Anda di halaman 1dari 16

KOLIK ABDOMEN

Presented by : Group 5
Pengertian Kolik Abdomen
Collic abdomen adalah nyeri perut yang
kadang timbul secara tiba-tiba dan kadang
hilang dan merupakan variasi kondisi dari
yang sangat ringan sampai yang bersifat
fatal (Ilmu Penyait Dalam, 2001 : 92).
Etiologi
a. Inflamasi peritoneum parietal : perforasi peritonitis,
opendisitis, diverti kulitis, pankreanitis, kolesistitis.
b. Kelainan mukosa viseral : tukak peptik, inflamatory
bowel disease, kulitis infeksi, esofagitis.
c. Obstrukti viseral : ileus obstruksi, kolik bilier atau renal
karena batu.
d. Regangan kopsula organ : hepatitis kista ovarium,
pilelonefritis.
e. Gangguan vaskuler : iskemia atau infark intestinal.
f. Gangguan motilitas : irritable bowel syndrome,
dispepsia fungsional.
g. Ekstra abdominal : hespes trauma muskuloskeletal,
Manifestasi Klinik

Kram (abdomen tengah sampai bawah),


asistensi yang muncul terakhir,
kemudian terjadi muntah (fekulen),
peningkatan bising usus,
nyeri tekan difusi minimal.
Pemeriksaan Penunjang

Beberapa uji laboratorium tertentu dilakukan antara lain:


Nilai hemoglobin dan hematokrit, untuk melihat
kemungkinan adanya perdarahan atau dehidrasi.
Hitung leukosit dapat menunjukkan adanya proses
peradangan.
Hitung trombosit dan faktor koagulasi, disamping
diperlukan untuk persiapan bedah, juga dapat
membantu menegakkan diagnosis yang lainnya.
Penatalaksanaan
(Farmakologis)
Obat prokinetik, untuk mempercepat peristaltik saluran
gastrointestinal.
Ex. Betanekol, metoklopramid, domperiden dan cisaride
Obat anti sekretorik, untuk menurunkan keasaman dan
menurunkan jumlah sekresi lambung. Pada umumnya
tergolong antagonis reseptor H2 (ARH2).
Ex. Simetidine, rantidine dan famatidin
Antasida
Obat pelindung mukosa
Ex. Sukralfat.
Next..
(Nonfarmakologis)
Koreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
Terapi Na+, K+, komponen darah
Ringer laktat untuk mengoreksi kekurangan cairan interstisial
Dekstrosa dan air untuk memperbaiki kekurangan cairan intraseluler
Dekompresi selang nasoenteral yang panjang dari proksimal usus ke
area penyumbatan; selang dapat dimasukkan dengan lebih efektif
dengan pasien berbaring miring ke kanan.
Implementasikan pengobatan unutk syok dan peritonitis.
Hiperalimentasi untuk mengoreksi defisiensi protein karena obstruksi
kronik, ileus paralitik atau infeksi.
Reseksi usus dengan anastomosis dari ujung ke ujung.
Ostomi barrel-ganda jika anastomosis dari ujung ke ujung terlalu
beresiko.
Kolostomi lingkaran untuk mengalihkan aliran feses dan
mendekompresi usus dengan reseksi usus yang dilakukan sebagai
prosedur kedua.
Pencegahan
Mengurangi mengkonsumsi makanan
yang pedas
Tidak mengkonsumsi makanan yang asem
Menghindari mengkonsumsi sayuran
tertentu misalnya, kol, sawi
Menghindari melakukan aktivitas yang
berat
Asuhan Keperawatan
1 Pengkajian
a. Identitas klien
1) Nama
2) Umur
3) Jenis kelamin
4) Suku bangsa
5) Pekerjaan
6) Pendidikan
7) Alamat
8) Tanggal MRS
9) Diagnosis
b. Keluhan utama
Keluhan yang dirasakan klien sebelum
MRS dan saat MRS. Biasanya klien
mengeluh nyeri perut, defans muskular,
muntah dan lain-lain.
e. Pemeriksaan fisik
Status kesehatan umum
Akan terjadi nyeri perut yang hebat, akibat proses
penyakitnya.
Sistem respirasi
Sesuai dengan derajat nyerinya, jika nyerinya ringan
kemungkinan tidak terjadi sesak tapi jika derajat nyerinya
hebat / meninggi akan terjadi sesak.
Sistem kardiovaskuler
Bisa terjadi takikardi, brodikardi dan disritmia atau penyakit
jantung lainnya.
Sistem persyarafan
Nyeri abdumen, pusing/sakit kepala karena sinar.
Sistem gastrointestinal.
Pada sistem gastrointestinal didapatkan intoleran terhadap
makanan / nafsu makan berkurang, muntah.
Sistem genitourinaria/eliminasi
Terjadi konstipasi akibat intoleransi terhadap makanan.
2. Diagnosa
Data 1
Gangguan rasa nyaman (nyeri akut/kronis)
berhubungan dengan proses penyakitnya ditandai
dengan nyeri perut, ekspresi wajah penderita, postur
tubuh, berhati-hati dengan abdomen, respon
autonomik.
Data 2
Ansietas (cemas) berhubungan dengan status
kesehatan (ancaman kematian) ditandai dengan klien
terlihat gelisah, perubahan tanda vital, prilaku
menyerang, panik, kurang kontak mata, ekspresi
wajah penderita.
Data 3
Resiko gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan
dengan anoreksia (proses penyakitnya) ditandai
dengan muntah, mual, nyeri perut, intoleran terhadap
makanan.
c. Riwayat kesehatan
Riwayat kesehatan sekarang
Bagaimana serangan itu timbul, lokasi,
kualitas, dan faktor yang mempengaruhi dan
memperberat keluhan sehingga dibawa ke
Rumah Sakit.
Riwayat kesehatan dahulu
Megkaji apakah klien pernah sakit seperti
yang dirasakan sekarang dan apakah pernah
menderita HT atau penyakit keturunan
lainnya yang dapat mempengaruhi proses
penyembuhan klien.
Riwayat kesehatan keluarga
Gambaran mengenai kesehatan keluarga
dan adakah penyakit keturunan atau
3. Intervensi
Diagnosa 1
Gangguan rasa nyaman (nyeri akut/kronis)
berhubungan dengan proses penyakitnya
ditandai dengan nyeri perut, ekspresi
wajah penderita, postur tubuh, berhati-hati
dengan abdomen, respon autonomik.
Diagnosa 2
Ansietas (cemas) berhubungan dengan
status kesehatan (ancaman kematian)
ditandai dengan klien terlihat gelisah,
perubahan tanda vital, prilaku menyerang,
panik, kurang kontak mata, ekspresi wajah
Next..
Diagnosa 3
Resiko gangguan pemenuhan nutrisi
berhubungan dengan anoreksia (proses
penyakitnya) ditandai dengan muntah,
mual, nyeri perut, intoleran terhadap
makanan.