Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN KASUS

GONORE
Pembimbing 1:

dr. Rizka Afrianty,M.Ked(DV),Sp.DV

Oleh
Wara Permeswari Wardhani
61110012
Pendahuluan

Perilaku Gonor
e
Tinjauan Pustaka

Intracell

Neisseria
GONORE gonorrho
eae
Ekstrace
ll
Morfolo
gi
DEFINISI

penyakit Infeksi Menular Seksual yang


disebabkan oleh bakteri Neisseria
gonorrhoeae, bakteri diplokokkus gram
negatif .
EPIDEMIOLOGI

Walaupun semua golongan rentan


terinfeksi penyakit ini, tetapi insidens
tertingginya berkisar pada usia 15-35
tahun. Di antara populasi wanita pada
tahun 2000, insidens tertinggi terjadi pada
usia 15 -19 tahun (715,6 per 100.000)
sebaliknya pada laki-laki insidens rata-rata
tertinggi terjadi pada usia 20-24 tahun
(589,7 per 100.000).
ETIOLOGI

disebabkan oleh Neisseria gonorrhea


Gonokok termasuk golongan diplokok
bersifat tahan asam
Kuman ini bersifat negative gram, tidak
tahan lama di udara bebas dan tidak tahan
desinfektan.
Masa inkubasi gonore sangat singkat,
bervariasi antara 2-10 hari terkadang lebih
lama
GAMBARAN KLINIS
Pria : dari ujung uretra keluar duh tubuh
mukopurulen, edema dan eritema pada OUE.
Terdapat juga keluhan berupa rasa gatal dan
panas dibagian distal uretra, disuria, kadang
disertai perasaan nyeri pada waktu ereksi.

Wanita : duh tubuh endoserviks mukopuluren,


pada wanita sulit ditentukan karena pada
umumnya bersifat asimtomatik, dapat
disertai nyeri perut bagian bawah.
Patofisiologi
invasi
dari
neutrofil
pengelup
asan
Neiserria Muko
gonorrhoeae
sa epitel
mikroabs
es
submuko
sal
discharg
e
purulent
Diagnosis banding
Uretritis Non-Gonore
Secara klinis sangat sulit dibedakan dengan
gonore karena sama-sama memberikan gejala
klinis duh tubuh uretra, disuria, atau gatal pada
uretra, kadang-kadang terdapat hematuria.
Duh tubuh uretra pada gonore lebih profuse dan
biasanya purulen sedangkan pada uretritis non-
gonore lebih mukoid, dan mungkin hanya keluar
pada pagi hari atau didapatkan pada celana
dalam berupa noda atau krusta pada meatus.
9/6/17
Dapat disebabkan oleh Chlamydia trachomatis,
ureaplasma urealyticum, mycoplasma
genitaslium, trichomonas vaginalis, jamur, herpes
simplex virus, dsb.
Masa inkubasi 1-5 minggu
Diagnosis pasti gonore harus dengan
ditemukannya kuman N. gonorrhoeae sebagai
penyebabnya.

9/6/17
Diagnosis
Laki-laki Perempuan
Anamnesa
Anamnesa
Sekret mukopurulen atau
Sakit waktu kencing purulen dari serviks
Sekret atau perdarahan dari
Orifisium uretra yang vagina
edema dan PID (Pelvic Inflammatory
Disease)
eritematosus Nyeri abdomen bagian bawah
Sekret uretra yang dengan atau tanpa penyebaran
rasa nyeri
purulen Nyeri pada waktu serviks
Ektropion keluar digerakkan
Nyeri tekan adneksa
ecoulement Panas badan

