Anda di halaman 1dari 30

SISTEM SKELETAL DAN SENDI

Kelompok 3 :

Lia Andriani (P27838115003)


Risa Alvionita (P27838115013)
Ahmad Fanani (P27838115033)
2B
SKELETAL
(Tulang)
Sistem Skeletal

Sistem skeletal adalah sistem


yang terdiri dari tulang (rangka)
dan struktur yang membangun
hubungan (sendi) di antara tulang-
tulang tersebut.
Sistem Skeletal

Pada manusia, rangka dapat dibagi


menjadi dua bagian besar, yaitu
rangka aksial (membentuk sumbu
tubuh, meliputi tengkorak, kolumna
vertebra, dan toraks) dan rangka
apendikular (meliputi ekstremitas
superior dan inferior)
TULANG
Ada 206 buah
TULANG KEPALA/TENGKORAK, 8 BUAH
TULANG WAJAH, 14 BUAH
TULANG TELINGA DALAM, 6 BUAH
TULANG LIDAH, 1 BUAH
TULANG DADA, 25 BUAH
TULANG BELAKANG DAN GELANG PANGGUL, 26
BUAH
TULANG ANGGOTA GERAK ATAS, 64 BUAH
TULANG ANGGOTA GERAK BAWAH, 62 BUAH
TULANG TENGKORAK
Bagian Kepala
Bagian frontal --> tulang dahi
Bagian temporal --> tulang samping kiri kanan
kepala dekat telinga
Bagian occipital --> daerah belakang dari
tengkorak
Bagian spenoid --> berdekatan dengan tulang
rongga mata, seperti tulang baji
Bagian ethmoid --> tulang yang menyususn
rongga hidung.
TULANG DADA
TULANG ANGGOTA GERAK
ATAS :
-Tulang bahu : klavikula (se) dan skapula (be)
-kla -> manubrium = humerus (l.atas)
-hum -> radius (pengumpil) & ulna (hasta)
-rad+ul -> karpus (pergelangan)
-karp-> metakarpus (telapak)
-meta -> falanges (jari)
TULANG ANGGOTA
GERAK ATAS
TULANG ANGGOTA GERAK
BAWAH :
-Tulang Pinggul
(duduk (iscium), usus(ilium), kemaluan(pubis))
-Lekukan pada pinggul = asetabulum -> femur
(paha) -> fibula(betis) & tibia(kering)
-Tempurung : patel, tarsal (kaki), & metatarsal
TULANG ANGGOTA
GERAK BAWAH
BENTUK TULANG
Tulang Pipa : pada (paha, betis, hasta)
Tulang Pendek : pada telapak tangan, telapak kaki
Tulang Pipih : pada tulang kepala, tulang
belikat, tulang pinggul
Tulang tidak beraturan : pada rahang, kepala, ruas
tulang belakang
FUNGSI TULANG
Secara Umum:
Sebagai formasi kerangka (dengan membentuk rangka
tubuh, menentukan bentuk dan ukuran tubuh)
Penggerakan (untuk berbagai aktivitas selama
pergerakan)
Perlindungan (melindungi organ-organ yang lunak dalam
tubuh)
Hematopoiesis (pembentukan sel-sel darah merah yang
terjadi pada sumsum tulang merah)
Tempat penyimpanan mineral yaitu kalsium dan fosfor
OSIFIKASI
Osifikasi adalah proses pembentukkan tulang
keras dari tulang rawan (kartilago). Ada dua
jenis osifikasi yaitu osifikasi intramembran dan
osifikasi endokondral. Tulang keras dapat
terbentuk baik melalui proses osifikasi
intamembran, osifikasi endokondral atau
kombinasi keduanya.
JENIS TULANG :
- Tulang rawan (Kartilago)
Kondrosit
Lentur, lebih terang
Terdapat pada telinga, hidung, ruas v.dorsalis
Tulang rawan ada 3 :
Hialin : putih kebiruan, tdpt pd janin.
Elastin : kuning, terdapat pada epiglotis &
telinga luar.
Fibroblas : keras, buram, antara ruas v.dorsalis.
- Tulang keras (Osteon)
Tulang keras merupakan kumpulan sel tulang yang
mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan
fosfat. Kedua zat ini menyebabkan tulang menjadi keras.
Tulang keras dibedakan menjadi dua jenis , yaitu
Jenis tulang kompak dan Jenis tulang spons (tulang
berongga).
Tulang kompak (tulang padat) mempunyai matriks tulang
yang rapat dan padat, misalnya pada tulang pipa.
Tulang spons matriksnya berongga. Rongga-rongga pada
tulang spons diisi oleh jaringan sumsum tulang. Apabila
berwarna merah berarti mengandung sel-sel darah
merah, misalnya pada epifisis tulang pipa. Apabila
berwarna kuning berarti mengandung sel-sel lemak,
misalnya pada diafisis tulang pipa.
KOMPOSISI JARINGAN
TULANG
Terdiri dari sel-sel
Osteogenik : calon sel tulang

