Anda di halaman 1dari 16

Divertikulum Meckel

Anomali kongenital saluran pencernaan


dengan prevalensi terbanyak2% dari
populasi umum
Rasio prevalensi pria dan wanita3:2
Dindingnya berisi semua lapisan yang
ditemukan di usus halus normal, biasanya
ditemukan di ileum pada 100 cm dari katup
ileosekal
Patofisiologi
Minggu 8 kehamilanduktus
omphalomesenteric (vitelline) mengalami
obliterasimenghasilkan spektrum
abnormaldivertikulum Meckel
Perdarahan yang berkaitan dengan
divertikulum Meckelhasil ulserasi mukosa
ileum yang terjadi berdekatan dengan
produksi asam
4 Mekanisme akibat obstruksi pada
divertikulum Meckel:
1. Volvulus usus sekitar berkas fibrosa
melekatkan divertikulum ke umbilikus
2. Usus terperangkap oleh berkas
mesodiverticular
3. Intususepsi dengan divertikulum bertindak
sebagai poin utama
4. Striktur sekunder menjadi divertikulitis
kronis
Manifestasi klinis
Asimptomatis, kecuali jika terdapat
komplikasi4-6%
Manifestasi paling umum adalah perdarahan,
obstruksi usus, dan divertikulitis
Perdarahananak-anak
Obstruksi ususdewasa
Diagnosa
Enteroclysis memiliki akurasi 75%, tetapi biasanya
tidak berlaku selama menunjukkan komplikasi
akut yang berhubungan dengan divertikulum
Meckel
Scan radionuklida (99mTc-pertechnetate) dapat
membantu dalam mendiagnosis divertikulum
Meckel. Akurasi 90% pada pasien anak tetapi
<50% pada orang dewasa. Angiografi dapat
melokalisasi letak perdarahan selama perdarahan
akut berhubungan dengan divertikulum Meckel
Terapi
Operatifdivertikulektomi dengan
pengambilan berkas-berkas yang
menghubungkan divertikulum pada dinding
perut atau mesenterium usus
Pengelolaan pada divertikulum Meckel
asimtomatik masih kontroversi
Divertikula Didapat (Acquired
Diverticula)
Divertikula didapat dianggap divertikula palsu
karena dindingnya terdiri dari mukosa dan
submukosa tetapi tidak memiliki muskularis
lengkap. Divertikula didapat ini lebih sering
terjadi pada duodenum, dan cenderung berlokasi
dekat ampula
Prevalensi divertikula duodenum selama
pemeriksaan endoscopic retrograde
cholangiography (ERCP) berkisar 5-27%,
meningkat seiring usia, namun jarang pada
pasien di bawah usia 40 tahun
Patofisiologi
Dihipotesiskan berhubungan dengan kelainan
yang didapat dari otot polos usus atau gangguan
regulasi motilitas, yang menyebabkan herniasi
mukosa dan submukosa melalui daerah
muskularis yang melemah
Manifestasi klinis
Divertikula didapat tidak menunjukkan gejala
kecuali komplikasi timbulobstruksi usus,
divertikulitis, perdarahan, perforasi, dan
malabsorpsi
Diagnosa
Kebanyakan divertikula didapat ditemukan
secara kebetulan pada pemeriksaan radiografi,
endoskopi, atau pada saat operasi
Terapi
Pertumbuhan bakteri berlebih diobati dengan
antibiotik
Komplikasipendarahan dan divertikulitis,
perlu dilakukan reseksi usus segmental untuk
divertikula yang terletak di jejunum atau ileum
Perdarahan dan obstruksi yang berhubungan
dengan divertikula duodenum lateral umumnya
dilakukan diverticulektomi
Iskemia Mesenterika
Iskemia mesenterikaiskemia mesenterika akut
dan iskemia mesenterika kronis
Empat mekanisme patofisiologi dapat
menyebabkan iskemia mesenterika akut:
1. Emboli Arteripenyebab umum (akut)
2. Trombosis Arteri
3. Vasospasme (juga dikenal sebagai iskemia
mesenterika non-oklusif)
4. Trombosis vena
Iskemia mesenterika akut dapat menyebabkan
mukosa usus mengalami peluruhan dalam waktu
3 jam dan infark usus dengan ketebalan penuh
dalam waktu 6 jam
Iskemia mesenterika kronis disebabkan oleh lesi
aterosklerotik di arteri splanknik utama (arteri
celiaca, a.mesenterika superior, dan
a.mesenterika inferior)berkembang secara
diam-diam, sehingga memungkinkan untuk
berkembang menjadi sirkulasi kolateral, karena
itu jarang menyebabkan infark usus
Ciri khas iskemia mesenterika akutnyeri
kolik yang tidak sesuai dengan tingkat
kelembutan pada pemeriksaan terutama di
tengah abdomen. Gejala lain yaitu mual,
muntah, dan diare. Infark ususdistensi
abdomen, peritonitis, dan BAB berdarah
Iskemia mesenterika kronis nyeri perut setelah
makankeengganan untuk makan ( "food-
fear") dan penurunan berat badan
Perdarahan Saluran Cerna Samar
(Obscure Gastrointestinal Bleeding)
Perdarahan saluran cerna samar menunjukkan adanya
perdarahan yang tidak teridentifikasi sumbernya
dengan endoskopi rutin (kolonoskopi)
Perdarahan saluran cerna yang jelas mengacu pada
munculnya hematemesis, melena, atau hematokezia
Perdarahan saluran cerna okultisme (Occult
Gastrointestinal Bleeding) terjadi tanpa adanya
perdarahan yang jelas dan teridentifikasi pada tes
laboratorium (misalnya, anemia defisiensi besi) atau
pemeriksaan feses (misalnya, uji guaiac positif)
Evaluasi diagnostik pasien dengan perdarahan saluran
cerna jelas (Overt Gastrointestinal Bleeding) harus
disesuaikan dengan tingkat keparahan
perdarahanteknik endoskopik: push enteroscopy,
sonde enteroscopy, enteroscopy intraoperatif, double-
ballon endoskopi, dan kapsul enteroscopy nirkabel
Push enteroscopy memerlukan endoskopi panjang
(seperti kolonoskop anak atau orang dewasa atau
instrumen khusus) di luar ligamentum Treitz ke dalam
jejunum proksimal. Selain diagnosis, Push enteroscopy
memungkinkan untuk kauterisasi tempat perdarahan.
Sonde enteroscopyvisualisasi dilakukan
selama penarikan instrumen; sekitar 50
sampai 75% dari mukosa usus kecil dapat
diperiksa. Namun, alat ini tidak memiliki
biopsi atau kemampuan terapeutik
Pasien dengan perdarahan persisten berat dari
sumber yang tidak jelas harus menjalani
angiografi untuk membantu melokalisasi
sumber perdarahan