Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK VI

ARSITA (H211 16 005)


RESKI INDRAWATI USMAN HS (H211 16 007)
FIRDA ERLIANI (H211 16 008)
CAHYA MUKHLISA AZDARANI (H211 16 308)
Pengertian Arus Searah.
Rangkaian arus searah (DC, direct current)
merupakan rangkaian listrik dengan arus
stasioner (dalam arti polaritas tetap) yang
tidak berubah terhadap waktu. Besaran-
besaran utama yang menjadi perhatian
dalam listrik arus searah adalah kuat arus (I)
dan beda tegangan (V) yang bekerja pada
komponen resistif dengan sumber
arus/tegangan konstan.
Resistor dalam
Rangkaian Seri dan
paralel
Ketika dua atau lebih resistor
dihubungkan dari ujung ke ujung
seperti pada gambar maka
rangkaian ini disebut rangkaian
seri. Dimana resistor tersebut
selanjutnya akan dilewati muatan
sehingga arus I yang melewati
setiap resistor memiliki nilai yang
sama.
sifat-sifat dari rangkaian seri yaitu
Itot= I1 = I2= I3
Vtot= V1= V2 = V3
Rtot= R1 = R2 = R3
Pada rangkaian paaralel ini arus dari sumber
terbagi menjadi cabng-cabang yang terpisah.
Perkabelan pada rumah-rumah dan gedung-
gedung diatur sehingga semua peralatan listrik
tersusun secara paralel. Dengan perkabelan
paralel ini jiak diputuskan satu alat maka arus ke
alat yang lian tidak terganggu. Berbeda dengan
rangkaian seri dimana apabila diputus satu alat
maka distribusu arus kealat lainnya akan
terganggu.
Dikarenakan besar muatan listrik
kekal, arus yang masuk ke dalam titik
cabang harus sama besarnya dengan
arus yang keluar dari titik cabang,
dengan demikian dapat dirumuskan
besrnya arus sebagai berikut:
Itot= I1 = I2= I3
Ketika resistor terhubung secara
paralel, maka pada masing masing
resistor akan mengalami tegangan
yang sama sehingga dari hukum ohm
akan didapatkan nilai dai hambatan
total pada resistor yaitu:
Vtot= V1= V2 = V3
Rangkaian Seri Pararel
Susunan R (Resistor) pada sebuah
untaian juga bias merupakan
kombinasi antara rangkaian paralel
dan rangkaian seri. Maka
penyelesaian selanjutnya akan
digunakan gabunan dari kedua
rumus dari rangkaian seri maupun
parallel. Sebagai contoh dapat
dilihat gambar.
Pada gambar, arus yang memulai
dari tiap resistor dalam rangkaian
parallel tersebut umumnya berbeda,
tetapi beda potensial pada ujung
ujung resistor haruslah sama.
Semua sumber listrik yang dapat menimbulkan arus
listrik tetap terhadap waktu dan arah tertentu disebut
sumber-sumber listrik arus searah.
1. Elemen Elektrokimia
Elemen elektrokimia adalah sumber listrik arus
searah dari proses kimiawi. Dalam elemen ini terjadi
perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
Elemen elektrokimia dapat dibedakan berdasarkan
lama pemakaiannya yaitu elemen primer dan
sekunder
1. Elemen Primer
Elemen primer adalah sumber listrik arus
searah yang memerlukan penggantian
bahan setelah dipakai. Contoh elemen
primer sebagai berikut
a. Elemen Volta
b. Elemen Daniell
c. Elemen Leclanche
d. Elemen Kering
a) Elemen Volta
Elemen volta adalah sejenis baterai kuno yang
diciptakan oleh Alesandro Volta. Elemen volta
masih diterapkan sampai saat ini. Elemen volta
terdiri atas 2 elektroda dari logam yang berbeda
yang dicelupkan pada cairan asam atau larutan
garam
b) Elemen Daniell
Elemen Daniell adalah elemen yang gaya gerak
listriknya agak lama karena adanya depolarisator.
