Anda di halaman 1dari 48

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN

INFEKSI DI RSML

Oleh : Tim PPI


RS. MUHAMMADIYAH LAMONGAN
Beberapa batasan/definisi
1. Kolonisasi
Keadaan ditemukan adanya agen infeksi, dimana organisme hidup, tumbuh dan
berkembang biak, tapi tanpa diserta respon imun/gejala klinik.

2. Infeksi
Keadaan ditemukan adanya agen infeksi (mikroorganisme), dimana terdapat
respon imun tetapi tidak disertai gejala klinik.

3. Penyakit infeksi
Keadaan ditemuakan adanya agen infeksi(mikroorganisme) yang diserta adanya
respon imun dan gejala klinik.

4. Penyakit menular atau infeksius


Penyakit (infeksi)tertentu yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain,
baik secara langsung dan tidak langsung.

5. Inflamasi (radang atau peradangan lokal)


Respon tubuh terhadap suatu agen yang ditandai adanya sakit/nyeri, panas,
kemerahan, pembengkakan dan gangguan fungsi.
Lanjutan .
6. Systemik Inflammatory Response Syndrome (SIRS)
Sekumpulan gejala klinik atau kelainan laboratorium yang
merupakan respon tubuh(inflamasi) yang bersifat sitemik.

7. Healthcare-associated infections (HAIs)


Infeksi yang terjadi di RS oleh mikroorganisme yang berasal
dari RS dan tidak sedang berada pada masa inkubasi
Rantai penularan

Agen penyebab infeksi


(Bakteri,jamur,virus,riketsia,
parasit)
Host/penjamu
rentan Reservoir
(immunocompromised, (Manusia,air dan
pos op,luka larutan,obat,
bakar,peny.kronis,umur peralatan)
muda, lansia)
INFEKSI

Tempat masuk Tempat keluar


(lapisan (ekskresi,
mukosa,luka,sal.cerna,sal. sekresi,droplet)
nafas,sal.kemih)

Metode penularan
(kontak,droplet,airbone,benda,
vektor)
Types of microorganisms
Prinsip PPI Di RS
A. Kewaspadaan standar
1. Kebersihan tangan
2. APD (Sarung tangan, masker, goggle, face shield, gaun)
3. Peralatan perawatan pasien
4. Pengendalian lingkungan
5. Penatalaksanaan linen
6. Perlindungan & kesehatan karyawan
7. Penempatan pasien
8. Hygiene respirasi/ etika batuk
9. Praktek menyuntik aman
10. Praktek pencegahan infeksi u/ prosedur lumbal pungsi
B. Kewaspadaan berbasis transmisi
1. Kewaspadaan kontak
2. Kewaspadaan droplet
3. Kewaspadaan airbone
4. Melalui comman vehicle (makanan, obat, air, peralatan)
5. Melalui vektor (lalat, nyamuk, tikus)
1. Kebersihan tangan (Hand Hygiene/HH)

Perkembangan HH
1995-1996 : CDC/ HICPAC ( Healthcare Infection Contol
Practise Advisory Committee) merekomendasikan
sabun anti mikrobial dan cairan antiseptik digunakan
untuk membersihkan tangan sebelum meninggalkan
ruang pasien dg MRSA danVRE
2000 Didier Pittet:
Penelitian tentang pengaruh peningkatan kepatuhan
HH akan HAIs
2002 : Direkomendasikan bahwa alkohol merupakan
standar dasar handrub untuk kegunaan HH
dilingkungan pelayanan kesehatan.
Tangan adalah sumber penularan utama
healthcare associated infections (Shetty N, 2009)
Kebersihan tangan

Pengertian :
Proses secara mekanik melepaskan kotoran dan debris dari kulit
tangan dengan menggunakan sabun dan air.

