Anda di halaman 1dari 26

WILMAN RANTE MARAMPA

1310015118
Visum Et Repertum adalah laporan tertulis yg
dibuat oleh dokter berdasarkan sumpah
jabatan mengenai apa yg dilihat / diperiksa
saat ini, berdasarkan keilmuan, atas
permintaan tertulis dari pihak yg berwajib,
untuk kepentingan peradilan
Ditulis PROJUSTITIA: (arti demi keadilan); dan
ditulis di kiri atas sebagai pengganti materai

PENDAHULUAN:
Memuat: Identitas pemohon V et R
Identitas dokter yg memeriksa
Identitas korban
Tempat dilakukan pemeriksaan
Keterangan lain:
- kapan korban dirawat
- kapan korban mati
- cara kematian korban
PEMBERITAAN:
Memuat:
Hasil pemeriksaan luar
Hasil pemeriksaan dalam
Hasil pemeriksaan penunjang

PA
Toxicology
KESIMPULAN:
Memuat:
Identitas Jenasah
Kelainan tubuh korban:
- Pemeriksaan luar
- Pemeriksaan dalam
Hub. sebab akibat & kelainan pemeriksaan
Sebab & saat kematian korban
PENUTUP:
Memuat:
Bagian penutup memuat sumpah atau janji, tanda
tangan, dan nama terang dokter yang membuat.
Sumpah atau janji dokter dibuat sesuai dengan sumpah
jabatan atau pekerjaan dokter.
Pernyataan V et R dibuat berdasarkan
sumpah jabatan LN. No. 350 Th. 1937 dan
tanda tangan dokter
Terletak pada bagian pemberitaan sebagai
kesaksian dokter
Bagian kesimpulan merupakan pendapat
pribadi dokter, tidak harus diikuti hakim
Pengaturan Tentang Alat Bukti yg Sah Terdapat
Dalam: K.U.H.A.P. Pasal 184 yg Berbunyi
1. Alat bukti yang sah ialah:
a) Keterangan saksi
b) Keterangan ahli
c) Keterangan terdakwa
d) Surat (V et R masuk di sini)
e) Petunjuk
2. Hal yang secara umum sudah diketahui tidak
perlu dibuktikan
Menurut K.U.H.A.P. Pasal 133: Penyidik.
Penyidik (menurut K.U.H.A.P. Pasal 6)
1) Penyidik adalah:
a) Pejabat polisi negara R.I.
b) Pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi
wewenang khusus oleh U.U.
2) Syarat kepangkatan pejabat diatur lebih lanjut
dalam P.P (Sekarang sekurang-kurangnya Pelda)
K.U.H.A.P. Pasal 133:
Ahli Kedokteran Kehakiman
Dokter
Ahli lain
1. Benda hidup (manusia)
2. Benda mati (jenasah)
-> Dasar hukum pemeriksaan: K.U.H.A.P. Pasal
133
-> Laporan pemeriksaan: Visum et Repertum
3. Benda / bagian tubuh manusia:
Misal: darah, air mani
-> Dasar hukum pemeriksaan: K.U.H.A.P. Pasal
120
-> Laporan pemeriksaan: Expertise
1. Permintaan secara tertulis oleh yang
berwenang
2. Jenis pemeriksaan disebut
3. Dugaan sebab kematian dengan kata-kata
mencerminkan peristiwa pidana
4. Mayat diberi label, di lak, dan cap jabatan
5. Keluarga korban setuju
6. Surat permintaan dikirim bersama mayat
Ditinjau dari segi barang-barang bukti:
1. V et R untuk benda hidup
2. V et R untuk benda mati
Ditinjau dari segi visum:
1. V et R Sementara
2. V et R Lanjutan
3. V et R Difinitif
Dibuat untuk korban hidup di mana
kualifikasi luka belum dapat ditentukan
Ciri:
1. Pada kop tertulis: V et R Sementara
2. Kesimpulan: Hanya dapat ditulis jenis luka &
jenis kekerasan
3. Demikianlah V et R Sementara dibuat dengan
mengingat sumpah pada waktu menerima
jabatan
4. Hanya berlaku 20 hari
5. Hanya dibuat 1x
Guna:
Menentukan ada tidaknya tindak pidana
Mengarahkan penyidikan
Menentukan penahanan sementara (bagi polisi)
Menentukan tuntutan (bagi jaksa)
Data dasar tindak lanjut terapi penyakitnya (bagi
dokter)
Kesimpulan V et R Sementara terdiri dari 3
kriteria:
1. Macam luka
2. Penyebab terjadinya luka
3. Memerlukan perawatan atau tidak
Contoh V et R Sementara:
Terdapat luka . di korban akibat (kekerasan
)
Korban tersebut setuju / menolak perawatan.
Perawatan / pengobatan lanjutan dilakukan di
poliklinik / puskesmas / R.S. bagian dengan
registrasi no. (oleh dokter )
V et R Lanjutan akan dibuat setelah perawatan /
pengobatan lanjutan selesai oleh dokter yang
mengobati korban
Dibuat jika si korban telah selesai dirawat.
Ciri:
1. Pada kop tertulis: V et R Lanjutan
2. Kesimpulan: Selain jenis luka dan jenis
kekerasan, juga dapat ditentukan derajat
penyakit / lukanya.
3. Demikianlah V et R Lanjutan dibuat dgn
mengingat sumpah pada waktu menerima
jabatan
4. Hanya berlaku untuk waktu 20 hari
5. Bisa dibuat lebih dari 1 buah
Guna = V et R Sementara
Contoh V et R Lanjutan:
Kesimpulan (luka sedang):
Terdapat luka di korban, akibat yang
sesuai dengan V et R Sementara no. ternyata
telah memerlukan perawatan / pengobatan
lanjutan korban selama hari / bulan.
Korban tidak dapat menjalankan tugas jabatan /
mata pencaharian sebagai (menurut polisi /
korban sendiri) selama hari / bulan
Mencakup V et R seketika / langsung
(diberikan pada luka ringan atau V et R
Jenazah) dan V et R Lanjutan yg paling akhir
(luka sedang atau berat)
Ciri:
1. Pada kop tertulis V et R Definitif
2. Kesimpulan:
Sebab kematian
Mekanisme
Perkiraan saat kematian
3. Demikianlah V et R Definitif dibuat dengan
mengingat sumpah pada waktu menerima
jabatan.
4. Berlaku seterusnya sampai ke pengadilan.
Contoh V et R Definitif
Kesimpulan:
Matinya orang ini akibat (sebab) di
(regio) yang menyebabkan (mekanisme)

