Anda di halaman 1dari 43

Transport Membran

KELOMPOK I (PEND. BIOLOGI C)


16725251006 Laras Auliantika Hapsari
16725251011 Tika Mayang Sari
16725251031 Mega Mernisa
16725251032 Anis Fajri Kurniawati
16725251033 Wahyu Oktamarsetyani
16725251035 Iis Aida Yustiana
Struktur Membran Sel

Penyusun utama membran adalah Lipid dan Protein


Lipid yang paling melimpah di sebagian besar membran adalah
fosfolipid. Fosfolipid adalah molekul amfipatik yang memiliki wilayah
hidrofilik dan hidrofobik.
Dalam model mosaik fluid (fluid mosaic model) membran
merupakan struktur yang bersifat fluid (tidak mempunyai bentuk
yang tetap dan mudah mengalir) dengan mosaik berupa
berbagai protein yang tertanam didalam atau melekat pada
lapisan ganda (bilayer) fosfolipid.
Fosfolipid Bilayer

Hydrophilic
head
Hydrophobik
tail
Jenis Proses Transpor

1. Non-mediated Transport
Non-mediated transport terjadi melalui proses difusi sederhana dan proses
pengangkutan zat melalui media tergantung pada gradien potensial kimia.
Substansi berdifusi menuruni gradien konsentrasinya sebanding dengan besarnya
gradien tersebut dan juga tergantung pada kelarutan inti dalam membran non-polar.
2. Mediated Transport
Merupakan transporrtasi termediasi yang membutuhkan protein pembawa tertentu.
Mediated transport diklasifikasikan menjadi dua kategori berdasarkan system thermodinamikanya:
a. Transpor Pasif
Molekul yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.
b. Transpor Aktif
Transpor molekul dari konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi, dengan kata lain melawan
gradient konsentrasinya.
Transpor pasif

Transpor pasif adalah difusi zat melintasi membrane tanpa mengeluarkan energy.
Jenis-jenis transpor pasif :
a. Difusi
b. Difusi terfasilitasi
c. Filtrasi
d. Osmosis
Difusi

Difusi merupakan proses


pergerakan molekul dari
tempat yang berkonsentrasi
tinggi ke tempat yang
berkonsentrasi rendah.
Perbedaan konsentrasi antara
dua tempat disebut sebagai
gradien konsentrasi. Molekul
apapun akan berdifusi menuruni
gradien konsentrasinya.
Difusi Terfasilitasi
Difusi terfasilitasi merupakan proses
pergerakan molekul melintasi
membran sel melalui protein transpor
(protein pembawa) yang tertanam
dalam membran sel.
Banyak molekul besar, seperti glukosa,
tidak larut dalam lipid dan terlalu besar
untuk masuk ke dalam membran, oleh
karena itu, glukosa akan terikat pada
reseptor protein pembawa spesifik dan
kompleks sehingga molekul glukosa
dapat menyebrangi membran sel.
Filtrasi
Filtrasi adalah proses pergerakan air dan zat
terlarut melintasi membran sel karena adanya
tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh sistem.
Tergantung pada ukuran pori-pori membran sel,
hanya zat terlarut dengan ukuran tertentu dapat
melewatinya.
Seperti pada pori-pori membran pada kapsul
Bowman di ginjal sangat kecil, dan hanya
Albumin (proteinterkecil) dapat melaluinya.
Osmosis
Osmosis merupakan jenis difusi air
melintasi membran semipermeable dari
potensi air yang tinggi ke potensi air
yang lebih rendah.
Sebuah sel dengan potensi air kurang
negatif akan menarik air tetapi
tergantung pada faktor-faktor lain seperti
potensi zat terlarut (tekanan di dalam sel
molekul misalnya zat terlarut) dan
potensi tekanan (pressure misalnya
dinding sel eksternal).
Transpor aktif

Transpor aktif menggunakan energi untuk menggerakkan zat


terlarut melawan gradiennya
Transpor aktif merupakan gerakan molekul melintasi membran sel
yang bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi.
Transpor aktif melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion)
serta protein kotranspor yang akan mengangkut ion Na+ bersama
molekul lain seperti asam amino dan gula.
Transpor aktif dibagi menjadi dua yaitu
1. Transpor aktif primer
2. Transpor aktif skunder
1. Transpor aktif primer juga disebut transpor aktif
langsung , transpor ini mebutuhkan energi dalam
bentuk ATP secara langsung untuk membawa molekul
melawan gradien konsentrasi. Misalnya transpor Na+
keluar dan K+ ke dalam sel.

