Anda di halaman 1dari 31

TUTORIAL & REFLEKSI

KASUS: RSUD Banjarnegara


28 Agustus 2017
HIPEREMESIS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. L
Tanggal Lahir : 09-03-2001
Usia : 17 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Parakan, Langgah RT 4/ RW 5
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
No. CM : 55.6x.xx
ANAMNESIS
Keluhan Utama
Pasien datang ke IGD RSUD Banjarnegara
dengan keluhan muntah-muntah sejak 3 hari
yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
Muntahan berupa gumpalan makanan yang
sudah di cerna. Tidak ada darah dalam
muntahan. Muntah diawali mual dan terjadi
saat intensitas aktifitas bertambah berat
(berjalan jauh).
Saat minum tidak muntah
BAB normal, Sesak (-), Demam (-)
ANAMNESIS
Riwayat Kehamilan
HPMT : 14 April 2017
HPL : 21 Januari 2018
Usia Kehamilan : 18 +1 minggu
Riwayat ANC : 2 kali di Puskesmas
Riwayat Menstruasi
Menarche : 13 tahun
Siklus 28 hari, durasi 5 hari
Ganti pembalut : 2-3 kali sehari
Nyeri/ keluhan Menstruasi : tidak ada ()
ANAMNESIS
Riwayat Obstetric
I. Januari 2017. Missed Abortion, UK 9 minggu, di RSUD
Banjarnegara
II. Hamil ini
Riwayat Pernikahan
Menikah 1 kali, pernikahan sudah berlangsung 1 tahun

Riwayat KB
Belum pernah menggunakan program KB

Riwayat Penyakit Dahulu & Keluarga


Riwayat asma, hipertensi, DM, dan penyakit jantung
disangkal
Riwayat operasi disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
Tanda-tanda Vital
Keadaan Umum : Compos Mentis
TTV:
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Denyut Nadi : 68 x/ menit
Laju Respirasi : 20 x/ menit
Suhu : 36,7 derajat celcius
Kepala
Conjungtiva pucat (-), sklera icteric (-)

Leher
Limfonodi tidak teraba, JVP dalam batas normal
PEMERIKSAAN FISIK

Thorax
Paru : Pengembangan dada simetris, fremitus
taktil kanan = kiri, nyeri tekan (-), perkusi
sonor (+), suara vesikuler basal paru (+/+),
ronkhi (-), wheezing (-)
Jantung : Ictus cordis tidak terlihat/teraba,
jantung dalam batas normal, auskultas suara
S1 & S2 reguler tunggal, bising (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen
Inspeksi perut tampak terdistensi (cembung),
Bising Usus (N), Timfani (+), Hepar dan lien
tidak teraba, nyeri tekan pada area epigastrik
(+), turgor kulit perut normal
Extremitas
Akral hangat, edema (-), sianosis (-)
WPK < 2 detik
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah Rutin Hasil Nilai Normal
Hb 14.1 mg/dl 12.0-15.0 mg/dl
Hematocrit 40 % 35.0-49.0 %
Eritrosit 4.8 x 10^6/ mikroliter 3.80 5.20 x 10^6/
mikroliter
AT 207 x 10^3/ mikroliter 150-450 x 10^3
mikroliter
AL 16,9 x 10^3/ 4.50-11.50 x 10^3
mikroliter mikroliter
Neutrofil Segmen 14.47 x 10^3/ 2.30-8.60 x 10^3
mikroliter mikroliter
HBsAg Non reaktif Non reaktif
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pembacaan hasil pemeriksaan USG:
Vesica Urinaria: Tidak tampak kelainan
Uterus: membesar, tampak janin tunggal, intra
uterine, denyut jantung (+), gerakan janin (+),
plasenta di posterior, tak tampak hematoma
subchorion, amnion cukup, usia kehamilan
berdasarkan BPD dan FL sekitar 17,1 minggu (HPL:
28/1)
DIAGNOSIS KERJA
Hiperemesis Gravidarum, Hamil Secundigravida (G2P0A1),
usia kehamilan 18+1 minggu

TATA LAKSANA (UGD)