Perkiraan saat kematian adalah antara (jam
/ tanggal ) sampai jam / tanggal
Istilah Hukum K.U.H.P Istilah Medis
(Sebagai Dasar) (Tersurat) (Tersurat /
Disesuaikan)
Penganiayaan Bab XX Adanya luka

(Merusak kesehatan (hasil obyektif


orang dengan penganiayaan)
sengaja)
Istilah Hukum K.U.H.P Istilah Medis
(Sebagai Dasar) (Tersurat) (Tersurat /
Disesuaikan)
Ringan: Tidak 352 Ayat 1 Ringan
menyebabkan sakit (3 bulan) (derajat I)
atau halangan
pekerjaan / jabatan

Sedang: Sakit / 351 Ayat 1 Sedang

halangan pekerjaan / (2 thn 8 bln) (derajat II)


jabatan sementara
Istilah Hukum K.U.H.P Istilah Medis
(Sebagai Dasar) (Tersurat) (Tersurat /
Disesuaikan)
Berat: 351 Ayat 2 Berat
Menyebabkan luka (5 tahun) (derajat III)
berat (K.U.H.P. 90)
Kematian: 351 Ayat 3 Kematian
Menyebabkan mati (7 tahun) (derajat IV)
Terus menerus tidak dapatmelakukan
pekerjaan
Mendatangkan bahaya maut/tidak punya
harapan untuk sembuh
Rompong/putusnya organ tubuh
Kehilangan salah satu panca indera
Perubahan fungsi kognitif dan motorik > 4
minggu
Lumpuh
Gugurnya bayi dalam kandungan
TERIMA KASIH