Anda di halaman 1dari 19

EVALUASI MANAJEMEN

PERSEDIAAN DI INSTALASI FARMASI


RSPAU DR. S. HARDJOLUKITO
YOGYAKARTA
ADHYATMA HASBI
15/391588/PEK/21034
Latar Belakang
Hak Kesehatan
pasal 25 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM)
Perserikatan Bangsa-Bangsa
pasal 12 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial,
Instrumen Kebijakan dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa
Internasional pasal 12 Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang
Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan
dan pasal 24 Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang
Hak-Hak Anak

pasal 28H ayat (1) dan pasal 34 ayat (3) amandemen Undang-
Undang Dasar 1945
pasal 9 Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak
Asasi Manusia
Instrumen Kebijakan
Nasional pasal 12 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang
Pengesahan Kovenan Hak Ekonomi Sosial, dan Budaya
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
Latar Belakang

Prinsip-prinsip Pemenuhan Hak


Kesehatan oleh Negara

Ketersediaan Aksesibilitas Kualitas Kesetaraan

Sumber : Kontras.org
Latar Belakang
Upaya Pemerintah dalam Pemenuhan Hak Kesehatan
Warga Negara

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yaitu


pemerintah menjamin ketersediaan fasilitas, sumber daya, akses terhadap
informasi dan edukasi kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh
masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit mengatur


tentang kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah untuk
menyediakan rumah sakit berdasarkan kebutuhan masyarakat,
memberikan pembinaan dan pengawasan kepada rumah sakit untuk
memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan bertanggung
jawab.
Latar Belakang
Fasilitas RSPAU dr. S. Hardjolukito,
Yogyakarta
klinik rawat jalan poliklinik gigi dan mulut, poliklinik penyakit dalam, poliklinik anak, poliklinik bedah,
poliklinik obgyn, poliklinik saraf, poliklinik mata, poliklinik telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), poliklinik
kulit dan kelamin, poliklinik umum/air crew, poliklinik urologi, poliklinik jantung, poliklinik orthopaedi , rehab
medik, poliklinik paru, poliklinik jiwa, poliklinik akupunktur, poliklinik bedah mulut, poliklinik bedah saraf,
poliklinik onkologi dan poliklinik VCT (voluntary counseling and testing).

Enam bangsal rawat inap, yaitu bangsal kebidanan, bangsal penyakit anak, bangsal
bedah kelas tiga, bangsal bedah kelas satu dan dua, bangsal penyakit dalam kelas
satu dan dua serta ruang ICU/ICCU/NICU/PICU untuk rawat inap

Instalasi farmasi merupakan bagian penunjang fungsi medis rumah sakit dalam melayani baik pasien
rawat inap, UGD, maupun rawat jalan
Latar Belakang

Instalasi Farmasi

Peraturan Menteri
Kesehatan Republik
Undang Nomor 44 Tahun Indonesia (Permenkes RI)
2009 tentang Rumah Sakit Nomor 72 Tahun 2016
tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Rumah Sakit
Latar Belakang

Quick, Pengelolaan obat terdiri dari beberapa


aktivitas yaitu seleksi, pengadaan, distribusi,
et al dan penggunaan
(1997)
Apabila pihak rumah sakit tidak efektif dalam
mengelola aktivitas-aktivitas tersebut maka
tidak menutup kemungkinan akan muncul
beberapa permasalahan yang terkait
dengan manajemen persediaan obat.
Latar Belakang

Hasil kekosongan obat dan keberadaan obat yang kadaluwarsa


Wawancara masih menjadi permasalahan dalam pengelolaan obat di
Awal instalasi rumah.

Terdapat beberapa item obat yang pengadaannya tidak


menggunakan e-catalog sehingga keterlambatan dan
kekosongan obat dari pihak distributor menjadi penyebab
manajemen persediaan obat rumah sakit menjadi tidak efektif.

