Anda di halaman 1dari 26

ENVIRONMENTAL

MONITORING
Chapter 5

Biological Monitoring
and
Assessment Using Invertebrates
Kelompok 5
Rika Mustikawati 230110130125

Shintia Dyah Purwita 230110130161

Gilang Trianzah P. 230110130209

Eva amalia Destyani 230110130221


Fokus utama yang akan
dibahas adalah...

Kegunaan
makroinvertebrata
bentik untuk
monitoring
ekosistem air
tawar
Monitoring Biologis
vs Monitoring Kimia
Monitoring secara Biologis
Monitoring secara biologis mempunyai kapabilitas untuk mendeteksi pengaruh yang tak terduga pada sistem
akuatik karena biotanya akan merespon kepada berbagai pengaruh

Kelebihan: Dapat diketahui kondisi ekologi atau kesehatan ekologi dari ekosistem akuatik yang lebih dari
sekedar data kimia, walaupun konsep dari kesehatan ekologi itu sendiri sesuatu yang problematik
(Fairweather, 1999; Norris and Thoms, 1999; Wicklum and Davies, 1995).

Kelemahan: Data biologis kurang spesifik dari pada data kimia, dan ini mungkin tidak terlihat jelas apakah
sebuah komunitas biologi yang terpengaruh merespon pada kualitas air yang buruk atau kualitas
habitat yang buruk

Sehingga, keduanya saling berkaitan


Monitoring Biologis
vs Monitoring Kimia
Dapat mendeteksi pengaruh dari semua
Pengawasan kimiawi jauh lebih cocok
stressor yang ada
untuk pemenuhan monitoring dan

monitoringnya juga spesifik pada tempat di

Dengan demikian idealnya ini cocok untuk mana masalahnya telah di identifikasi
program pengawasan di lingkungan secara jelas dan sifat dasar dari
secara rutin dan untuk survey kondisi
kontaminan telah ditetapkan.
lingkungan dengan skala luas
Mengapa menggunakan invertebrata?

Pertama Kedua Ketiga Keempat


keberagaman invertebrata ada
invertebrata mempunyai siklus hidup
dari invertebrata, di mana-mana mereka dapat
terutama pergerakan yang
di sistem mencapai
serangga, di mana akuatikdi terbatas. Jadi mereka
bulanan ataupun
sekitar 54% dari manapun tidak bisa keluar dan
tahunan lamanya,
semua spesies terdapat air disitu kembali dengan cepat di mana membatasi
kemungkinan ada dari area jika dalam
organisme kemampuan mereka
invertebrata kondisi buruk
(Wilson, 1988). untuk
mengkolonisasi
Invertebrata juga secara cepat.
lebih sensitif
pada perubahan
lingkungan.
Pertama digunakan untuk laporan lingkungan Negara Tipe-Tipe
Monitoring
Biologi

Kedua digunakan untuk menetapkan apakah aliran air dari wilayah


utama itu memburuk, berkembang atau stabil dalam terminologi dalam

kondisi ekologikal secara keseluruhan

Ketiga yaitu monitoring di skala kecil, digunakan untuk menjawab


pertanyaan tentang pengaruh penghentian sementara atau aktivitas lain di

sungai atau badan air lainnya


Desain Program Monitoring
Kesulitan Pertama: Mengidentifikasi penyebab dari pengaruh lingkungan

Desain BACI (before after control impact)


Desain eksperimental yang paling sederhana yang melibatkan pilihan tempat sebelum terkena
dampak hingga dampak dimulai, termasuk satu tempat atau beberapa tempat yang terkena dampak
dan yang tidak (Green, 1979; Underwood, 1991).
kesulitan : pengontrolan tempat lebih sering dilakukan di hulu dibandingkan dari tempat yang
terkena pengaruhnya

Kesulitan kedua: syarat untuk membuat keputusan tentang kualitas lingkungan

Untuk memutuskan kualitasnya dibutuhkan penilaian dari komunitas biologis ketika tidak
adanya ganguan dari manusia, yang terdapat 3 pendekatan dalam menyelesaikan masalah ini
Lanjutan...

Pendekatan Dalam Penilaian Komunitas Biologis


Sebelum Terkena Dampak Dari Manusia

Pertama, yaitu memilih tempat monitoring di sungai yang sama


Kedua,yaitu mencari tempat yang mempunyai referensi, contohnya tempat dengan dampak
yang kecil atau tidak terkena sama sekali yang mungkin ada pada satu sungai atau pun sungai lain pada
regional yang sama di mana faunanya bisa dibandingkan.

Ketiga,yaitu mengembangkan model untuk memprediksi fauna apa di tempat


yang terkena dampak yang seharusnya hilang akibat dampak tersebut dan membandingkan fauna yang
masih ada
Metode Pengambilan Sampel
3.
Sampling 5.
Substrat Penyortiran
1. Buatan dan
Standarisasi identifikasi

2. 4. 6.
Sampling Sampel Identifikasi
Substrat Berdasarkan invertebarata
alami Ukuran dan
Nomor
Metode Pengambilan Sampel

1. Standarisasi
Faktor kunci dalam pengambilan sampel untuk monitoring dan penilaian biologi adalah pengulangan

Dalam standarisasi, teknik yang dilakukan harus dapat diaplikasikan pada semua lokasi pengambilan sampel
dan waktu pengambilan sampel dengan prosedur yang jelas. Jika tidak sesuai, tidak dapat diidentifikasi
perbedaan hasil sampel yang dipengaruhi lingkungan atau pengaruh proses pengambilan sampel atau
perubahan prosedur.