Tujuan:
1. Menghilangkan atau meminimalkan mikroorganisme ditangan
2. Mencegah perpindahan mikroorganisme dari lingkungan kepasien, dari
pasien kepasien dan dari pasien ke petugas kesehatan.
3. Tindakan utama dalam pencegahan dan pengendalian HAIs

Indikator kualitas Patient Safety


Tangan media transmisi patogen tersering di
RS
Hal-hal yang perlu diingat saat
membersihkan tangan :
Bila jelas terlihat kotor atau terkontaminasi
oleh bahan yang mengandung protein, tangan
harus dicuci dengan sabun dan air mengalir.
Bila tangan TIDAK jelas terlihat kotor atau
terkontaminasi, harus digunakan antiseptic
berbasis alcohol untuk dekontaminasi tangan
rutin.
Pastikan tangan kering sebelum memulai
kegiatan
Prosedur Standar Membersihkan Tangan
Prosedur cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dilakukan selama 40-60 detik.
Tehnik membersihkan tangan dgn sabun & air harus dilakukan seperti dibawah ini :
1. Basahi tangan mulai dari pergelangan tangan dengan air mengalir
2. Tuangkan 3 -5 cc sabun cair untuk menyabuni seluruh permukaan tangan.
1) Ratakan dengan kedua telapak tangan.
2) Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya
3) Gosok kedua telapak dan sela-sela jari
4) Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
5) Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan
sebaliknya.
6) Gosok dengan memutar ujung jari-jari ditelapak tangan kiri dan sebaliknya.
1. Bilas kedua tangan dengan air mengalir
2. Keringkan dengan handuk sekali pakai atau tissue towel sampai benar-benar
kering
3. Gunakan handuk sekali pakai atau tissue toel untuk menutup kran.
Tehnik untuk menggosok tangan
dengan antiseptic adalah :
Prosedur cuci tangan dengan handrub antiseptik
dilakukan selama 20-30 detik.
Langkah 1 :
Tuangkan handrub berbasis alcohol untuk dapat
mencakup seluruh permukaan tangan dan jari
(kira-kira satu sendok teh)
Langkah 2 :
Gosokkan larutan dengan teliti dan benar pada
kedua belah tangan, khususnya diantara jari-jari
jemari dan dibawah kuku hingga kering
dengan metode 6 langkah
Gambar Hand Hygiene
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
menjaga kebersihan tangan
1. Jari tangan
Kuku harus dijaga tetap pendek (tidak lebih dari 3mm
melebihi ujung jari).
2. Kuku buatan
Dilarang menggunakan kuku buatan karena dapat
berperan sebagai reservoir untuk bakteri Gram negative.
3. Cat kuku
Tidak diperkenankan menggunakan cat kuku saat
bertugas.
4. Perhiasan
Tidak diperkenankan menggunakan perhiasan saat
bertugas.
Pentingnya Cuci Tangan
Tangan petugas setelah melakukan pemeriksaan Abdomen pada Penderita

Sebelum Cuci Tangan MRSA + Sesudah Cuci Tangan MRSA -

(Australian Guidelines for the Prevention and Control of Infection in Healthcare, 2010)
2. Alat Pelindung Diri (APD)
Apa yang dimaksud dengan Alat Pelindung Diri( APD )
Suatu peralatan yang dipakai oleh petugas
kesehatan untuk melindungi dirinya dari bahan-bahan
yang infeksius seperti darah, cairantubuh, sekret pasien
Jenis APD
- Sarung tangan melindungi tangan
- Gaun melindungi pakaian/ kulit
- Masker melindungi hidung/ mulut
- Kacamata melindungi mata
- Face shield/pelindung wajah melindungi wajah,
mulut, hidung dan mata
Jenis APD
Pemakaian APD :
1. Bila kontak dengan darah, cairan tubuh sekreta, ekskreta
dan semua yang tercemar oleh bahan yang infeksius.
2. Kontak dengan selaput mukosa atau kulit yang tidak
utuh/luka terbuka
3. Sebelum tindakan invasive (steril/non steril)

Yang harus diperhatikan


1. Segera lepaskan bila tidak diperlukan lagi
2. Buang ketempat sampah khusus
3. Segera mencuci tangan
4. Ganti bila akan melakukan prosedur/tindakan yang
berikutnya, walaupun pada pasien yang sama.
5. Pahami cara penularan penyakitnya agar efektif dan
efisien
Pemakaian dan pelepasan APD
Bagaimana menggunakan APD ?
Gaun pelindung
Masker
Kacamata/ pelindung wajah
Sarung tangan

Bagaimana melepaskan APD ?


