Anda di halaman 1dari 13

PROTEIN

Iyin Rohmadillah. B
Devi Oktaviani
Alfia Khaerani
Dian Ekawti. H
Nur Azizah
Rosdianah
Hairunnisa
Nur Inayah. S
A. PENGERTIAN

Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan


merupakan bagian terbesar tubuh setelah air. Seperlima bagian
tubuh adalah protein separuhnya ada didalam otot, seperlima
dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh dalam kulit dan
selebihnya dalam jaringan lain dan cairan tubuh.
Merupakan polimer dari monomer-monomer asam
amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.
Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan
penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan
virus.
B. FUNGSI DAN PERAN PENTING
PROTEIN

A. FUNGSI
1. Protein sebagai zat pembangun
2. Protein sebagai zat pengatur
Secara singkat penjelasan tentang protein sebagai berikut :
Untuk pertumbuhan dan pemeliharaan.
Untuk pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
Untuk mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
Untuk memelihara netralitas tubuh.
Untuk pembentukan antibodi.
Untuk mengangkat zat-zat gizi.
Sebagai sumber energi. Oleh karena itu, protein sangat berperan penting dalam
tubuh manusia, karena bila manusia tidak cukup protein, maka mereka akan dapat
menderita gizi
B. PERAN PENTING

1. Katalis enzimatik
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalis oleh makromolekul
spesifikyang disebut enzim. Enzim mempunyai daya katalik yang sangat besar, umumnya
meningkatkan kecepatan reaksi sampai jutaan kali. Fakta menunjukan bahwa hampir semua
enzim yang dikenal adalah protein. Jadi protein merupakan pusat dalam menetapkan pola
transformasi kimia dalam sistem biologis.
2. Transport dan penyimpanan
Berbagai molekul dan ion ditransport oleh protein spesifik. Misalnya transport
oksigen dalam eritrosit oleh hemoglobin; dan mioglobin suatu protein sejenis metransport
oksigen dalam otot. Besi dalam plasma darah terikat pada transferin dan disimpan dalam
hati dalam bentuk kompleks dengan feritin, dan protein yang lain lagi.
3. Koordinasi gerak
Protein merupakan komponen utama dalam otot. Kontraksi otot berlangsung
akibat pergeseran dua jenis filamen protein.
4. Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh adanya kolagen yang
merupakan protein fibrosa.
5. Proteksi imun
Antibodi merupakan merupakan protein yang sangat spesifik dan
dapat mengenal serta berkombinasi dengan benda asing seperti virus, bakteri
dan sel yang berasal dari organisme lain.
C. PENGGOLONGAN DAN JENIS-
JENIS PROTEIN

Penggolongan

1. Protein dalam bentuk serabut. Terdiri atas beberapa rantai peptida berbentuk
spiral dan terjalin satu sama lain, sehingga menyerupai batangnya yang kaku.
2. Protein globular. Karakteristiknya : berbentuk bola, larut dalam larutan garam
dan asam encer, mudah berubah dalam pengaruh suhu, konsentrasi garam
mudah mengalami denaturasi
3. Protein konjungsi. Merupakan protein sederhana yang terikat dengan bahan-
bahan non asam amino (gugus prostetik). Contoh : Nukleoprotein,
lipoprotein, fosfoprotein, metaloprotein.
Jenis-jenis
a) Berdasarkan Komponen.
1) Protein Bersahaja. Merupakan campuran yang terdiri atas
asam amino.
2) Protein Kompleks. Selain terdiri atas asam amino juga
terdapat komponen lain (unsur logam, gugus posfat, dll).
b) Berdasarkan Sumber.
1. Protein Hewani. Berasal dari binatang, contoh : daging, susu,
dll.
2. Protein Nabati.Berasal dari tumbuhan, contoh : jagung.
D. SIFAT-SIFAT PROTEIN

1. Ionisasi yaitu apabila protein larut di dalam air akan membentuk ion
positif dan ion negative.
2. Denaturasi yaitu perubahan konformasi serta posisi protein sehingga
aktivitasnya berkurang atau kemampuannya menunjang aktivitas organ
tertentu dalam tubuh hilang sehingga tubuh mengalami keracunan
3. Viskositas yaitu tahanan yang timbul oleh adanya gesekan antara molekul
di dalam zat cair yang mengalir.
4. Kristalisasi yaitu proses yang sering dilakukan dengan jalan penambahan
garam ammonium sulfat atau NaCl pada larutan dengan pengaturan PH
pada titik isoelektriknya.
5. Sistem koloid yaitu sistem yang heterogen terdiri atas dua fase yaitu
partikel kecil yang terdispersi dari medium pendispersi atau pelarutnya.
E. SUMBER PROTEIN

No Nama bahan makanan Kadar protein(%)


1 Daging ayam 18, 2
2 Daging sapi 18,8
3 Telur ayam 12,8
4 Susu sapi segar 3,2
5 Keju 22,8
6 Bandeng 20,0
7 Udang segar 21,0
8 Kerang 8,0
9 Beras tumbuk merah 7,9
10 Beras giling 6,8
11 Kacang hijau 22,2
12 Kedelai basah 30,2
13 Tepung terigu 8,9
14 Jagung kuning 7,9
15 Pisang ambon 1,2
F. AKIBAT KEKURANGAN
PROTEIN

1. Kwasiorkor.
Kwashiorkor lebih banyak terdapat pada usia dua hingga tiga tahun yang
sering terjadi pada anak yang terlambat menyapih, sehingga komposisi gizi
makanan tidak seimbang terutama dalam hal protein. Kwashiorkor dapat terjadi
pada konsumsi energi yang cukup atau lebih.
2. Marasmus.
Marasmus adalah penyakit kelaparan dan terdapat banyak di antara
kelompok sosial ekonomi rendah di sebagian besar negara sedang berkembang dan
lebih banyak dari kwashiorkor.
3. Cachexia
Cachexia adalah suatu kondisi yang melibatkan kekurangan protein,
penipisan otot rangka dan tingkat peningkatan degradasi protein, menurut
penelitian oleh DP Kotler diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine pada
tahun 2000. Menurut JE Morley dalam American Journal of Clinical
Nutrition,Cachexia menyebabkan penurunan berat badan.
G. AKIBAT KELEBIHAN PROTEIN

Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang


tinggi proteinnya biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas.
Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat badan
kurang beralasan. Kelebihan dapat menimbulkan masalah lain, terutama pada
bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang harus
memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen. Kelebihan protein akan
menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaikan
ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau
formula dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6
g/kg BB. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angka
kecukupan gizi AKG) untuk protein.