Anda di halaman 1dari 32

Inkompatibilitas terbagi atas:

Inkompatibilitas fisika
Inkompatibilitas kimia

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 2
Inkompatibilitas fisika adalah terjadinya
perubahan-perubahan yang tak diinginkan
pada waktu mencampurkan bahan obat tanpa
ada perubahan susunan kimianya.
Bahan obat yang dicampurkan tidak
memberikan suatu campuran yang homogen.

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 3
Meleleh dan menjadi lembabnya campuran
serbuk apabila dua macam serbuk kering
dicampurkan. Hal ini disebabkan antara lain
oleh:
penurunan titik lebur
penurunan tekanan uap relatif
bebasnya air hablur
Tidak dapat larut atau tidak dapat campurnya
dua sediaan
Peristiwa penggaraman yang terjadi akibat
pengurangan kelarutan dari bahan/obat
Peristiwa adsorpsi

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 4
Inkompatibilitas kimia adalah perubahan-
perubahan yang terjadi karena timbulnya
reaksi-reaksi kimia pada waktu
mencampurkan bahan-bahan obat yang
dapat disebabkan oleh hal-hal yang berbeda-
beda dan hasil reaksinya sangat beraneka
ragam.

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 5
Reaksi-reaksi dimana oleh karena
perubahan-perubahan dari kedua belah pihak
reaksi terbentuk suatu endapan yang tak
dapat larut
Reaksi-reaksi yang berasal dari pengaruh
zat-zat yang bereaksi asam atau basa
Reaksi-reaksi yang terjadi oleh karena
oksidasi atau reduksi
Reaksi perubahan warna
Tak tercampurkannya dengan sediaan
galenika
Bahan obat yang tidak stabil dalam larutan

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 6
Semua bahan obat asam
Golongan barbirurat
Benzaldehid
Bismuth subnitrat
Fenol
Zinci sulfat, zinci asetat, zinci chlorida
Ferrosi sulfat
Ferrosi lactat
Coffein citras
Aluminium sulfat
Larutan dari garam alkaloida
Ekstrak tumbuh-tumbuhan
septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 7
Aminofilin
Ammonia
Ammonium karbonat
Calsium oksida
Ephedrin
Hexamin
Magnesium oksida
Natrium asetat
Natrium karbonat
Natrium bikarbonat
Kalsium fenitoin

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 8
Acidum nitricum
Garam-garam besi (III)
Garam-garam raksa (II)
Garam-garam tembaga (II)
Iodium
Kalii chloras, kalii dichromas, kalii nitras, kalii
permanganas
Natrii nitras, natrii nitris, natrii perboras
Senyawa peroksida
Senyawa sulfit

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 9
Acidum ascorbicum
Acidum lacticum
Allobarbitalum
Senyawa bromida
Garam-garam besi (II)
Glycerinum
Iodida
Penisilin
Senyawa sulfida
Sulfur
Tetrachloretilen
septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 10
Inkompatibilitas yang menghasilkan produk
yang tidak diinginkan terdiri dari dua tipe:
permulaan berupa inkompatibilitas secara kimia
kemudian baru menghasilkan inkompatibilitas
secara terapi

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 11
R/ Menthol 6
Camphor 5
Zinc. oxyd. 5
Talcum venetum ad 50
m. f. pulv. adsp.
S. u. e.
Permasalahan?
Adanya campuran menthol dan camphor
menyebabkan penurunan titik lebur sehingga
menghasilkan serbuk yang lembek
Pengatasan?
septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 12
Pengatasan:
Mentol dicampur terlebih dahulu dengan zinc oxyd.
Camphor dicampur dengan talcum venetum

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 13
R/ Kalii bromidi 0,200
Natrii iodida 0,400
Sacc. lactis q.s.
m. f. pulv. d.t.d. No. XV
S. t. d. d. pulv. 1

Permasalahan?
Adanya kalii bromidi dan natrii iodida
menyebabkan penurunan tekanan uap relatif
sehingga campuran serbuk menjadi lembab

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 14
R/ Magnesii sulfat 10
Natrii sulfat 10
Natrii chloride 5
m. f. pulv.
S. t. d. d. C. 1

Permasalahan?
Campuran serbuk menjadi lembab karena
terbentuknya garam rangkap dengan
bebasnya air hablur dari magnesii sulfat dan
natrii sulfat
septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 15
Magnesium sulfat (MgSO4 . 7 H2O)
Natrium sulfat (Na2SO4 . 10 H2O)
Garam rangkap astrakanit (Na2SO4.MgSO4.
4H2O) dan melepas 13 molekul air hablur

