Anda di halaman 1dari 12

SOSIALISASI

PENINGKATAN MUTU
(AKREDITASI)
PUSKESMAS PUNGGUR
Profil singkat Puskesmas Punggur

MISI
VISI
memberikan pelayanan
menjadi unit pelayanan
kesehatan yang terdepan, kesehatan yang
berkualitas, dan
profesional yang berbasis
berkualitas dan
pada kepuasan pasien terjangkau oleh

masyarakat
AKREDITASI

pengakuanformal yang diberikan oleh


badan akreditasi terhadap kompetensi
suatu lembaga atau organisasi dalam
melakukan kegiatan penilaian kesesuaian
tertentu.
Dasar Hukum akreditasi Puskesmas

Permenkes no 75 tahun 2014 tentang Puskesmas, pasal


39 ayat 1;
Permenkes No. 46 tahun 2015.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 54
ayat (1) menyatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara
bertanggungjawab, aman, bermutu serta merata dan non diskriminatif.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran,
Pasal 49 bahwa setiap dokter/dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran atau
kedokteran gigi wajib menyelenggarakan kendali mutu.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 193; Pelayanan
kesehatan kepada Peserta Jaminan Kesehatan harus memperhatikan mutu pelayanan,
berorientasi pada aspek keamanan pasien, efektivitas tindakan, kesesuaian dengan
kebutuhan pasien, serta efisiensi biaya.
Peningkatan mutu/ akreditasi puskesmas

Permenkes no 75 tahun 2014, akreditasi


Berdasarkan puskesmas adalah pengakuan yang
diberikan kepada puskesmas oleh lembaga
independen penyelenggara akreditasi yang
ditetapkan oleh menteri setelah dinilai bahwa
puskesmas telah memenuhi standar pelayanan
puskesmas yang telah ditetapkan,untuk
meningkatkan mutu pelayanan puskesmas secara
berkesinambungan
Mengapa Perlu Akreditasi Puskesmas?
Isu Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar:
1. Pemberian pelayanan publik yang berkualitas dan mampu
memberikan kepuasan bagi masyarakat merupakan
kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah;
2. Puskesmas sebagai ujung tombak dan sekaligus sebagai
tolok ukur pelayanan publik di bidang kesehatan,
merupakan salah satu pilar dalam memenuhi tuntutan
reformasi birokrasi;
3. Penilaian kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas
menunjukkan hasil yang belum memenuhi standar
kualitas.
Apa Manfaat Akreditasi Puskesmas?
Memberikan keunggulan kompetitif
Memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasyankes
Menjamin diselenggarakannya pelayanan kesehatan primer kepada pasien dan
masyarakat.
Meningkatkan pendidikan pada staf Fasyankes primer untuk memberikan
pelayanan terbaik bagi masyarakat
Meningkatkan pengelolaan risiko baik pada pelayanan pasien baik di
Puskesmas maupun fasyankes primer lainnya, dan penyelenggaraan upaya
Puskesmas kepada masyarakat
Membangun dan meningkatkan kerja tim antar staf fasyankes primer
Meningkatkan reliabilitas dalam pelayanan, ketertiban pendokumentasian,
dan konsistensi dalam bekerja
Meningkatkan keamanan dalam bekerja.
Apa dan siapa saja yang berperan dalam
proses implementasi akreditasi puskesmas?

1. Kementerian kesehatan
2. Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkokesra, Bappenas.
3. Dinkes Provinsi.
4. Dinkes Kabupaten / Kota.
5. Puskesmas.

6.Masyarakat / lintas sektor.


Peran lintas sektor dalam
memaksimalkan akreditasi puskesmas

Pendukung sekaligus tim uji pertama yang


menilai apakah puskesmas tsb sudah ada
kemajuan dalam pelayanan masyarakat,
tepat sasaran dan memiliki prinsip
berkemajuan serta inovatif.
Pemberi masukan dalam peningkatan mutu
pelayanan puskesmas.
Lintas sektor :

1. Camat 10. organisasi kepemudaan


2. RS. pemerintah / swasta. 11. Pihak swasta
3. Kepolisian 12. Sekolah
4. TNI 13. Masyarakat sekitar
5. Lurah / kepala desa
6. Pemuka agama
7. RT/RT
8. Kepala lingkungan
9. PKK
Seberapa besar peran lintas sektor dalam
memaksimalkan akreditasi puskesmas?
1. Peran evaluasi : membantu mengevaluasi kegiatan yang berkaitan
dengan perannya dalam akreditasi puskesmas.
2. Peran informasi : memberikan informasi perkembangan di masyarakat
mengenai perkembangan kegiatan puskesmas.
3. Peran supervisi : membantu puskesmas dalam mensupervisi
4. Peran inovatif : peran ini membantu puskesmas dalam menelurkan
ide2 dalam pengembangan inovatif kegiatan puskesmas.
5. Peran partisipatif : mencakup segala hal berkaitan dengan keikut
sertaan lintas sektor dalam semua kegiatan puskesmas.