Anda di halaman 1dari 13

Nama Kelompok:

NASIONALISME
1.Ikmal Budi Hardiansyah 16050514034
2.Rifky Praditya Wirawan 16050514048
DALAM BERBAGAI
PRESPEKTIF
Home Next Prev

PENGERTIAN
Dalam mengartikan apa itu nasionalisme ada beberapa tokoh ahli yang memiliki arti
nasionalisme yaitu:
A. Ernest Renan
B. Otto Bauar
C. Hans Kohn
D. L.Stoddard
E. Dr.Hertz
Home
Home Next Prev
Prev

ERNEST RENAN
Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
Home Next Prev

OTTO BAUAR
Suatu persatuan yang timbul karena persaan yang senasib.
Home Next Prev

HANS KOHN
Nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional
berbangsa dan bernegara sendiri
Dan kesadaran nasional adalah inilah yang membentuk nation dalam arti politik,
yaitu negara nasional.
Home Next Prev

L.STODDARD
Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki sebagian besar individu yang
mana mereka menunukkan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara
bersama di dalam suatu bangsa.
Home Next Prev

DR.HERTZ
Ada empat unsur menurut Dr.Hertz yaitu:
A. Hasrat untuk mencapai kesatuan
B. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan
C. Hasrat untuk mencapai keadilan
D. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa
NASIONALISME DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF
Dalam nasionalisme terdapat beberapa nasionalisme yaitu:
1. Agama
2. Pancasila
3. Politik
NASIONALISME TERHADAP PERSPEKTIF ISLAM
Studi tentang hubungan Islam dan nasionalisme bermula dari kawasan Timur Tengah.
Seperti di Indonesia, sejumlah pelajar Timur Tengah yang belajar di Eropa kembali
dengan membawa konsep nasionalisme yang dipelajari di Barat. Konsep Barat
tentang patria (tanah air) memengaruhi kata wathan dalam bahasa Arab dengan
memberi pengertian politik padanya. Mereka percaya bahwa kemajuan yang
dicapai Eropa dipengaruhi oleh kuatnya patriotisme individu dan masyarakat
terhadap negara
NASIONALISME TERHADAP PERSPEKTIF POLITIK
Perspektif nasionalisme merupakan bagian dari fase dalam sejarah kebijakan
ekonomi, atau sebuah sistem tentang kebijakan ekonomi yang banyak dipraktekan
oleh para negarawan Eropa dalam rangka menjamin kesatuan politik dan kekuatan
nasionalnya. Sistem ini dikenal dengan sebutan the commercial or mercantile system,
yang dipelopori Adam Smith, sehingga seringkali pendekatan dari perspektif
nasionalisme disebut juga dengan merkantilisme (Gilpin, 1987:32). Kaum merkantilis
memiliki pandangan bahwa elit-elit politik berada pada garis depan pembangunan
negara modern
NASIONALISME INDONESIA DILANDASI
PANCASILA
Adalah Bung Karno, Presiden RI pertama, yang pada 1 Juni 1945 menyampaikan
pandangannya kepada Badan Penyelidik Usaha nPersiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI) tentang Pancasila. Beliau katakan bahwa negara Indonesia yang akan kita
dirikan memerlukan satu Weltanschauung atau Pandangan Hidup Bangsa.
Selain itu nasionalisme yang kita bangun harus menjunjung tinggi Kerakyatan atau
Demokrasi, bukan nasionalisme yang diktatur. Sebab kedaulatan bangsa harus di
tangan Rakyat. Nasionalisme juga mengutamakan kesejahteraan yang tinggi bagi
seluruh rakyat Indonesia disertai Keadilan Sosial yang menjadikan Rakyat selalu
setia kepada negara dan bangsa. Dan Nasionalisme Indonesia ber-Ketuhanan Yang
Maha Esa, bukan nasionalisme atheis atau sekular. Nasionalisme yang menjunjung
tinggi kehidupan bermoral sesuai ajaran agama-agama yang ada dalam kehidupan
umat manusia.
MAKNA NASIONALISME
Merupakan kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi
suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau menghilangkan penjajahan
maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan
masyarakat, bangsa dan negaranya
Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai
bangsa dan negara Indonesia. Kebanggan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan
negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan
negara lain
KEADAAN NASIONALISME INDONESIA
Semangat nasionalisme merupakan salah satu modal yang harus dimiliki bangsa
Indonesia dalam menghadapi ancaman-ancaman ketahanan nasional sebagai
dampak negatif globalisasi. Tanpa adanya semangat nasionalisme, maka akan timbul
perpecahab dan disintegrasi bangsa Indonesia. Tanpa adanya semangat
nasionalisme dalam setiap jiwa bangsa Indonesia, maka akan dengan mudah bangsa
lain mengobrak-abrik bahkan menjajah kembali Indonesia. Tentu saja ini semua tidak
kita inginkan terjadi, walaupun sebenarnya kini sudah mulai muncul tanda-tanda akan
hal itu. Hal terbaik yang perlu kita lakukan adalah memunculkan kembali semangat
nasionalisme untuk bersatu melawan segala ancaman yang akan mengancam
integritas kita sebagai bangsa Indonesia.