transformer
Disconnecting switch grounding sistem
Voltage detector
Alat proteksi / relay pengaman (rele 27, 59, 50, 51)
PEMUTUS

1. DISCONNECTING SWITCH

2. LOAD BREAKING SWITCH

3. CIRCUIT BREAKER
DISCONNECTING SWITCH

PERALATAN YANG BERFUNGSI UNTUK MEMISAHKAN RANGKAIAN DAN


DIOPERASIKAN HANYA DALAM KEADAAN TIDAK BERBEBAN
DISCONECTING SWITCH
DISCONECTING SWITCH
LOAD BREAKING SWITCH

PERALATAN PEMISAH YANG DAPAT DIOPERASIKAN DALAM KEADAAN


BERBEBAN DAN TIDAK BERBEBAN
LOAD BREAKING SWITCH
LOAD BREAKING SWITCH
CIRCUIT BREAKER

Circuit Breaker
adalah alat pemutus daya, yaitu
Saklar 0tomatis yang dapat memutuskan rangkaian dalam keadaan
normal maupun gangguan dan selalu dilengkapi dengan rele
pengaman
Cara beroperasi bisa dioperasikan dalam keadaan berbeban
maupun tidak berbeban
OIL CIRCUIT BREAKER ( Pemutus
Daya Minyak )

CB jenis ini, ketika kontak terbuka, arc akan


terjadi dengan media sekitar berupa minyak
sehingga minyak menguap dan menimbulkan
gelembung gas yang menyelubungi arc di antara
kontak. Gelembung ini membuat minyak
terdekomposisi sehingga menimbulkan gas
hidrogen yang menghambat arc. Dengan adanya
media minyak ini, diharapkan arc dapat segera
dipadamkan.
Oil cicuit breaker

Minyak yang berada diantara kontak


sangat efektif memutuskan arus.
Kelemahannya adalah minyak mudah
terbakar dan kekentalan minyak
memperlambat pemisahan kontak,
sehingga tidak cocok untuk sistem yang
membutuhkan pemutusan arus yang
cepat.
OIL CIRCUIT BREAKER
OIL CIRCUIT BREAKER
VACUM CIRCUIT BREAKER

Pada circuit breaker ini tidak boleh terjadi kebocoran sedikitpun, kontak
mekanik akan akan selalu mengalami pergeseran sehingga mengakibatkan
terjadinya kebocoran, utk mengatasi tersebut maka digunakan logam
fleksibel berbentuk gelombang . Pemadaman arc dilakukan dengan
memperpanjang lintasan dan menghilangkan molekul udara yang dapat
mengalami ionisasi
VACUM CIRCUIT BREAKER
CIRCUIT BREAKER dengan SF 6

Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus


arus sampai 40 kA dan pada rangkaian
bertegangan sampai 765 kV. Media gas yang
digunakan pada tipe ini adalah gas SF6 (Sulphur
hexafluoride). Sifat gas SF6 murni adalah tidak
berwarna, tidak berbau, tidak beracun dan tidak
mudah terbakar. Pada suhu diatas 150 C, gas
SF6 mempunyai sifat tidak merusak metal, plastic
dan bermacam bahan yang umumnya digunakan
dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.
Sebagai isolasi listrik, gas SF6 mempunyai
kekuatan dielektrik yang tinggi (2,35 kali udara)
dan kekuatan dielektrik ini bertambah dengan
pertambahan tekanan. Sifat lain dari gas SF6 ialah
mampu mengembalikan kekuatan dielektrik
dengan cepat, tidak terjadi karbon selama terjadi
busur api dan tidak menimbulkan bunyi pada saat
pemutus tenaga menutup atau membuka.
HIGH SPEED CIRCUIT BREAKER

HSCB adalah pemutus daya berkecepatan tinggi dan pemadaman arc


dilakukan dengan
Hembusan udara dan digunakan pada catu daya DC
Pengoperasiaanya, dapat dioperasikan dalam keadaan berbeban
maupun tanpa beban
HIGH SPEED CIRCUIT BREAKER
HIGH SPEED CIRCUIT BREAKER
CUBICLE HSCB
Pengubah/ Converter

Main transformator
Distribution transformer
Auxilliary transformer
Rectifier
Reactor
Saringan bunji
TRAFO RECTIFIER
RECTIFIER 6 PULSA
Outgoing DC Cubicle

HSCB (High Speed Circuit Breaker)


DS (Disconnecting Switch)
Arrester
Current Transformer DC
Ampere meter DC
Rele arus lebih (50F dan 54)
LBD (Lingked Breaking Device)
CUBICLE HSCB INDOOR
CUBICLE HSCB OUT DOOR
AC / DC LOW VOLTAGE

INPUT AC 380 V
CHARGE BATTERY
BATTERY
UPS
TRANSFORMER
MCCB
AC / DC LOW VOLTAGE
AUXILIARY TRANSFORMER
Single Line Diagram
Incoming AC
PLN
cubicle

Converter/
DISCONECTING SWITCH
alat ukur Pengubah

VCB 20 KV VCB 20 KV

untuk AC/DC
Low Voltage
20KV / 6KV
20KV / 1200V
Cubicle, dll
SR 1500VDC

Spare, persinyalan, dll


Outgoing DC
HSCB
D1 D2 D3 D4
Cubicle
saluran atas

rel
AC 3 phasa AC 3 phasa

Transformator Transformator

Rectifier Rectifier

Sectioning Post

HSCB HSCB HSCB HSCB HSCB HSCB

Feeder

Contact Wire

KRL
/ Lokomotif Listrik
Rel
Kalau GL Mati/ Off
f rom PLN 20 kV f rom PLN 20 kV f rom PLN 20 kV
AC AC AC

GARDU A GARDU B GARDU C


DIRCONNECTING DIRCONNECTING DIRCONNECTING
SWITCT / DS SWITCT / DS SWITCT / DS

VACUUM CIRCUIT VACUUM CIRCUIT VACUUM CIRCUIT


BREAKER BREAKER BREAKER

TRAFO 20 KV / 1,2 TRAFO 20 KV / 1,2 TRAFO 20 KV / 1,2


KV KV KV

SILICON RECTIFIER SILICON RECTIFIER SILICON RECTIFIER


1,5 KV DC 1,5 KV DC 1,5 KV DC

Kalau OFF,
Posisi Normally
Close
HSCB JLAA HSCB HSCB

KRL

REL
Return current

Sinyal Blok Rail Connector Gardu


listrik

Sambungan rel
Impedancy
Bond
Voltage drop
L

X1 = X X2 = (L-X)

I1 I I2

GARDU 1 GARDU 2

Vx =E- ((L-X)R +R02) (R01+R) I


R01 + R02 + LR
Penghitungan kapasitas gardu

Persyaratan umum kapasitas substation harus


cukup menanggung beban KRL yang
direncanakan.
Voltage drop tidak sampai mengganggu operasi
KRL ,lebih besar 1100 V
Konfigurasi sistem disyaratkan bila terjadi
hubung pendek atau kecelakaan/ gangguan yang
terjadi pada saluran, maka kegagalan dapat
segera dideteksi, dilanjutkan dengan pemisahan/
pemutusan hubungan agar sistem lain
(diatasnya) tidak terganggu.
Rumus empiris kapasitas gl

Y = C x D x (60/H) x Nx P x W
Z1 = Y + CmY
Z2 = 1.5kV x 2 x Im (1 )
Zn = Z1/2.5 jika Z1 > Z2 ; atau
= Z2/2.5 jika Z2 > Z1

C = Susunan rangkaian (set)


Im = arus maksimum KRL, eq. 2 set Holec: 2000 ampere
D = jarak pengisian gardu listrik (km)
H = Head Way (menit)
N = Jenis track KA (single / double)
P = Rasio konsumsi tenaga angkutan: 0.050 (kWH/ton km)
W = berat total KRL + Penumpang (kap. 200%): 213 ton
Z1 = kapasitas daya berdasarkan Head Way (kW)
Z2 = kapasitas daya berdasarkan beban arus maksimum (kW)
Cm = 1.7Im, untuk elektrifikasi DC
Transformator adalah suatu alat listrik tanpa
bagian2 yang dapat bergerak, yang merubah
energi listrik dari suatu jala-jala atau lebih ke
lain jala-jala dengan imbas elektromagnetik
pada suatu frekuensi yang sama, lazimnya
dengan merubah tegangan dan arus
Keterangan
1. Kumparan primer
2. Kumparan sekunder
3. Inti transformator
4. Bushing ,piringan isolasi
5. Tanki / tempat
6. Minyak
7. Radiator
8. Alat Bucholz
9. Ruangan meteran
10. Konservator minyak
Rectifier / Penyearah

Penyearah yang digunakan adalah penyearah 3


phase gelombang penuh, koneksi bridge
Hub.trafo bisa Y-Y, Y-D, D-Y, D-D. Ripple dr setiap
koneksi sama, tapi sudut phasa yang bergeser
setiap 30 pada sisi keluarannya.
Tegangan keluaran DC Rectifier 3 phase
gel.penuh

Vdo = 2E x 2 3/2 cos d/3 s/d 2/3


= E32 / 1/2 (2 sin /3)
= 32 E/
= 1.35 E
Peralatan proteksi di sisi AC

Under voltage
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penerima 20kV
AC dan di kubikel peralatan distribusi 6kV AC yang berfungsi untuk
mengamankan peralatan dari kemungkinan kerusakan akibat
penurunan tegangan secara mendadak
Over voltage
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penerima 20kV
AC dan di kubikel peralatan distribusi 6kV AC yang berfungsi untuk
mengamankan peralatan dari kemungkinan kerusakan akibat
kenaikan tegangan secara mendadak
Over current
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penerima 20kV AC,
kubikel peralatan distribusi 6kV AC dan kubikel penyulang DC yang
berfungsi untuk mengamankan peralatan dari kemungkinan kerusakan
akibat kenaikan arus secara mendadak.
Arrester
Peralatan proteksi yang berada di silicon rectifier, berfungsi untuk
memotong surja petir sehingga tidak dapat merusak peralatan
substation.
Temperatur minyak
Peralatan proteksi yang berada di peralatan konversi daya
(transformator dan silicon rectifier) yang berfungsi untuk
mengamankan peralatan dari kemungkinan kerusakan akibat dampak
yang ditimbulkan oleh kenaikan temperatur minyak.

Tekanan minyak
Peralatan proteksi yang berada di peralatan konversi daya
(transformator dan silicon rectifier) yang berfungsi untuk
mengamankan peralatan dari kemungkinan kerusakan akibat dampak
yang ditimbulkan oleh kenaikan tekanan minyak.
Reverse current
Peralatan proteksi yang berada di peralatan koversi daya (silicon
rectifier) yang berfungsi untuk mengamankan peralatan dari
kemungkinan kerusakan akibat dampak yang ditimbulkan oleh
pembalikan tegangan pada silicon rectifier.

Short circuit
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penerima 20kV
AC, kubikel peralatan distribusi 6kV AC dan kubikel penyulang DC
yang berfungsi untuk mengamankan peralatan dari kemungkinan
kerusakan akibat hubung singkat / arus kejut.
Emergency
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penerima
20kV AC dan panel peralatan RSCS master yang berfungsi
untuk mengamankan seluruh peralatan secara manual dengan
memutus suplai daya listrik utama.
Peralatan proteksi di sisi DC
Over load
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penyulang DC
yang berfungsi untuk mengamankan peralatan dari kemungkinan
kerusakan akibat beban lebih.

Over current
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penyulang DC
yang berfungsi untuk mengamankan peralatan dari kemungkinan
kerusakan akibat kenaikan arus secara mendadak
Ground voltage
Peralatan proteksi yang berada di kubikel negatif yang berfungsi
untuk mengamankan peralatan dan personil LAA dari
kemungkinan kerusakan akibat kenaikan tegangan pentanahan di
dekat substation.

LBD (Linked Breaking Device) / Pilot Line / Inter-tripping


Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penyulang DC
yang terhubung dengan peralatan proteksi serupa di substation yang
berdekatan (pasangannya) dan berfungsi untuk memutuskan
peralatan penyulang DC pasangannya serta mengamankan
peralatan substation dari kerusakan akibat hubung singkat / arus
kejut saat terjadi gangguan
Arrester
Peralatan proteksi yang berada di kubikel peralatan penyulang
DC, berfungsi untuk memotong surja petir sehingga tidak dapat
merusak peralatan substation.