Anda di halaman 1dari 15

TRA

THE TRANSTHEORETICAL MODEL

LATAR BELAKANG MASALAH


The Transtheoretical Model dikembangkan oleh
Prochaska 1982; Prochaska dan DiClemente 1985.
Transtheoretical Model ini menggunakan tahapan2
perubahan untuk menyatukan proses & prinsipprinsip
perubahan.
Model ini muncul dari Analisis komparatif dalam
mewujudkan teori psikoterapi dan perubahan perilaku
CORE CONTRUCTS

Merupakan inti pengembangan tarap perubahan &


beberapa anggapan yang rnendasaari model tsb
adalah Stages Of Change ( taraf perubahan ),
Dimana mgunakan perubahan tingkah laku sebg.
proses yg dikembangkan dengan 5 tahapan

1. Precontemplation Tidak ada tindakan 6 bln kedepan


2. Contemplation Ada kemauan melaks 6 bln kedepan
3. Preparaation Ada kemauan btindak 1 bln kedepan
4. Action Sudah mengubbah + 6 bulan
5. Maintanance Sudah berubah lebih 6 bulan
KONSEP-KONSEP YG MENDASARI
TRANSTHEORETICAL MODEL

Conciousness Raising
Dramatic Relief
Self Reevaluation
Self Environmental (Environmental Reevaluation)
Self Leberation
Helping Relationship
Counter Conditioning
Contigency Management
Stimulus Control
Social Liberation
PENGGUNAAN
TRANSTHEORETICAL MODEL

Model ini digunakan untuk prosesproses perubahan


yang menimbulkan berbagai perubahan perilaku,
termasuk penghentian merokok, kontrol berat badan,
pengaturan penyimpangan zat, dan pengurangan
tekanan psikologis

Misalnya : If seorang perokok belum mulai memikirkan


apa akibat merokok, tidak ada gunanya memberikan
informasi ttg proses penyembuhan perilaku. Akan jauh
lebih baik jika meningkatkan kesadarannya ttg bahaya
pribadi yang tkait dg merokok dan keuntungan yg akan
didapatkan dari bhenti merokok
KESIMPULAN

@ Model Transteori belum dikembangkan sepenuhnya, dan


susunannya belum dioperasikan sepenuhnya. Tetapi model ini
merupakan model yang menarik bagi orang yang tertarik dgn
peningkatan perubahan perilaku.
@ Model ini juga banyak diterapkan dan telah dikembangkan
melalui pengamatan-pengamatan dan intervensi dengan
orangorang yang terlibat dalam proses perubahan.
@ Lebih lanjut, model ini mengetahui bahwa intervensi harus
mencantumkan beberapa pilihan termasuk strategi bantuan diri
dan strategi kelompok, serta intervensi yg dimaksudkan untuk
lingkungan, masyarakat dan kebijakan
Theory of Reasoned Action (TRA) atau Behavioral
Intention Theory dari Ajzen & Fishbein. Model ini
menggunakan pendekatan kognitif dan didasari ide
bahwa "... Humans are reasonable animals who, in
deciding what action to take, systematically process and
utilize the information available to them ..."

Asalnya teori ini digunakan diberbagai macam perilaku


manusia, khususnya yang berkaitan dgn masalahan
sosialpsikologis, kmd makin berkembg. digunakan
untuk menentukan faktorfaktor yang berkaitan dengan
perilaku kesehatan
KONSEP YANG MENDASARI
TEORI TRA
1. Behavioral Intention
2. Attitude Toward Behavior
Behavioral Beliefs
Evaluation of Behavioral Outcomes

3. Subjective Norm
Normatif Belief adalah keyakinan
seseorang tentang perilaku yang diakui atau
tidak diakui
Motivation to Comply adalah dorongan atau
motivasi untuk melakukan setiap perilaku
yang dipikirkan
Behavioral
Beliefs
Attitude
toward
Evaluation of Behavioral
Behavioral
Outcomes
Subjective Norm
Behavioral
Intention Behavior
Normative
Beliefs
Subjective
Norm
Motivation
to Comply
PENERAPAN TEORI TRA
TRA telah digunakan dlm berbagai jenis
perilaku sehat yang berlainan, seperti
pengaturan penggunaan substansi tertentu
(merokok, alkohol, narkotik, dsb), perilaku
makan, dan pengaturan makan, pencegahan
AIDS dan penggunaan kondom, perilaku
merokok, penggunaan alkohol, pgunaan alat
kontrasepsi, fitnes dan praktek olah raga

Model ini juga telah digunakan untuk mentaati


tindakan keselamatan industrial dan kerja sehat,
seperti tindakan keselamatan dlm pertambangan
batu bara dibawah tanah (Cole dkk., 1988)
KESIMPULAN
* Keuntungan teori ini adalah memberi pegangan untuk
menganalisa komponen perilaku dalam item yang
operasional.
* Fokus sasaran ialah prediksi dan pengertian perilaku yang
diamati langsung dan di bawah kendali seseorang. Artinya
bahwa perilaku sasaran harus diseleksi dan diidentifikasikan
secara jelas. Tuntutan ini menurut Ajzen, Fishbein &
Middlestadt memerlukan pertimbangan mengenai : tindakan
(action), sasaran (target), konteks (context), waktu (time).
* Hal yang sama juga terjadi bagi seleksi dan identifikasi
komponen lain dalam model : intensi, sikap, norma
subyekfif, dan keyakinan.
S-OR
Hosland, et al (1953)
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa penyebab
terjadinya perubahan perilaku tgt pada kualitas
rangsangan (stimulus) yang berkomunikasi dengan
organisme.
Artinya, kualitas dari sumber komunikasi (sources),
seperti : kredibilitas, kepemimpinan, gaya berbicara,
sangat menentukan keberhasilan perubahan perilaku
seseorang, kelompok, atau masyarakat.
Hosland, et al (1953) mengatakan bahwa
perubahan perilaku pada hakikatnya sama dgn
proses belajar.
Proses perubahan perilaku tsb mgambarkan
proses belajar pada individu yang terdiri dari :

1. Stimulus (rangsangan)
2. Diterima
3. Bersikap
4. Perubahan perilaku
KERANGKA TEORI S-O-R
ORGANISME

STIMULUS - Perhatian
- Pengertian
- Penerimaan

REAKSI
Perubahan
Sikap

REAKSI
Perubahan
Perilaku
KESIMPULAN

Teori ini menganggap bahwa perilaku dapat


berubah hanya jika stimulus (rangsangan) yang
diberikan benarbenar melebihi stimulus semula.
Stimulus yang dapat melebihi stimulus semula ini
berarti stimulus yang diberikan hrs dpt meyakinkan
organisme.
Dalam meyakinkan organisme ini faktor
Reinforcement memegang peranan penting