Selain itu, peran dokter dalam memberikan resep obat tertentu


kepada pasien juga menjadi penyebab masih terdapatnya stok
obat yang kadaluwarsa.
Latar Belakang

Beberapa Seorang pasien menerima dosis obat yang salah setelah alternatif
isu akibat konsentrat obat dibeli
kekosongan
Efek samping obat yang diderita oleh pasien akibat pemberian dosis obat
atau yang kurang
kekurangan
pasokan
Penyembuhan pasien rawat inap membutuhkan waktu yang lebih lama
obat. karena menggunakan obat alternatif
Paparella
dan Pasien yang menderita penyakit kronis dan dalam perawatan harus
Horshman dirujuk di rumah sakit lain sehingga terapi pasien mengalami
(2012) keterlambatan, dan

Pelabelan obat serta pembelian obat dengan dosis yang kurang tepat.
Latar Belakang
para praktisi tidak
kesulitan untuk
atau kurang
memperoleh
mendapat informasi
alternatif obat
mengenai penyebab
penganti,
kekosongan obat

Adanya
tidak adanya
kemungkinan risiko
peringatan awal oleh
kerugian bagi pasien
distributor dan dinas
apabila
kesehatan mengenai
menggunakan
kekosongan pasokan
alternatif obat
obat tertentu
pengganti

Paparella dan
Horshman (2012)
para praktisi tidak
Menjelaskan Beberapa
atau sedikit dampak keuangan
Alasan Mengapa
memperoleh yang signifikan bagi
Praktisi kesehatan
informasi mengenai anggaran belanja
mengalami kesulitan
durasi dari obat.
dalam menghadapi isu
kekosongan obat,
kekosongan atau
kekurangan obat, yaiitu
Latar Belakang
kebijakan
terkait
penggunaan
dan distribusi
obat

Penyebab
distribusi dan
Kekosongan keputusan
bisnis pihak
manufaktur
obat
Obat. Fox rumah sakit
terhadap

dan Tyler
pemilihan
obat

(2003)

pengelolaan
persediaan
obat
Penelitian Terdahulu
penelitian Purwidyaningrum (2011)
Setyawati (2015) di Rumah Sakit Umum Penelitian Assanthi (2016) di Instalasi
Puspa (2013) di Instalasi Farmasi RSUD mengenai evaluasi efisiensi distribusi
Daerah (RSUD) Kertosono Kabupaten Farmasi Rumah Sakit (RS) UGM tahun
Cilacap tahun 2012 obat rawat inap di instalasi farmasi
Nganjuk tahun 2009-2012 2014
RSUD Tarakan Jakarta tahun 2009
perencanaan pengadaan, distribusi, tingkat persediaan obat di RS UGM nilai obat kadaluwarsa dan rusak Faktor-faktor yang mempengaruhi
dan/atau pengamatan mutu masih tinggi sebesar Rp2.283.836,00 tidak efisiennya distribusi obat di
penyimpanan di instalasi farmasi RSUD RS UGM masih memiliki kesulitan untuk Solusi yang dilakukan pihak RSUD rumah sakit, yaitu (1) ketidakcocokan
tersebut kurang tepat memprediksi kebutuhan obat tahun untuk mengurangi dan/atau antara obat dengan kartu persediaan
tingkat persentase nilai obat yang 2014 karena adanya transisi RS UGM mengatasi obat yang kadaluwarsa, dikarenakan kelalaian petugas
kadaluwarsa dan rusak masih cukup yang juga melayani pasien Jaminan yaitu (1) pembinaan dan pelatihan gudang dalam melakukan entry data
besar Kesehatan Nasional (JKN) petugas farmasi terkait pengelolaan obat, (2) lamanya waktu tunggu
apabila resep yang ditulis tidak nilai obat yang rusak dan obat, (2) penataan obat sesuai dikarenakan resep pasien hampir
tersedia di instalasi farmasi RSUD kadaluwarsa mencapai dengan petunjuk first expired first out datang secara bersamaan, (3)
Kertosono adalah mengganti obat Rp60.459.638,20 atau sekitar 3,27% (FEFO), (3) petugas gudang farmasi perencanaan pengadaan kurang
yang diresepkan dengan obat lain dari nilai stok opname tahun 2014 secara aktif melakukan pengawasan baik, (4) kekosongan persediaan
yang mengandung zat aktif yang terhadap obat yang akan obat, (5) dokter menulis resep di luar
mengidentifikasi obat yang akan
sama dan tersedia dalam kadaluwarsa, (4) petugas gudang formularium sehingga persediaan
mendekati tanggal jatuh tempo
perencanaan pengadaan obat farmasi secara aktif memberikan obat banyak yang tidak digunakan
kadaluwarsa dan memberikan
informasi mengenai obat yang akan atau ditebus oleh pasien, dan (6)
meminta pasien untuk membeli obat informasi kepada dokter untuk
kadaluwarsa kepada petugas farmasi akumulasi dari faktor tersebut
di luar rumah sakit, bahkan jika perlu meresepkan obat tersebut
di instalasi farmasi RSUD menyebabkan masih terdapatnya
membeli obat di luar daerah apabila tanggal kadaluwarsa obat persediaan obat yang kadaluwarsa
Kertosono seperti Jombang, Nganjuk sudah jatuh tempo maka akan dan/atau rusak di gudang farmasi
dilakukan pengembalian kepada RSUD Tarakan Jakarta.
distributor obat sesuai dengan
perjanjian atau dilakukan
pemusnahan obat oleh pihak ke tiga
Konteks Penelitian

