Anda di halaman 1dari 10

Adinda Dwi Z.

Adrinta Prahartia
Asih Astari.
Dhanika
M.Faris F
Rino Aji Saputra
Yulisa Happyn C

Hubungan

PEMPUS DENGAN PEMDA


Asas-Asas Pemerintahan Otonomi Daerah
1. Sentralisasi = segala kekuasaan sistem pemerintahan dipusatkan pada pemerintah pusat
a. Kelebihan sentralisasi meliputi :
Keseragaman manajemen, dalam aspek perencanaan, pengelolaan,
evaluasi, hingga model pengembangan sekolah dan pembelajaran.
Keseragaman pola pembudayaan masyarakat
Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien, karena seluruh
aktivitas organisasi terpusat dan pengambilan keputusan lebih mudah.
b. Kelemahan sentralisasi :
Kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas.
Melahirkan suatu pemerintah yang otoriter sehingga tidak mengakui akan
hak-hak daerah.
Kekayaan nasional, kekayaan daerah telah dieksploitasi untuk kepentingan
segelintir elit politik.
2. Asas desentralisasi = penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada
daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
a. Kelebihan desentralisasi :

Mampu memecahkan masalah secara mandiri, bekerja dan hidup dalam kelompok
kreatif penuh inisiatif dan impati,

Mendorong terjadinya partisipasi dari bawah secara lebih luas.

Mengakomodasi terwujudnya prinsip demokrasi.


b. Kekurangan desentralisasi :

Kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

Sumber daya manusia yang belum memadai.

Kapasitas manajemen daerah yang belum memadai.


3. Asas Dekosentrasi = pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada gubernur
sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
a. Kelebihan Dekosentrasi :
eksistensi dekonsentrasi akan dapat mengurangi keluhan-keluhan daerah, protes-protes
daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.
memungkinkan terjadinya kontak secara langsung antara pemerintah dengan yang
diperintah/rakyat.
dapat menjadi alat yang efektif untuk menjamin persatuan dan kesatuan nasional.
b. Kekurangan Dekosentrasi
Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama.
Diperlukan biaya yang lebih banyak.
Karena besarnya organ-organ pemerintah, maka struktur pemerintahan bertambah
kompleks yang mempersulit koordinasi.
4. Tugas Pembantuan = penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa, dari
pemerintah propinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa, dari pemerintah
kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.
a. Kelebihan tugas pembantuan :
meningkatkan efektivitas dan efesiensi penyelenggaraan pembangunan serta pelayanan
umum kepada masyarakat.
memperlancar pelaksanaan tugas dan penyelesaian permasalahan serta membantu
mengembangkan pembangunan daerah dan desa sesuai dengan potensi dan
karakteristiknya.
1. Asas Kepastian Hukum adalah asas dalam negara hukum yang mengutamakan

Pemerintahan menurut UU No 28/1999


landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap
kebijakan Penyelenggara Negara
2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara adalah asas yang menjadi landasan keteraturan,
keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara.
3. Asas Kepentingan Umum adalah yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan
Asas-Asas Penyelenggaraan

cara yang aspiratif, akomodatif dan selektif.


4. Asas Keterbukaan adalah asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk
memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang
penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi
pribadi, golongan dan rahasia negara.
5. Asas Proporsionalitas adalah asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan
kewajiban Penyelenggara Negara.
6. Asas Profesionalitas adalah asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan
kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7. Asas Akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil
akhir dari kegiatan Penyelenggara Negara harus dapat dipertanggungjawabkan
kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Hubungan antara Pempus dan Pemda
1. Secara struktural
a. Pempus melakukan pembinaan terhadap pemda untuk urusan otonomi daerah
b. Pempus melakukan proses pemberhentian terhadap pejabat pemda jika melakukan
pelanggaran
c. Proses pengangkatan pejabat pemda dilakukan pempus

2. Secara fungsional
a. Pempus membawahi seluruh wilayah Indonesia
b. Pempus bertanggung jawab terhadap sebagian dari wilayah Indonesia
c. Pempus bertugas urusan politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan,
moneter dan fiskal, dan agama
d. Pemda bertugas semua urusan pemerintahan kecuali politik luar negeri, pertahanan dan
keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, dan agama
Hubungan Pempus dan Pemda
1. Hubungan dalam hal keuangan
Hubungan keuangan antara pempus dan pemda Pasal 15 ayat 1 UU No.32/2004 meliputi :
a. Pemberian sumber-sumber keuangan untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan
yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah;
b. pengalokasian dana perimbangan kepada pemerintahan daerah; dan
c. pemberian pinjaman dan/atau hibah kepada pemerintahan daerah
2. Hubungan dalam hal pelayanan umum
a. kewenangan, tanggung jawab, dan penentuan standar pelayanan minimal;
b. pengalokasian pendanaan pelayanan umum yang menjadi kewenangan daerah; dan
c. fasilitasi pelaksanaan kerja sama antar pemerintahan daerah dalam penyelenggaraan
pelayanan umum.
3. Hubungan dalam hal pemanfaatan sumber daya alam
a. kewenangan, tanggung jawab, pemanfaatan, pemeliharaan, pengendalian dampak,
budidaya, dan pelestarian;
b. bagi hasil atas pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya; dan
c. penyerasian lingkungan dari tata ruang serta rehabilitasi lahan
4. Hubungan dalam hal kewenangan
a. Pempus memiliki wewenang mengurusi politik luar negeri, pertahanan
dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal
b. Pemda memiliki wewenang mengurusi selain politik luar negeri,
pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal
Apakah
Hubunganada Pertanyaan
Pempus ?
dan Pemda