Anda di halaman 1dari 79

TRAUMA

Seorang laki-laki usia 16 tahun datang dengan keluhan mata kiri buram
sejak 4 jam SMRS. Mata merah dan berair. Pasien juga mengeluh silau.
Sebelumnya pasien merasa mata kiri mengganjal saat sedang
mengendarai sepeda motornya, tanpa helm maupun kacamata
pelindung
Status oftalmologi;
AVOD : 6/6
AVOS : 6/30 PH ttk
TIOD : 7/7.5
TIOS : normal per palpasi
Mata kanan : segmen anterior dan posterior tenang
Mata kiri : konjungtiva terdapat injeksi silier dan injeksi konjungtiva
Kornea : jernih, erosi
BMD : RC +/+
Lensa : jernih
Fundus : baik
Diagnosis/Diagnosis Diferensial

Diagnosis : Erosi Kornea


DD:
Patogenesis
Data Tambahan

Tes fluoresein
Tatalaksana

Tetes mata antibiotik spektrum luas: kloramfenikol


Sikloplegik: tropikamida
Artificial tears
Trauma Mata

Trauma Tumpul

Trauma Tembus Bola Mata

Trauma Kimia

Trauma Radiasi
Pemeriksaan pada Trauma Mata

Anamnesis
Proses terjadinya trauma
Benda apa yang mengenai mata tersebut
Bagaimana arah datangnya benda
Kecepatan waktu mengenai mata
Berapa besar benda yang mengenai mata
Apakah terjadi penurunan penglihatan (sebelum atau sesudag
kecelakaan)
Kapan terjadi trauma
Apakah disertai keluarnya darah
Apakah sudah mendapatkan pertolongan sebelumnya
Pemeriksaan pada trauma mata

Pemeriksaan oftalmologis:
Pemeriksaan tajam penglihatan
Pemeriksaan keadaan mata yang kena trauma
Pemeriksaan dengan oftalmoskop
Trauma Tumpul

Dapat diakibatkan benda yg Iridoplegia

keras ataupun tidak keras, Iridodialisis


secara kencang atau lambat.
Hifema
Kelainan yang terjadi dapat Ridosiklitis
berupa :
Katarak
Hematom kelopak mata
Edema retina
Edema konjungtiva
Ablasi retina
Hematom konjungtiva Ruptur koroid

Edema kornea Avulsi papil saraf optik


Hematoma kelopak

Trauma dapat terjadi akibat pukulan atau benda-benda keras lainnya.

Bila perdarahan terletak lebih dalam dan mengenai kelopak dan


berbentuk kaca mata hitam yang sedang dipakai, maka keadaan ini
disebut sebagai hematom kaca mata.
Hematoma Konjungtiva

Terjadi akibat pecahnya arteri oftalmika yg merupakan tanda fraktur basis


kranii

Darah masuk ke dalam kedua rongga orbita sampai pada batas septum
orbita kelopak mata

Pada hematom yg dini dapat diberikan kompres dingin utk menghentikan


perdarahan dan menghilangkan rasa sakit

Pada hematom yg lama utk memudahkan absorbsi dapat dilakukan


kompres hangat
Trauma Konjungtiva

Edema ( kemotik ) konjungtiva

Bila kelopak terpajan ke dunia luar dan konjungtiva secara langsung kena
angin tanpa mengedip, akan mengakibatkan edema pada konjungtiva

Terapi : dapat diberikan dekongestan untuk mencegah pembendungan


cairan di dalam selaput lendir konjungtiva
Hematom Subkonjungtiva

Terjadi akibat pecahnya arteri konjungtiva dan arteri episklera. Bisa


disebabkan krn batuk rejan, trauma tumpul basis kranii, hipertensi.

Penatalaksanaan :

dapat dilakukan kompres hangat.

perdarahan subkonjungtiva akan hilang atau diabsorbsi dlm 1-2 mggu tanpa
diobati.
Trauma Kornea

Edema Kornea

Trauma tumpul yang keras atau cepat mengenai mata dapat mengakibatkan
edema kornea / ruptur dr membran descemet

Pada edema yang berat dpt mengakibatkan serbukan sel radang &
neovaskularisasi masuk ke dlm jaringan stroma

Penglihatan akan menjadi kabur, uji plasido positif

Terapi :

larutan hipertonik seperti NaCl 5%

Bila TIO meningkat asetazolamid


Erosi Kornea

Keadaan terkelupasnya epitel kornea yang tjd karena gesekan keras pd


epitel kornea.