Sarung tangan
Kacamata/ pelindung wajah
Gaun pelindung
Masker
Cara Menggunakan Gaun
Pilih sesuai ukuran
Tutupi badan sepenuhnya
dari leher hingga lutut,
lengan hingga bagian
pergelangan tangan dan
selubungkan kebelakang
punggung
Ikat dibagian belakang leher
dan pinggang
Cara melepas gaun pelindung
Lepaskan tali
Tarik dari leher dan
bahu dengan
memegang bagian
dalam gaun pelindung
saja
Balik gaun pelindung
Lipat atau gulung
menjadi gulungan
Letakan diwadah yang
telah disediakan.
Cara Menggunakan Masker
Eratkan tali atau karet elastis
pada bagian tengah kepala
dan leher
Paskan klip hidung dari
logam fleksibel pada batang
hidung
Paskan dengan erat pada
wajah & dibawah dagu
sehingga melekat dengan
baik
Periksa ulang pengepasan
masker
Cara melepas masker
Lepaskan tali bagian bawah dan
kemudian tali atau karet bagian
atas
Buang ketempat sampah
Cara menggunakan kacamata atau pelindung wajah

Pasang pada wajah dan mata


dan sesuaikan agar pas serta
nyaman.
Cara melepas kacamata atau pelindung wajah

Pegang karet atau gagang


kacamata
Letakan diwadah yang telah
disediakan untuk diproses
ulang atau dalam tempat
sampah.
Cara menggunakan sarung tangan

Tarik hingga
menutupi bagian
pergelangan tangan
gaun isolasi.
Cara melepas sarung tangan
1: 2:
Pegang bagian luar sarung tangan dengan Selipkan jari tangan yang sudah tidak
sarung tangan lainnya, lepaskan. memakai sarung tangan dibawah sarung
Pegang sarung tangan yang telah dilepas tangan yang belum dilepas dipergelangan
dengan menggunakan tangan yang masih tangan.
memakai sarung tangan Lepaskan sarung tangan diatas sarung tangan
pertama
Buang sarung tangan ditempat sampah
khusus
Penggunaan sarung tangan
INDIKASI SARUNG TANGAN STERIL
Prosedur bedah, menolong persalinan, prosedur invasif radiologi, memasang CVC,
menyiapkanTPN dan obat kemoterapi.

INDIKASI SARUNG TANGAN NON STERIL


Resiko terpapar darah, cairan tubuh(kecuali keringat), sekresi, ekskresi, benda yang
terkontaminasi cairan tubuh
1. PAPARAN LANGSUNG DARI PASIEN :
Kontak dengan darah, mukosa membran dan kulit terbuka/luka, resiko tinggi
terkena infeksi dan organisme berbahaya, situasi gawat darurat atau kejadian
luar biasa(wabah massal), memasang dan melepas alat intravena, mengambil
sampel darah, pemeriksaan pelvis dan vagina, tindakan suction (bukan suction
closed system)
2. PAPARAN TIDAK LANGSUNG :
Membersihkan tempat muntahan, pot urinal dan BAB,
membersihkan/menangani instrumen kotor, menangani sampah, membersihkan
tumpahan darah/cairan tubuh.
TIDAK ADA INDIKASI SARUNG TANGAN
(Kecuali pada CONTACT precaution)
Bila tidak ada resiko terpapar darah/ cairan tubuh, atau lingkungan
yang terkontaminasi.

KONTAK LANGSUNG PASIEN :


Mengukur tekanan darah, suhu dan nadi, injeksi SC dan IM,
memandikan dan memakai kan baju pasien, mengantar pasien,
merawat mata dan telinga (bila tidak ada sekresi), manangani
selang infus yang tidak ada darah.

KONTAK TIDAK LANGSUNG :


