Anda di halaman 1dari 20

TRAUMA KIMIA

Fakultas Kedokteran
Universitas Lampung
Definisi

Trauma pada organ luar maupun organ dalam


tubuh yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia
yang merupakan asam kuat atau basa kuat.

Trauma yang disebabkan bahan kimia


biasanya disebabkan akibat dari kecelakaan
industri, terutama pabrik yang menggunakan
kimia dalam jumlah besar.
AMONIAK
Basa anorganik
Korosif
Dapat terbakar
Digunakan dalam pembuatan asam nitrat,
sebagai bahan peledak, serabut sintetik ,
fertilizers dalam refrigeration, dalam
industri kimia.
Bahaya utama terhadap kesehatan: luka
bakar pada saluran pernafasan, kulit, mata,
membran mukosa.
Paparan jangka pendek
Keracunan akut

Terhirup
Konsentrasi 5 ppm gas amonia menyebabkan iritasi ringan
Konsentrasi 9-50 ppm menyebabkan hidung kering, kelelahan
saraf (olfactory fatigue), dan iritasi yang tidak parah
Konsentrasi 150 ppm menyebabkan spasma laringeal.
Paparan 700 ppm menyebabkan iritasi sedang; 1500 10.000
ppm menyebakan dyspnea, batuk, kejang, nyeri dada, dahak
berbusa berwarna pink (pink frothy sputum), asfiksia dan
tertundanya edema paru yang berakibat fatal.
Keracunan akut

Kontak dengan kulit


Kontak secara langsung dengan cairan atau konsentrasi uap yang tinggi
(>30.000 ppm amonia) menyebabkan nyeri yang berat, area yang terkorosif
lembut, seperti agar-agar, dan nekrosis .

Kontak dengan mata


Kontak dengan cairan atau konsentrasi uap yang tinggi (>2500 ppm
amonia) mungkin menyebabkan iritasi, pembengkakan pada kelopak mata,
lakrimasi, edema palpebral, meningkatnya tekanan pada intraokular, pupil
semi oval melebar yang menetap, ulser pada korneadan kebutaan,
kemungkinan permanen.

Tertelan
Terjadi efek saluran pencernaan, seperti muntah
dan diare.
ASAM FORMIAT (ASAM
SEMUT)
Asam karboksilat
Bentuk cairan, tidak berwarna, mudah terbakar,
berbau tajam, berasa asam dan korosif.
Banyak digunakan sebagai dekalsifier, digunakan
dalam pecelupan warna kain wol, electroplating,
menggumpalkan lateks karet, regenerasi karet tua,
penyamakan kulit ; digunakan dalam pembuatan asam
asetat, format selulosa, resin fenolik, dan oksalat;
digunakan dalam pencucian baju, tekstil, insektisida,
pendingin, industri kertas, dan di industri obat.
Paparan jangka pendek
Keracunan akut

Terhirup
Dapat menyebabkan edema paru (4), iritasi dan luka bakar
pada saluran napas.
Kontak dengan kulit
Menyebabkan iritasi kulit dan luka bakar. Terpapar larutan
pekat bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit berat.
Dapat diserap oleh kulit. Dapat menyebabkan eritema dan
lepuh.
Keracunan akut

Kontak dengan mata


Menyebabkan iritasi dan luka bakar pada mata. Dapat
menyebabkan edema kornea, ulkus, dan scaring.

Tertelan
Menyebabkan iritasi saluran cerna dan luka bakar yang
disertai nyeri perut, muntah, dan kemungkinan kematian.
Dapat menyebabkan ulkus, perdarahan, dan nekrosis saluran
cerna
NATRIUM HIDROKSIDA (SODA
API)
SODIUM META BISULFIT
Garam inorganik
Padatan, berupa serbuk kristalin, serbuk solid,
kristal solid. Berwarna putih kecoklatan, tidak
berbau atau berbau sulfur.
Sodium sulfit dapat mengiritasi mata, kulit,
saluran pernafasan, dan saluran pencernaan.
Dapat menyebabkan alergi kulit dan reaksi
sensitisasi pernafasan.
Paparan jangka pendek
Keracunan akut

Terhirup
Menyebabkan iritasi pada membran mukosa. Inhalasi sodium sulfit dapat
menyebabkan reaksi simpang, termasuk bronkospasma pada individu
yang rentan, terutama pengidap asma. Gejala dapat meliputi kulit
kemerahan, bersin yang parah, pembengkakkan pada tenggorokan dan
langit-langit mulut, serta gatal yang menyeluruh.
Kontak dengan kulit
Kontak langsung dapat menyebabkan iritasi dan dermatitis kontak,
menyebabkan gatal dan rasa terbakar. Beberapa sulfit dapat menyebabkan
sensitisasi dermatitis pada individu yang sebelumnya pernah terpapar.
Keracunan akut

Kontak dengan mata


Kontak langsung dapat menyebabkan iritasi, kemerahan,
gatal, dan rasa terbakar.

Tertelan
Dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan dengan
nyeri abdomen, nausea, muntah, dan diare.
Pertolongan Pertama

Terhirup
Bila aman memasuki area, segera pindahkan dari area pemaparan. Bila
perlu, gunakan kantong masker berkatup atau pernafasan penyelamatan.
Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Tertelan
Jangan sekali-kali merangsang muntah atau memberi minum bagi pasien
yang tidak sadar/pingsan. Bila terjadi muntah, jaga agar kepala lebih rendah
daripada panggul untuk mencegah aspirasi. Bila korban pingsan, miringkan
kepala menghadap ke samping. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas
kesehatan terdekat.
Pertolongan Pertama

Kontak dengan kulit

Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat.


- Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin atau hangat
serta sabun minimal 10 menit.
- Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau kertas secara
lembut. Jangan digosok.
- Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi atau muntahannya dan
buanglah dalam wadah/plastik tertutup.
- Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan menggunakan sarung
tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya.
- Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.
Pertolongan Pertama

Kontak dengan mata

- Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan miring ke sisi mata
yang terkena atau terburuk kondisinya.
- Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan sejumlah air
bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% diguyur perlahan selama 15-20 menit atau
sekurangnya satu liter untuk setiap mata.
- Hindarkan bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya.
- Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit.
- Jangan biarkan pasien menggosok matanya.
- Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah sakit atau
fasilitas kesehatan terdekat dan konsul ke dokter mata.
Pencegahan

Ventilasi: Sediakan sistem ventilasi penghisap udara setempat.


Ventilasi harus tahan ledakan jika terjadi konsentrasi bahan yang
akan meledak. Pastikan dipatuhinya batas paparan yang sudah
ditentukan.
Proteksi mata: Gunakan kaca mata pengaman tahan percikan.
Sediakan kran pencuci mata untuk keadaan darurat serta
semprotan air deras dekat dengan area kerja.
Pakaian: Gunakan pakaian pelindung yang tahan bahan kimia.
Sarung tangan: Gunakan sarung tangan pelindung yang tahan
bahan kimia.
Escape: Setiap masker gas yang memberikan perlindungan
terhadap uap organik dan partikulat.
This presentation was created by FPPT.com
Click here to get free presentation templates and slide designs.