Anda di halaman 1dari 21

Tugas Neurologi Klinik

Pemeriksaan Fisik dan Mental


Bab IX. STATUS MENTAL

Evaluasi Status Mental merupakan penilaian fungsi KONGNITIF dan EMOSI


Fungsi Kongnitif dan emosi sering terganggu pada pasien dengan penyakit otak
Organik
Cukup Banyak Pasien yang menderita penurunan kemampuan berkonsentrasi
setelah mengalami cedera orak, atau pasien yang menjadi mudah marah dan
tersinggung setelah mengalami radang otak
Infark kecil di otak, hematoma subdural yang kronis, atau tumor di otak,
mungkin pada pemeriksaan fisik neurologis tidak menjukan kelainan,
melaikan status mental sebagai pendeteksi kelainan otak
Hal Yang diperiksa pada Status Mental:

Tingkat kesadaran Memori


Atensi (pemusatan perhatian) Segera
Orientasi (orang, tempat, Waktu) Jangka Pendek

Berbahasa Jangka panjang

Bicara spontan Pengetahuan Umum


Komprehensi (Pemahaman Bahasa) Berhitung
Menamai Abstraksi
Repetisi Gnosia (Pengenalan Objel)
Membaca Praksia
Menulis Respon emosional
Tingkat Kesadaran

Somnolen : Kesadaran dapat pulih


penuh bila dirangsang
Sopor : Kantuk yang dalam, pasien
dibangunkan dengan rangsangan
kuat, kesadaran menurun lagi.
Koma-ringan: tidak ada respon
terhadap rangsangan verbal
Koma : Tidak ada jawaban sama
sekali Terhadapa rangsangan Nyeri
Atensi dan Kosentrasi

Atensi : Kemampuan untuk Tes mengulang angka


memfokuskan (memusatkan) 3 angka hingga 7 angka
perhatian pada masalah
Cth : 135,1671,14578
Menyeleksi aliran-stimulus eksogen
dan endogen yang memborbadir (Orang normal tidak mampu
otak mengulang 5 huruf : Perhatiaannya
mungkin kurang)
Konsentrasi: Kemampuan untuk
mempertahankan focus tersebut. Tes Mengetukkan jari
Mengetuk jari ketika mendengar
Pemeriksaan:
angka/huruf tertentu
Tes Mengulang angka
(Kesalahan pada tes mengetuk: lesi di
Tes Mengetukkan jari (untuk angka frontal)
atau huruf tertentu)
X. Orientasi

Orientasi Orang, Waktu, Tempat, Orientasi Pada Orang:


Kemampuan untuk mengaitkan Siapa Nama Anda?
keadaan sekitar dengan pengalaman Berapa Usia Anda?
lampau
Apakah Ia mengenal orang sekitarnya
Sebagai Ukuran memori Jangka
Pendek Orientasi Pada Tempat:
Dimanakah Sekarang anda berada?
Orientasi terganggu = Memori Jangka
Pendeknya mungkin terganggu Apa nama Tempat ini?
Apa nama Kota ini?
Orientasi Waktu:
Hari apa sekarang? Jam Berapa
Sekarang? Bulan apa ? Tahun berapa?
XI. Berbahasa

Berbicara berbagi kemampuan yaitu: Afasia : Gangguan Berbahasa dalam


Bicara spontan,Koprehensi, menamai, memproduksi atau memahami bahasa,
repetisi, membaca dan menulis (Disfasia) : anak Mempunyai
keterlambatan spesifik dalam memperoleh
Terminologi kemampuan berbahasa
Disartria (pelo,cadel): Gangguan Pada Aleksia : Kata yang digunakan untuk
artikulasi, Pengucapan kata, (Kesulitan menyatakan kehilangan kemampuan
menggerakan palatum, Lidah dan bibir
sewaktu artikulasi membaca yang sebelumnya ia mampu
(Disleksia) :Gangguan Perkembangan
Disfonia : Kesulitan dalam Fonasi membaca pada anak dengan inteligensi
(Mengeluarkan suara), gangguan neuro yang normal
muscular yg melibatkan pitasuara atau
palatum Agrafia : Gangguan pada bahasa yang
dinyatakan dalam penulisan.
Disprosodi : Gangguan irama bicara
(irama Monoton)
Apraksia Oral : ketidakmampuan
melakukan gerakan terampil dari otot
wajah dan otot berbicara
Pemeriksaan Berbicara

