Anda di halaman 1dari 36

KAPITA SELEKTA

GINEKOLOGI

dr. R.A.A. Mewengkang, SpOG


MACAM GANGGUAN HAID

1. GANGGUAN RITME
a. Oligomenorea siklus > 35 hari
b. Polimenorea siklus < 21 hari
c. Amenorea tidak haid > 3 bulan

2. GANGGUAN PERDARAHAN
a. Menoragia jumlah dan lama haid >
b. Brakimenorea lama haid < 3 hari
c. Premenstrual spotting bercak premenstrual
d. Postmensrual spotting bercak pascamenstrual

3. GANGGUAN JUMLAH
a. Hipermenorea jumlah darah banyak > 80 cc
b. Hipomenorea jumlah darah sedikit < 20 cc
Pada perdarahan abnormal ovulatorik terjadi
karena ketidakseimbangan hormonal akibat
umur korpus luteum yang memendek atau
memanjang, insufisiensi atau persistensi korpus
luteum.
Perdarahan abnormal anovulatorik dimana
tidak terbentuknya korpus luteum aktif, karena
tidak terjadinya ovulasi.
Amenorea tidak haid, 3 bulan berturut

Terdiri : PRIMER dan SEKUNDER


Primer - usia > 16 tahun tidak haid
- sebab : kelainan kongenital,
genetik
Sekunder - pernah haid, lalu tidak lagi
- sebab : gangguan gizi,
tumor, infeksi,
kontrasepsi
Definisi Amenorea

Pasien yang memenuhi kriteria sebagai berikut harus dievaluasi


sebagai pasien yang mempunyai masalah klinis amenorea :

1. Tidak mengalami Haid pada usia 14 tahun tanpa adanya


pertumbuhan atau perkembangan ciri-ciri seks sekunder.
2. Tidak mengalami Haid pada usia 16 tahun walaupun terdapat
pertumbuhan dan perkembangan normal ditandai dengan munculnya
ciri-ciri seks sekunder.

3. Pada wanita yang telah mengalami haid, hilangnya haid untuk


periode yang lama yakni sama dengan total paling tidak 3 interval siklus
sebelumnya atau 6 bulan amenorea.
INFEKSI GENITALIA

Servisitis
Disebabkan kuman akibat hub.kelamin
Gnore, sifilis, chancroid, TBC, dll
Parasit :- trichomonas
- amoeba
Jamur :- Candida albicans
Gejala : fluor albus = keputihan

Erosi serviks
Hilangnya epitel superfisial akibat radang atau trauma.
Endometritis
Endometrium relatif resisten terhadap infeksi
Endometritis :
Akut
Kronis
pyometra
Endometritis akut
Jarang terjadi
Biasanya setelah abortus atau adanya sisa
plasenta
Penyebab streptokokus & stafilokokus
Endometritis kronis
Kemungkinan penyebab :
Toxoplasma
Bakteroides
Virus sitomegali
Pemakaian kontrasepsi
Autoimun
Tbc
Morfologi :
Gambaran tidak khas
Kelenjar tdk teratur, stroma sembab
Infiltrasi sel radang limfosit, netrofil , sel plasma
Klinik :
Perdarahan abnormal ( menometrorrhagia )
Keluarnya cairan ( discharge )
Bisa disertai dengan infertilitas
Pyometra
Berkumpulnya eksudat supuratif dan jaringan
nekrotik pd cavum uteri
Bisa sebagai akibat dari stenosis canalis
cervicalis karena :
Karsinoma seviks
Karsinoma endometrium
Radang
Akibat radiasi pd serviks
Salpingitis
Etiologi : bebagai jenis kuman piogen terutama gonokokus
Merupakan bagian dari penyakit radang pelvis = pelvic
inflammatory disease (PID)
Sering terjadi tubo-ovarial abscess
Bila eksudat & jaringan nekrotik menumpuk hidrosalping
Tubo-ovarial abscess Hidrosalping
VULVA
Terdiri dari : mons veneris, labia mayora, labia minora,
klitoris, vestibulum dengan orisfisium uretra eksternum,
glandula Bartholini & glandula paraurethralis

Vulvitis
Vulva bengkak, merah, agak nyeri, kadang-kadang gatal
Dibedakan atas :
1. Bersifat lokal
2. Timbul bersama atau akibat vaginitis
3. Awal atau manifestasi penyakit umum
Bartholinitis
Akibat gonorea, atau sebab lain, seperti streptokokkus,
basil koli.
Akut : membesar, merah, nyeri, panas, berisi nanah yang
dapat keluar melalui duktus atau bila tersumbat
menjadi abses
Terapi : Antibiotik
Insisi

Kista bartholini
Tidak selalu menimbulkan keluhan
Pembedahan : ekstirpasi
marsupialisasi
VAGINITIS

Gejala vaginitis :
leukorea berupa cairan yang kadang-kadang
bercampur lendir, dapat menjadi purulen,
mengandung leukosit, disertai rasa gatal &
membakar.
Biasanya disertai vulvitis
Permukaan vagina & vulva merah & bengkak
Dapat ditemukan bintik-bintik merah (vaginitis
granularis)
Tumor Jinak Vulva / Vagina
Tumor Kistik Tumor Padat