IUFD RL 20 tpm
Injeksi Ondansetron 4 mg/ 8 jam
Injeksi Ranitidine 50 mg/ 12 jam
Prenamia 1X1 Peroral
Asam Folat 1X1 Peroral
Calcium Lactate 1x500mg
MATERI :
HIPEREMESIS
GRAVIDARUM
DEFINISI
(RCOG Juni 2016)
Mual dan muntah pada kehamilan: terjadinya kejadian
mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan
serta penyebab lain mual dan muntah telah di eksklusi
Hiperemesis Gravidarum: mual dan muntah pada
kehamilan yang berkepanjangan dengan triad
Penurunan berat badan prekehamilan >5%
Dehidrasi
Ketidakseimbangan elektrolit
DEFINISI
(Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas
Kesehatan Dasar dan Rujukan, WHO 2016)
Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan
hingga usia kehamilan 16 minggu, yang pada
keadaan berat dapat terjadi dehidrasi, gangguan
asam-basa, gangguan elektrolit, dan ketosis.
DEFINISI
(The International Statistical Classification of Disease
and Related Health Problems, Tenth Revision, 2007)
Muntah yang persisten dan berlebih pada sebelum
akhir usia gestasi 22 minggu dan secara lebih
lanjut dibagi menjadi kondisi ringan dan berat,
dimana pada kondisi berat diasosiasikan dengan
gangguan metabolik seperti deplesi karbohidrat,
dehidrasi, atau ketidakseimbangan elektrolit
ETIOLOGI - PATOGENESIS
1. Teori Endokrin
Peningkatan kadar progesteron, estrogen, dan Human
Chorionic Gonadotropin (HCG).
Progesteron menyebabkan otot polos pada sistem
gastrointestinal mengalami relaksasi, mengakibatkan
penurunan motilitas lambung sehingga pengosongan
lambung melambat.
HCG menstimulasi kelenjar tiroid yang dapat mengakibatkan
mual dan muntah.
ETIOLOGI - PATOGENESIS
2. Teori Metabolik
Kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan mual dan
muntah pada kehamilan.
3. Teori Psikosomatik
Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan gangguan
cemas umum yang dirubah dalam bentuk gejala fisik
(somatisasi). Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak
diinginkan serta tekanan pekerjaan dan pendapatan
menyebabkan terjadinya perasaan berduka, ambivalen, serta
konflik dan hal tersebut dapat menjadi faktor psikologis
penyebab hiperemesis gravidarum.
FAKTOR PREDISPOSISI
Peningkatan hormon-hormon pada kehamilan berkontribusi
terhadap terjadinya mual dan muntah. Beberapa faktor yang
terkait dengan mual dan muntah pada kehamilan antara lain:
Riwayat hiperemesis gravidarum pada kehamilan
sebelumnya atau keluarga
Status nutrisi; wanita obesitas lebih jarang dirawat inap
karena hiperemesis.
Faktor psikologis: emosi, stress
MANIFESTASI KLINIS -
DIAGNOSIS
(Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan
Rujukan, WHO 2016)
Mual dan muntah sering menjadi masalah pada ibu hamil. Pada
derajat yang berat, dapat terjadi hiperemesis gravidarum, yaitu bila
terjadi:
Mual dan muntah hebat
Berat badan turun > 5% dari berat badan sebelum hamil
Ketonuria
Dehidrasi
Ketidakseimbangan elektrolit
TATALAKSANA
(Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan
Dasar dan Rujukan, WHO 2016)
Tatalaksana Umum
Sedapat mungkin, pertahankan kecukupan nutrisi ibu,
termasuk suplementasi vitamin dan asam folat di awal
kehamilan.
Anjurkan istirahat yang cukup dan hindari kelelahan.
Bila perlu, berikan 10 mg doksilamin dikombinasikan dengan 10 mg
vitamin B6 hingga 4 tablet/hari (misalnya 2 tablet saat akan tidur, 1
tablet saat pagi, dan 1 tablet saat siang).
Bila masih belum teratasi, tambahkan dimenhidrinat 50-100 mg
per oral atau supositoria, 4-6 kali sehari (maksimal 200 mg/hari bila
meminum 4 tablet doksilamin/piridoksin), ATAU prometazin 5-10 mg 3-
4 kali sehari per oral atau supositoria.
Bila masih belum teratasi, tapi tidak terjadi dehidrasi, berikan
salah satu obat di bawah ini:
Klorpromazin 10-25 mg per oral atau 50-100 mg IM tiap 4-6 jam
Proklorperazin 5-10 mg per oral atau IM atau supositoria tiap 6-8 jam
Prometazin 12,5-25 mg per oral atau IM tiap 4-6 jam
Metoklopramid 5-10 mg per oral atau IM tiap 8 jam
Ondansetron 8 mg per oral tiap 12 jam
Bila masih belum teratasi dan terjadi dehidrasi, pasang
kanula intravena dan berikan cairan sesuai dengan derajat
hidrasi ibu dan kebutuhan cairannya, lalu:
Berikan suplemen multivitamin IV
Berikan dimenhidrinat 50 mg dalam 50 ml NaCl 0,9% IV
selama 20 menit, setiap 4-6 jam sekali
Bila perlu, tambahkan salah satu obat berikut ini:
Klorpromazin 25-50 mg IV tiap 4-6 jam
Proklorperazin 5-10 mg IV tiap 6-8 jam
Prometazin 12,5-25 mg IV tiap 4-6 jam
Metoklopramid 5-10 mg tiap 8 jam per oral
Bila perlu, tambahkan metilprednisolon 15-20 mg IV tiap 8
jam ATAU ondansetron 8 mg selama 15 menit IV tiap 12 jam
atau 1 mg/ jam terus-menerus selama 24 jam.
World Health Organization.
REFERENSI International Statistical
Classification of Diseases and
Related Health Problems. 10th Rev.
World Health Organization; 2007.
Buku Saku Pelayanan Kesehatan
Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar
dan Rujukan, WHO 2016
The Management of Nausea and
Vomiting of Pregnancy and
Hyperemesis Gravidarum, Green-
top Guideline No. 69, Royal College
of Obstetricians and
Gynaecologists, June 2016
TERIMA KASIH
REFLEKSI KASUS:
PEMILIHAN ANTI-EMETIK
PADA KASUS HIPEREMESIS
GRAVIDARUM
BERDASARKAN
DOXYLAMINE
Kategori:
Derivat Ethanolamine
Antagonis Histamin H1 generasi 1

