Anda di halaman 1dari 23

Oleh : Dr. I Dewa Ketut Sastrawidana, M.

Si
PENYEBAB UTAMA TIMBULNYA
PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP

1. KEPENDUDUKAN (Population)

2. KEMISKINAN (Poverty)

3. KERUSAKAN/PENCEMARAN
(Pollution)

4. KEBIJAKSANAAN (Policy)
LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN
HUKUM LINGKUNGAN DI INDONESIA

Deklarasi Deklarasi
STOCKHOLM RIO DE JANEIRO
(1972) (1992)

GBHN 1973 UU No. 4 Tahun 1982


GBHN 1993, PROPENAS 2000 UU No. 23 Tahun 1997
(UUPLH)
Pengaturan ECO-SUSTAINABLE DEVELOPMENT
1. Pemanfaatan SDA secara rasional
2. Pembangunan tanpa merusak (Eco-Development)
3. Keterpaduan pengelolaan (Integrated Policy)
4. Keadilan ANTAR dan INTER GENERASI
DEKLARASI STOCKHOLM BAKU MUTU LINGKUNGAN
DEKLARASI RIO DE JANEIRO DAN
UUD 1945 & PERUBAHANNYA BAKU KERUSAKAN LH
UUPLH

FUNCTION OF DEFENSE

Gantikerugian ekonomik
Pemulihan kesehatan
LH HAK DASAR Ganti kerugian Immateriel
LINGKUNGAN
FUNCTION
OF PERFORMANCE

a. Right to life; b. Right to food; Pemulihan fungsi ling-


c. Right to health kungan
d. Right to safe & healthy working Perbaikan alat
conditions; e. Right to housing;
f. Popular participations;
g. Right to information;
h. Freedom of association;
i. Cultural rights; KUALITAS HIDUP
j. Right to self-determination over
natural resources.
ASAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN
DALAM UU NO. 23 TAHUN 1997

ASAS TANGGUNG JAWAB NEGARA


DAN ASAS MANFAAT BERARTI:
1. Negara menjamin bhw pemanfaatan SDA akan memberikan
manfaat yg sebesar-besarnya bagi kesejahteraan & mutu hidup
rakyat, baik generasi masa kini maupun generasi masa depan;

2. Negara mencegah dilakukannya kegiatan pemanfaatan SDA dalam


wilayah yurisdiksinya yg menimbulkan kerugian thd wilayah
yurisdiksi negara lain, serta melindungi negara thd dampak kegiatan
di luar wilayah negara.

ASAS KEBERLANJUTAN:
Setiap orang memikul kewajiban & tanggung jawab
thd generasi mendatang dan thd sesamanya
dalam satu generasi
PRINSIP-PRINSIP DEKLARASI
STOCKHOLM & RIO DE JANEIRO
(diadopsi dalam perundang-undangan Nasional)

1. Tanggung jawab negara (State Responsibility)


2. Hak dasar atas LH (Right to Environment)
3. Keterpaduan pengelolaan LH
4. Hak berperan serta (Popular Participations)
5. Aksesibilitas pada informasi
6. Precautionary Principles
7. Polluter Pays Principle
8. Tanggung Jawab Mutlak (Strict Liability)
9. Keadilan inter dan antar generasi
10. Kewajiban bekerjasama
11. Aksesibilitas pada teknologi lingkungan
12. Hak bersama atas SDA lintas batas
Harry Supriyono/04/2002
Undang-undang PENGELOLAAN LINGKUNGAN
mempunyai FUNGSI VITAL dan STRATEGIS
YURIDIS di bidang Pengelolaan Lingkungan.

UUPLH adalah sebagai BASIS YURIDIS (basic


law) untuk menilai dan menyesuaikan semua
produk yang mengandung KETENTUAN LH,
baik yang sudah ada (LEX LATA) maupun yang
akan berlaku (LEX FERANDA).
UU no 4/1982 -- Kebijakan perubahan:
UULH Perkembangan baru dlm
Konferensi Bumi (Rio de
UU no 23/1997 Janeiro, 1992)
UUPLH Kurang komplit (peraturan
pelaksanaan, audit, dll)
UU no.32/2009-- Meningkatnya peran serta
UUPPLH masyarakat
Amdal masih formalitas
Sanksi administratif, Sanksi belum memadai
perdata dan pidana
UU no.5/1990 ttg konservasi SDA hayati dan
ekosistemnya

UU no.24/1992 ttg penataan ruang

UU no.22/1999 ttg pemerintah daerah

UU no.25/1999 ttg perimbangan keuangan


antara pemerintah pusat dan daerah
PP no.27/1999 tentang AMDAL

PP no.85/1999 ttg perubahan atas PP no.18/1999 ttg


pengelolaan limbah berbahaya dan beracun

PP no.19/1999 ttg pengendalian pencemaran


dan/perusakan laut

PP no.41/1999 ttg pengendalian pencemaran udara

Keppres RI no.10/2000 ttg badan pengendalian


dampak lingkungan
Kepmen LH no. KEP-42/MENLH/11/1994 ttg pedoman
umum pelaksanaan audit lingkungan