Menggunakan telepon, menulis rekam medis, memberikan obat
oral, mengantar baki/ troli makanan, mengganti linen, memasang
ventilasi non-invasif dan kanula oksigen, memindahkan perabot
pasien.
3. Peralatan perawatan pasien
- Single-use dan re-use
- Kriteria non kritikal bersihkan dengan alkohol 70%
semikritikal DTT
kritikal sterilisasi
- Dekontaminasi disinfeksi, pembersihan, DTT/sterilisasi
4. Pengendalian lingkungan pembersihan harus standar (gunakan disinfektan)
5. Penanganan linen
- Cegah terpaparnya mukosa membran dan kontaminasi mikroba
terhadap pasien lain serta lingkungan pakai APD
- Penyimpanan jaga kebersihannya.
- Transportasi dengan troly bersih dan kotor terpisah (warna berbeda, tulisan
identifikasi), tertutup.
6. Penanganan limbah
- Warna kantong kuning (sampah infeksius), hitam (non
infeksius/domestik), merah (radioaktif), ungu ( cytotoksik).
- Wadah tahan bocor dan tusukan, ada pegangan, ada tutup, dibuang
setelah terisi 2/3 bagian.
- Pastikan semua tertutup rapat saat akan dikirim ke TPA
7. Penanganan benda tajam
Jangan recapping jarum bekas pakai
Dilarang mematahkan jarum, melepaskan,
membengkokkan jarum bekas pakai.
Gunakan cara yang aman bila memberikan benda tajam.

8. Kesehatan petugas
Vaksinasi
MCU teratur terutama petugas yg menangani kasus dg
penularan mll airbone.
Penanganan paska pajanan yang memadai laporan
sblm 4 jam sudah ditentukan panatalaksanaan.
Petugas sakit, brp lama diliburkan?
Batasi kontak langsung dengan pasien.
9. Penempatan pasien
Pasien infeksius diruang terpisah
Kohorting bila tidak memungkinkan

10. Higiene saluran nafas/ etika batuk


Target px, klg, pengunjung dgn infeksi sal. nafas yg dapat
ditransmisikan edukasi, beri gambar yg mudah dipahami, menutup
mulut/hidung dg tisu saat batuk/ pakai masker.
Cuci tangan setelah kontak dh sekresi sal nafas
Beri jarak > 3 meter px infeksi sal nafas di ruang tunggu k/p pakaikan
masker.

11. Praktek menyuntik yang aman


Cegah KLB akibat pemakaian ulang jarum steril u/ peralatan suntik
IV/px, jarum pakai ulang obat/cairan multidose.

12. Pencegahan infeksi prosedurLP


Gunakan APD (masker) bila lakukan LP, anastesi spina/epidural/psg
kateter vena sentral dan cegah droplet flora orofaring.
Transmission-Based Precautions
Standard precautions digunakan untuk
meminimalkan penularan dengan memutus
mata rantai infeksi
Sebagai tambahan yang digunakan pada
penularan infeksi yang sangat tinggi dan tidak
cukup hanya menggunakan Standard
precautions digunakanTransmission-based
precautions
1. Transmisi kontak
Infeksi menular melalui kontak dengan tangan yang terkontaminasi, kulit
atau benda
Infeksi dapat menyebar melalui: dari pasien ke staff, staff ke pasien, pasien
ke pasien, staff ke staff
Contoh :MRSA, scabies,varicella( juga airborne ),Diseminated Zooster( juga
airborne), luka yang basah, diare, impetigo, epidemic Keratoconjunctivitis
Penempatanpasian Kamar tersendiri atau Kohorting (MRSA, VRE , ESBL)
Pencegahan transmisi kontak
Staff harus:
Menggunakan sarung tangan untuk setiap kontak
dengan pasien dan lingkungan sekitar pasien.
Menggunakan baju pelindung untuk setiap
kontak dengan pasien dan lingkungan sekitar
pasien
Menggunakan peralatan hanya untuk pasien
sendiri, atau pastikan dibersihkan dengan benar
sebelum digunakan ke pasien lainnya.
Cuci tangan sebelum masuk ke dalam ruangan
dan setelah melepas sarung tangan.
2. Kewaspadaan transmisi airbone
Jenis precaution ini digunakan untuk infeksi yang dapat
disebarkan oleh organisme yang sangat kecil yang
dapat bertahan di udara dalam jangka waktu panjang
Diterapkan untuk mencegah organisme yang sangat
menular melalui udara dari orang ke lainnya.
Percikan/partikel berukuran kecil < 5 m
melayang/menetap di udara beberapa jam,
disebarkan luas dalam ruangan/ jarak lebih jauh.
Langsung atau melalui debu dengan mikroba(TBC,
cacar air/varicella, campak)
Menyebar melalui: batuk, bersin, berbicara, tindakan
intubasi, suction, bronkoskopi.
Kewaspadaan transmisi airborne
1.Penempatan pasien:
Diruangan dg tekanan negatif yang dimonitor
Pertukaran udara6 -12 kali per jam
AC dengan filter HEPA ( High Efficiency Particulate Air) yang menyaring udara yg
dibuang keluar
Pintu harus selalu ditutup
Bila tidak memungkinkan, kohorting dengan pasien dengan infeksi yg sama