Depolarisator adalah zat yang dapat menghambat
terjadinya polarisasi gas hidrogen. Depolarisator
pada elemen ini adalah larutan tembaga (sulfat).
c) Elemen Leclanche
Jenis elemen leclanche ada dua macam, yaitu elemen
kering dan basah, terdiri atas dua bejana kaca yang
berisi:
- batang karbon sebagai kutub positif (anoda)
- batang seng sebagai kutub negatif (katoda)
- Batu kawi sebagai depolarisator
- larutan amonium klorida sebagai elektrolit
d) Elemen Kering
Elemen kering adalah sumber arus listrik yang dibuat
dari bahan-bahan kering yang tidak dapat diisi kembali
(sekali pakai).
Elemen sekunder adalah sumber arus
listrik yang tidak memerlukan
penggantian bahan pereaksi (elemen)
setelah sumber arus habis digunakan.
Sumber ini dapat digunakan kembali
setelah diberikan kembali energi (diisi
atau disetrum).
Contoh dari elemen sekunder yaitu
akumulator (aki). Akumulator adalah
termasuk sumber listrik yang dapat
menghasilkan Tegangan Listrik Arus Searah
(DC). Prinsip kerja dari akumulator adalah
berdasarkan proses kimia.
Secara sederhana, prinsip kerja akumulator
dapat dijelaskan sebagai berikut.
a) Pemakaian
Pada saat akumulator dipakai, terjadi
pelepasan energi dari akumulator menuju
lampu. Dalam peristiwa ini, arus listrik
mengalir dari kutub positif ke pelat kutub
negatif. Setelah akumulator dipakai beberapa
saat, pelat kutub negatif dan positif akan
dilapisi oleh sulfat. Hal ini menyebabkan beda
potensial kedua kutub menjadi sama dan
kedua kutub menjadi netral.
b) Pengisian
Setelah kedua kutub netral dan arus tidak
mengalir, kita harus menyetrum aki agar
dapat digunakan kembali. Pada saat aki
diestrum, arah arus berlawanan dengan
pada saat digunakan,yaitu dari kutub
negatif ke positif. Contoh lainnya seperti
batu baterai yang digunakan pada telepon
genggam (Hp), laptop, kamera, lampu
emergensi dll.
Sel surya atau sel photovoltaic, adalah
sebuah alat semikonduktor yang terdiri
dari sebuah wilayah-besar dioda P-N
junction, di dalam hadirnya cahaya
matahari mampu menciptakan energi
listrik yang berguna. Pengubahan ini
disebut efek photovoltaic. Bidang riset
berhubungan dengan sel surya dikenal
sebagai photovoltaics.
Komponen dalam Arus Searah
1. Resistor
Resistansi merupakan sifat material
yang cenderung menghambat arus
listrik. Resistor sendiri merupakan
komponen yang mempunyai sifat
resistansi tersebut. Komponen ini
akan mengubah energi listrik
menjadi energi panasUmumnya
resistor ini terbuat dari karbon.
Dalam hukum ohm diketahui
bahwa Kemiringan besar =
resistansi tinggi Kemiringan kecil =
resistansi rendah Arus Tegangan
2. Induktor
Induktor merupakan alat untuk
menyimpan energi listrik dalam
medan-magnetik.
Induktor memiliki karakteristik yang
berbeda dengan kapasitor yaitu
menahan arus AC dan meneruskan
arus DC.
Fungsi utama dari sebuah induktor
dalam sebuah rangkaian yaitu untuk
melawan fluktuasi arus yang
melewatinya. Pengaplikasiannya
dalam rangkaian DC bertujuan
untuk menghasilkan tegangan DC
yang konstan terhadap fluktuasi
beban arus.
Daya dan Energi
Arus Searah
Jika suatu sumber tegangan V diberikan beban R
sehingga arus yang mengalir pada rangkaian sebesar I,
maka sumber tegangan menyalurkan daya listrik
sedangkan R menyerap daya listrik. Kedua daya ini akan
memiliki besar yang sama.
Diketahui dari hukum ohm bahwa besarnya tegangan
akan sebanding dengan besarnya arus yang melewati
rangkaian dn besarnya hamabtan pada rangkaian ,
sehingga dpat dirumuskan besar daya:
P= RI2
P= V2/R
Selanjutnya akan didapatkan nilai atau besarnya energi
listrik yang disalurkan oleh sumber tegangan sama
dengan energi listrik yang diserap oleh R. Besarnya
energi listrik yang disalurkan akan bergantung pada
besanya daya dan waktu, dapat dirumuskan sebagai:
W= Pt