Etiologi: lensa kontak, sinar UV, debu dan asap.

Gejala : nyeri, blefarospasme, lakrimasi, fotofobia, gangguan penglihatan

Terapi :

sikloplegik

antibiotik tetes mata


Erosi Kornea Rekuren

Terjadi akibat cedera yang merusak membrane basal atau tukak


metaherpetik
Terjadinya erosi kornea berulang akibat epitel tidak dapat bertahan pada
defek epitel kornea, diakibatkan oleh terjadinya pelepasan membrane
basal epitel kornea tempat duduknya sel basal epitel kornea.
Dapat kembali normal setelah 6 minggu.
Pengobatan bertujuan agar terjadi regenerasi epitel kornea:
Diberikan sikloplegik, antibiotic tetes kemudian mata di tutup.
Trauma Tumpul Uvea

Iridoplegia
Trauma tumpul pada uvea dapat mengakibatkan kelumpuhan otot
sfingter pupil atau iridoplegia sehingga pupil menjadi lebar atau midriasis.
Pasien akan sukar melihat dekat karean gangguan akomodasi, silau akibat
gangguan pengaturan masuknya cahaya
Pupil terlihat tidak sama besar
Iridoplegi akibat trauma akan berlangsung selama beberapa hari sampai
minggu
Iridodialisis

Trauma tumpul dapat mengakibatkan robekan pada pangkal iris sehingga


bentuk pupil menjadi berubah
Pada iridodialisis pupil akan terlihat lonjong, biasanya iridodialisis terjadi
bersama-sama dengan bentuk hifema
Bila kekeruhan demikian maka harus dilakukan pembedahan dengan
melukukan reposisi pangkal iris yang terlepas.
Hifema

Adalah darah di dalam bilik mata depan dapat terjdai akibat trauma
tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar.
Pasien akan mengeluh nyeri disertai epiforia dan blefarospasme
Pengelihatan akan sangat menurun
Pada saat pasien duduk hifema akan terkumpul di bawah BMD
Parasentesis dilakukan pada pasien dengan hifema bila terlihat adanya
imbibisi kornea, glaucoma sekunder.
Zat besi didalam bola mata dapat menimbulkan siderosis bulbi yang dapat
menyebabkan kebutaan.
Bedah pada Hifema

Parasentesis
Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan darah atau nanah dari
BMD
Dibuat insisi kornea 2mm dari limbus sejajar dengan permukaan iris. Bila
dilakukan penekanan pada bibir luka maka koagulum akan keluar dari
BMD.
Bila darah tidak keluar dapat dibilas dengan garam fisiologik
Iridosiklitis
Pada trauma tumpul dapat terjadi reaksi jaringan uvea sehingga
menimbulkan iridosiklitis atau radang uvea anterior
Mata akan terlihat mata merah
Akibat adanya darah di dalam BMD maka akan terdapat suar dan pupil
yang mengecil dengan tajam pengelihatan yang menurun.
Pengobatan menggunakan steroid topical, bila tanda radang semakin
berat diberikan steroid sistemik.
Trauma Tumpul pada Lensa

Dislokasi lensa:
Putusnya zonula zonii yang akan mengakibatkan kedudukan lensa
terganggu
Sublukasi lensa:
Putusnya sebagian zonula zonii sehingga lensa berpindah tempat (dapat
juga terjadi pada syndrome marphan)
Pasien dapat mengeluh pengelihatan berkurang
Terdapat gambaran iridodonesis
Dapat terjadi glaucoma sekunder.
Luksasio anterior
Bila seluruh zonula zonii di sekitar ekuator putus akibat trauma maka lensa
dapat masuk ke dalam BMD.
Akibatnya dapat terjadi glaucoma kongestif akut.
Pasien akan mengeluh pengelihatan turun mendadak, disertai rasa sakit
yang sangat, muntah, mata merah dan blefarospasme.
Injeksi siliar berat, edema kornea, ada lensa pada BMD, Iris terdorong
kebelakang dengan pupil yang lebar, TIO sangat tinggi
Harus cepat di keluarkan lensanya, berikan asetazolamide.
LUKSASIO LENSA POSTERIOR