2. Perlindungan jalan nafas


Gunakan masker N 95 bila masuk ruangan pasien denganTB paru
Individu yang rentan tidak diperkenankan masuk ruangan pasien dengan cacar air.

3.Transport pasien:
Minimalisasi transport/gerak pasien
Pasangkan masker N95 pada pasien saat transportasi

Contoh penyakit dengan kewaspadaan airborne :


TB paru, Disseminated Zoster, Campak ( Rubeola), Varicella (chickenpox), Haem
fever ( Lassa, Ebola, Marburg), Smallpox
Pencegahan transmisi airborne
Staff harus:
Memastikan pasien ditempatkan di ruang bertekanan negatif
sehingga udara terkontaminasi tidak dapat memasuki koridor
Menggunakan filter masker yang sesuai dan diletakkan sebelum
memasuki ruang
Melakukan hand hygiene sebelum memasuki ruang dan
menyelesaikan tindakan atau melepas sarung tangan
Memakai APD lain (sarung tangan, gaun, kaca mata) jika diperlukan
Pencegahan Transmisi Airbone pada
pasien dan tamu
Pasien harus berada di ruang negatif dengan kamar mandi
Pasien harus memaka masker ketika berada di luar ruangan
Mengajarkan atau membantu pasien untuk menutup mulut
dan hidung , menggunakan tissue dan melakukan cuci
tangan jika batuk
Memperingati pekerja kesehatan lainnya untuk melakukan
precaution, misal physiotherapist
Membatasi jumlah pengunjung
Menginformasikan dan membantu pengunjung untuk
memakai masker dan melakukan cuci tangan sebelum
berkunjung
3. Kewaspadaan Transmisi Droplet
Kewaspadaan ini digunakan Diterapkan untuk mencegah
kemungkinan penularan dari organisme yang sangat
percikan kecil pada saat bersin menular yang dapat
atau batuk. ditularkan melalui sekresi
pernapasan dari satu orang
Droplets dapat terbawa ke lainnya (Influenza).
sampai 1meter,
Contoh : flu, colds Percikan> 5 m melayang
diudara jatuh mengenai
mukosa mata, hidung atau
mulut yang ada pada jarak
dekat. Misalnya saat suction,
bronkoskopi.
Kewaspadaan Transmisi Droplet
Penempatan pasien : Aktivitas dan transmisi droplet
isolasi/kohorting pasien
dengan infeksi yang sama/
Transmisi droplet Jumlah droplet yg
beri jarak 1 meter mengandung
Gunakan masker bedah mikroba

pada jarak 1 meter dari


pasien Berbicara 10
Pemindahan pasien :
Batuk 100
Minimalkan transport
pasien, pakaikan masker Bersin keras 10.000
Pencegahan Transmisi Droplet
Staff harus :
Memakai masker khusus yang tahan
cairan ketika berjarak 1 meter dari
pasien
Memakai alat perlindungan mata ketika
berjarak 1 meter dari pasien
Memakai sarung tangan ketika kontak
dengan cairan tubuh termasuk sputum
atau benda yang terkontaminasi
Melakukan hand hygiene sebelum
memasuki kamar dan menyelesaikan
tindakan atau melepas sarung tangan
setelah terpakai
Pencegahan Transmisi Droplet pada pasien dan tamu

Jika memungkinkan 1 pasien 1 ruangan


Pasien harus memakai masker jika berada di luar ruangan
Mengajarkan atau membantu pasien untuk menggunakan
tissue atau melakukan hand hygiene
Memberitahukan pekerja kesehatan lainnya untuk
melakukan precaution, misalnya physiotherapist
Menanyakan dan membantu tamu untuk memakai masker
dan melakukan hand hygiene sebelum dan sesudah
berkunjung
Terima kasih

Good infection control is in your hands

KPPI RSML