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 16
R/ Codein HCl 0,100
Extr. belladon 0,015
Bolus alba 0,300
m. f. pulv. d.t.d. No. X11
S. b. d. d. pulv. 1

Permasalahan?
Bolus alba mengadsorpsi alkaloida

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 17
R/ Aminii chloride 10
Codein 0,120
m. f. pil. No. 60
S. t. d. d. pil. 1

Permasalahan?
Terbentuk gas karena pengaruh zat-zat yang
bereaksi asam atau basa

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 18
R/ Acid. Acetylsalicyl.
Natrii Carb. aa 0,500
m. f. pulv. No. X11
S. t. d. d. pulv. 1

Permasalahan?
Campuran menjadi lembab dalam waktu yang
singkat karena pengaruh dari asam karbonat
dan dihasilkan gas CO2.
Pengatasan?
Mencampur secara tidak langsung
septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 19
R/ Acid. acetylsalicyl. 0,500
Kalii iodid. 0,200
m. f. pulv. d.t.d. No. XV
da in caps. amyl.
S. t. d. d. caps. 1

Permasalahan?
Iod dibebaskan secara perlahan oleh asam
asetil salisilat dari KI.
Campuran menjadi lembab karena terbentuk
HI yang kemudian akan membebaskan iod.
Kapsul akan berwarna biru.
septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 20
R/ Aneurin HCl 0,025
Nicotinamida 0,050
Acid ascorbic. 0,100
Sacc. lactis 0,200
m. f. l. a. pulv. d.t.d. No. XV
S. t. d. d. pulv. 1

Permasalahan?
Campuran tersebut menjadi berwarna sitrun
kuning yang disebabkan oleh senyawa
nikaskorbina
septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 21
R/ Kalii Iodid. 7,5
Aminophyllin 3,75
Folia Digitaslis 0,2
m. f. l. a. pil. No. 60
S. t. d. d. pil. 1

Permasalahan?
Terjadi reaksi basa kuat dari aminofilin yang
akan menguraikan glikosida digitalis.

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 22
R/ Calcii carb. 20
Magnesii oxyd. 5
Extr. belladonna 0,150
Papaverin HCl 2
m. f. l. a. pulv. No. XV
S. t. d. d. pulv. 1

Permasalahan?
Alkaloida akan terurai

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 23
R/ Eritromisin 250 mg
Lc. Aspirin tab. 1
m. f. l. a. caps. d.t.d. No. X11
S. q. d. d. caps. 1

Permasalahan?
Obat tidak stabil dalam lingkungan asam

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 24
R/ Codein sulfat 0,50
Phenacetin 0,90
Acid. Acetyl. Sal. 4,50
Caffein 0,90
Sod. bicarbonat 3,00
m. f. caps. No. XV

Permasalahan?
Pengatasan?

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 25
Permasalahan:
terjadi reaksi antara sodium bicarbonat dengan
asetosal yang akan menyebabkan kapsul dan
campuran serbuk menjadi lembek karena keluarnya
air

Pengatasan:
sodium bicarbonat dan asetosal dipisah

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 26
R/ Acetanilid 2
Caffein citrate 1
Acetophenetidin 2
Sod. bicarbonat 5
m. f. pulv. No. XV

Permasalahan?
Pengatasan?

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 27
Permasalahan:
asam sitrat di dalam kafein sitrat akan bereaksi
dengan bikarbonat

Pengatasan:
dapat dihindari dengan menggunakan alkaloid
caffein yang bukan dalam bentuk garam sitrat

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 28
R/ Sod. bicarbonat 3
Pot. sod. tartrate 9
Tartaric acid 2,6
m. f. pulv. No. X11

Permasalahan?
Pengatasan?

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 29
Permasalahan:
segera terjadi reaksi antara sodium bicarbonat dan
tartaric acid, sehingga dihasilkan gas effervescent
dalam campuran serbuk
kedua bahan ini dibutuhkan, tidak ada penggantian
yang dapat dilakukan untuk keduanya, sehingga
harus diberikan secara terpisah

Pengatasan:
sodium bicarbonat dan pot. sod. tartrate digabung
menjadi satu karena sama-sama bentuk garam
tartaric acid sendiri

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 30
R/ Thiamin chlorida 0,065
Niacin 0,150
Riboflavin 0,100
Sod. bicarbonat q. s.
m. f. pulv. No. XV

Permasalahan?
Pengatasan?

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 31
Permasalahan:
vitamin B akan dirusak oleh eksipien sodium
bicarbonat (yang bersifat basa)

Pengatasan:
karena sodium bicarbonat hanya sebagai eksipien,
maka dapat diganti bahan pengisi yang bersifat
inert seperti laktosa

septimawanto_apt@ugm.ac.id 9/9/2017 32