Anda di halaman 1dari 7

Model Pengurangan Rasa Takut

Kelompok 1
Aulia Rachmah
Irma Uswatun Hasanah
Vinia Rosa Nurmata
Model Pengurangan Rasa Takut (Janis 1967),
Merupakan teori yang mengatakan bahwa
rasa takut dapat menimbulkan tindakan.
Apabila rasa takut itu sampai pada tingkat
tertentu maka seseorang akan menerima
tindakan yang dianjurkan, tetapi apabila rasa
takut itu sedikit sekali atau terlalu kuat maka
seseorang akan menolak tindakan yang
dianjurkan.
Model Pengurangan Rasa Takut

3 titik perubahan
Perubahan
Perilaku

Penerimaan
Perubahan

2 Rasa takut 3 Rasa takut


dinaikkan diturunkan
Seorang Ibu hamil datang untuk konsultasi gizi.
Ahli gizi mengatakan bahwa Ibu tersebut
mengidap penyakit diabetes gestasional dan
pekan selanjutnya Ibu itu harus datang kembali
untuk menjalani diet rendah glukosa serta
perawatan intensif. Ahli gizi juga mengatakan
bahwa mungkin nantinya akan sulit menjalani
diet karena mengubah pola makan Ibu sedikit
demi sedikit dan ada kemungkinan bayi lahir
besar di atas rata-rata > 4 kg. Ibu tersebut
ketakutan karena Ahli gizi mengatakan akan
mengubah kebiasaan makannya dan
kemungkinan bayi lahir besar.
Karena ketakutan berlebihan maka ia tidak
mendengarkan anjuran ahli gizi untuk datang kesana lagi
sepekan kemudian. Akibatnya diabetes gestasional yang
dialami ibu semakin buruk dan bayinya lahir besar. Agar
Ibu tersebut dapat dengan baik menerima saran Ahli gizi
yang diberikan, diperlukan pengelolaan emosi dan
strategi penyampaian yang baik agar rasa takut Ibu
tersebut berkurang dan mau menerima anjuran Ahli gizi.
Contohnya Ahli gizi tersebut harus meyakinkan Ibu bahwa
semua akan baik-baik saja dan disertai fakta/bukti kalau
banyak Ibu yang mengalami diabetes gestasional berhasil
dalam program diet dan bayinya lahir normal. Dengan
begitu Ibu akan mengalami perubahan perilaku menjadi
lebih berani, bersemangat dan memahami apa yang
dikatakan Ahli gizi.
Seorang pria mengunjungi dokter untuk
mengontrol kesehatannya di sebuah klinik
kesehatan. Saat diperiksa tekanan darahnya,
tekanan darah pria tersebut 140/80 mmHg,
yang menandakan bahwa ia mengalami
hipertensi. Pria tersebut juga memiliki kadar
kolesterol darah yang cukup tinggi. Dari
penjelasan dokter, ia merasa cemas terhadap
kesehatannya yang memburuk tersebut.
Dokter menyarankan untuk membatasi
konsumsi garam yang berlebih dan mengatur
pola hidup yang sehat. Tentunya makanan
yang mengandung kolesterol tinggi dari
sumber hewani juga perlu dibatasi,
meningkatkan aktivitas fisik, dan mengurangi
tingkat stress yang juga menjadikan tekanan
darah menjadi tinggi. Perilaku tersebut harus
dilakukan oleh pasien dalam mengubah pola
hidupnya untuk lebih sehat agar tidak
berlanjut ke penyakit yang lebih kompleks,
seperti jantung koroner dan stroke.