Penelitian ini akan


menganalisis
pelaksanaan
manajemen
Hasil wawancara persediaan obat,
awal : mengidentifikasi
Konteks penelitian ini masih terdapat kasus faktor-faktor yang
berfokus pada strategi Hal ini mencegah kekosongan dan menyebabkan
manajemen atau mengurangi kekurangan pasokan munculnya isu dalam
persediaan obat di permasalahan yang obat masih terdapat manajemen
Instalasi Farmasi berkaitan dengan isu stok obat yang persediaan obat,
RSPAU dr. S. pengelolaan obat kadaluwarsa serta langkah-langkah
Hardjolukito yang telah diuraikan dikarenakan untuk mengatasi atau
Yogyakarta manajemen mengurangi isu dalam
persediaan obat yang prosedur manajemen
kurang efektif persediaan obat di
Instalasi Farmasi
RSPAU dr. S.
Hardjolukito
Yogyakarta
Rumusan Masalah

Aktivitas pengelolaan
yang kurang
Manajemen memadai akan
Kekosongan ini akan
persediaan menimbulkan isu
mengurangi kuliatas
merupakan tanggung dalam manajemen
pelayanan rumah
jawab pihak rumah persediaan obat
sakit
sakit (kekosongan atau
stok obat
kadaluwarsa)
Pertanyaan Penelitian

Bagaimana pelaksanaan manajemen persediaan obat di Instalasi


Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta?
Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan munculnya
permasalahan pada pelaksanaan manajemen persediaan obat di
Instalasi Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta?
Langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk mengatasi
permasalahan pada pelaksanaan manajemen persediaan obat di
Instalasi Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta?
Tujuan Penelitian

Mengidentifikasi proses manajemen persediaan obat di Instalasi


Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta.
Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
permasalahan pada pelaksanaan manajemen persediaan obat di
Instalasi Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta.
Menganalisis langkah-langkah yang perlu dilakuakan untuk
mengatasi permasalahan pada manajemen persediaan obat di
Instalasi Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta.
Kontribusi Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis,


yaitu memberikan uraian terkait permasalahan manajemen
persediaan obat pada fasilitas pelayanan kesehatan khususnya di
instalasi farmasi rumah sakit
Metode Penelitian

Sumber data yang akan digunakan Teknik pengumpulan data yang akan
dalam penelitian ini, yaitu data primer digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1)
dan sekunder wawancara dan (2) Analisis Dokumen

Pendekatan kualitatif
deskriptif

Validitas menggunakan member


checking dan triangulasi data
Teknik Analisis Data, yaitu data
reduction Reliabilitas dengan melakukan
pengecekan terhadap transkrip hasil
wawancara
Terima Kasih