2. transpor aktif sekunder merupakan perpindahan dua


molekul energi dari gradien ion. Misalnya perpindahan
glukosa dan asam amino ke dalam sel usus halus atau
ginjal yang digunakan oleh gradien Na+ melalui
membran plasma.
PRIMARY ACTIVE TRANSPORT: Requires ATP

Chemical energy is supplied by


the hydrolysis of ATP

Best example is the Na+ / K+


pump: This is an enzyme
(Na+/K+-ATP-ase) and a
membrane carrier protein at the
same time.

Energy comes from the hydrolysis


of 1 ATP molecule to pump 3 Na+-
ions out of the cell, while 2 K+-
ions are pumped back into the
cell, both against their
concentration gradients.
Transpor aktif skunder

Perpindahan ini tidak menggunakan ATP hasil


hidrolisis tetapi digerakkan karena perbedaan
gradien Na+ . Konsentrasi Na+ ekstraseluler usus
halus lebih rendah dari pada didalam sel,
sehingga terjadi perpindahan ion ke dalam sel
dengan cara berikatan dengan bagian sisi
protein saluran, selanjutnya diikuti oleh glukosa
yang berikatan dengan protein saluran yang
sama tetapi pada sisi lain.
SECONDARY ACTIVE TRANSPORT
Berdasarkan protein transporternya ,
meliputi antiport dan simport

Simport mengangkut subtansi dengan arah


yang sama dengan ion pemandu
Antiport mengangkut subtansi dengan arah
yang berlawanan dengan ion pemandu
Fasilitator Transportasi Membran

Transport membran dibantu oleh berbagai fasilitator untuk


memudahkan pekerjaan mereka, diantaranya :
1. Permease
Laktosa permease, adalah protein transmembran yang terdiri dari N-
dan domain terminal C.
-galaktosida permease, adalah transportasi protein terikat membran
yang memfasilitasi penyerapan -galactosides di sel.
Asam amino permease, adalah protein membran integral yang terlibat
dalam transportasi asam amino ke dalam sel. Contoh : histidine.
2. POMPA Na/K ATPase

Enzim menyediakan energi dari hidrolisis

ATP

Fungsi Na/K ATPase adalah untuk


mengatur gradien elektrokimia dari
membran
Gambar Model Operasional
Na+/K+ ATPase dalam mebran
plasma
Cara kerjanya dengan memompa Na keluar sel dan memompa K masuk ke
dalam sel
Pengaruhnya menimbulkan potensial kimia yang mengandung dua konsentrasi
gradien (Na dan K), seperti halnya potensial listrik karena muatan 3+ dipompa
keluar sedangkan 2+ ke dalam. Sehingga tercipta potensial negatif dalam sel

Video
3. Ca2+ ATPase

Ca2+ ATPase adalah enzim yang mentransfer kalsium setelah otot


berkontraksi.
Ada 2 jenis Ca2+ ATPase, yaitu :
membran plasma Ca2+ ATPase
adalah protein transportasi di membran plasma sel yang berfungsi untuk
menghilangkan kalsium (Ca2 +) dari sel. membran plasma Ca2+ ATPase ini
sangat penting untuk mengatur jumlah Ca2+ dalam sel.
retikulum sarkoplasma Ca2+ ATPase
berada di retikulum sarkoplasma (SR) dalam sel otot. Merupakan Ca2+ ATPase
yang mentransfer Ca2+ dari sitosol sel ke lumen reticulum sitoplasma, dengan
mengorbankan hidrolisis ATP selama relaksasi otot.
Model operasional Ca+ ATPase dalam membran
Retikulum Sarkoplasma sel otot rangka
1. Protein dalam konformasi E1 memiliki dua situs untuk mengikat ion Ca2 +
afinitas tinggi yang dapat diakses dari sisi sitosol dan ATP mengikat ke sisi di
permukaan sitosol.
2. Di hadapan Mg2 +, bentuk terikat ATP dihidrolisis menjadi ADP dan fosfat.
Kemudian fosfat dibebaskan ditransfer ke residu aspartat tertentu dalam
protein, membentuk energi tinggi ikatan asil fosfat dilambangkan dengan E1 ~
P.
3. Kemudian protein mengalami perubahan konformasi dan menghasilkan E2,
yang memiliki Ca2 + afinitas rendah
4. Energi bebas E1 ~ P lebih besar dari E2-P, dan pengurangan energi bebas ini
mengarah perubahan konformasi ke E1 E2. Bersamaan dengan itu, ion Ca2
+ memisahkan diri dari situs yang berafinitas rendah untuk memasuki lumen SR.
5. Defosforilasi mengarah perubahan konformasi ke E2 E1, dan E1 siap untuk
mengangkut dua ion Ca2 +.
Lisosom
Lisosom adalah kantong bermembran yang berisi enzim-enzim
hidrolitik yang digunakan oleh sel hewan untuk mencerna
makromolekul. Enzim lisosom bekerja paling baik dalam kondisi asam
yang ditemukan dalam lisosom.

Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti


protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun
sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama
lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.
Enzim hidrolitik dan membran lisosom dibuat oleh RE kasar dan
kemudian ditransfer ke apparatus golgi untuk diproses lebih lanjut.
Setidaknya beberapa lisosom mungkin timbul melalui pertunasan dari
sisi trans apparatus golgi (Campbell, 2010).
Lisosom menguraikan molekul makanan yang masuk ke dalam sel
melalui endositosis ketika suatu vesikel endositosis bergabung dengan
lisosom. Dalam proses yang disebut autofagi, lisosom mencerna
organel yang tidak berfungsi dengan benar.

Lisosom juga berperan dalam fagositosis, proses yang dilakukan


sejumlah jenis sel untuk menelan bakteri atau fragmen sel lain untuk
diuraikan.
Fungsi Lisosom
Endositosis, Fagositosis, dan Autofagi
Mencerna zat makanan hasil fagositosis dan pinositosis
Mencerna makanan cadangan apabila kekurangan makanan
Menghancurkan organel sel yang rusak
Menetralkan zat yang bersifat karsinogenik yang dapat
menyebabkan kanker
Pembebasan enzim keluar sel
Lisosom dikelilingi oleh membran yang terdiri dari fosfolipid yang
memisahkan bagian dalam lisosom dari lingkungan eksternal
membran. Fosfolipid adalah molekul seluler yang sama yang
membentuk membran sel yang mengelilingi seluruh sel. Lisosom
berbagai ukuran 0,1-1,2 mikrometer.

Secara struktural, lisosom seperti kantong sampah mengambang


yang mengandung enzim yang mampu mencerna molekul.
Membran eksternal seperti gateway yang memungkinkan molekul
dalam lisosom tanpa membiarkan enzim pencernaan untuk
melarikan diri ke dalam sel.
Membran Lisosom
Lisosom merupakan vesikula yang memiliki batas berupa membran tunggal
yang didalamnya terdapat berbagai jenis enzim proteolitik. Membran lisosom
memiliki kandungan berupa karbohidrat netral, hexoamina, serta asam N-
asetilmuramat yang jumlahnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan
membran plasma. Membran ini lebih tebal jika dibandingkan dengan
membran mitokondria, yaitu sekitar 9 nm.

Kemampuan yang dimiliki membran ini antara lain adalah mampu berfusi
dengan fungsi membran sel pada hewan lain secara selektif, misalnya fusi yang
dilakukan bersama fagosom atau endosom selama terjadi pencernaaan intra
sel. Selain itu, membran lisosom juga mampu berfusi dengan membran plasma
Membran lisosom sebagai suatu kompartemen dimana enzim pencernaan
disimpan secara aman terpisah dari bagian sitoplasma yang lain. Untuk
menyediakan pH asam bagi enzim hidrolitik, membran lisosom mempunyai
pompa H+ yang menggunakan energi dari hidrolisis ATP.