Pemeriksaan Kelancaran Pemeriksaan Pemahaman


berbicara (Komprehensi) Bahasa Lisan
Berbicara lancer bila bicara Konversasi: Mengajak Pasien
spontannya lancer, tanpa tertegun- Bercakap-Cakap
tegun untuk mencari kata yang
Suruhan: Serentelan suruhan,
diinginkan.
mulai dari yang sederhana sampai
Cth: Menyebutkan nama hewan yang sulit
sebanyak mungkin selama 60 detik
Menunjuk: Menyuruh pasien
Skor : Orang umum 18-20 nama Menunjuk objek
hewan
Pemeriksaan repetisi Pemeriksaan sistem bahasa
Cth: menyuruh pasien mengulang Mencangkup : Berbicara spontan,
Kata yang diucapkan pemeriksa, komprehensi (pemahaman),
mula-mula kata-kata sederhana. Repetisi,Menamai
Pemeriksaan menamai dan
menemukan kata
Menilai kemampuan pasien
menyebutkan nama objek,bagian
dari objek,bagian tubuh,warna,
dan gambar, atau nama suatu
tindakan
Klasifikasi Afasia

Dasar untuk mengklasifikasi afasia beragam: Afasia yang Lancar:


di antararanya ada yang mendasarkan
kepada: Isi Bicara Tidak bermakna dan tanpa isi
Mencangkup:
Manifestasi klinik
Afasia reseptif
Distribusi anatomi dari lesi yang bertanggung
jawab bagi defek Afasia konduksi

Gabungan pendekatan 1 dan 2 Afasia amnestic


Afasia Transkortikal

Afasia yang tidak lancar


Pada manifestasi klinik dibagi 2 :
Pada afasi yang tidak lancer output bicara
Lancar terbatas, sering disertai artikulasi yang buruk,
bicara dalam bentuk sederhana
Tidak Lancar
Mencangkup:
Afasia Ekspresi
Afasia Global
XII. Memori

Memori menghubungkan Masa Lalu Penyimpana merupakan proses aktif


dengan masa kini. Praktek dan latihan (rehearsal)
Memori Merupakan terminology Memori dibagi menjadi tiga :
umum untuk status mental yang Memori segera
memungkinkan seseorang menyimpan
informasi untuk dipanggil kembali di Memori Baru (recent) Jangka Pendek
kemudia hari Memori Rimot ( Jangka Panjang)
Proses memori dari beberapa
tahapan : 1st Informasi diterima
modalitas sensorik Khusus ( Raba, Amnesia: Defek pada Fungsi memori
auditif, visual registrasi) Amnesia anterograd : Ketidak Mampuan
disimpan di memori jangka mempelajari materi baru setelah jejas
pendek2nd menyimpan dan otak
mempertahankan ( Memori jangka dan retrograd : amnesia terjadi terhadap
Panjang) Proses penyimpanan kejadian sebelum terjadi jejas
dapat ditingkatkan oleh repetisi
Pemeriksaan

MEMORI SEGERA MEMORI BARU (RECENT) JANGKA


Mengulang angka yang disebut oleh
PENDEK
pemeriksa Orientasi pasien terhadap individu:
Cth : 4-9, 2-5-3, 4-5-6-8, 1-2-3-7-8, Cth : Siapa dia?