Osteoblas : sel tulang keras


muda

Osteosit : sel tulang matang

dan matriks ekstraselluler yang tersusun dari serat-serat


kalogen organic yang tertanam pada subtansi dasar dan
garam-garam anorganik tulang seperti fosfor dan kalsium.
SENDI :
Hubungan antar tulang
(pertemuan 2 buah tulang atau beberapa tulang
kerangka).
Sendi = artikulasi/Persambungan
Komponen penunjang sendi :
Ligamen : jaringan ikat, mencegah
dislokasi
Kapsul Sendi : serabut, penghubung 2
tulang,
Cairan Sinovial : pelumas ujung tulang
berkapsul
Hialin Kartilago : pertumbuhan epifase joint
3 Jenis Sendi Berdasarkan
strukturnya
Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan
fibrosa
Kartilago/tulang rawan: ruang antar
sendinya berikatan dengan tulang rawan.
Sinovial/sinovial joint : ada ruang sendi dan
ligament untuk mempertahankan
persendian.
Tipe Persendian :
1. Diartrosis (sendi dengan pergerakan bebas)
Sendi Peluru : lengan & belikat, paha & pinggul
Sendi Putar : tengkorak & atlas, atas & bawah
Sendi Pelana : telapak tangan dan jari
Sendi Engsel : antar ruas jari, siku, lutut.
Sendi Luncur : pergelangan kaki.
2. Sinartrosis (tidak memungkinkan ada
gerakan/sendi mati)
Sinartrosis sinkondrosis : tulang rawan, v.dorsal
Sinartrosis sinfibrosis : serabut, tengkorak
3. Amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas)
Simfisis : simpisis pubis
Sindesmosis : persendian antara fibula dan tibia.
GERAKAN KARENA PERSENDIAN
Adduksi dan abduksi :
-menjauh (adduksi) dan mendekat(abduksi)
-merenggangkan jari jari dan mengacungkan.
Elevasi dan depresi :
-menutup (elevasi), membuka (depresi)
Supinasi dan pronasi
-menengadah (supi) dan menutup (pro)
Aplikasi system skeletal dan sendi pada alat
Tangan buatan yang bisa digerakkan sesuai
dengan perintah dari otak manusia.
Dengan tombol tombol program, tangan ini
juga bisa menggerakkan pergelangan
tangan atau mengambil kertas tisu super
tipis mengenakan ibu jari dan jari manis
tangan bionik ini.
Sistem kerja tangan bionik ini digerakkan
otot tangan yang masih bisa terselamatkan
dan berfungsi. Otot ini menjadi sensor Tangan Bionik
kinerja tangan bionik. Kinerja otot berdasar
perintah psikomotorik yang berpusat di
otak.Tidak semua tangan bisa diganti
bionic hand, cacat bawaan lahir tidak bisa
karena tidak ada otot terlatih. Padahal, otot
diperlukan melatih sensor.
Merupakan salah satu alat radiologi yang
digunakan untuk melihat gambar atau obyek dari
pasien yang akan dilihat langsung dengan cara
floroscopi dengan bantuan layar monitor.
Berfungsi untuk menunjang proses pelayanan
medis pada penanganan penyakit organ dalam,
tulang, dan tindakan operasi. Dengan
menggunakan alat tersebut, letak benda atau
obyek pemeriksaan yang berada di dalam tubuh
dengan mudah dapat dideteksi, bahkan dapat
dilihat langsung secara real time.
C-Arm ini mampu menampilkan objek secara tiga
dimensi, sehingga dapat dilihat dengan lebih
jelas dan utuh dari berbagai sisi dan posisi.
kecanggihannya ini, C-Arm dapat meminimalkan
kesalahan dalam memprediksi letak objek,
C-Arm
diagnosa, dan tindakan medis lainnya.
alat ini dapat memperlihatkan proses
pelaksanaan tindakan medis dan operasi tulang
atau bagian dalam organ tubuh manusia lainnya
secara langsung (real time) sehingga proses
operasi dan tindakan medis yang dilakukan
dapat berjalan dengan mudah, akurat, aman, dan
nyaman.
T E R I M A KAS