Untuk menyediakan pH asam bagi enzim hidrolitik, membran lisosom


mempunyai pompa H+ yang menggunakan energi dari hidrolisis ATP.
Membran lisosom juga sangat terglikosilasi yang dikenal dengan
lysosomal-associated membrane proteins (LAMP). Sampai saat ini sudah
terdeteksi LAMP-1, LAMP-2, dan CD63/LAMP-3. LAMP berguna sebagai
reseptor penerimaan kantong vesikel pada lisosom.
Keberadaan membran lisosom adalah untuk melindungi lisosom dari
kebocoran dan agar enzim-enzim yang berada di dalam lisosom tidak
keluar dan memakan seluruh isi sel yang berakibat kematian sel atau sel
akan habis. Selain itu, membran ini juga berfungsi sebagai bagian
terpisah dimana enzim pencernakan disimpan. Diketahui bahwa enzim-
enzim hidrolitik bekerja aktif dalam pH asam. Jadi, untuk menyediakan
pH bagi enzim-enzim tersebut, maka membran lisosom memiliki pompa
proton yang dinamakan pompa H+ yang mempergunakan energi dari
hidrolisis ATP.
vakuola
VAKUOLA ADALAH ORGANEL TERIKAT MEMBRAN DIMANA BERISI AIR YANG
MENGANDUNG MOLEKUL ORGANIK DAN ANORGANIK TERMASUK ENZIM YANG
DITEMUKAN DALAM SEL-SEL TUMBUHAN, HEWAN DAN JAMUR.
VAKUOLA INI PERLAHAN-LAHAN BERKEMBANG SEBAGAI SEL MATANG OLEH FUSI
DARI VAKUOLA YANG LEBIH KECIL (VESIKEL) YANG BERASAL DARI RETIKULUM
ENDOPLASMA DAN APARATUS GOLGI.
JENIS JENIS VAKUOLA SEL DAN FUNGSINYA
TERDAPAT BEBERAPA JENIS VAKUOLA SEL YANG TERBAGI MENURUT STRUKTUR DAN
FUNGSINYA YAITU:
VAKUOLA KONTRAKTIL YANG BERFUNGSI SEBAGAI PENGATUR TEKANAN DALAM
SEL (OSMOREGULATOR)
VAKUOLA SENTRAL YANG BERFUNGSI UNTUK MENYIMPAN CADANGAN
MAKANAN DAN HASIL METABOLISME
VAKULA NONKONTRAKTIL ATAU VAKUOLA MAKANAN BERFUNGSI UNTUK
MENCERNA MAKANAN.
Struktur sel tumbuhan Struktur sel hewan
Vakuola Tumbuhan

Sebagian besar sel tumbuhan mengandung vakuola sentral tunggal dan


dapat menempati setidaknya 30% sampai 80% dari sel. Umumnya vakuola
dikelilingi oleh membran yang dikenal sebagai tonoplast, atau membran
vacuolar. Ini memisahkan isi vacuolar dari sitoplasma sel dan merupakan
komponen penting dan sangat terintegrasi dari jaringan membran
(endomembran) internal sistem tanaman. Dalam sel tumbuhan, vakuola selalu
ada. Vakuola dapat ditentukan oleh usia tumbuhan. Semakin tua tumbuhan,
semakin besar pula vakuola di dalam sel dan begitu pula sebaliknya.
Fungsi Vakuola
Menjaga tekanan hidrostatik internal maupun tekanan turgor
dalam sel
Menjaga pH internal yang asam
Mendukung struktur tanaman seperti daun dan bunga karena
tekanan dari vakuola sentral. Juga mempertahankan tekanan
turgor dinding sel.
Pada benih, protein yang dibutuhkan untuk perkecambahan
disimpan dalam tubuh protein, yang dimodifikasi vakuola.
Mengatur pergerakan ion di sekitar sel.
Mengangkut proton dari sitosol ke vakuola dan menstabilkan pH
sitoplasma
Vakuola juga sering menyimpan pigmen yang memberikan warna
tertentu pada bunga , yang membantu dalam menarik lebah dan
penyerbuk lainnya, tetapi juga dapat melepaskan molekul yang
beracun, bau-bauan untuk berbagai serangga dan hewan
protein transport lainnya hadir dalam
membran vacuolar:
1. Pompa Proton
Proton pompa memainkan peran sentral dalam fungsi tonoplast dengan
menghasilkan transmembran H + gradien elektrokimia yang dapat
dimanfaatkan untuk mendorong pengangkutan zat terlarut
2. Akuaporin
Aquaporin adalah protein dalam membran sel yang membentuk pori-pori
agar molekul air bebas mengalir ke dalam dan keluar sel sehingga
memengaruhi kemampuan kulit untuk melembapkan sendiri secara
efisien. Sebuah sel dapat terdiri atas 200.000 aquaporin.
3. transpoters ABC (ATP-binding casseter)
ABC transporter adalah protein transmembran yang memanfaatkan
energi adenosin trifosfat (ATP) hidrolisis untuk melaksanakan proses biologis
tertentu termasuk translokasi berbagai substrat melintasi membran dan
non-transportasi terkait proses seperti terjemahan RNA dan perbaikan
DNA
Contoh transportasi zat terlarut melintasi
membran vacuolar di sel tumbuhan:
Transportasi produk metabolit primer:
1. Karbohidrat
2. Asam amino
3. Asam-asam organik
4. anion anorganik
Khlorida:
Nitrat:
sulfat:
Fosfat:
5. kation anorganik:
Kalium:
Sodium:
Kalsium:
Magnesium:
logam berat: