Anda di halaman 1dari 35

PORTOFOLIO

TUBERCULOSIS PARU dengan DIABETES MELITUS

Oleh :

dr. Gusti ratih permatasari

Pendamping :

dr. Rina handayani


PENDAHULUAN

Semakin tingginya angka penderita


tuberculosis paru dengan diabetes

Alasan melitus
Terdapat interaksi obat antara kedua
penyakit

Penegakan diagnosa TB Paru dengan DM


Tata laksana pasien TB Paru dengan DM
Tujuan Edukasi tentang pengobatan kedua
penyakit
ANAMNESIS
Identitas :

NY. H, 38 tahun, SMA, IRT,


Kristen, Jawa, Villa Taman
Bandara

Status gizi : bb/tb2 : 59/2,72


: 21 (gizi cukup)
KELUHAN UTAMA :

BATUK 1,5 BULAN


ANAMNESIS

Sejak 2 bulan yang lalu : Sejak 1,5 bulan yang lalu :


Sering lapar, sering makan Batuk, badan hangat
dan ngemil
Sudah berobat 3 kali,
Berat badan tidak diberi antibiotik, di klinik
bertambah malah menurun
tetapi tidak sembuh
Sering haus, sering minum,
sering BAK Pasien periksa ke RSP
Respira Yogyakarta hasil
Pasien berpikir sendiri rontgen dan BTA (+) TB
bahwa dirinya terkena DM Paru aktif.
karena gejala sama dengan
kaka dan ibunya Pasien ikut kakaknya ke
Konsumsi metformin Jakarta sehingga
sendiri saat makan pengobatan paru dilakukan
banyak. di Jakarta.
ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat kontak tidak jelas, riwayat penyakit yang lain disangkal
oleh pasien

Riwayat Penyakit Keluarga


Ibu dan kakak pasien terkena penyakit DM, penyakit yang lain
disangkal

Riwayat Kebiasaan
Pasien tidak merokok, tidak minum alkohol
ANAMNESIS

Riwayat Pengobatan
Sudah berobat di klinik diberi antibiotik tetapi batuk tidak kunjung
sembuh, minum metformin sendiri tanpa rersep dokter

Riwayat Pernikahan
Menikah 1 kali saat usia 24 tahun dengan seorang karyawan swasta

Riwayat Lingkungan sosial dan fisik


Seorang ibu rumah tangga, tinggal dengan suami dan 2 orang anak, dan
menggunakan jaminan BPJS untuk berobat.
ANALISA
Gejala Respiratotik :
Batuk 3 minggu
Batuk darah
Sesak napas
Nyeri dada Pada Pasien :
Batuk 1,5 bulan
Demam
TB Paru
Berat badan menurun
Gejala sistemik : (3 kg)
Demam
Malaise, keringat
malam, anoreksia,
berat badan
menurun
ANALISA

Gejala Klasik
Diabetes Melitus : Pada Pasien :
Poliuria Sering lapar
polidipsi Sering haus
polifagia penurunan Sering BAK
berat badan yang Sering mengantuk
tidak dapat Berat badan turun
dijelaskan sebabnya
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Tanda Vital :

Kesan Sakit : Sakit sedang Suhu : 37oC


Kesan gizi : Gizi cukup Nadi :90 x/menit,
Kesadaran : Compos volume cukup, irama
mentis teratur
Tekanan darah : 110/70
mmHg
Pernafasan : 20x/menit,
irama teratur
PEMERIKSAAN FISIK
S T A T U S G E N E R A L I S
Normosefali
Kepala Deformitas (-)

CA -/-
Mata SI -/-

KGB dbn
Leher Tiroid dbn

Rh +/-
Thorax
Supel, bising usus (+), nyeri tekan (-)
Abdomen

Extremitas Oedem -/-, akral hangat


ANALISA

Dari pemeriksaan fisik hanya didapatkan kelainan


berupa rhonki +/-.
Pada kasus tuberculosis paru, rhonki terjadi karena
adanya inflamasi dari bronchus yang menghasilkan
sekret, ketika sekret dilalui udara dalam saluran
pernapasan maka akan dihasilkan bunyi rhonki.
Inflamasi bronkus dalam kasus ini mengarahkan adanya
infeksi paru.
Pemeriksaan Penunjang
Hasil bta sputum
Tanggal 18 Maret 2017 didapatkan hasil
BTA sputum (Pagi-Sewaktu-Pagi) positif
satu.
Diagnosa
Definitif

