Anda di halaman 1dari 10

Permasalah dan Solusi di Bidang

Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah


Kelompok 2 :
1. Arif Yuliyanto NIM. 13222718
2. Ary Prima Wijaya NIM. 13222719
3. Asat Abidin NIM. 13222720
4. Christmas Yosi Murthi NIM. 13222721
5. Dimaswari Sefrizal NIM. 13222722
6. Eko Tabah Karuniawan S. NIM. 13222723
Deputi Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah :
a. Seksi Penetapan Hak Tanah Perorangan
b. Seksi Penetapan Hak Tanah Badan Hukum
c. Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah
d. Seksi Pendaftaran, Peralihan, Pembebanan Hak dan PPAT
Masalah 1
Penguasaan tanah oleh masyarakat di atas HGU yang belum berakhir
haknya.

Solusi :
HGU (Hak Guna Usaha) adalah hak untuk mengusahakan tanah yang
dikuasai oleh negara, meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, dan
peternakan yang luas minimal 5 Ha (perorangan) dan 25 Ha (Badan
Usaha). Jangka Waktu 35 tahun dan masa perpanjangan max 25
tahun & diajukan minimal 2 tahun setelah masa habis. Kendala ini
terjadi bisa dikarenakan lahan HGU oleh suatu badan usaha yang
tidak dimanfaatkan secara maksimal sehingga dianggap oleh
masyarakat tanah yang belum ada haknya, sehingga oleh masyarakat
dikuasai untuk dimanfaatkan tanahnya. Solusinya adalah masyarakat
diberi pengertian bahwa tanah yang mereka kuasai sudah memiliki
HGU dengan mengumpulkan masyarakat yang merasa mengusai dan
menunjukkan bukti kepemilikan hak. (UU No.5 Pasal 4)
Masalah 2
Perebutan tanah warisan yang sudah bersertipikat akibat pembagian
waris secara lisan.

Solusi
Waris dapat timbul apabila yang menyampaikan waris sudah
meninggal. Solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah kasus
tersebut adalah dengan meghadirkan para saksi yang hadir pada saat
pembagian waris. Selain saksi dari pihak keluarga juga perlu
dihadirkan dari perangkat desa. Dengan ini bisa menjelaskan
permasalahan hak waris yang sebagai mana mestinya.
Masalah 3
Jika HGB sudah berakhir haknya dan telah melewati batas waktu yang
telah ditetapkan, proses apa yang mestinya diambil untuk
memperpanjang atau mengubah HGB yang sudah mati tersebut?

Solusi
HGB memiliki jangka waktu 25 tahun untuk masa perpanjangan atau
perubahan haknya. Untuk HGB yang sudah berakhir masa haknya,
proses yang mesti dilakukan adalah melakukan pendaftaran pertama
kali kembali dengan alas haknya berupa sertipikat HGB yang telah
mati tersebut, dan surat-surat pendukungnya lainnya (IMB, NJOP,
Surat Keterangan Tidak dalam sengketa).( UU.5 Tahun 1960 Pasal
35)
Masalah 4
Pengarsipan warkah dan buku tanah yang masih belum tertata dengan
rapi sehingga menghambat proses pelayanan pertanahan.

Solusi
Pelayanan pertanahan yang prima semestinya menjadi salah satu cara
untuk memberikan kepuasan bagi pemohon. Akan tetapi arsip dan
data yang masih belum rapi menjadi masalah untuk memberikan
pelayanan pertanahan yang maksimal. Untuk itu, perlu ditertibkan
arsip dan warkah terutama entry buku tanah dengan cara penyesuaian
buku tanah yang harus di entry di KKP dan di-link dengan peta
sehingga saat dilakukan pengecekan nomor hak bisa langsung
diketahui objek tanah beserta informasi yang ada di dalamnya.
Masalah 5
Peraturan pertanahan dan peraturan kehutanan yang tidak sinkron
sehingga menghambat pendaftaran hak.

Solusi
Kabar baru-baru ini adalah selesainya rapat padu serasi yang
menghasilkan berjumlahnya luas area hutan di indonesia. Padahal
area yang menjadi penambahan objek itu dipastikan tidak semua
masuk dalam kategori hutan. Banyak daerah yang jelas berdiri
sebuah mall masih diplot sebagai area hutan lindung. Solusi untuk
masalah ini adalah dengan mendudukan kembali pihak kehutanan
dan pihak dari BPN, dan masing masing membawa data autentik
lapangan. Apabila itu masih terdapat kendala diperlukan survei ke
daerah tertentu sehingga tidak diplot sebagai daerah hutan. Dengan
itu permohonan hak dari masyarakat dapat diproses.
Masalah 6
Banyaknya jual beli tanah bersertipikat yang dilaksanakan di bawah
tangan (tanpa kuitansi dan keterangan / pernyataan). Bagaimana proses
balik nama sertipikat tersebut?

Solusi
Menurut peraturan yang ada bahwa jual beli harus ditetapkan oleh
pengadilan. Dari putusan pengadilan tersebut sebagai dasar untuk
pembuatan akta Jual-Beli yang nanti akan digunakan sebagai dasar
pemrosesan balik nama.