Anda di halaman 1dari 17

Arteriosklerosis

Arteriosklerosis

Arteriosklerosis
merupakan keadaan
pada pembuluh arteri
yang mengakibatkan
penebalan arteriol dan
pengerasan pada
pembuluh darah arteri
diakibatkan oleh
penumpukan lemak.
SKENARIO

Seorang laki laki umur 55 tahun,


sedang dirawat di unit penyakit
jantung setelah satu hari yang lalu
menjalani kateterisasi jantung
karena ada sumbatan diarteri
koronaria. Pasien mengalami
sumbatan pada arteri koronaria
karena adanya arterosklerosis.
Pasien memiliki kebiasaan merokok
sebanyak satu pak setiap hari sejak
usia 20 tahun.
DEFINISI

Arterosklerosis adalah penebalan


tunika intima arteri dan
penimbunan lipid yang mencirikan
lesi yang khas.
ETIOLOGI

Faktor risiko yang tidak dapat


diubah :
1. Usia

2. Riwayat CAD pada keluarga


Lanjutan

Faktor risiko yang dapat diubah :

1. Hiperlipidemia
2. Hipertensi
3. Merokok sigaret
4. Diabetes melitus
5. Obesitas
6. Ketitadaktifan fisik
7. Hiperhomosisteinemia
TANDA DAN GEJALA

Klaudiokasi intermiten
Impotensi atau gangguan ereksi
Nyeri isrirahat (sewaktu malam)
Denyut arteri kurang kuat, dinding
arteri keras
Bising jantung (murmur)
Lanjutan

Hipotrofia otot tungkai


Ujung ektremitas pucat, sianosis,
dingin, kelainan trofit, hilang
bulunya, atrofi kulit
Nekrosis atau gangren
KOMPLIKASI

1. Gagal Jantung Kongestif


2. Syok Kardiogenik
3. Disfungsi Otot Papilaris
4. Defek Septum Ventrikel
5. Tromboembolisme
6. Disritmia
PENATA LAKSANAAN

Pada tingkat tertentu, tubuh akan


melindungi dirinya dengan membentuk
pembuluh darah baru di daerah yang
terkena. Bisa diberikan obat-obatan untuk
menurunkan kadar lemak dan kolesterol
dalam darah seperti kolestiramin, kolestipol,
asam nikotinat, gemfibrozil, probukol, dan
lovastatin. Untuk mengurangi resiko
terbentuknya bekuan darah, dapat
diberikan obat-obatan seperti aspirin,
ticlopidine dan clopidogrel atau anti-
koagulan.
Lanjutan
Sementara angioplasti balon
dilakukan untuk meratakan plak dan
meningkatkan aliran darah yang
melalui endapan lemak.
Enarterektomi merupakan suatu
pembedahan untuk mengangkat
endapan. Pembedahan bypass
merupakan prosedur yang sangat
invasif, dimana arteri atau vena yang
normal dari penderita digunakan
untuk membuat jembatan guna
menghindari arteri yang tersumbat.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. EKG
2. Foto rontgen dada
3. Pemeriksaan laboraturium
4. Kateteresasi jantung
ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
KEPERAWA
TAN
1. Ds : Kurang Risiko
Pasien memiliki pengetahuan penurunan
kebiasaan merokok tentang factor perfusi
sebanyak satu pak resiko yang jaringan
setiap hari sejak usia dapat diubah jantung
20 tahun. ( misal
Do : merokok,
Pasien mengalami gaya hidup
sumbatan pada arteri kurang gerak,
koronaria karena obesitas)
adanya
arterosklerosis.
Lanjutan
Diagnose keperawatan yang muncul : Risiko
penurunan perfusi jaringan jantung berhubungan
dengan kurang pengetahuan tentang factor resiko
yang dapat diubah ( misal merokok, gaya hidup
kurang gerak, obesitas) ditandai dengan :

Ds :
Pasien memiliki kebiasaan merokok sebanyak satu
pak setiap hari sejak usia 20 tahun.
Do :

Pasien mengalami sumbatan pada arteri koronaria


karena adanya arterosklerosis.
DAFTAR PUSTAKA
Bulechek, Gliria. M,dkk. 2013. Nursing Interventions
Clasification (NIC). Oxford: Elserveir Global Rights.
Doengoes, Marilynn, E,dkk. 2011. Manual
Diagnosis Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Herdman, T.H & S. Kamitsuru. 2015. Diagnosis
Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Morhead, Sue,dkk. 2013. Nursing Outcomes
Classification (NOC). Oxford : Elseveir Global
Rights.
Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. 2002.
Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.