Anda di halaman 1dari 17

TES KESASTRAAN

Lu Yingxuan ( NIM: 1608404)


Nurul Nur' aeni ( NIM: 1603181)
Upy Raudotul Jannah ( NIM: 162977)
LATAR BELAKANG
Pengajaran sastra Indonesia di sekolah tidak berdiri sendiri sebagai sebuah mata
pelajaran yang mandiri, melainkan menjadi bagian dari mata pelajaran bahasa
Indonesia.

guru bahasa Indonesia dituntut untuk mampu menyusun tes kebahasaan dan
kesastraan sebagai salah satu sarana mengungkap hasil belajar siswa.
TES KESASTRAAN

Identifikasi: Tujuan Tes Kesastraan:


Tes kesastraan adalah tugas-tugas Nurgiantoro (2010. hlm, 452)
yang dimaksudkan untuk menyebutkan bahwa tujuan
mengungkap kemampuan apresiasi pembelajaran sastra secara umum
sastra siswa. ditekankan, atau demi terwujudnya,
kompetensi bersastra atau kompetensi
mengapresiasi sastra peserta didik
secara memadai.
Jenjang Tes Kesastraan

A Penilaian Ranah Kognitif

B Penilaian Ranah Afektif

Penilaian Ranah
C
Psikomotor
Penilaian ranah kognitif
Hasil belajar sastra yang bersifat kognitif lebih banyak berhubungan dengan
kemampuan dan proses berfikir. Hasil belajar kognitif ini dapat diukur dengan
mempergunakan berbagai bentuk tes objektif ataupun esai, secara lisan ataupun
tertulis. Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dalam proses pengajaran, tes formatif,
atau pada akhir pengajaran, tes sumatif. Tes sumatif biasanya dilaksanakan dalam
bentuk ulangan umum atau ujian semester dengan alat penilaian yang berupa tes
tertulis.
Penilaian ranah afektif
Ranah afektif berhubungan dengan masalah sikap, pandangan dan nilai-nilai yang
diyakini seseorang. Bagaimana sikap dan pandangan sesorang terhadap sastra antara
lain nampak tingkah lakunya memperlakukan sesuatu yang bersangkutan. Keluaran
hasil belajar yang bersifat afektif dapat dinilai dengan melakukan wawancara,
pengamatan terhadap tingkah laku yang mencerminkan sikap siswa terhadap sastra,
atau juga dengan memberikan tugas-tugas.
Penilaian Ranah Psikomotor
Ranah psikomotor adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas otot, fisik, atau
gerakan-gerakan anggota badan. Keluaran hasil belajar yang bersifat psikomotor adalah
keterampilan-keterampilan gerak tertentu yang diperoleh setelah mengalami peristiwa belajar.
Penilaian hasil belajar psikomotor harus juga dilakukan dengan alat tes berupa tes perbuatan.
Peniaian dilakukan dengan jalan pengamatan.

Penilaian ranah psikomotor sebaiknya dilakukan dalam proses, yaitu sewaktu pengajaran masih
berlangsung.
Aspek Tes Kesastraan

A B C D
Tes Kesastraan Tes Kesastraan Tes Kesastraan Tes Kesasatraan
Tingkat pada Tingkat pada Tingkat pada Tingkat
Informasi Konsep Perspektif Apresiasi
Bentuk-bentuk Tes Kesastraan

Tes Kompetensi Tes berdasarkan Teks Puisi Tes Kompetensi


Bersastra dengan Tes berdasarkan Teks Fiksi Besastra dengan
Merespon Jawaban
Tes berdasarkan Teks Drama Menyusun Jawaban
Contoh Tes Kompetensi Bersastra dengan Merespon Jawaban
RINTIHAN DI BULAN RAMADHAN

Di keheningan malam itu di bulan Ramadhan Di malam sepi itu


Di tepi sebuah jalan yang sepi Terdengar sayup-sayup
Terdengar tangisan seorang gadis kecil Si kecil memanjatkan doa
Meratapi kepergian ibunya kea lam baka Semoga arwah Ibunda diterima disisi-Nya

Tak tahan menanggung derita, tiasa Di malam yang sepi di bulan Ramadhan
Sanak tiada suara Seseorang gadis kecil bersujud di tepi jalan
hidup terlunta-lunra Dengan penuh harapan
untuk mencari sesuap nasi Menanti uluran tangan insan pengasih

(Sherly Malinton, Bunga Anggrek untuk Mama)


Contoh Soal
1. Puisi di atas berkisah tentang .
A. kesedihan seorang gadis yang ditinggal mati ibunya
B. kesedihan seorang gadis yang tidak tahan menderita
C. harapan seorang gadis agar bisa ditolong oleh orang lain
D. kesengsaraan seorang gadis yang terlunta-lunta mencari makan

2. Melihat tingkah laku si gadis dapat dipahami bahwa ia seorang anak yang
berkarakter .
A. cengeng
B. Religius
C. Pengemis
D. mudah putus asa
3. Puisi di atas secara langsung mengimbau orang untuk .
A. melaksanakan ibadah dengan khusuk pada bulan Ramadhan
B. menolong kerepotan si gadis untuk menguburkan ibunya
C. memanjakan doa kepada Tuhan agar arwah ibu diterima di sisi-Nya
D. menolong si gadis keci yang yatim piatu dan tidak mempunyai saudara

4. pada baris / Tak tahan menanggung derita, tiada/sanak tiada saudara/


terjadi peloncatan baris di atas ke baris berikutnya walau secara struktur
tidak perlu. Hal semacam itu dalam puisi disebut sebagai .
A. persajakan
B. peloncatan
C. enjambemen
D. permutasi
Contoh Tes Kompetensi Besastra dengan Menyusun Jawaban

DOA
Tuhanku
Tuhanku Aku hilang bentuk
Dalam termangu Remuk
Aku masih menyebut namaMu
Tuhanku
Biar susah sungguh Aku mengembara di negeri asing
Mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci Tuhanku
tinggal kerdp lilin di kelam sunyi Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling

(Khairil Anwar, Deru Campur Debu)


Contoh soal
1. Jelaskan bentuk persajakan puisi Doa di atas.
2. Selain untuk mencapai efek persajakan, unsur bunyi juga dipakai untuk
membangkitkan suasana tertentu. Jelaskan hal tersebut dalam puisi di
atas.
3. Jelaskan bagaimana penyair mendayakan unsur pemajasan, dan
bagaimana efek yang terbangkitkan.
4. Jelaskan makna yang terkandung dalam puisi Doa di atas.
Teknik penilaian tes kesastraan

Menyima
k

A Berbicara

B Membaca

C
Kesimpulan
Tes kesastraan adalah tugas-tugas yang dimaksudkan untuk mengungkap
kemampuan apresiasi sastra siswa Tujuan pengajaran sastra secara umum
ditekankan, atau demi terwujudnya, kemampuan siswa untuk mengapresiasi
sastra secara memadai. Kejelasan tujuan pengajaran sastra penting sebab akan
di jadikan pedoman bagi pemilihan bahan yang sesuai. Secara garis besar
bahan pengajar sastra dapat dibedakan ke dalam dua golongan: (i) bahan
apresiasi tak langsung, dan (ii) bahan apresiasi langsung. Bahan pengajar
apresiasi sastra yang tak langsung terutama berfungsi untuk memunjang
berhasilnya pengajaran apresiasi sastra yang bersifat langsung. Bahan apresiasi
yang tak langsung menyaran pada bahan pengajar yang bersifat teoritis dan
sejarah, tepatnya teori sastra dan sejarah sastra, atau pengetahuan tentang sastra
THANK YOU