Anda di halaman 1dari 29

Industri Pupuk

{ Kelompok 6
Anggota
M. MisbahulAlim (1531010158)
Wahyu Ajis Kurniawan (1531010171)
Dika Restu Akbar (1531010183)
Dimas Baskoro Hadi U. (1531010194)
Nina Sari Prabowo (1531010197)
Latar Belakang

Indonesia adalah negara agraris yang memiliki sumber alam


melimpah dan tenaga kerja yang banyak, sehingga sektor pertanian
merupakan prioritas utama yang mendapat perhatian dari Pemerintah.
Dalam sektor pertanian, salah satu faktor penunjang hasil pertanian adalah
penggunaan pupuk. Pupuk merupakan salah satu input yang sangat
esensial dalam proses produksi pertanian. Usaha pertanian modern
termasuk dalam usaha kehutanan semakin tergantung pada pemakaian
pupuk. Hal ini sejalan dengan usaha peningkatan produksi pertanian
melalui penggunaan varietas unggul yang membutuhkan pupuk lebih
banyak. Tanpa pupuk, penggunaan input lainnya seperti benih unggul, air
dan tenaga kerja, hanya akan memberikan manfaat minimal
sehingga produktifitas pertanian dan pendapatan petani akan rendah.
Sejarah Penggunaan Pupuk

Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya


merupakan bagian daripada sejarah pertanian.
Penggunaan pupuk diperkirakan sudah
dimulai sejak permulaan manusia mengenal
bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang
lalu. Pada abad ke- 17 awal, seorang ahli kimia
jerman belanda Johann Glauber (c. 1604 -
1670), mengembangkan pupuk mineral
pertama, yang terdiri sendawa, kapur, asam
fosfat, nitrogen, dan kalium.
Penggolongan Pupuk
Berdasarkan Sumber Bahan

1. Pupuk Organik
2. Pupuk Anorganik
Pupuk Organik

Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari sisa-sisa


makhluk hidup yang diolah dengan proses pembusukan
(dekomposisi) oleh bakteri pengurai dari hewan maupun
tumbuhan.
Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah pupuk yang melalui


proses pengolahan oleh manusia atau oleh pabrik
dengan cara meramu berbagai bahan kimia
sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi.
Berdasarkan Bentuk Fisik

1. Pupuk Padat

2. Pupuk cair
Berdasarkan Kandungannya

1. Pupuk Tunggal

Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya


satu macam. Biasanya berupa unsur hara makroprimer.

2. Pupuk Majemuk

Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara.
Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran,
beberapa jenis unsur hara dapat diberikan.
Proses Pembuatan Pupuk
Pupuk Urea

Bahan baku dalam pembuatan pupuk urea adalah gas


CO2 dan NH3 cair yang dipasok dari pabrik amoniak.

Proses pembuatan pupuk urea dibagi menjadi 6 unit. Unit-


unit proses tersebut adalah :

1) sintesa unit
2) purifikasi unit
3) kristalizer unit
4) prilling unit
5) ecovery unit
6) condesat treatment unit.
Pembuatan Pupuk Urea

1. Sintesa Unit

Pada seksi ini urea diproduksi dari hasil reaksi antara CO2 (gas) dengan
NH3 (cair) dalam reaktor urea .CO2 dan NH3 direaksikan dalam reaktor
ini akan menghasilkan ammonium karbamat (reaksi eksoterm) dan
kemudian diikuti oleh dehidrasi dari Ammonium Karbamat membentuk
urea.

2NH3 + CO2 < ===> NH2COONH4

NH2COONH4 <===> NH2CONH2 + H2O


(Ammonium Karbamat) (Urea)
Pembuatan Pupuk Urea

2. Purifikasi Unit
Unit ini bertujuan untuk memisahkan urea dari hasil reaksi di
Reaktor Urea yaitu Urea, Air, Biuret, Ammonium Karbamat
dan ekses amoniak. Prinsip proses dari Seksi Dekomposisi ini
adalah memanaskan dan menurun kan tekanan, sehingga
Ammonium Karbamat terurai menjadi gas NH3 dan CO2
menurut reaksi sebagai berikut :

NH2COONH4 <===> 2NH3 + CO2


(Ammonium Karbamat) (Amoniak)
Pembuatan Pupuk Urea

3. Kristalliser Unit
Larutan Urea setelah dipisahkan dari karbamat di
Seksi Dekomposisi, divakumkan dengan Crystalizer
kemudian kristal Urea dipisahkan oleh Centrifuge.
Kristal urea dikeringkan dengan udara panas
kemudian dikirim ke priling Tower melalui Fuidizing
Dryer. Selanjutnya kristal urea dilelehkan di Melter
dan mengalir melalui distributor. Selanjutnya untuk
mendapatkan Urea dalam bentuk butiran kecil, keras
dan padat maka kristal Urea yang dilelehkan ini
dialirkan melalui nozel nozel kecil pada bagian atas
Prilling Tower sedangkan pada bagian bawahnya
dihembuskan udara dingin sehingga lelehan Urea
yang jatuh dari atas akan membeku menjadi butiran
urea keras dan padat saat sampai dibawah.
Pembuatan Pupuk Urea

4. Rilling Unit

Kristal urea kluaran pemutar sentrifugal dikeringkan


dengan udara panas kemudian dikirimkan ke bagian atas
prilling tower untuk dilelelehkan dan didistribusikan merata
ke distributor, dan dari distributor dijatuhkan ke bawah
sambil didinginkan oleh udara dari bawah dan
menghasilkan produk urea butiran (prill). Produk urea
dikirim ke bulk storage dengan belt conveyor.
Pembuatan Pupuk Urea

