Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 1 :

Nur Fajrah
Rizka Handayani
Selfiyanti
Penyakit SARS pertama kali ditemukan dikota
Gangzhou , provinsi Guangdong , RRC pada bulan
November 2002. Setelah berjangkit di Hongkong pada
bulan februari , virus SARS kemudian merambah ke
lebih 20 negara di empat benua dengan jumlah
penderita 2400 orang sedangkan korban yang tewas
mencapai 800 an orang.
Menurut WHO , selama wabah SARS 2003 total
8,098 orang diseluruh dunia adalah muak dengan
SARS dan 774 meninggal dan secara keseluruhan kasus
tingkat kematian sekitar 10% dan tertinggi 50% pada
mereka lebih dari 60 tahun usia
SARS (Servere Acute Respiratory
Syndrome) merupakan suatu penyakit yang
serius yang disebabkan oleh infeksi virus pada
paru yang bersifat mendadak dan menunjukkan
gejala gangguan pernafasan pasien yang
mempunyai riwayat kontak dengan pasien
SARS.
Dua virus yang pertama kali dicurigai sebagai penyebab
SARS adalah Paramyxxovirus dan Coronavirus.Dan terakhir
hanya Coronavirus yang diduga sebagai penyebab SARS. Proses
penularan SARS adalah berdasarkan droplet dan kontak.
Penularan fecal-oral juga mungkin terjadi melalui diare.SARS
juga bisa menyebar jika seseorang menyentuh secret atau
permukaan/obyek yang terinfeksius dan kemudian secara
langsung menyentuh mata, hidung atau mulut, juga melalui
batuk atau bersin dari pasien SARS. Setelah masuk ketubuh
manusia Coronavirus ini dapat menimbulkan infeksi saluran
pernafasan atas dan juga bawah sehingga mengakibatkan system
imunitas pernapasan menjadi turundan berakibat batuk yang
lama dan akan mengakibatkan kerusakan epitel dan gerakan silia
berkurang jika diteruskan akan mengakibatkan infeksi
bertambah berat.
Penyebab penyakit SARS disebabkan oleh Corona Virus
Family Paramoxyvridae yang pada pemeriksaan dengan
mikroskop electron.Virus ini stabil pada tinja dan urin pada
suhu kamar selama 1-2 hari dan dapat bertahan lebih dari 4 hari
pada penderita diare. Seperti virus lain, corona menyebar lewat
udara, masuk melalui saluran pernafasan, lalu bersarang di paru-
paru. Lalu berinkubasi dalam paru-paru selama 2-10 hari yang
kemudian menyebabkan paru-paru akan meradang sehingga
bernafas menjadi sulit. Metode penularannya melalui udara serta
kontak langsung dengan pasien atau terkena cairan
pasien.Misalnya terkena ludah (droplet) saat pasien bersin dan
batuk.Dan kemungkinan juga melalui pakaian dan alat-alat yang
terkontaminasi.
1. Gejala umum seperti flu
2. Temperature diatas 38oC
3. Adanya batuk ringan sampai berat (batuk yang
diasosiasikan dengan SARS cenderung batuk kering)
4. Satu/lebih gejala saluran pernapasan bagian bawah
yaitu batuk, napas pendek , kesulitan bernapas.
5. Sakit kepala, kaku otot, anoreksia, lemah, bercak
merahpada kulit,bingung dan diare
6. Gejala khas seperti gejala diatas menjadi semakin berat
dan cepat dan dapat menjadi peradangan paru
(pneumonia). Jika terlambat dapat meninggal. Masa
inkubasi 2-10 hari.
7. Satu/ lebih keadaan berikut (dalam 10 hari terakhir) :
- Ada riwayat kontak erat dengan seseorang yang
diyakini menderita SARS
- Sebelum sakit punya riwayat berpergian kedaerah
geografis yabg tercatat sebagai daerah dengan
penularan penyakit SARS
- Tinggal didaerah dengan transmisi lokal SARS
8. Suspek case SARS jika foto dada terbukti ditemukan infiltrate yang
sesuai dengan pneumonia atau sindrom distress pernapasan akut.
9. Atau ditemukannya coronavirus SARS dengan satu atau lebih
metode pemeriksaan laboratorium.
10. Atau pada otopsi ditemukan gambaran patologis
RDS tanpa sebab yang jelas.
