Anda di halaman 1dari 13

Pendidikan Agama Islam

Etika, Moral, dan Akhlak


dalam Islam

KELOMPOK 2
W.4
A. Pengertian
Dari segi etimologi,
etika berasal dari bahasa
Yunani,ethos yang berarti Menurut para ulama
watak kesusilaan atau adat. etika adalah ilmu yang
menjelaskan arti baik dan
Dalam kamus umum bahasa buruk, menerangkan apa
Indonesia, etika diartikan yang seharusnya dilakukan
ilmu pengetahuan tentang oleh manusia, menyatakan
azaz-azaz akhlak (moral). tujuan yang harus dituju oleh
manusia di dalam perbuatan
Dari pengertian kebahasaan mereka dan menunjukkan
ini terlihat bahwa etika jalan untuk melakukan apa
berhubungan dengan upaya yang seharusnya diperbuat.
menentukan tingkah laku
manusia.
B. Etika dalam kehidupan sehari-hari

1. Etika bergaul dengan orang lain


2. Etika bertamu
3. Etika di jalan

Etika Makan dan minum


Lanjutan

5. Etika berbicara

6. Etika bertetangga

7. Etika menjenguk orang sakit

8. Etika pergaulan suami istri


A. Pengertian
Adapun arti moral Moral dalam arti
dari segi bahasa berasal istilah adalah suatu
dari bahasa latin, mores istilah yang digunakan
yaitu jamak dari kata untuk menentukan
mos yang berarti adat batas-batas dari sifat,
kebiasaan. Di dalam perangai, kehendak,
kamus umum bahasa pendapat atau perbuatan
Indonesia dikatan bahwa yang secara layak dapat
moral adalah pennetuan dikatakan benar, salah,
baik buruk terhadap baik atau buruk.
perbuatan dan kelakuan.
A. Pengertian
Kata akhlak merupakan bentuk jamak dari kata al-
khuluq atau al-khulq, yang secara etimologis berarti
tabiat, budi pekerti, kebiasaan atau adat, keperwiraan,
kesatriaan, kejantanan, agama, dan kemarahan (al-
gadlab).
Kata akhlak dalam Al-Quran tidak disebutkan dalam
bentuk tunggal, tetapi dalam bentuk jamak yaitu
khuluq. Seperti pada Al-quran surat Asy-Syuara
ayat 137 yang berbunyi khuluq al-awwalin yang
artinya adat istiadat orang-orang terdahulu;
Lanjutan..

Secara rinci kajian akhlak itu meliputi :

a. Pengertian baik buruk


Secara konkrit kita melihat bahwa ada manusia yang berkelakuan
baik dan sebaliknya, ada yang berkelakuan buruk. Ini berarti bahwa
manusia memiliki potensi untuk berbuat baik dan buruk. Di antara ayat
Al-Quran yang menguraikan hal ini adalah Al-Quran surat Al-Balad ayat
10 yang berbunyi:



Artinya : Maka kami telah member petunujuk kepadanya (manusia) dua
jalan mendaki (baik dan buruk). (QS. Al-Balad [90]: 10).

b. Menerangkan apa yang harus dilakukan oleh seseorang manusia terhadap


manusia lainnya
c. Menjelaskan tujuan yang seharusnya dicapai oleh manusia dengan
perbuatan perbuatannya.
d. Menerangkan jalan yang harus dilalui untuk berbuat
B. Sasaran Akhlak
1. Akhlak terhadap Allah

Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran


bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji;
demikian agung sifat itu, yang jangankan manusia, malaikat pun tidak akan
mampu menjangkau hakikat-Nya. Oleh sebab itu Al-Quran mengajarkan
kepada manusia untuk memuji-Nya, Wa qul al-hamdulillah (Katakanlah"al-
hamdulillah"). Dalam Al-Quran surat An-Naml (27): 93, secara tegas
dinyatakan-Nya bahwa,


Artinya: Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan
kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya.
Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan." (QS. AN-Naml
[27]: 93)
Lanjutan.

2. Akhlak terhadap sesama manusia


3. Akhlak terhadap lingkungan
Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang
berada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun
benda-benda tak bernyawa. Binatang, tumbuhan, dan benda-benda tak
bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah Swt. dan menjadi milik-Nya,
serta semuamemiliki ketergantungan kepada-Nya. Keyakinan ini
mengantarkan sang Muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah
"umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik.
Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am (6): 38







Artinya :Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-
burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga)
seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab,
kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
C. Hubungan tasawuf dengan akhlak

Dalam tasawuf, bahwa Tuhan Yang Maha Suci


tidak didekati kecuali oleh hati yang suci. Menurut
Zun Nun al-Misri, ada tiga macam pengetahuan
tentang Tuhan :

a. Pengetahuan awam : Tuhan satu dengan perantaraan


ucapan syahadat
b. Pengetahuan ulama : Tuhan satu menurut logika
akal
c. Pengetahuan kaum sufi : Tuhan satu dengan
perantaraan hati sanubari
Kalau ilmu akhlak menjelaskan mana nilai baik dan
buruk, juga bagaimana mengubah makhluk buruk agar
menjadi baik secara lahir, yakni dengan cara-cara yang
nampak seperti keilmuan, keteladanan, pembiasaan, dll.
Maka ilmu tasawuf menerangkan bagaimana cara
mensucikan hati (tashfiat al-qalb), agar setelah hatinya
yang suci muncul dari perilakunya adalah al-akhlak al-
karimah.
D. Tanda-tanda manusia beriman menurut al-
Ghazali
a. Manusia beriman adalah manusia yang khusu dalam shalatnya.
b. Berpaling dari hal-hal yang tidak berguna
c. Selalu kembali kepada Allah
d. Mengabdi hanya kepada Allah
e. Selalu memuji dan mengagungkan Allah
f. Bergetar hatinya jika nama Allah disebut
g. Berjalan di muka bumi dengan tawadhu dan tidak angkuh

Dst..

Page 79 !!
SEMOGA
BERMANFAAT

BY :

Sri rajapatni
Iyin rohmadillah
Devi oktaviani
Alfia khaerani
Dian ekawaty halim