Trauma tumpul keras putusnya zonula zinn di seluruh lingkaran equator


lensa lensa jatuh ke dalam vitreous dan tenggelam di bawah polus
posterior fundus okuli.
Gejala
- Skotoma
- Gejala tanpa lensa/aphakia
- BMD dalam
- Iris tremulans
Penyulit: glaucoma fakolitik dan atau uveitis fakotoksik segera ekstraksi
lensa
KATARAK TRAUMA
Trauma terlihat setelah bbrp hri/thn
- Trauma tumpul terlihat katarak subkapsular anterior/posterior kontusio sebabkan katarak
seperti bintang/imprinting/cincin vossious
- Trauma tembus perforasi kecil menutup dengan cepat krn proliferasi epitel kekeruhan
kecil jika besar katarak tumbuh cepat dan ada massa lensa di BMD histopatologi: massa
lensa + makrofag endoftalmitis fakoanafilaktik
Lensa dengan kapsul anterior yang pecah korteks lensa terjerat cincin soemmering atau
bila epitel lensa berproliferasi aktif Mutiara eisching
TALAK
- Untuk cegah amblyopia anak pasang IOL
- Bila tidak ada penyulit tunggu mata tenang
- Bila ada glaucoma + uveitis ekstraksi lensa
TRAUMA TUMPUL PADA RETINA
DAN KOROID
EDEMA RETINA

Trauma tumpul pd retina edema retina penglihatan << warna retina > abu2 karena sulit
melihat jaringan koroid melalui retina sembab akibatkan edema macula jg cherry red spot (-)

Yang ditakutkan edema macula/edema berlin akan tjd edema luas polus posterior fundus
okuli berwarna abu2

Umumnya penglihatan akan normal kembali


ABLASI RETINA

Trauma terlepasnya retina dari koroid

Gejala:
- Selaput seperti tabir lapang pandang terganggu
- Bila kena macula tajam penglihatan <<

Px funduskopi retina abu2, pemb. Darah terangkat dan berkelok2


RUPTUR KOROID

Trauma keras rupture retina akibat rupture koroid biasanya terletak di polus posterior bola
mata dan melingkat konsentris di sekitar papil saraf optic

Bila kena macula lutea tajam penglihatan <<

Ruptur ini bila tertutup perdarahan agak sukar dilihat tapi bila darah telah diabsorbsi bagian
rupture berwarna putih karena sklera dapat dilihat langsung tanpa tertutup koroid
Avulsi Papil Saraf Optik

Ialah keadaan pada saraf optik yang terlepas dari pangkalnya di dalam bola mata
akibat trauma tumpul.

Keadaan ini mengakibatkan turunnya tajam penglihatan yang berat dan sering
berakhir dengan kebutaan.

Penderita perlu di rujuk untuk dinilai kelainan fungsi retina dan saraf optiknya.
Optik Neuropati Traumatik

Dapat mengakibatkan kompresi pada saraf optik, demikian pula


perdarahan dan edema sekitar saraf optik.
Penglihatan akan berkurang. Tanda lain yang dapat ditemukan adalah
gangguan penglihatan warna dan lapangan pandang.
Papil saraf optik dapat normal beberapa minggu sebelum menjadi pucat.
Diagnosis banding penglihatan turun setelah sebuah cidera mata adalah
trauma retina,
perdarahan badan kaca,
trauma yang mengkaibatkan kerusakan pada kiasma optik.
Pengobatan adalah dengan merawat pasien pada waktu akut dengan pemberian
steroid.
Bila penglihatan memburuk setelah pemberian steroid perlu dipertimbangkan untuk
pembedahan.
Trauma Tembus Bola
Mata
Trauma dapat mengakibatkan robekan pada konjungtiva saja.
Bila robekan konjungtiva ini atau tidak melebih 1 cm, maka tidak perlu
penjahitan.
Bila robekan lebih dari 1 cm, maka perlu tindakan penjahitan untuk
mencegah terjadinya granuloma.
Bila trauma disebabkan benda tajam atau benda asing masuk ke dalam
bola mata maka akan terlihat tanda-tanda bola mata tembus, seperti
Tajam penglihatan yang turun
Tekanan bola mata yang rendah
Bilik mata dangkal
Bentuk dan letak pupil yang berubah
Terlihatnya ada ruptur pada kornea atau sklera
Teradapat jaringan di prolaps sepeti cairan mata, iris, lensa, badan kaca atau
retina
Konjungtiva kemotis
Bila terlihat salah satu tanda di atas atau dicurigai adanya perforasi bola
mata maka secepatnya dilakukan pemberian antibiotika topikal dan mata
ditutup segera dikirim ke dokter mata untuk dilakukan pembedahan.
Pada pasien dengan luka tembus bola mata diberikan antibiotik
sistemik/intravena dan pasien dipuasakan untuk tindakan pembedahan.
Benda asing di dalam bola mata pada dasarnya perlu dikeluarkan.
Benda asing yang bersifat magnetik dikelluarkan dengan alat magnit
raksasa.
Benda yang tidak magnetik dikeluarkan virektomi.
Penyulita yang dapat timbul:
Endoftalmitis
Panoftalmitis
Ablasi retina, perdarahan intraokular
Fisis bulbi
Benda Asing Intraokular
Benda Asing Magnetik Intaokular

