Anda di halaman 1dari 16

DASAR-DASAR GIZI

ZAT BESI

KELOMPOK 7
RUSDIANAH (14120120170 )
NURUL FITRIANI (14120120196)
SRI RAJAPATNI (14120120163 )
IKA RESKY WULANDARI (14120120184 )
ZAT BESI ?
Zat besi (Fe) merupakan mikroelemen yang esensial
bagi tubuh, zat ini terutama diperlukan dalam
hematopoiesis (pembentukan darah) yaitu dalam
sintesa hemoglobin (Hb) (Moehji, 1992).

Zatbesi merupakan salah satu unsur yang diperlukan


dalam proses pembentukan sel darah merah.
KOMPOSISI ZAT BESI DI DALAM TUBUH

Laki-laki dewasa (berat badan 75 kg) mengandung


4000 mg zat besi dan memiliki cadangan zat besi di
dalam limpa dan sumsum tulang sebanyak 500-1500
mg.
Wanita dewasa (berat badan 55 kg) mengandung 2100
mg zat besi dan wanita hanya mempunyai cadangan zat
besi 0 300 mg sehingga rentan terhadap anemia.
Jumlah zat besi di dalam tubuh seorang normal
berkisar antara 3-5 gr tergantung dari jenis kelamin,
berat badan dan haemoglobin.
Dalam tubuh zat besi terdapat di hemoglobin
sebanyak 1,5 3,0 gr dan sisa lainnya terdapat
didalam plasma dan jaringan.
FUNGSI

Zat besi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu


untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan
dan mengangkut electron di dalam proses pembentukan
energi di dalam sel.
MANFAAT ZAT BESI

1. Digunakan dalam pembuatan hemoglobin dan


mioglobin.
2. Dapat mencegah anemia.
3. Menormalkan imuniti.
4. Meningkatkan kekebalan tubuh.
5. Dapat menyembuhkan kerontokan.
METABOLISME BESI DALAM TUBUH
Metabolisme besi terjadi di jaringan Hepar yang berawal
dari:
Mukosa Intestin (Fe dibawa oleh protein transferin
membentuk Fe-transferin)
Sitokrom

Sumsum tulang

Serta ke organel sel Retikulum Endophlasma (RE).

Jika Fe yang dikonsumsi masih tersisa atau berlebih,


maka akan disimpan sebagai feritin dalam hepar.
KELEBIHAN

Kelebihan zat besi dapat meningkatkan resiko terjadinya:


Diabetes

Sakit jantung

Kerusakan hati

Artritis

Alzheimer

Kanker

Kematian mendadak pada balita

Gejala kelainan seperti konstipasi, rambut rontok, hipotiroid,


hiperaktif, berperangai ganas dll.
Hemokromatosis merupakan penyakit kelebihan zat besi yang
diturunkan, yang bisa berakibat fatal tetapi mudah diobati,
dimana terlalu banyak zat besi yang diserap, menyerang lebih
dari 1 juta orang di AS.
Biasanya gejala-gejalanya tidak timbul sampai usia pertengahan
dan berkembang secara tersembunyi, berupa:
1. Sirosis
2. Kanker hati
3. Diabetes
4. Gagal jantung, yang bisa berkembang menyebabkan kematian
mendadak
Penyakit karena kurangnya hemoglobin (sel darah
merah) disebut anemia. Gejalanya biasa ditandai dengan
kurang bergairah, mudah lelah dan lemas, pucat serta
sering pusing.
Zat besi dibutuhkan untuk membuat sel darah merah
yang membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Jika kekurangan zat besi maka seseorang akan mudah
lelah dan lesu.
Sumber Zat Besi
KulitKentang
Daun Bayam.

Roti Gandum

Kacang tanah, kacang hijau dan kacang kedelai

Buah Aprikot

Ikan
PERTANYAAN

1. Iyin Rohmadhillah /14120120164)


Kelompok 4
Apakah minyak ikan termasuk sumber dari zat besi?
Jawab : Nurul Fitriyani (141 2012 0196)
Dalam kandungan minyak ikan tidak terdapat sama sekali zat
besi dalamnya beberapa sumber juga menuliskan bahwa zat
besi dalam kandungan minyak ikan itu 0 mg.
2. Hastina /14120120194
Kelompok 4
Berapa komposisi zat besi pada anak-anak ?
Jawab : Nurul Fitriyani (141 2012 0196)
Bayi yang masih mendapat ASI, cenderung
memperoleh cukup zat besi dari ibu mereka sampai
usia 4-6 bulan.
Bayi usia 7-12 bulan membutuhkan 11 mg zat besi
per hari.
Anak remaja laki-laki mendapatkan 11 mg zat besi
setiap harinya dan anak remaja perempuan harus
mendapatkan 15 mg.
3. Ira Febrianti/14120120161
Kelompok 6
Bagaimana proses terjadinya alzhaimer ?
Jawab : Nurul Fitriyani (141 2012 0196)
Penyakit Alzhaimer merupakan keadaan dimana sejumlah sel-sel
saraf di otak mati, yang mengakibatkan sinyal-sinyal otak sulit
tersalurkan dengan baik. Dalam beberapa penjelasan sebenarnya
belum jelas apa penyebab sebenarnya Alzhaimer namun jika kadar
kadar tembaga, zat besi, dan seng dalam jaringan otak tinggi maka
unsur-unsur logam tersebut diasumsikan sebagai katalisator (zat
pemercepat reaksi) yang mempercepat terjadinya penyakit ini
karena meningkatkan stres oksidatif pada sel. Jika ditanyakan
prosesnya terjadi penyakit Alzhaimer beberapa sumber juga tidak
menjelaskannya.
DAFTAR PUSTAKA

http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/06/sumber-zat-
besi.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23896/4/Chapt
er%20II.pdf
http://healthiskesehatan.blogspot.com/2011/07/manfaat-dan-
kegunaan-zat-besi.html
http://henzprima.files.wordpress.com/2010/11/makalah-zat-
besi-primahendri.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Zat_besi

Dari buku
TERIMA KASIH