Anda di halaman 1dari 11

US

OS
N T
E
G M
P I W
I

S
A
R

U
A
W

E V F
L
A

NM
A
R
IA
DEFENISI

Nevus pigmentosus : tumor


jinak yang terdiri dari melanosit,
sel-sel penghasil pigmen yang
berkoloni di epidermis.
ETIOLOGI
Idiopatik
EPIDEMIOLOGI
Perbandingan antara laki-laki dan
perempuan sama dan dapat terjadi pada
semua umur.
Nevus pigmentosus lebih sering pada ras
kulit putih dibandingkan pada kulit hitam.
PATOFISIOLOGI
Melanosit berada dalam lapisan basal
epidermis. Non neoplastik melanosit
biasanya menunjukkan inhibisi kontak satu
sama lain, dan dengan demikian sel
melanosit biasanya tidak ditemukan
bersebelahan.
Nevus pigmentosus merupakan proliferasi
melanosit yang berdekatan, membentuk
kumpulan kecil sel-sel yang dikenal sebagai
sarang.
KLASIFIKASI BERDASARKAN HISTOLOGI
1. Nevus junctional: Secara umum tidak
berambut, makula terang sampai coklat
kehitaman, ukuran bervariasi dari 1 mm
sampai 1 cm (diameter), permukaan halus
dan rata. Lesi biasanya berbentuk bulat,
elips, ada yang berbentuk kecil, irregular.
Lokasi sering di telapak tangan, telapak kaki
dan genitalia. Nevus junctional jarang
didapatkan setelah lahir dan biasanya
berkembang setelah berumur 2 tahun.
2. Nevus compound (campuran) : Hampir sama
dengan nevus junctional tetapi sedikit
menonjol dan ada yang berbentuk
papilomatous. Warnanya seperti warna kulit
sampai berwarna coklat. Permukaan halus,
lokasi banyak di wajah dan biasanya
ditumbuhi rambut. Sel nevusnya barada
pada epidermis dan dermis.
3. Nevus intradermal : Bentuk papul (kubah),
ukuran bervariasi dari beberapa mm hingga
1 cm atau lebih (diameter). Lokasi dimana-
mana tetapi paling banyak di kepala, leher
dan biasanya diumbuhi rambut kasar,
berwarna coklat kehitaman. Sel nevusnya
berada pada dermis.
TATALAKSANA
Pada umumnya tidak diperlukan pengobatan.
Namun bila menimbulkan masalah sesara
kosmetik atau bila ada kecurigaan ke arah
keganasan dapat dilakukan bedah eksisi.
PROGNOSIS
Pada umumnya baik. Tetapi pada nevus
junctional dan nevus compound harus
mendapat perhatian karena ada
kemungkinan berubah menjadi ganas.
DAFTAR PUSTAKA
1. Rata IGA.K; Tumor Jinak Kulit Muka dalam Media Dermato- Venereulogica
Indonesian.Vol 26. No. 2. 1999
2. Imam Budi Putra : Tumor-Tumor Jinak Kulit, 2008 USU e-Repository ? 2008
3. Stegman SJ, Tromovivth TA; Seborroic Keratosis in Cosmetic Dermatologic
Surgery, Vol 28, Philadelphia, WB Saunders Co, 1996. 1444-6.
4. Pritchard, JA, McDonald PC, Gant.NE, The Anatomy of the Reproductive
Tract of Women, Williams Obstetrics 7th ed. Norwalk. Practice Hall
InternationaI lnc 1985, P.29-30.
5. Hagspiel KH, Giant Gartner Duct Cyst, Magnetic Resonance Imaging
Findings, Abdom Imaging 1995, 20: 566-8. Supriadi, et al: Kista Gratner
pada Labia Minora seorang Anak, dalam:Kumpulan Naskah Ilmiah
Kongres Nasional IX, PERDOSKI, Surabaya 1999,8-11 juli.
6. Ghadially & Ghadially FN, Keratoacantoma, dalam Fitzpatrick TB,
Freedberg, eLSENa2, Wolf K, Ansten KF, Goldsmith, eds. Dermatology
inGeneral Medicine, edisi 5, New York: McGraw-Hill 1999:865-72.
7. Swartz RA, Keratoacanthoma, JAM.Acad. Dermat jan,1994: 30(1): l-19.