Nyeri tekan abdomen


bagian kanan atas
Pemeriksaan Penunjang
1. Sediaan Langsung ( Pengecatan
Gram )
2. Kultur
3. Tes definitif
Tes Thomson ( Percobaan dua Gelas )
Gunanya adalah untuk mengetahui apakah infeksi
sudah sampai pada uretra bagian posterior atau masih
dibagian anterior saja. Caranya adalah :
Gelas 1 diisi urine sebanyak 80 cc dan gelas ke 2 sisa
urinenya
Bila gelas 1 keruh dan gelas 2 jernih artinya infeksi
pada uretra anterior
Bila gelas 1 keruh dan gelas 2 keruh artinya infeksi
sudah sampai uretra posterior.
Percobaan ini dilakukan pada pagi hari pada saat
kandung kencing masih penuh.
Komplikasi
Pria
Lokal : tisonitis (radang kelenjar tyson),
parauretritis, littritis (radang kelenjar littre),
dan cowperitis (radang kelenjar cowper).
Asendens : prostatitis, vesikulitis, funikulitis,
epididimitis, yang dapat menimbulkan
infertilitas; trigonitis (infeksi pada pars
posterior, mengenai trigonum kandung kemih)
yang memberi gejala poliuria, disuria terminal,
dan hematuria.

9/6/17
Wanita
Infeksi pada serviks (servisitis gonore)
salpingitis, ataupun penyakit radang panggul
(PRP). PRP yang simtomatik ataupun
asimtomatik dapat mengakibatkan jaringan
parut pada tuba sehingga menyebabkan
infertilitas atau kehamilan ektopik.
Infeksi mengenai uretra parauretritis,
sedangkan pada kelenjar bartolin akan
menyebabkan terjadinya bartolinitis.

9/6/17
Komplikasi diseminata pada pria dan wanita
artritis, miokarditis, endokarditis, perikarditis,
meningitis, dan dermatitis.
Pria dan wanita homoseksual yang melakukan
hubungan seks melalui anus (anal sex)
gonore pada rektumnya.
Penderita akan merasakan tidak nyaman di
sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar
cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah
dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh
lendir dan nanah.
9/6/17
Hubungan seksual melalui mulut (oral sex)
dengan seorang penderita gonore biasanya akan
menyebabkan gonore pada tenggorokan
(faringitis gonokokal).
Umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala,
namun terkadang menyebabkan nyeri tenggorokan
dan gangguan untuk menelan.

9/6/17
Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata
infeksi mata luar (konjungtivitis gonore).
Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore
dari ibunya selama proses persalinan sehingga
terjadi pembengkakan pada kedua kelopak
matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika
infeksi itu tidak diobati, maka akan
menimbulkan kebutaan.

9/6/17
Bayi baru lahir dengan ophtalmic neonatorum
9/6/17
Therapy
Terapi gonore tanpa komplikasi :
Cefixime 400 mg per oral dosis tunggal
Ceftriaxone 250 mg im dosis tunggal
Ciprofloxacine 500 mg per oral dosis tunggal
Ofloxacin 400 mg per oral dosis tunggal
Spectinomycin, 2 g im injeksi, dosis tunggal
Bila diduga ada infeksi campuran dengan
Chlamydia dapat ditambahkan :
Erytromycine 500 mg sehari 4 kali peroral selama 7 hari
Doxycycline 100 mg/ sehari 2 kali peroral selama
7 hari
Prognosis
Baik, apabila terapi medikamentosa dan
non medikamentosa dijalankan dengan
baik oleh penderita dan menghindari faktor
resiko.
DISKUSI KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn. SM
Usia : 25 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum Menikah
Agama : Kristen
Pekerjaan : Karyawan Swasta Rumah Sakit
Bangsa : Indonesia
Alamat : Perumahan Nusa Batam RT 001 RW 003
No. Rekam Medik : 136854
Tanggal Berobat : 01 Februari 2016
Anamnesis
Keluhan utama : Keluar Nanah dari alat kelamin
Riwayat penyakit sekarang:
Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poli kulit dan kelamin di
RSUD Embung Fatimah Batam dengan keluhan keluar nanah dari alat
kelaminnya semenjak 5 hari yang lalu,keluhan ini dirasakan semakin hari
semakin memberat sehingga pasien datang berobat. Pasien mengeluh
cairan nanah ini keluar terus menerus dan melengket pada celana dalam
milik pasien,keluhan ini diperberat pada saat pasien ingin buang air kecil
sehingga pasien merasakan sensasi nyeri yang luar biasa dan perih,gatal
(+), menetes (-),dan pasien selalu merasa tidak puas ketika berkemih ,
demam (+) sejak 1 hari yang lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya nyeri
pada waktu ereksi . Pasien juga mengatakan bahwa lubang kemaluannya
membengkak dan memerah.
Pasien merasakan keluhan keluhan tersebut setelah 1 minggu sebelumnya
melakukan hubungan seksual dengan kekasihnya.
Sebelumnya pasien pernah berobat (pasien tidak tahu diberi obat apa),
tetapi pasien masih merasakan keluhan yang sama.
Riwayat alergi, riwayat sesak,riwayat batuk lama juga disangkal oleh paisen.
Riwayat penyakit dahulu :
Pasien mengatakan pernah dengan keluhan yang sama sekitar 5
bulan yang lalu,dan sudah berobat di dokter dan sembuh tidak
mengeluarkan nanah lagi.

