Anda di halaman 1dari 21

Kuliah preventive dentistry :

Deposit yang melekat pada


permukaan gigi
Oleh :
Drg. Tritania Ambarwati, M.Kes
Poltekkes Depkes Tasikmalaya
Pendahuluan

Deposit atau lapisan yang menumpuk dan melekat pada


permukaan gigi dikelompokkan menjadi :
1. Acquired pellicle
2. Materia Alba
3. Food Debris
4. Dental Plak
5. Dental Stain
6. Kalkulus
Acquired Pellicle

Acquired pellicle merupakan lapisan tipis, licin, tidak berwarna


dan translusent, aseluler dan bebas bakteri.
Letaknya tersebar merata pada permukaan gigi, dan banyak
terdapat pada daerah yang berdekatan dengan gingiva.
Acquired pellicle dapat tumbuh setelah gigi erupsi, karena gigi
telah langsung berkontak dengan saliva dan flora
mikroorganisme
Acquired pellicle terdiri dari mukoprotein dan glikoprotein saliva
dan sedikit lipid.
Acquired pellicle merupakan tahap awal dari pembentukan
dental plak
Materia Alba
Materia alba adalah deposit lunak, berwarna kuning atau putih
keabu-abuan yang melekat pada permukaan gigi, restorasi, kalkulu,
dan gingiva.
Materia alba tidak mempunyai struktur yang spesifik, serta mudah
dibersihkan dengan semprotan air + secara mekanis.
Materia alba dapat menyebabkan iritasi lokal pada gusi, karena
disebakan oleh bakteri dan produk produknya.
Materia alba ini perlekatannya kurang erat dibanding dental plak,
namun deposit ini terlihat jelas walaupun tidak menggunakan
disclosing.
Biasanya terdapat pada 1/3 servik gigi dan gigi malposisi
Materia alba terdiri dari massa organisme, sel sel epitel yang
mengalami degenerasi, leukosit, gabungan dari protein saliva, dan
sisa makanan.
Food Debris

Kebanyakan food debris akan segera mengalami


liquifikasi oleh enzim bakteri dan dibersihkan lima
menit/ 30 menit setelah makan, tetapi ada
kemungkinan sebagian masih tertinggal pada
permukaan gigi dan mukosa membran.
Food debris lebih mudah dibersihkan dibanding
materia alba dan plak.
Faktor yang mempercepat proses pembersihan foo
debris yaitu : aliran saliva, aksi mekanis dari lidah, pipi
dan bibir serta bentuk dan susunan gigi, selain itu juga
dipengaruhi oleh proses pengunyahan dan viskositas
ludah yang rendah.
Kecepatan pembersihan food debris dari rongga mulut bervariasi
menurut jenis makanannya, contoh :
1. Makanan cair lebih mudah dibersihkan drpd makanan padat
2. Gula yang dimakan dalam keadaan cair tertinggal dalam saliva
selama 15 menit, namun gula yang dimakan dalam keadaan pada
teringgal dalam saliva sampai 30 menit setelah pengunyahan.
3. Makanan yang lengket seperti roti, permen dll dapat melekat
hingga 1 jam
4. Makanan yang berserat seperti wortel, apel akan dibersihkan
dengan segera
5. Makanan yang dingin akan lebih cepat dibersihkan dibanding
dengan makanan yang panas
Dental plak
Pengertian
dental plak merupakan deposit lunak yang melekat erat pada
permukaan gigi yang terdiri dari m.o yang berkembang biak dalam
suatu matriks seluler, apabila seseorang mengabaikan kebersihan
gigi dan mulutnya.
Dental plak hanya dapat dibersihkan secara sempurna dengan cara
mekanis.
Plak dapat terlihat apabila telah diwarnai disclosing solution
Plak bisanya terlihat pada 1/3 permukaan gingival dan pada
permukaan gigi yang cacat dan kasar
Mekanisme pembentukkan dental plak
terdiri dari dua tahap yaitu : tahap pembentukkan lapisan
acquired pellicle dan tahap proliferasi bakteri.

