Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

P
DENGAN GANGGUAN SISTEM
PERKEMIHAN: BENIGNA PROSTAT
HIPERPLASIA (BPH)

Disusun Oleh Kelompok IX:


Desi Wulandari NIM: 071311007
Ririn Angriani NIM: 071311035
Wan Hendra NIM: 071311041
PENGERTIAN

BPH (Benigna Prostate Hyperplasia) adalah


pembesaran kelenjar prostat yang dapat
mengakibatkan terhambatnya aliran urine yang
terjadi pada pria berusia 50 tahun keatas
(Rudy Haryono, Skep. Ns, 2013)
PENYEBAB

Penyebab terjadinya BPH sampai sekarang


belum diketahui secara pasti.
-Faktor Usia
-Hormonal
PATOFISIOLOGI
Pembesaran prostat terjadi karena adanya faktor pemicu
yaitu pertumbuhan hormon dan faktor usia yang dapat
menyebabkan terjadinya penurunan hormon testosteron
dan epitel prostat meningkat dan mengakibatkan
terjadinya pembesaran pada prostat. Karena adanya
pembesaran pada prostat ini akan terjadi penyempitan
lumen pada uretra dan intravesikal akan meningkat,
sebagai kompensasi terhadap tahanan uretra
prostalika, maka otot destrusor dan kandungkemih
berkontraksi lebih kuat agar dapat memompa urine
keluar.
Kontraksi yang terus-menurus menyebabkan perubahan
anatomi dari kandung kemih berupa hipertropi otot
destrusor, trabekulasi, buli-buli dan juga refluk vesiko
ureter.
TANDA GEJALA

Urgensi
Frekuensi miksi lebih sering dari biasanya
dapat terjadi pada malam hari (nokturia) dan
pada siang hari.
Disuria

Histansi

Intermittency
KOMPLIKASI
Kerusakan ginjal : Proses kerusakan ginjal
dipercepat bila terjadi infeksi pada waktu miksi.
Hematuria : Adanya pembesaran pada kelenjar
prostat dapat mengakibatkan terjadi nya
hematuria karena proses miksi klien BPH yang
sulit dan terasa nyeri.
Infeksi : Kemungkinan infeksi pada BPH dapat
terjadi jika dilakukan pemasangan kateter pada
klien dengan tanda dan gejala infeksi (dolor, kolor,
tumor, rubor, fungsio laesa).
PENATALAKSANAAN MEDIK
Observasi
Biasanya dilakukan pada klien dengan keluhan
ringan, nasihat yang diberikan yaitu:
mengurangi minum setelah makan malam
untuk mengurangi nokturia,
mengurangi minum kopi dan tidak
diperbolehkan minum alkohol.
Setiap 3 bulan dilakukan kontrol keluhan, sisa
kencing dan pemeriksaan colok dubur.
SAMBUNGAN..

Terapi bedah
KASUS
Tn. P datang ke RSUD dengan keluhan sulit BAK sejak 1
bulan yang lalu. Tn. P mengatakan harus mengejan
terlebih dahulu sampai menimbulkan rasa nyeri pada
kemaluannya. Ia juga mengatakan sering BAK pada
malam hari meskipun tidak banyak minum. Sedangkan
pada siang harinya, pancaran kencingnya juga melemah
bahkan kadang hanya menetes saja.
Saat dilakukan pengkajian, terlihat Tn. P tampak gelisah
dan berkeringat. Tn. R juga mengatakan ia merasa takut
dan cemas dengan penyakit yang ia derita. Didapat TD:
100/70 mmHg, N: 80 x/menit, RR: 28 x/menit, S: 36,5
oC. Saat dilakukan pemeriksaan colok dubur, teraba
pembesaran kelenjar prostat.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan eliminasi urine: retensi urine b/d


obstruksiakibatpembesaranpadakelenjarprostat.
Nyeri b/d pembesaran kelenjar prostat.

Ansietas b/d prognosis penyakit.


Terimakasih
Semoga Bermanfaat