Benda asing intraokular yang magnetik ataupun tidak akan memberikan


gangguan pada tajam penglihatan
Akan terlihat kerusakan kornea, lensa iris ataupun sklera yang merupakan
tempat jalan masuknya benda asing ke dalam bola mata.
Bila pada pemeriksaan pertama lensa masih jernih maka untuk melihat
kedudukan benda asing di dalam bola mata dilakukan melebarkan
dengan midriatika.
Pemeriksaan funduskopi sebaiknya segara dilakukan karena bila lensa
terkena maka akan lensa menjadi keruh secara perlahan sehingga akan
memberikan kesukaran untuk melihat jaringan belakang lensa.
Pemeriksaan radiologik akan memperlihatkan bentuk dan besar benda
asing yang terletak intraokular.
Bila pada pemeriksaan radiologik dipakai cincin Fileringa atau lensa kontak
Comberg akan terlihat benda bergerak bersama dengan pergerakan bola
mata.
Metal Locator
USG
Pengobatan pada benda asing intraokular:
Mengeluarkannya dan dilakukan perencanaan pembedahan
Trauma Radiasi
Elektromagnetik
Trauma Sinar Infra Merah

Dapat terjadi pada saat menatap gerhana matahri dan pada saat
bekerja di pemanggangan.
Kerusakan terjadi karena terkonsentrasinya sinar infra merah.
Bila seseorang berada pada 1 kaki selama 1 menit di depan kaca yang
mencair, maka pupil melebar dan suhu naik 9 derajat celicius.
Demikian iris mengabsorbsi sinar infra merah akan panas sehingga
berakibat tidak baik terhadap kapsul lensa di dekatnya.
Tidak ada pengobatan khusus terhadap akibat buruk yang sudah terjadi
kecuali mencegah terkenanya mata oleh sinar infra merah.
Trauma Sinar Violet

Merupakan sinar gelombang pendek yang tidak terlihat mempunyai


panjang gelombang antara 350-295 nM.
Banyak terdapat pada saat bekerja las dan menatap sinar matahari.
UV biasanya memberikan kerusakan terbatas pada kornea, kerusakan
akan segera baik kembali setelah beberapa waktu dan tidak akan
memberikan gangguan tajam penglihatan yang menetap.
Pasien yang telah terkena UV akan memberikan 4-10jam setelah trauma.
Pasien akan merasa:
Mata yang sangat sakit
Fotofobia
Blefarospasme
Konjungtiva kemotik
Pengobatan:
Siklopegia
Antibiotik lokal
Analgetik
Mata ditutup 2-3 hari
Sinar Ionisasi dan Sinar X

Dapat mengakibatkan katarak dan rusaknya retina.


Akibat dari sinar ini pada lensa, terjadi pemecahan diri sel epitel secara tidak normal.
Rusaknya retina memberi gambaran seperti kerusakan yang diakibatkan diabetes
melitus, berupa:
Dilatasi kapiler
Perdarahan
Mikroaneuris mata
Eksudat
Pengobatan:
Antibiotik topikal
Steroid 3x/hari
Sikoplegik 1x/sehari
TRAUMA KIMIA PADA MATA
PENDAHULUAN

TRAUMA kerusakan kelopak mata, bola mata,


rongga orbita --- kebutaan

Trauma
tumpul

Trauma
tembus Trauma
bola Kimia
mata

Trauma
Radiasi
TRAUMA KIMIA

Definisi
trauma yang mengenai bola mata akibat terpaparnya bahan kimia
baik yang bersifat zat asam ( pH < 7) ataupun basa (pH > 7) ,dapat
merusak struktur bola mata
- Trauma asam
- Trauma basa
Traum
a
asam
Trauma
basa
Epidemiologi

Pria 3-5 x > wanita


WHO :
85% trauma mata trauma kimia
asam : basa = 1: 4
kebutaan 19 juta orang
2,3 jt penurunan visus
60% kecelakaan kerja, 30% di rumah.
kasus banyak usia 16-45 tahun
Etiologi ASAM

Asam sulphur, asam asetat,


hydrochloric acid, hydrofluoric
acid

Air accu

Zat kimia
Zat Pembersih yang banyak
pemutih digunakan di industri
Patofisiologi
Bahan kimia asam

Asam cenderung berikatan dengan protein

Menyebabkan koagulasi protein plasma

Koagulasi protein ini, sebagai barrier yang membatasi penetrasi dan kerusakan
lebih lanjut

Luka hanya terbatas pada permukaan luar saja.

