Anda di halaman 1dari 16

KONSEP

PROMOSI
KESEHATAN
Capaian Pembelajaran MK
Memahami konsep pendidikan kesehatan dan
promosi kesehatan bagi klien
Pokok Bahasan

Konsep dan Prinsip


Pendidikan Kesehatan (Health Education)?
Promosi Kesehatan (Health Promotion)..?
Pergeseran Konsep
Pendidikan Kesehatan Promosi Kesehatan
(Health Education) (Health Promotion)

Melakukan Penyuluhan/pemberian
informasi Segala bentuk kombinasi pendidikan
kesehatan dan intervensi yg terkait
dengan ekonomi, politik &
organisasii yang dirancang untuk
Memberikan Pengetahuan Saja memudahkan perubahan perilaku
Masyarakat Mau (Willingness) dan lingkungan yang kondusif bagi
Belum Memampukan (Ability) kesehatan (Lawrence Green, 1984)
Upaya memasarkan,
Penyebarluasan,
Memperkenalkan

Prog. KesPend.Kes
Promosi
Kesehatan
(Health Promotion)
Bagian dari
Five Level Prevention
Five Level Prevention (Leavel and
Clark)

1. Health Promotion
2. Specific Protection (perlindungan
spesifik)
3. Early Diagnosis and Prompt
Treatment (Diagnosis dini &
pengobatan segera)
4. Disability Limitation (Mengurangi
kecacatan)
5. Rehabilitation (Pemulihan)
Faktor yang mempengaruhi
derajat Kesehatan
Hendrik L. Blum (1974) mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi
kesehatan, baik individu, kelompok, maupun masyarakat menjadi 4 faktor.
Berturut-turut besarnya pengaruh 4 faktor tersebut dari yang terbesar hingga
terkecil adalah sebagai berikut :

a) Lingkungan (environment), yang mencakup lingkungan fisik, sosial,


budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya.
b) Perilaku (behavior)
c) Pelayanan kesehatan (health services)
d) Keturunan (heredity)

Keempat faktor tersebut tidak berdiri sendiri melainkan saling mempengaruhi.


Promosi kesehatan merupakan bentuk intervensi terhadap perilaku. Namun
demikian, ketiga faktor yang lain (lingkungan, pelayanan kesehatan, dan
keturunan) juga memerlukan intervensi promosi kesehatan.
Faktor yang mempengaruhi
Menurut Lawrence Green (1980),
perilaku
perilaku ditentukan oleh 3 faktor determinan, yaitu:
Faktor predisposisi (predisposing factors) : faktor yang dapat mempermudah atau
mempredisposisi terjadinya perilaku, yakni pengetahuan dan sikap seseorang atau
masyarakat.
Kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan untuk faktor ini adalah dalam bentuk
pemberian informasi atau pesan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.
Faktor pemungkin (enabling factors) : faktor pemungkin atau pendukung (enabling)
perilaku, yakni fasilitas, sarana, atau prasarana yang mendukung terjadinya perilaku
seseorang atau masyarakat.
Kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan untuk faktor pemungkin (enabling)
adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengorganisasian masyarakat
(community organization) dan pengembangan masyarakat (community
development).
Faktor penguat (reinforcing factors) : faktor penguat bagi terjadinya perilaku
seseorang atau masyarakat : yakni peran tokoh masyarakat, peraturan, undang-
undang, surat keputusan.
OTTAWA CHARTER 1986
Ottawa Charter menetapkan 3 strategi dasar promosi kesehatan,
yaitu : Advokasi (advocacy), Bina Suasana (mediating) , dan
Pemberdayaan Masyarakat (enabling all people to achieve their full
health potential).

3 strategi dasar tersebut didukung oleh 5 prioritas area kegiatan (5


pilar) yaitu :
Membangun kebijakan yang berwawasan kesehatan
Menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung
kesehatan
Memperkuat gerakan masyarakat di bidang kesehatan
Meningkatkan ketrampilan individu, dan
Reorientasi pelayanan kesehatan
TUJUAN STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
ADVOKASI, BINASUASANA, GERAKAN PEMBERDAYAAN

ADVO- BINA- G.PEMBER-


KASI SUASANA DAYAAN

PEMBUAT ORG,LS,TOMA KELUARGA& MASYARAKAT


KEBIJAKAN TOAG (Sasaran
Sekunder)
LINGKUNGAN UMUM
((Sasaran Tersier)

KEPEDULIAN, PEMAHAMAN, KEMAMPUAN, TINDAKAN,


TINDAKAN TINDAKAN PERILAKU KEBERSAMAAN

DUKUNG- KETER- KEMANDI- GERAKAN


AN LIBATAN RIAN MASY.
09/10/17 promkes
PROMKES
Berdasarkan aspek pelayanan kesehatan
promosi kesehatan mencakup 4 pelayanan, yaitu :

1. Promosi Kesehatan pada tingkat promotif


Sasaran promosi kesehatan pada tingkat pelayanan promotif
adalah pada kelompok orang sehat, dengan tujuan agar
mereka mampu meningkatkan kesehatannya.

2. Promosi Kesehatan pada tingkat preventif


Sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adlh kelompok
yang berisiko tinggi (high risk), misalnya kelompok ibu hamil
dan menyusui, para perokok, kelompok obesitas/kegemukan.
Tujuan promosi kesehatan pada tingkat ini adalah untuk
mencegah kelompok-kelompok tersebut agar tidak jatuh sakit
atau terkena sakit (primary prevention).
3. Promosi Kesehatan pada tingkat kuratif
Sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adalah para
penderita penyakit (pasien), terutama penderita penyakit kronis
spt : asma, diabetes mellitus, tuberculosis, dsbnya. Tujuan agar
kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut tidak menjadi
lebih parah (secondary prevention).

4. Promosi Kesehatan pada tingkat rehabilitatif


Promosi kesehatan pada tingkat ini mempunyai sasaran
pokok yaitu kelompok penderita atau pasien yang baru sembuh
(recovery) dari suatu penyakit. Tujuan agar mereka segera
pulih kembali kesehatannya, dan atau mengurangi kecacatan
seminimal mungkin. Dengan kata lain, promosi kesehatan pada
tahap ini adalah pemulihan dan mencegah kecacatan akibat
penyakitnya (tertiary prevention).

Ruang Lingkup Promosi Kesehatan

Ruang Lingkup Promosi Kesehatan pada :


1.Tatanan keluarga (Rumah Tangga)
2.Tatanan Sekolah
3.Tempat Kerja
4.Tempat Umum
5.Institusi Pelayanan Kesehatan
Teknik dan Metode
Individu : konseling
Kelompok :
kelompok kecil (6-15 orang) : disko, bola
salju, role play, simulasi lembar balik, flip
chart, alat peraga, slide
kelompok besar (15-50 orang) : ceramah,
seminar Film, OHP
Massal : ..?