Hasil pemeriksaan GDP GDPP, Urine


Reduksi
Interpretasi rontgen thoraks : Terdapat
Didapatkan hasil GDP : 208 mg/dl, GDPP
bercak infiltrat di apeks paru kanan
: 302 mg/dl, Urine reduksi : +3
Kesan : TB Paru aktif kanan
Hasil Pemeriksaan Laboratorium dari RSP
Respira :
LED : 82 mm/jam Konsensus DM
Cholesterol : 230 mg/dl
Dx DM : GDP 126
mg/dl dan GDPP
200 mg/dl
ANALISA

Pemeriksaan BTA sputum : hasil positif, menggambarkan


adanya kuman TB di dalam dahak pasien. Hasil BTA ini
bisa menjadi dasar diagnosa definitif TB Paru.
Hasil GDP, GDPP dan Urine reduksi positif terjadi
peningkatan gula darah dan adanya gula di dalam urine,
hal ini mendukung diagnosa ke arah Diabetes Melitus
Pemeriksaan rontgen paru jelas didapatkan bercak
infiltrate dan kesan TB Paru aktif kanan. Ini mendukung
diagnosa TB Paru.
Hasil pemeriksaan cholesterol : didapatkan peningkatan
cholesterol, hal ini menjadi diagnosa tersendiri dan
menambah faktor resiko penyakit pada pasien
DIAGNOSIS

TB PARU dengan
DIABETES MELITUS

Hypercholesterolemia
DASAR DIAGNOSIS

Dinilai dari gejala klinis dan pemeriksaan fisik serta


hasil pemeriksaan penunjang.
TB Paru : BTA (+) dan Pemeriksaan rontgen kesan TB
Paru aktif
Diabetes melitus : Terjadi peningkatan kadar GDP >126
mg/dl dan GDPP > 200 mg/dl
Cholesterol : hasil > 200 mg/dl
Tuberculosis Paru Tidak ada riwayat
dengan DM penyakit
Hypercholesterolemia

KLINIS BIOLOGIS

Tidak ada masalah Tidak ada masalah


psikologis sosial

PSIKOLOGIS SOSIAL

DIAGNOSIS
Holistik
FDC OAT Dewasa fase Tidak ada
awal kategori 1
Metformin 3x1
Simvastatin 1x1
KLINIS BIOLOGIS

Tidak ada Tidak ada

PSIKOLOGIS SOSIAL

PENANGANAN
PENJELASAN
PA S I E N d a n K E L U A R G A

Diagnosa
Masalah dan Risiko
Jalan keluar
Terapi
PENJELASAN

Edukasi pada pasien mengenai aturan minum obat TB


Paru dan obat DM, lama pengobatan serta efek samping
Edukasi mengenai penggunaan masker, menutup mulut
saat batuk, membuka pintu jendela rumah ,
menjauhkan diri dari bayi dan balita
Kepada keluarga pasien agar ada yang menjadi
pengawas minum obat.
Gaya hidup yang sehat untuk penderita diabetes melitus
Menghindari makanan yang tinggi kolesterol
Pengertian TB Paru
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium
Tuberculosis
Patogenesis
Kasus Baru

Kasus Kambuh

Klasisfikasi Kasus Pindahan


TB Paru Kasus Lalai
berobat

Kasus Gagal

Kasus Kronik

Kasus Bekas TB
PENJELASAN
TUBERCULOSIS PARU
dengan
DIABETES MELITUS TIPE 2
Perubahan Pertahanan Paru

Terjadi perubahan patologis berupa penebalan epitel


alveolar dan lamina basalis kapiler paru akibat dari
mikroangiopati.
Penurunan elastisitas rekoil paru, penurunan difusi
karbon monoksida, peningkatan endogen karbondioksida
Kejadian infeksi paru pada penderita DM akibat
kegagalan sistem pertahanan tubuh, untuk paru
terdapat gangguan fungsi pada epitel pernapasan dan
juga motilitas silia.
Gangguan kemotaksis dan fagositosis pada makrofag dan
monosit
Hubungan TB Paru dengan DM

Diabetes Kegagalan
Kuman TB
Melitus Sistem TB Paru
masuk
Tipe 2 Imun
Konsekuensi Terapi

Interaksi farmakologis antara terapi TB dengan DM


Peningkatan resiko hepatotoksi
Penderita TB dengan DM mendapatkan terapi TB paru
sesuai dengan penderita TB yang lain
Yang harus dipikirkan adalah pemilihan terapi diabetes
pada TB Paru. Sejauh ini yang bisa menjadi pilihan
adalah Metformin dan Insulin.