5. Recovery Unit

Gas amoniak dan gas karbon dioksida yang dipisahkan di bagian purifikasi
diambil kembali dengan 2 langkah absorbsi dengan menggunakan mother liquor
sebagai absorben kemudian di recycle kembali ke bagian sintesa.
Pembuatan Pupuk Urea

6. Condensat Treatment Unit

Uap air yang menguap dan terpisahkan di bagian kristaliser


didinginkan dan dikondensasikan. Sejumlah kecil urea, NH3 dan
CO2 kemudian diolah dan dipisahkan di stripper dan hidroliser.
Gas CO2 dan gas NH3 dikirim kembali ke bagian purifikasi
untuk direcover sedang air kondenatnya di kirim ke utilitas.
Flow Sheet Pembuatan Pupuk Urea
Pupuk NPK(Nitrogen-Phosfor-Kalium)

Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau


padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor,
dan kalium. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk
majemuk yang paling umum digunakan.

Komponen utama dari pupuk NPK adalah senyawa


Monoammonium Phosphate (MAP) dan Diammonium
Phosphate (DAP).

Proses reaksi pembuatan MAP dan DAP dilakukan pada reaktor


preneutralizer yang selanjutnya diproses pada granulator dan
dikeringkan di rotary dryer. Dengan reaksi sebagai berikut :
NH3 + H3PO4 NH4H2PO4
(Amonia) (Asam fosfat) (MAP)
NH3 + NH4H2PO4 (NH4)2HPO4
(Amonia) (MAP) (DAP)
Tahapan Proses Pembuatan
Pembuatan Pupuk NPK

1. Pengumpanan Bahan Baku


Cara pengumpanan dilakukan dengan bantuan sistem konveyor
menggunakan belt dan elevator. Urea, ZA, KCl, dan Filler dapat
diumpankan ke dalam hopper kecil menggunakan payloader. Bahan baku
yang melewati belt conveyor pertama akan terlebih dahulu melewati filter
magnetik untuk mengambil benda-benda yang berupa logam yang
terikut dalam bahan baku.
Pembuatan Pupuk NPK

2. Persiapan Slurry dan proses granulasi


Peralatan utamanya adalah Plug Mill berupa double srew
conveyor tang berfungsi mencampur bahan baku dan bahan
padat daur ulang hingga homogen. Asam sulfat, steam dan
amoniak bisa ditambahkan sehingga terjadi proses granulasi awal
untuk menaikkan produkstivitas unit granulasi. Reaksi netralisasi
antara asam fosfat dan amoniak utamanya terjadi di pipe
reactor yang terpasang pada sisi inlet granulator sehingga slurry
(ammonium fosfat) suhu 120-150 oC tertuang langsung ke
lapisan bahan padat di dalam granulator.

Reaksi yang terjadi :


NH3 (l) + H3PO4 NH4H2PO4
Amonia asam fosfat (MAP)
NH3(l) + NH4H2PO4 (NH4)2HPO4
Amonia (MAP) (DAP)
Pembuatan Pupuk NPK

3. Granulasi
Alat utamanya adalah granulator yang berfungsi untuk
membuat granul phonska akibat terjadinya reaksi kimia dan
fisis antara bahan baku yang berbeda-beda. Semua bahan baku
dan daur ulang diumpankan ke granulator. Asam sulfat
diumpankan juga ke granulator pada lapisan padatan yang beraksi
dengan sebagian amoniak cair.

Reaksi yang terjadi :


NH3 + H2SO4 (NH4)2SO4
(Amonia) (Asam sulfat) (Amonium Sulfat)
Pembuatan Pupuk NPK

4. Pengeringan dan Pengayakan Produk

Alat yang digunakan adalah Dryer. Dryer ini akan


mengeringkan padatan keluaran granulator hingga kadar
air sedikit, menggunakan udara pengering.

Produk kering diumpankan ke exit dryer conveyor. Dari


situ produk diumpankan ke screen feed elevator, yang akan
membawa produk ke penyaring / process screen.

Produk dengan ukuran yang sesuai (onsize) dari


penyaring diumpankan langsung ke small recycle
regulator bin. Produk oversize yang telah dipisahkan
dijatuhkan secara gravitasi ke dalam Crusher untuk di
hancurkan dan hasil produk dari crusher kembali ke
granulator melalui recycle drag conveyor.
Pembuatan Pupuk NPK
5. Perlakuan Produk Akir
Produk onsize diumpankan ke polishing screen untuk
memisahkan produk halus . Selanjutnya produk masuk
fluid bed cooler . Produk ini kemudian diumpankan ke
coater untuk pelapisan produk dengan coating agent
agar tidak menggumpal, yang selanjutnya dikirim ke
gudang produk dengan spesifikasi bentuk granul.
Flow sheet pupuk phonska
Perbedaan Pupuk Urea dan NPK
Pupuk Urea
1. Pupuk urea mengandung nitrogen (N) berkadar tinggi.
2. Pupuk urea digunakan untuk meningkatkan unsur nitrogen
dalam tanah.

Pupuk NPK

1. pupuk NPK tidak hanya mengandung nitrogen (N)


tetapi juga mengandung kalium (K) dan juga fosfor (P).
2. pupuk NPK dianjurkan untuk tanaman yang
membutuhkan banyak asupan nutrisi.
Terimakasih