Farmakologis
Doksilamin berkompetisi dengan histamin pada reseptor H1 di
sel efektor, yang kemudian memblokade trigger zone,
menghilangkan stimulasi vestibular, dan menekan fungsi
labyrinthine melalui aktivitas antikolinergik sentral
Metabolisme
Pada hepar
DOXYLAMINE
Waktu untuk mencapai kadar puncak
2-4 jam
Waktu paruh
10-12 jam
Penggunaan
Indikasi:
Rhinitis allergic dan alergi pada saluran nafas lainnya
Insomnia (peroral)
Off label:
Mual dan muntah pada kehamilan
Biasanya dikombinasikan dengan piridoksin, terbukti
DOXYLAMINE
Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap doxylamine
Bayi baru lahir dan anak-anak <12 tahun
Wanita yang sedang menyusui

Efek samping:
Kardiovaskular: Palpitasi, takikardia
CNS: disorientasi, sakit kepala, vertigo
GI Tract: Anorexia, konstipasi, diare, membran mukosa yang
kering, nyeri epigastrik, xerostomia
Genitourinaria: disuria, retensi urin
Mata: Pandangan kabur, diplopia
ONDANSETRON
Kategori
Selective 5-HT3 Receptor Antagonist
Reseptor 5-HT3 di perifer terdapat di terminal nervus
vagus, dan di central terdapat di zona perangsang
chemoreseptor area postrema
Farmakokinetik
Ondansetron baik diabsorbsi di GI Tract dan melewati
sebagian besar first-pass effect
Bioaviabilitas pada pemberian 8 mg tablet oral adalah
sebesar 56%
Kontraindikasi
Penyakit hepar
Ketidakseimbangan elektrolit (hipokalemia atau
ONDANSETRON
Efek samping:
Konstipasi berat, nyeri abdomen, kembung
Nyeri kepala dengan nyeri dada dan pusing yang hebat, pingsan,
atau palpitasi
Jaundice
Pandangan kabur
Agitasi, halusinasi, demam, takikardi, refleks yang overactive
(Efek tingginya kadar serotonin pada tubuh)
Ondansetron mampu masuk ke dalam kandungan ASI -> Studi
belum mendukung adanya cukup bukti
METOCLOPRAMIDE
Penggunaan saat kehamilan
Metoclopramide sebaiknya dihindari saat trimester pertama dan
ketiga karena memiliki efek samping sindrom extrapiramidal pada
neonatus
Setelah kehamilan, ibu cenderung memiliki resiko yang tinggi untuk
mengalami depresi postpartum
Penggunaan saat masa menyusui
Metoclopramid dapat di ekskresikan melalui ASI dalam jumlah yang
beragam, beberapa neonatus mengalami peningkatan serum
prolactin dan memliki kemungkinan mengalami efek samping pada
GI Tract