Pengecualian terjadi pada asam hidroflorida. Bahan ini


merupakan suatu asam lemah yang dengan cepat menembus
membran sel .
Penatalaksanaan

Irigasi jaringan yang terkena secepat-cepatnya,


selama mungkin untuk menghilangkan dan
melarutkan bahan yang mengakibatkan trauma.
Irigasi dapat dilakukan dengan garam fisiologi atau
air bersih lainnya paling sedikit 15-30 menit.
Anestesi topikal (blefarospasme berat)
Penetralisir natrium bikarbonat 3%.
Antibiotik bila perlu
Biasanya trauma akibat asam akan normal
kembali, sehingga tajam penglihatan tidak banyak
terganggu.
BASA

Ammonia, sodium hydroxide, lime

Freon, sabun, sampo

Kapur gamping, semen,

Tiner, lem
Kaustik soda
Patofisiologi
Bahan kimia alkali

Pecah atau rusaknya sel jaringan dan Persabunan disertai disosiasi asam lemak membran sel
penetrasi lebih lanjut

Mukopolisakarida jaringan menghilang & terjadi penggumpalan sel kornea

Serat kolagen kornea akan membengkak & kornea akan mati

Edema terdapat serbukan sel polimorfonuklear ke dalam stroma, cenderung
disertai masuknya pemb.darah (Neovaskularisasi)

Dilepaskan plasminogen aktivator & kolagenase (merusak kolagen kornea)

Terjadi gangguan penyembuhan epitel

Berkelanjutan menjadi ulkus kornea atau perforasi ke lapisan yang lebih dalam
Penatalaksanaan

1. Irigasi dengan garam fisiologik selama mngkn (2000 ml selama 30


menit)
2. Pemeriksaan kertas lakmus.
3. Bila penyebab CaOH diberi EDTA (bereaksi dengan basa pada jaringan)
4. Antibiotik mencegah infeksi.
5. Siklopegi mengistirahatkan irir, mengatasi iritis.
6. Anti glaukoma mencegah glaukoma sekunder.
7. Steroid (7 hari pertama) anti inflmasi.
8. Kolagenase inhibitor (sistein, 1 minggu) menghilangi efek kolagenase.
9. Vitamin C membentuk jaringan kolagen.
10. Bebat (perban) pada mata, lensa kontak lembek dan tetes air mata buatan.
11. Operasi keratoplasti bila kekeruhan kornea sangat mengganggu penglihatan.
Respon oculi

Trauma
Damage Healing
kimia

- Kornea nekrosis, erosi, ulcerasi, perforasi


- konjungtiva terbakar, nekrosis
- Kehilangan limbal stem cell
-Penetrasi dalam presipitasi glikosaminoglikan
dan opasifikasi serta pembengkakan stroma
kornea
- COA kerusakan iris dan lensa
- ptisis bulbi
Damage

-Sel endotel mati


- jaringan parut sudut oculi menyempit TIO
Glaukoma sekunder
- Kerusakan lensa Katarak
- Penurunan penglihatan Kebutaan
Trauma
Damage Healing
kimia

Penyembuhan pada epitel kornea dan stroma :

Penyembuhan epitel dengan cara migrasi sel


epitel yang berasal dari limbal stem cell.
Stroma kolagen yang rusak di fagosit oleh
keratosit serta disintesis kolagen yang baru
Fase-fase manifestasi klinis (Mc Cullays)

Fase Fase Early Fase Late


Fase Akut
Immediate Reparative Reparative

-Di mulai saat bahan kimia mengenai permukaan


mata
-Menentukan keparahan
- membran rusak
-hilangnya epitel, keratosit, kornea (kornea keruh
dalam beberapa menit), dan pembuluh darah
- Kerusakan komponen vaskular iris, badan siliar dan
lensa
- terjadi infiltrasi segera sel polimorfonuklear, monosit,
dan fibroblas
Fase-fase (Mc Cullays)