Skor : Inteligensi rata-rata dapat Orientasi waktu : Cth Waktu?


mengulang akurat dengan 5-7 tanggal?
angka Orientasi tempat: Dimana pasien
Retradasi mental dan tanpa afasia berada?
tidak mampu mengulang lebih dari
5 angka
MEMORI RIMOT (JANGKA PANJANG)
CTH: Informasi pribadi, Sejarah,
Pengetahuan Umum
TTL?, Sekolah SD SMP SMA?
Sejarah Presiden?, Tanggal Merdeka
XIII. Pengetahuan Umum

Besar atau luasnya gudang atau Skor


simpanan ilmu pengetahuan atau Menjawab 6< Gudang Ilmu
informasi seseorang dinilai tes kosa pengetahuan yang tersimpan pada
kata (VOCABULARY),informasi seseorang indvidu umumnya cukup
umum dan komprehensi stabil sampai usia lanjut
Cth: Menjawab 4>, perlu dicurigai
pendidikan kurang, perolehan
Berapa minggu dala 1 Tahun? informasi kurang, pemaparan
Apa Mamfaat Jantung untuk lingkungan kurang, retardasi
manusia? mental, demensia

Apa IbuKota Negara Indonesia?


Siapa Presiden Pertama Indonesia?
XIV. Berhitung

Pengenalan dan manipulasi Kemampuan Berhitung tidak


Intelektua Simbol Matematik dimakan Usia orang manula
dipengaruhi oleh integritas Girus normal masih mampu
Angularis di Hemisfer yang
Kesulitan berhitung, mengurangi
dominan
dan menambah sederhana disebut
Cara : Menyuruh Pasien Berhitung : Diskalkulia
sederhana (cth: 100-7=...-7=-7
Gagal Memamfaatkan symbol
=-7 =-7 =-7=dst)
matematika disebut : Akalkulia
Normal: Pendidikan tamat SD
dapat melakukan +- 40 detik, dan
salah satu
XV. Abstraksi (Berfikir Abstrak)

Merupakan Fungsi Intelektual tingkat Gangguan pada daya berfikir abstrak


tinggi, yang membutuhkan : dijumpai pada gangguan Organik,
pemahaman dan pertimbangan, demensia
Mengipretasikan Pepatah, kiasan, Tes Persamaan (similarities)
membutuhkan pengetahuan Umum Cth: Bayam-Kangkung
Cth: Nasi sudah menjadi bubur, Tak Mobil-Sepeda
ada gading yang tak retak
Meja-Kursi
Sudah jatuh, ditimpa tangga pula
Tes Pertimbangan (judgement)
Sambil menyelam Minum air
Cth: Menemuka KTP di Jalan Apa
Cth; Perbedaan Pesawat dengan yang anda Lakukan?
Sepeda (Persamaan dan Perbedaan)
XVI. GNOSIS (Mengenal Objek)

Mengenal suatu objek melalui salah Agnosia jari


satu inderanya
Agnosia Taktil
AGNOSIA : Gagal Mengenal Suatu
Anosognosia
objek walaupun inderanya
berfungsi baik
Gangguan Persepsi sensasi.
Walaupun sensabilitas primer
normal
Agnosia Visual
XVII. PRAKSIS

Praksis dalam arti sempit berarti Apraksia Bukofasial


integrasi motorik yang digunakan
untuk melakukan gerakan kompleks Apraksia Anggota Gerak
yang bertujuan Apraksia Gerakan Tubuh Seluruhnya
Apraksia Konstruksional tidak
mampu menggambar 2 dimensi dan 3
dimensi
Apraksia Ideomotor Tidak mampu
melakukan gerak motorik yang
sebelumnya pernah dipelajarinya,
secara akurat ( Ketidak mampuan
lobus frontal untuk menerjemahkan
aksi menjadi gerakan motoric)
Cth: menghembuskan api
XVIII. Respon Emosional

Perubahan suasana hati


Misalnya Depresi. Elasi, iritabilitas,
rasa marah atau ansietas
Afek perlu dinilai (Respon
emosional pada suatu situasi).
Datar/Berlebihan
Penderita dengan lesi hemisfer
yang bilateral ( misalnya oleh
stroke) dapat kehilangan control
terhadap respon emosional,
Menangis atau tertawa dengan
rangsangan ringan)
Terimakasih