KepmenLH no. KEP-30/MENLH/10/1999 ttg panduan


penyusunan dokumen pengelolaan lingkungan

KepmenLH no.2/2000 ttg penilaian dokumen AMDAL

KepmenLH no.17/2001 ttg jenis usaha dan/kegiatan yang


wajib AMDAL

KepmenLH no.86/2002 ttg pedoman pelaksanaan upaya


pengelolaan LH dan upaya pemantauan LH
KepmenLH no. KEP-51/MENLH/10/1995 ttg baku
mutu limbah cair bagi kegiatan industri

KepmenLH no. KEP-35/MENLH/10/1993 ttg Ambang


batas emisi gas buang kendaraan bermotor

KepmenLH no.KEP-13/MENLH/3/1995 ttg Baku mutu


emisi sumber tidak bergerak

KepmenLH no. KEP-48/MENLH/11/1996 ttg baku


tingkat kebisingan
Peraturan Lingkungan Perumahan

Peraturan Lingkungan Industri

Peraturan Lingkungan RS

Peraturan tempat lainnya


Pemberlakuan sesuai lingkungan
BAKU MUTU LINGKUNGAN
Peraturan Penerintah resmi yang harys dilaksanakan yang berisikan:

Spesifik jumlah bahan pencemar yang boleh dibuang ke lingkungan

Ukuran batas bahan, zat atau energy yang berada pada tempat dan
kondisi tertentu

Ambang batas kadar maksimum suatu zat atau bahan yang


diperbolehkan berada di lingkungan agar tidak menimbulkan dampak
negative.

FUNGSI BML :
Untuk mengatakan atau menilai bahwa lingkungan telah rusak atau
tercemar dan untuk mengetahui telah terjadi perusakan atau
pencemaran lingkungan digunakan
BAKU MUTU UDARA AMBIEN NASIONAL
Parameter B.M. B.M. B.M. B.M. B.M.
( 1 jam) ( 3 jam) (24 jam) ( 1 tahun) (30 hari)
SO2 900 365 60
CO 30.000 10.000
NO2 400 150 100
O3 235 50
H.K. 160
PM10 150
PM2,5 65 15
TSP 230 90
Pb 2 1
Indeks Kualitas Udara
5 4 3 2 1 0

Unhealthy
Good Moderate Unhealthy Very Unhealthy Hazardous
(for sensitive
groups)

0 51 101 151 201 > 301


BAIK SEDANG TIDAK SEHAT SANGAT BERBAHAYA
TIDAK SEHAT
KUALITAS UDARA

Indeks Tingkatan Keterangan / Akibat


0 50 Baik Tidak ada

51 100 Sedang Kurangi berada di luar rumah

101 150 Tidak SehatKel. Peka untuk orang sakit pernapasan


Sensitif (asma, dll.)
151 200 Tidak Sehat Peka untuk anak-anak dan orang sakit
pernapasan
201 300 Sangat tidak Sangat peka untuk anak-anak dan orang
sehat sakit pernapasan
> 300 Berbahaya Jangan ke luar rumah
Tabel Indeks Kualitas Udara
Indeks PM10 SO2 CO O3 NO2
(24 jam) (24 jam) (8 jam) (1 jam) (1 jam)

50 50 80 5 120
100 150 365 10 235
200 350 800 17 400 1130
300 420 1600 34 800 2260
400 500 2100 46 1000 3000
500 600 2620 57,5 1200 3750
CARA PERHITUNGAN

Ia - Ib
IKU = ------------ (Xx Xb) + Ib
Xa - Xb

IKU = Indeks Kualitas Udara Hasil Perhitungan


Ia = IKU batas atas
Ib = IKU Batas bawah
Xa = ambien batas atas
Xb = ambien batas bawah
Xx = Kandungan gas / pencemar di udara ambien
Contoh Perhitungan

Hasil pengukuran SO2 di udara = 322


Dari Tabel:
Ia = 100
Ib = 50
Xa = 365
Xb = 80

Masukkan ke dalam rumus, akan diperoleh:


Indeks Kualitas Udara untuk SO2 = 92,45 = 92
Kesimpulan, tidak ada akibat
Udara Ambien

didefinisikan sebagai Udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir

yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, mahluk hidup dan unsur
lingkungan hidup lainnya

Campuran berbagai senyawa kimia berupa gas di troposfir yang secara umum
komposisinya terdiri dari:
+ 78 % nitrogen ; + 20 % oksigen ; < 1 % karbon dioksida
Uap air (relatip) ; Gas gas lain
Adalah:
Masuknya atau dimasukkannya zat, energi,
dan/atau
komponen lain ke udara ambien oleh kegiatan
manusia,
sehingga mutu udara ambien turun
sampai ke tingkat tertentu
yang menyebabkan udara ambien tidak dapat
memenuhi fungsinya
YL - BLOK 4.1 2012 23