Jaring
Standar yang banyak digunakan: tambak
tidak memberikan standar kuantitatif tapi dapat digunakan dalam
berbagai habitat (Wright, 2000)
2. Sampling Substrat Alami

Kesulitannya variabilitas fisik spasial dan temporal dari lingkungan


adalah: bentik
Kelimpahan dan distribusi bentik dan invertebrata
sangat dipengaruhi oleh habitatnya
Contoh:
Bagian erosi lahan kering pada sungai memiliki substrat berbatu sedangkan bagian hilir akan
bersubstrat lumpur dan pasir, sehingga invertebrata yang hidup disana pun akan berbeda
3. Sampling Substrat Buatan
Telah ditinjau oleh Rosenberg dan resh (1982). Substrat buatan mencakup struktur seperti
sampler Hester-Dendy meliputi piringan, karung batu atau kayu dan karung nilon

substrat buatan lebih cocok untuk bagian hulu

kelebihan dari substrat buatan yakni keseragaman yang lebih besar, dan merupakan salah
satu solusi dalam sulitnya pengambilan sampel pada substrat alami

Kelemahannya adalah biota yang berkoloni belum tentu mewakili semua biota yang ada
pada substrat tersebut.
4. Sampel Berdasarkan Ukuran dan Jumlah

Pengolahan merupakan hal


yang paling memakan waktu
dalam monitoring biologi Invertebrata yang diproses
sehingga diperlukan adalah yang paling konsisten
pengurangan jumlah dan sensitif
invertebrata

Somers et al (1998) menemukan


bahwa dari 100 hewan sampel
cukup untuk membedakan
komunitas bentik
5. Penyortiran dan Identifikasi
Penyortiran invertebrata dari detritus dan sampah lainnya serta mengidentifikasi adalah hal paling
memakan waktu dalam monitoring menggunakan invertebrata

Dapat Bantuan dalam melakukan penyortiran


dipercepat 1. penanganan ganda pada sampel dan identifikasi berupa:
dengan
metode: pewarnaan dengan rose-Bengal
pengapungan menggunakan kalsium
2. pemilihan organisme hidup klorida atau minyak tanah atau gula
dapat mempercepat pemindahan
Beberapa organisme lebih mudah untuk spesies
ditemukan ketika masih hidup dan bergerak.
Lokasi pemilihan mampu mengurangi total jumlah
pengawet.
Contoh pewarnaan
Kerugian dari sampling lapangan: organisme yang bentos dengan
banyak dipilih adalah organisme besar, aktif atau Rose Bengal
mencolok dari sampel
6. Identifikasi
Masalah dalam identifikasi invertebrata:

Pertama Kedua Ketiga


sejauh mana Biaya Kepraktisan
informasi identifikasi dalam
yang hilang identifikasi
ketika
invertebrata
tidak
diidentifikasi identifikasi tingkat spesies dalam monitoring biologi meningkatkan
pada tingkat
sensitivitas monitoring
spesies
Resh dan Unzicker (1975) menyebutkan bahwa spesies dari genus
yang sama memiliki toleransi berbeda
Demikian identifikasi tingkat spesies diperlukan setidaknya
berdasarkan lingkungan yang ada.
Sistem Multivariat

Indeks dan Metrik

Model Prediksi
ANALISIS DATA
DAN Rapid-Assesment Methods
INTERPRETASI
Strategi Monitoring alternatif

Pertimbangan Statistikal Monitoring Lingkungan


1. Sistem Multivariat
Data pemantauan biologi hampir selalu
multivariat, yang terdiri dari daftar taksa dan
kelimpahan (Resh dan McElravy, 1993).

Multivariat menilai kesamaan atau


ketidakmiripan antar sampel (Gauch, 1982),
dan hasil biasanya dinyatakan sebagai Hasil dari sistem
multivariat berupa
cladograms atau lebih populer penghabisan plot. cladogram
Sistem Multivariat (lanjutan...)

Software Komputer untuk Analisis Statistik Multivariat Meliputi:

MVSP, PC-ORD, PRIMER, MDS atau


ANOSIM
dan PATN DECORANA

Sebagian besar metode dapat menentukan apakah


salah satu yang dapat
multivariat adalah teknik ada perbedaan yang
mengidentifikasi parameter
untuk menemukan pola signifikan secara statistik
lingkungan berkorelasi
dalam data, bukan untuk (Clarke, 1993), tetapi tidak
dengan data invertebrata
pengujian hipotesis atau bisa menentukan pola yang

menilai kualitas lingkungan disebabkan oleh kualitas air


lingkungan
2. Indeks dan Metrik
Teknik awal untuk pengukuran biologis dari pencemaran air yang diusulkan oleh Kolkwitz dan Marsson (1902,
1906), menggunakan metrik.