Fase
Fase Akut
mmediate

-Sampai 7 hari setelah onset


- Mulai melepaskan diri dari zat kimia
- Re epitelisasi dapat menghambat perforasi
kornea
- Regenerasi stroma kornea
Fase-fase (Mc Cullays)

Fase Fase Early


Fase Akut
Immediate Reparative

-Penyembuhan 8 -20 hari setelah onset


- Regenerasi permukaan epitelium
- Inflamasi akut bisa menjadi kronis
-Neovaskularisasi
-Sel penyembuhan berbentuk invasi fibroblas
memasuki kornea, akan terbentuk jaringan
granulasi pada iris dan badan siliar sehingga
terjadi fibrosis
Fase-fase (Mc Cullays)

Fase Fase Early Fase Late


Fase Akut
Immediate Reparative Reparative

-3 minggu setelah trauma kimia


- Vaskularisasi aktif
sehingga seluruh kornea tertutup oleh pembuluh
darah, jaringan pembuluh darah akan membawa
bahan nutrisi dan bahan penyembuhan jaringan
seperti protein dan fibroblas.
Bila fase penyembuhan tidak berjalan baik, dapat
terjadi kerusakan epitel kornea yang persisten
Manifestasi Klinis

Nyeri
Merah
Iritasi
Lakrimasi
Tidak dapat membuka mata
Terdapat sensasi ada sesuatu
di mata
Oedem palpebra
Pandangan buram
PALPEBRA :
-Skar
-Margo palpebra rusak
-- tear film
- skar pd jaringan
aksesoris air mata
mata kering

KONJUNGTIVA :
-Sekresi musin ber ( )
LENSA :
kekeringan mata
kerusakan kapsul lensa
- simblefaron
keruh
Kriteria Gradasi Hughes
PENATALAKSANAAN UMUM TRAUMA
KIMIA PADA MATA
4 tujuan utama dalam mengatasi trauma pada mata :
1. Memperbaiki penglihatan.
2. Mencegah terjadinya infeksi.
3. Mempertahankan arsitektur mata.
4. Mencegah sekuele jangka panjang.
Medikamentosa

1. Steroid Dexametason 0,1% dan Prednisolon 0,1% setiap 2 jam,


Prednisolon IV 50-200 mg (k/p), tap.off 7-10 hari
2. Sikloplegi Atropin 1% atau Scopolamin 0,25% diberikan 2 kali
sehari.
3. Topikal AB profilaksis infeksi bakteri
4. Asam askorbat sodium askorbat 10% ( pembentukan kolagen)
5. Asam sitrat
6. Beta blocker / CA Inhibitor bila TIO tinggi
PENATALAKSANAAN UMUM TRAUMA
KIMIA PADA MATA
1. Irigasi (30 menit) & periksa PH dengan kertas lakmus.
2. Diberi pembilas : idealnya dengan larutan steril dengan
osmolaritas tinggi seperti larutan amphoter (Diphoterine) atau
larutan buffer (BSS atau Ringer Laktat) . Larutan garam isotonis
3. Irigasi sampai 30 menit atau PH normal. Bila bahan
mengandung CaOH berikan EDTA.
4. Pemeriksaan oftalmologi menyeluruh.
5. Cederanya ringan, pasien dapat dipulangkan dengan
diberikan antibiotik tetes mata, analgesic oral, dan perban
mata
6. Luka sedang diberi siklopegi.
7. Steroid topikal untuk mencegah infiltrasi sel radang.
8. Vitamin C oral
Pembedahan

SEGERA LANJUT

Untuk revaskularisasi -Pemisahan bagian yg


limbus, mengembalikan sel menyatu (simblefaron)
limbus, dan -Keratoplasti dapat
mengembalikan kedudukan tunda 6 bulan Makin lama
forniks makin baik, hal ini untuk
-Transplantasi stem sel memaksimalkan resolusi
limbus dari proses inflamasi.
- autograft/ allograft -Keratoprosthesis
Komplikasi

Ulcerasi kornea 1-2 minggu setelah trauma


Simblefaron

Tear film abnormal


Glaukoma sudut tertutup
Katarak traumatik
Ptisis bulbi
Prognosis KRITERIA THOFT

Derajat iskemik pada pembuluh darah limbus dan


konjungtiva merupakan salah satu indikator keparahan
trauma dan prognosis penyembuhan