1. Pada pemeriksaan fisik : dengan menggunakan stetoskop ,
terdengar bunyi pernafasan abnormal (seperti ronki atau
wheezing). Tekanan darah seringkali rendah dan kulit,bibir serta
kuku penderita tampak kebiruan (sianosis, karena kekurangan
oksigen)
2. Rontgen dada (menunjukkan adanya penimbunan cairan ditempat
yang seharusnya terisi udara)
3. CT-scan toraks menunjukkan gambaran Bronkiolitis Obleterans
Organizing Pneumonia (BOOP)
4. Pemeriksaan laboratorium.
- Pemeriksaan darah perifer lengkap
- Pemeriksaan SGOT/SGPT untuk mengetehaui fungsi hati
- Pemeriksaan tes antibody (lgG/lgM)
- Pemeriksaan molecular (PCR) pada specimen dahak,
feses dan darah perifer.
- Pemeriksaan deteksi antigen dan kultur virus
1. Biasakan hidup bersih dan cuci tangan sebelum dan
sesudah aktivitas.
2. Penderita harus memakai masker sampai 14 hari setelah 2
hari bebas panas dan terus berada dirumah. Dan keluarga
memakai masker setiap berdekatan dengan penderita
(sekitar 2 meter)
3. Jika ada keluarga yang menderita demam saat penderita
masih sakit maka segera rujuk kerumah sakit.
4. Jika memiliki peliharaan jagalah kebersihan dan kesehatan
peliharaan
5. Hindari kontak langsung dengan penderita yang menderita
SARS. Serta hindari berpergian kedaerah yang endemic
penyakit tersebut sebelum disterilkan serta selalu memakai
masker
6. Hindari menggunakan barang atau tempat makan
yang sama dengan penderita.
7. Desinfeksi kamar tidur dan kamar mandi penderita
secara berkala sampai sembuh. Serta membakar
sampah penderita untuk menghindari penularan
8. Selalu menutup mulut apabila batuk dan bersin
serta tidak meludah disembarang tempat
9. Ketahui gejala dan penyebabnya serta cara
menghindarinya atau tindakan pertama saat
menemukan gejala dari SARS.
1. Terapi supportif umum.
Bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh berupa nutrisi yang
adekuat, pemberian multivitamin dan lain-lain, seperti :
- Terapi oksigen
- Humidifikasi dengan nebulizer.
- Fisioterapi dada.
- Pengaturan cairan.
- Pemberian kortokosteroid pada fase sepsis berat.
- Obat inotropik.
- Ventilasi mekanis.
- Drainase empiema.
- Bila terdapat gagal nafas, diberikan nutrisi dengan
kalori cukup.
2. Terapi antibiotic.
Agen anti-bakteri secara rutin diresepkan untuk
SARS karena menyajikan fitur non-spesifik dan cepat tes
laboratorium yang dapat diandalkan untuk mendiagnosis
SARS-cov virus dalam beberapa hari pertama infeksi
belum tersedia.Antibiotic empiris yang sesuai dengan
demikian diperlukan untuk menutupi terhadap pathogen
pernafasan common per nasional atau pedoman
pengobatan lokal bagi masyarakat diperoleh atau
nosokomial pneumonia. Stelah mengesampingkan
pathogen lain, terapi antibiotic dapat ditarik. Selain efek
antibakteri mereka, beberapa antibiotik
immunomodulatory dikenal memiliki sifat, khususnya
quinolones dan makrolid.Efeknya pada kursus SARS
adalah belum ditentukan.
Hal-hal yang perlu dikaji pada pasien dengan SARS :
1. Kaji terhadap nyeri , takipnea , penggunaan otot aksesori ,
nadi cepat bersambungan , batuk , sputum purulen dan
auskultasi bunyi nafas untuk mengetahui konsolidasi.
2. Perhatikan perubahan suhu tubuh.
3. Kaji terhadap kegelisahan dan delirium dalam alkoholisme.
4. Kaji terhadap komplikasi yaitu demam berlanjut atau
kambuhan, tidak berhasil untuk sembuh, atelektasis , efusi
pleura, komplikasi jantung dan superinfeksi.
5. Faktor perkembangan pasien : umur, tingkat
perkembangan , kebiasaan sehari-hari , mekanisme koping,
kemampuan mengerti tindakan yang dilakukan.
6. Pengetahuan pasien atau keluarga : pengalaman terkena
penyakit pernafasan , pengetahuan tentang penyakit
pernafasan dan tindakan yang dilakukan.
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan
dengan obstruksi jalan nafas
2. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan
hiperventilasi
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen
4. Resiko kekurangan volume cairan