Tahap Proliferasi bakteri


Setelah lapisan acquired pellicle terbentuk, bakteri mulai
berproliferasi disertai dengan pembentukkan matriks
interbakterial yang terdiri dari polisakharida ekstra seluler
(levan dan dekstran serta protein saliva).
Pada tahap ini, bakteri yang tumbuh pada 24 jam pertama
yaitu : S. mutans, S. bovis, S. sanguis, dan S. salivarius
Struktur dan komposisi dental plak
Komposisi secara keseluruhan :
dental plak sebagian besar terdiri dari air dan mikroorganisme yang
berkembang biak dalam matriks interseluler yang terdiri dari
polisakharida ekstra seluler dan protein saliva. Selain itu juga terdapat sel
sel epitel lepas, leukosit dan partikel partikel sisa makanan, garam
anorganik (kalsium, fosfat dan fluor).

Komposisi Bakteri :
Pada permukaan luar terdiri dari bakteri jenis aerob, sedangkan pada
permukaan dalam didominasi bakteri jenis anaerob.

Bakteri dalam plak tidak sama dengan yang terdapat dalam rongga mulut.
Co : Lactobacillus dalam saliva > plak, sedangkan streptoccocus dalam
saliva < plak.
Bakteri dalam plak selain bisa menghasilkan asam dari makanan yang
mengandung karbohidrat, juga dapat bertahan berkembang biak dalam
suasana asam.
Komposisi matriks dental plak
Menurut hasil penelitian, matriks dental plak terdiri dari: Polisakharida
ekstra seluler (yang dibentuk bakteri dalam plak) dan protein ( yang
berasal dari saliva)

Komposisi komponen anorganik :


Dental plak mengandung konsentrasi kalsium dan fosfat yang jauh lebih
tinggi daripada dalam saliva. Selain itu juga mengandung fluor.
STAIN
(PEWARNAAN GIGI)

Pewarnaan pada gigi dan tambalan terjadi melalui 3 cara yaitu :


1. Stain melekat langsung pada permukaan gigi melalui acquired
pellicle
2. Stain mengendap pada kalkulus dan deposit lunak
3. Stain bersatu dengan struktur gigi dan bahan tambal.
Klasifikasi stain
1. Berdasarkan lokasi :
- ekstrinsik (terjadi pada permukaan luar gigi, dapat dihilangkan)
- intrinsik ( terjadi dalam struktur gigi, tidak dapat dihilangkan)
2. Berdasarkan sumber :
- eksogen (berasal dari sumber sumber di luar gigi)
- endogen ( berasal dari dalam gigi)
Macam macam stain ekstrinsik

Pengelompokkan berdasarkan warna

Kategori Etiologi gambaran Tempat utama


Abu-abu Kebersihan mulut yang Lemak, resin dan pigmen; 1/3 servikal gigi
kehijauan buruk, pemakai Mengendap pada pellicle bag labial
mariyuana dan bakteri plak
Oranye Kebersihan mulut yang Bakteri kromogenik; Garis tipis pd 1/3
buruk, t.u anak2 biasanya stain oranye atau srvikal bag labial
merah pd bag labial dan
lingual gg ant
Garis hitam Fe di saliva, cairan gusi, Garis tipis feri-sulfida Sepanjang tepi
plak atau bakteri, bisa mengikuti kontur gusi gusi pada permuk
mengenai semua bukal dan
umur, t.u pd wanita lingual;sering di
palatal post
Hijau Kebersihan mulut yang Unsur anorganik, bakteri 1/3 s/d servikal
buruk, t.u anak2 kromogenik hijau muda- permuk labial RA
tua,mengendap pd plak
Macam macam stain ekstrinsik