Riwayat penyakit keluarga :


Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama pada keluarga pasien
disangkal.

Riwayat pengobatan :
Pasien tidak dalam pengobatan apapun

Riwayat Psiko-Sosial
Pasien belum menikah . Pasien mengaku sering berhubungan intim
dengan pacar nya tanpa menggunakan kondom. Pasien juga
mengaku bahwa pasangannya (kekasihnya) sudah pernah
melakukan hubungan badan dengan pria lain . Riwayat berganti
pasangan disangkal oleh pasien
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis

Keadaan Umum : Baik


Kesadaran : Compos Mentis
Hiegene : Tampak terawat
Tanda Vital: Tensi : 120/80 mmHg
Nadi : 80x/mnt
RR : 20x/mnt
Suhu : 37,8 oc
Kepala/Leher : Pembesaran KGB (-)
Thorax : Cor/Pulmo : Normal
Abdomen : Hepar/Lien : Normal
Ekstremitas : Edema -/-

Status Lokalis
Regio Penis :
Tampak adanya discharge mukopurulen pada
orificium urethra externum (OUE),Setelah
dilakukan pengurutan didapatkan adanya
discharge mukopurulen berwarna putih
kekuningan dan kental. Daerah OUE dan ujung
gland penis tampak merah dan udem.

Regio Inguinalis dan Regio Skrotum :


Tidak ada pembesaran Kelenjar Getah Bening
(KGB),tidak udem, dan tidak ada nyeri

Tampak bercak nanah yang


Tampak Duh keluar dari
menempel pada celana
OUE
dalam pasien
Status Veneriologis

Corpus penis : tidak ditemukan kelainan


Preputium : (+) pasien tidak disirkumsisi
Glans penis : tidak ditemukan kelainan
OUE : edema (+), eritem (+)
Scrotum : tidak ditemukan kelainan
Frenulum : tidak ditemukan kelainan, tidak
ada nyeri tekan
Epididimis : tidak ada nyeri tekan
Testis : tidak ada nyeri tekan
Discharge : purulen, berwarna putih
kekuningan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pengecatan gram discharge :
Leukosit >5 per lapang pandang besar (penuh)
Ditemukan basil gram (-) = 2+
Ditemukan bakteri diplococcus gram negatif
intraseluler dan ekstraseluler 1-2/LBP

Gambar 4. Kuman Diplococcus Gram Negatif


Intraseluler dan ekstraseluler
DIAGNOSIS BANDING
Urethritis Gonore
Urethritis Non Spesifik

VI. DIAGNOSIS KERJA


Urethritis Gonore

PEMERIKSAAN ANJURAN
Pemeriksaan Kultur
Tes Definitif

PENATALAKSANAAN
Non- Medikamentosa :
Kontrol dalam 7 hari setelah berobat
Tidak berganti-ganti pasangan
Mengganti celana dalam minimal 2x sehari
Pasien diminta agar tidak melakukan hubungan badan
sementara waktu
Pasangan pasien juga harus diperiksa dan diobati
Gunakan kondom sebagai pencegah infeksi

Medikamentosa :
Azithromycin 500 mg per oral dosis tunggal (single dose)
Loratadine tablet 10 mg 1x sehari 1 tablet diberikan selama 10
hari
Cyanocobalamin tablet 1x shari 1 tablet diberikan selama 10
hari
Paracetamol 500 mg 3xsehari 1 tablet diberikan bila demam

PROGNOSIS

Quo ad Vitam : Bonam


Quo ad Sanam : Bonam
Quo ad Fuctionam : Bonam
Quo ad kosmeticam : Bonam
PEMBAHASAN
Pasien Tn. SM 25 tahun datang ke Poli Kulit dan
Kelamin RSUD Embung Fatimah Kota Batam
pada tanggal 1 Februari 2016 dengan keluhan
utama keluar nanah dari alat kelaminnya
semenjak 5 hari yang lalu,keluhan ini dirasakan
semakin hari semakin memberat sehingga
pasien datang berobat. Pasien mengeluh cairan
nanah ini keluar terus menerus dan melengket
pada celana dalam milik pasien,keluhan ini
diperberat pada saat pasien ingin buang air kecil
sehingga pasien merasakan sensasi nyeri yang
luar biasa dan perih,gatal (+), menetes (-),dan
pasien merasa tidak puas saat buang air kecil,
demam (+) sejak 1 hari yang lalu. Pasien juga
mengeluhkan adanya nyeri pada waktu ereksi.
Keluhan subjektif ini sesuai dengan gambaran klinis uretritis
gonore (uretritis GO), yaitu gejala pada penderita pria
biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi.
Keluhan subyektif berupa rasa gatal, panas di bagian distal
uretra di sekitar orifisium uretra eksternum, kemudian disusul
disuria, keluar duh tubuh dari ujung uretra, dan dapat terjadi
pembesaran ataupun tidak pada kelenjar getah bening
inguinal unilateral dan bilateral.13
Gonore adalah suatu peyakit menular seksual yang bersifat
akut, disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae suatu kuman
gram negatif, berbentuk biji kopi, letaknya intra atau ekstra
seluler. N. gonorrhoeae terbaik hidup pada udara yang
mengandung 2-10% CO2, dengan suhu 35C dan pH optimum
7,2-7,6. N. gonorrhoeae dapat beradaptasi dengan keadaan
mukosa yang basah, membelah diri dengan cepat,
menghasilkan peradangan yang eksudatif dan juga dapat
masuk ke aliran darah.7
Penularan terjadi melalui kontak seksual dengan penderita
gonore. Penyakit ini dapat mengenai laki-laki maupun wanita
Dari pemeriksaan fisik pada kasus ini didapatkan duh tubuh
berwarna putih kekuningan, purulen, yang keluar dari
Orificium uretra eksternum (OUE), edema (+), eritem (+).
Pemeriksaan fisik ini menunjang ke arah diagnosis urethritis
gonorrhea. Status veneriologis: tidak ditemukan
pembesaran kelenjar getah bening ; tidak ditemukan
kelainan pada corpus penis, preputium, glans penis, OUE,
skrotum; tidak ada nyeri tekan pada epididimis dan testis;
serta didapatkan discharge purulen berwarna putih
kekuningan.
Untuk menegakkan diagnosis dari Urethritis Gonorrhoe
dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pengecatan gram.
Bahan pemeriksaan didapatkan dari apusan duh penderita.
Pada pengecatan gram ini didapatkan kuman diplokokus
gram negatif, berbentuk biji kopi yang terletak intra dan
ekstraseluler, dan didapatkan leukosit >5 per lapang
pandang besar. Pasien kemudian didiagnosis sebagai
uretritis GO dengan dasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang.13
Diagnosis banding dari Urethritis Gonorrhoe adalah
Urethritis Non Gonorrhoe yang dapat disingkirkan
dengan penemuan kuman diplokokus gram negatif,
berbentuk biji kopi yang terletak intra dan ekstraseluler,
dan melalui riwayat perjalanan penyakit penderita. Ada
beberapa perbedaan antara manifestasi klinis urethritis
gonorrhea dan urethritis non gonorrhea. Masa inkubasi
untuk urethritis gonorrhea adalah 2-8 hari, sedangkan
urethritis non gonorrhea 7-14 hari. Onset untuk
urethritis gonorrhea adalah secara tiba-tiba, sedangkan
urethritis non gonorhhea bertahap. Dysuria yang
terjadai urethritis non gonorrhea bersifat ringan,
sedangkan pada urethritis gonorrhea bersifat berat. Duh
yang keluar pada urethritis non gonorrhea bersifat
purulen, sedangkan pada urethritis gonorrhea bersifat
mukopurulen. Duh yang keluar pada urehtritis non
gonorrhea lebih sedikit dibandingkan dengan urethritis
gonorrhea.
Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah terapi kausatif :
Azithromycin 500 mg oral dosis tunggal , Loratadine tablet 10 mg
1xsehari 1 tablet selama 10 hari , Cyanocobalamine tablet 10 mg
1x sehari 1 tablet selama 10 hari, Paracetamol tablet 500 mg 1x
sehari 1 tablet bila demam. Pemberian obat ini kurang sesuai
dengan referensi karena diagnosis yang ditegakkan adalah uretritis
gonore sehingga seharusnya diterapkan pengobatan untuk
urethritis gonore yaitu pemberian cefixime, Jika setelah 5 hari
gejala kembali muncul, maka kemungkinan terjadi komplikasi NGU,
ditambahkan terapi doxycyclin sesuai dosis untuk NGU.
KIE yang diberikan pada pasien ini yaitu obat diminum sesuai
dosis, tidak melakukan hubungan seksual dulu selama masa
pengobatan, atau menggunakan kondom bila berhubungan
seksual, serta dilakukan pemeriksaan terhadap pasangan
penderita.
Prognosis dari penyakit ini adalah baik dikarenakan tidak adanya
komplikasi yang menyebabkan kecacatan ataupun yang
mengancam jiwa, akan tetapi dapat rekurensi kembali apabila
pasien tidak menerapkan KIE yang diberikan.
PEMBAHASAN
Keluhan sesuai dengan
utama : gambaran
Keluar Nanah klinis
dari urethritis GO
Pasien datang
kemaluannya (gejala timbul
ke poli kulit dan
2-7 hari
kelamin
Keluhan setelah
tambahan terinfeksi,kelu
disertai rasa han berupa
gatal dan rasa
Pemeriksaan fisik :
panas pada gatal,panas
Keluhan nyeri saat
kelaminnya ,keluar duh
berkemih
dari
OUE udem dan Gonore adalah OUE,Disuria,
eritem penyakit menular
Ditemukan duh seksual yang bersifat
(nanah) OUE yang akut disebabkan oleh
kental dan berwarna N.Ghonorrhea dimana
putih kekuningan penularan terjadi
Demam melalui kontak
Pembesaran seksual dengan
KGB/tidak penderita gonore
Untuk menyingkirkan
dignosa banding dilakukan
pemeriksaan penunjang
berupa pengecatan gram
Penegakkan diagnosa
yaitu: Ditemukannya
1. Anemnesa
kuman diplokokkus gram
2. Pemeriksaan fisik
negatif di intra dan
3. Pemeriksaan
ekstraseluler dan melalui
penunjang
riwayat perjalanan
penyakit

Terapi yang diberikan


EDUKASI :
adalah terapi kausatif:
Obat diminum
1.Azithromycin 500 mg
sesuai dosis
oral dosis tunggal
Tidak melakukan
2. Loratadine tablet 10
hubungan selama
Prognosi mg selama 10 hari
masa pengobatan
Bonam 3. Cyanocobalamine
Menggunakan
4.Paracetamol diberikan
kondom untuk
apabila demam
mencegah infeksi
Dilakukan
pemeriksaan
terhadap pasangan