Kista inklusi Tumor epitel


Kista Gartner Karunkula uretra
Kista saluran Nuck Nevus Pigmentosus
Kista Bartholini Hiperkeratosis
Penyakit Fox-Fonduce Hidradenom
Kista skene (para
urethra)
Kista endometriosis
Mioma Uteri menurut letaknya :
1. MIOMA SUBMUKOSUM
2. MIOMA INTRAMURAL
3. MIOMA SUBSEROSUM
Meigs Syndrome

40% fibroma ovarii + asites dan hidrotoraks /


efusi pleura.
Diagnosis :
Uterus dapat diraba tersendiri, terpisah dari tumor
Tumor non neoplastik akibat peradangan :
- menunjukkan gejala-gejala ke arah peradangan
genital
- pada pemeriksaan tidak dapat digerakkan karena
perlekatan
- tidak menjadi besar
- biasanya menghilang sendiri
KANKER SERVIKS
Sekitar 70-80 % dari kanker ginekologik
Angka kesakitan dan kematian >>

Faktor penyebab :
* HPV ( Human Papilloma Virus)
Faktor Menikah usia muda
resiko

Sering berganti pasangan


seksual
Hygiene kurang

Pekerjaan
Pencegahan

Hindari faktor resiko

Deteksi dini
Pap smear
IVA test

Vaksinasi
Kanker Ovarium
(Indung Telur)
Keganasan di Indonesia urutan ke 2

Sangat jarang ditemukan pada stadium dini


karena berkembang secara tersembunyi
dan hampir tidak memberikan gejala

The Silent Lady Killer


Faktor Resiko :

Nullipara tidak kawin.


Hanya mempunyai 1 atau 2 anak
Keluarga dgn kanker ovarium.
Pernah dgn kanker payudara,
endometrium, usus besar
Polip
Adenomyosis

PALM

Leiomyoma
Malignancy and hyperplasia

Coagulopathy
Ovulatory dysfunction

COEIN

Endometrial
Iatrogenik
Not classified yet
Definisi :
Pertumbuhan lesi lunak pada lapisan
endometrium uterus
Gejala :
Asimptomatik, tetapi dapat pula menyebabkan
PUA.
Menoragia, infertil, post menopausal bleeding
Diagnostik :
USG dan atau histeroskopi, dengan atau tanpa
hasil histopatologi.
Definisi :
Dijumpai jaringan stroma dan kelenjar endometrium
ektopik pada lapisan miometrium
Gejala :
Nyeri haid, nyeri saat senggama, nyeri menjelang
atau sesudah haid Gejala nyeri tersebut diatas dapat
disertai dengan perdarahan uterus abnormal.
Diagnostik :
Kriteria adenomiosis ditentukan berdasarkan
kedalaman jaringan endometrium pada hasil
histopatologi
pemeriksaan MRI dan USG
Definisi :
Pertumbuhan jinak otot polos uterus pada lapisan
miometrium
Gejala :
Perdarahan uterus abnormal
Penekanan terhadap organ sekitar uterus, atau
benjolan dinding abdomen
Diagnostik :
Pemeriksaan fisik
USG
Definisi :
Pertumbuhan hiperplastik atau pertumbuhan
ganas dari lapisan endometrium
Gejala :
Perdarahan uterus abnormal
Diagnostik :
Klasifikasi keganasan dan hiperplasia
menggunakan sistem klasifikasi FIGO dan WHO
Diagnostik pasti ditegakkan berdarkan
pemeriksaan histopatologi.
Definisi :
Gangguan hemostatis sistemik yang berdampak
terhadap perdarahan uterus
Gejala :
Perdarahan uterus abnormal
Diagnostik :
Tiga belas persen perempuan dengan perdarahan
haid banyak memiliki kelainan hemostatis
sistemik, dan yang paling sering ditemukan
adalah penyakit von Willebrand.
Definisi :
Kegagalan ovulasi yang menyebabkan terjadinya
perdarahan uterus
Gejala :
Pola haid tidak teratur
Diagnostik :
Pemeriksaan laboratorium
Definisi :
Gangguan hemostatis lokal endometrium yang
memiliki kaitan erat dengan terjadinya
perdarahan uterus.
Gejala :
Perdarahan uterus abnormal
Diagnostik :
Diagnosis PUA-E ditegakkan setelah
menyingkirkan gangguan lain pada siklus haid
yang berovulasi.
Perdarahan yang disebabkan :
Pemakaian kontrasepsi oral
Pemakaian obat warfarin dan heparin
Kategori not yet classified dibuat untuk
penyebab lain yang jarang atau sulit
dimasukkan dalam klasifikasi
Kelainan yang termasuk dalam kelompok ini
adalah endometritis kronik atau malformasi
arteri-vena
Menopause didefinisikan sebagai keadaan
tidak adanya periode menstruasi selama 12
bulan.
Perimenopause adalah masa di mana tubuh
mulai bertransisi menuju menopause. Gejala
ini alamiah, karena merupakan tanda dan
proses berhentinya masa reproduksi.