Masalah dalam menggunakan metrik untuk penilaian kualitas air adalah validasinya., karena korelasi antara
metrik biologis dan parameter kualitas air tidak beralasan, jika ada itu hanya sedikit dan untuk kebutuhan metrik.

Pengukuran yang sederhana adalah dengan menggunakan indeks kelimpahan spesies atau indeks keragaman
spesies.

Indeks kelimpahan spesies lebih sering digunakan karena indeks keragaman spesies membuat perbandingan
lebih sulit diinterpretasikan (Hurlbert, 1971).

Saat ini metrik sudah dimofdifikasi, salah satunya oleh Chessman dan rekannya (Chessman, 1995;. Chessman et
al, 1997) yang telah mengembangkan SIGNAL di Australia, dimana telah banyak kekurangan validasi indeks
lainnya telah dihindari (Chessman et al., 1997), dan indeks tampaknya sangat sensitif (Chessman, 1999).
3. Model Prediksi

RIVPACS
Pendekatan model prediksi pertama kali dikembangkan oleh the Freshwater Biological Association in Great
Britain. Dimana beberapa tempat yang mungkin tidak terpengaruh oleh aktivitas manusia diambil sampelnya,
invertebrata di kumpulkan, dan parameter kualitas air dicatat. Kemudian dibandingkan antara yang fauna
(invertebrata) yang diharapkan dan fauna yang diamati untuk menunjukkan status ekologi air

AUSRIVAS
AUSRIVAS merupakan metode preediksi yang digunakan di Australia dan dikembangkan dari RIVPACS serta
dikombinasikan dengan Rapid-assesment protocol yang telah dikembangkan di Amerika
4. Rapid-Assesment Methods
Metode Rapid-assesment dikembangkan oleh Plafkin (1989) di
Amerika, dan digunakan karena metode pengolahan secara
tradisional membutuhkan waktu yang lama untuk memproses
sampel dan mengintepretasikan data

Rapid-assesment didasarkan pada membandingkan habitat,


kualitas air, dan perhitungan biologis pada aliran sungai
dengan kondisi referensinya, dimana keduanya merupakan
tipe sungai yang sama dan dengan tidak adanya gangguan
manusia
5. Strategi Monitoring Alternatif
Fluktuasi asimetri adalah penyimpangan kecil
Alternatif untuk memonitoring komunitas
morfologi dari simetri normal, yang terdeteksi sebagai
adalah menggunakan spesies tertentu perbedaan nondirectional antara anggota kiri dan kanan
atau kelompok spesies ( van Valen 1962).

berpotensi sebagai indikator biologis yang sensitif


terhadap tekanan lingkungan (Valentine et al, 1973;.
Leary dan Allendorf, 1989; Parsons, 1990; Clarke, 1993).

Contoh: untuk mengetahui tingkat toksik pada sedimen dengan

Salah satu alternatif untuk monitoring mengidentifikasi kelompok Chironomus thummi yang memiliki
sepasang mouthpart asimetris. Bahan utama toksik dapat
komunitas sekitar, adalah dengan
dianalisis dengan principal components analysis (PCA)
penaksiran fluktuasi asimetri.
3. Strategi Monitoring Alternatif
Alternatif lain adalah dengan monitoring terus menerus, baik di-aliran sungai dengan
menggunakan pagar atau dengan limbah sebelum dibuang ke dalam air penerima (air sungai).

Metode pagar telah diterapkan Monitoring limbah biologis telah


paling sering pada spesies menetap dipraktekkan paling banyak dengan
seperti kerang (Walker, 1981) tetapi juga ikan (Morgan, 1976;. Dickson et al, 1980),
dengan tanaman dan ikan (Hellawell, tetapi sistem serupa juga telah digunakan

1986). untuk larva tiram (Roberts, 1980).


6. Pertimbangan Statistikal Monitoring Lingkungan
Monitoring lingkungan sering dilakukan dengan tujuan mendeteksi apakah atau tidak
perubahan telah terjadi. Namun, hasilnya seringkali menunjukkan kesalahan, yaitu kesalahan tipe I
dan kesalahan tipe II
Kesalahan tipe I adalah hasil menunjukkan bahwa perubahan telah terjadi padahal sebenarnya tidak ada
perubahan yang terjadi. Dapat dihindari dengan uji statistik standar.
Kesalahan tipe II adalah ketika hasil tes menunjukkan tidak ada perubahan padahal sebenarnya telah
terjadi perubahan (Fairweather, 1991). Kesalahan tipe II merupakan kesalahan yang membutuhkan
perhatian yang lebih besar dalam pemantauan lingkungan. Dapat dihindari dengan Power Analysis atau
analisis daya

Power Analysis dapat digunakan untuk menentukan jumlah sampel yang


diperlukan untuk mendeteksi efek dari ukuran tertentu (Cohen, 1988). Namun
Power analysis kurang dimanfaatkan dalam monitoring kualitas air