Pengelompokkan berdasarkan akibat pemaparan

Kategori Etiologi Komposisi & gambaran Tempat utama


Rokok Merokok; mengunyah Tar, pigmen, coklat muda 1/3 s/d servik
tembakau s/d, coklat kehitaman lingual; pit &
fissure
Makanan Konsumsi the, kopi, Pigmen makanan, stain 1/3 s/d servik
cola, anggur merah, kecoklatan lingual; pit dan
daun betel, kacang & fissure
permen
Logam Lingkungan, makanan, Dihub dengan logam 1/3 servikal, t.u
air stanous fluoride tertentu : lembaga, gigi ant
besi,nikel
Obat Chlorhexidin Biasanya coklat 1/3 servikal, pit &
obatan fissure
Stain instrinsik endogen
Adalah stain yang menyatu dengan struktur gigi dari arah dalam dan
dihubungkan dengan periode pekembangan gigi.
Macam macam stain instrinsik endogen yaitu :
1. Gigi yang pulpanya menjadi non vital
terjadi karena darah dan elemen jaringan pulpa dipecah akibat adanya
hemoragi didalam kamar pulpa, selanjutnya pigmen hasil dari dekomposisi
hemoglobin dari jaringan pulpa berpenetrasi ke dalam tubuli dentin.
2. Pewarnaan tetrasiklin
Pewarnaan terjadi dapat bersifat generalisata atau terbatas pada beberapa
gigi yang sedang mengalami perkembangan pada saat pemberian obat
tersebut
3. Perkembangan gigi yang tidak sempurna
disebabkan oleh faktor2 genetika yang abnormal ( amelogenesis
imperfekkta, dentinogenesis imperfecta, hipoplasia enamel) atau pengaruh
lingkungan selama perkembangan gigi (fluorosis gigi)
4. Gangguan sistemik lain
co. jaundice yang lama dapat menyebabkan giginya nanti berwarna
kekuningan atau kehijauan, eritroblastosis fetalisdapat menyebabkan
pewarnaan hijau, coklat atau kebiru-biruan.
Stain instrinsik eksogen
adalah stain instrinsik yang sumbernya berasal dari luar gigi.
contoh : bahan tambal amalgam, obat-obatan perawatan pulpa dan
obat-obatan lain
Kalkulus
Kalkulus merupakan suatu massa yang mengalami kalsifikasi yang
terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi.
Kalkulus adalah plak yang terkalsifikasi
Jenis kalkulus, berdasarkan hubungannya terhadap margin gingival
yaitu :
1. Kalkulus supra gingival
adalah kalkulus yang melekat pada permukaan mahkota gigi mulai dari
puncak margin gingiva dan dapat dilihat.
berwarna putih kekuningan, dapat mudah lepas dg scaler
2. Kalkulus sub gingiva
adalah kalkulus yang berada dibawah batas margin gingiva, biasanya
pada saku gusi dan tidak terlihat pada pemeriksaan, harus
menggunakan probe atau sonde explorer.
berwarna coklat tua atau hijau kehitam-hitaman dan melekat erat pada
permukaan gigi.
Proses terjadinya kalkulus
mengendapnya garam garam mineral ke dalam plak terjadi beberapa
jam setelah deposisi plak, biasanya berlangsung 2-14 hari setelah
terbentuknya plak.
mineral pada kalkulus supragingiva berasal dari saliva, sedangka
mineral pada kalkulus subgingiva berasal dari eksudat cairan gingival.
Komposisi
kalkulus terdiri dari :
1. komponen anorganik (70-90%), yaitu ; kalsium, phospor, magnesium,
dll
2. komponen organik, yaitu campuran protein-polisakarida kompleks, sel
epitel yang terdeskuamasi, leukosit dan mikroorganisme
Perlekatan kalkulus
1. Dengan bantuan acquired pellicle
2. Dengan adanya penetrasi kedalam sementum dan dentin
3. Pada daerah sementum dan dentin yang resorpsi atau resesi
4. Interlocking atau saling menguncinya antar kristal
Sekian dan Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai