Anda di halaman 1dari 67

Curriculum vitae

Nama : dr. Herbowo AF Soetomenggolo, SpA


Tempat/tanggal lahir : Jakarta, 16 Februari 1975
Pendidikan:
Kedokteran umum FK Universitas Indonesia 1993-1999
Pendidikan Sp1 Spesialis Anak FK Universitas Indonesia,
2001-2006
Fellowship Saraf Anak FK Universitas Indonesia 2008
Pendidikan Sp2 Saraf Anak FK Universitas Indonesia 2015
Jabatan Organisasi:
Ketua unit kerja Saraf Anak IDAI cabang Jakarta
CEDERA KEPALA
PADA ANAK
Herbowo AF Soetomenggolo
Masalah
Apakah trauma kepala sudah menyebabkan cedera
pada otak?
Perlukah dirawat?
Perlukah dilakukan pemeriksaan CT-Scan?
Apakah terjadi peningkatan tekanan intrakranial ?
Bagaimana menangani peningkatan tekanan
intrakranial?
Bagaimana bila anak kejang?
Pendahuluan
Trauma kepala merupakan salah satu penyebab
tersering anak dibawa ke unit gawat darurat

Sebagian besar ringan dan tidak menyebabkan


gejala sisa

Bila terjadi cedera pada otak dapat menyebabkan


kematian atau gangguan fungsi kognitif dan motorik
yang menetap
Epidemiologi
Insidens
Insidens di Indonesia belum ada data
Di Amerika Serikat: 670 per 100.000 anak datang ke IGD karena
trauma kepala (ringan, sedang, atau berat)
Puncak angka kejadian pada usia remaja diikuti usia balita

Etiologi bervariasi tergantung usia


Penyebab utama pada kelompok usia:
Remaja: kecelakaan kendaraan bermotor (43%)
Usia balita: jatuh dari ketinggian (41%)
Usia diantaranya: korban tertabrak kendaraan bermotor saat
berjalan atau mengendarai sepeda

Reid SR. Arch Pediatr Adolesc Med. 2001;155:7849.


Kraus J MD. Epidemiology of brain injury. 2000. h. 126.
Langlois JA, dkk.Traumatic brain injury in the United States. 2006.
Mortalitas akibat cedera otak berat pada anak
sebesar 65,4%
Cedera otak karena trauma lebih sering
menyebabkan ganggguan perkembangan dikemudian
hari dibandingkan penyakit SSP lainnya (219-345 per
100.000 populasi)

Au et al. Pediatr Care Med. 2011;12:566-71


Lenzlinger, Wiley-Liss. 2001:1;3-36
ANATOMI
Anatomi kepala
Melewati sutura

Tidak melewati
sutura

Subdural hem

Pape KE,Wigglesworth JS. Haemorrhage,ischemia and perinatal brain, 1979.


PATOFISIOLOGI
Patofisiologi
Patofisiologi trauma kepala pada anak berbeda

Ukuran kepala lebih besar, kekuatan otot-otot leher belum


sempurna, fleksibilitas leher Kekuatan biomekanik yang
Faktor diteruskan ke kepala besar
biomekanik Tulang tengkorak lebih tipis mudah mengalami deformitas
Ubun-ubun masih terbuka dan sutura yang masih fleksibel
mengurangi efek tekanan yang meningkat akibat edema serebri

CBF baseline pada anak lebih tinggi dari dewasa edema serebri
Regulasi
lebih sering terjadi pada anak (2-5 kali lipat dewasa) dan bersifat
neurovaskular
diffuse

Berney J. Childs Nerv Syst. 1994;10:51723.


Chugani HT. Science. 1986;231:8403.
Aldrich EF dkk. J Neurosurg. 1992;76:4504.
Patofisiologi

Jumlah reseptor neurotransmiter eksitasi lebih banyak


pada otak imatur kejang post-trauma lebih sering
Peran terjadi pada anak
neurotransmitter
eksitasi Aktivitas neurotransmiter eksitasi yang berlebihan
akan menyebabkan kerusakan dan kematian sel
neuron (excitotoxicity)

Jaringan otak yang sedang berkembang sangat rentan


Maturasi serebral mengalami gangguan saat terjadi kerusakan otak
difus seperti pada trauma kepala

Giza CC. J Athl Train. 2001;36:22835.


Lerner JT. Swaimans pediatric neurology. 2012. h. 1087125.
Patofisiologi

Akibat benturan langsung


Cedera
Gaya akselerasi-deselerasi
primer Gaya gesekan yang diderita otak

Kerusakan lebih lanjut dari cedera


primer
Cedera
Peristiwa biokimia yang
sekunder menyebabkan kerusakan otak lebih
lanjut

Krach LE, Kriel RL. Pediatric rehabilitation 1999


Gedeit R. Pediatr Rev 2001
Patofisiologi
Trauma tumpul
Benturan Cedera oleh energi yang yang timbul oleh gaya
langsung yang mengenai kepala

Mekanisme contra-coup
Akselerasi- 2 kutub otak yang berseberangan membentur
deselerasi tulang tengkorak

Gaya akselerasi rotasional


Gaya Perdarahan ptekie batang otak atas,
pergesekan serebrum,korpus kalosum,robekan
akson,selubung mielin

Krach LE, Kriel RL. Pediatric rehabilitation 1999


Gedeit R. Pediatr Rev 2001
Patofisiologi
Trauma tumpul
Benturan Cedera oleh energi yang yang timbul oleh gaya
langsung yang mengenai kepala

Mekanisme contra-coup
Akselerasi- 2 kutub otak yang berseberangan membentur
deselerasi tulang tengkorak

Gaya akselerasi rotasional


Gaya Perdarahan ptekie batang otak atas,
pergesekan serebrum,korpus kalosum,robekan
akson,selubung mielin

Krach LE, Kriel RL. Pediatric rehabilitation 1999


Gedeit R. Pediatr Rev 2001
KLASIFIKASI CEDERA KEPALA
Klasifikasi

Klasifikasi berdasarkan GCS

Ringan : Skor GCS 13 15


Sedang: Skor GCS 9 12
Berat : Skor GCS 3 8

Klasifikasi berdasarkan usia

Usia di bawah 2 tahun


Usia di atas 2 tahun

Kay T, dkk. J Head Trauma Rehabil. 1993;8:867.


Marcin JP. Crit Care Med. 2002;30:S45767.
Skala koma Glasgow

EYE VERBAL MOTOR

Spontan : 6
Senyum sosial Menarik tangan dgn
Spontan : 4
/orientasi baik : 5 rangsang : 5
Perintah : 3
Menangis : 4 Menarik tangan dgn
Rangsang nyeri: 2
Menangis terus: 3 nyeri : 4
Respons (-) : 1
Merintih/mengerang: 2 Fleksi krn nyeri: 3
Suara (-) : 1 Ekstensi krn nyeri:2
Respon (-) : 1
Klasifikasi

Klasifikasi berdasarkan GCS

Ringan : Skor GCS 13 15


Sedang: Skor GCS 9 12
Berat : Skor GCS 3 8

Klasifikasi berdasarkan usia

Usia di bawah 2 tahun


Usia di atas 2 tahun

Kay T, dkk. J Head Trauma Rehabil. 1993;8:867.


Marcin JP. Crit Care Med. 2002;30:S45767.
Pembagian berdasarkan usia cukup penting karena
trauma pada anak <2 tahun mempunyai
karakteristik:
pemeriksaan klinis lebih sulit
kerusakan intrakranial umumnya asimtomatik
sering terjadi keretakan tulang kepala akibat
trauma kepala ringan
sering terjadi kerusakan otak
GEJALA DAN TANDA KLINIS
CEDERA KEPALA
Gejala dan tanda klinis
cedera kepala ringan
Gejala cedera kepala ringan yg plg sering didapatkan
(75% kasus)
Nyeri kepala, gangguan penglihatan ringan dan
hiperaktivitas.
Gejala klinis umumnya ringan
Ggn emosional dan fungsi kognitif ringan bbrp bln setelah
trauma dan perbaikan dlm 3 bln
Risiko ggn neurobehavioural sedang-berat 0-1%

Caroll, dkk. J Rehabil Med. 2004;43:84-105


Gejala dan tanda klinis
cedera kepala sedang
Gejala klinis terbanyak adalah muntah (50,9%),
Hipotensi (48%) dan hipoksia (44%).
Bila hipotensi tidak ditangani dengan baik, maka
morbiditas dan mortalitas akan meningkat

Gejala lain: nyeri kepala, mual, kesulitan konsentrasi,


iritabel, gangguan emosional, gangguan kognitif dan
gangguan tidur.
10-20% dapat terjadi perburukan (koma)

Maw, dkk. ACNR. 2011;11:14-6


Sebrack, dkk. Pediatrics. 2009;124:56-64
Gejala dan tanda klinis
cedera kepala berat
Datang dalam keadaan klinis berat dengan
gangguan kesadaran
1. Kejang timbul dalam 12 jam setelah trauma dan 18%
timbul dalam 72 jam post trauma
2. Tipe kejang terbanyak adalah fokal (74%), umum tonik
klonik (15%) dan fokal kemudian umum (9%)
3. Durasi kejang 15 menit dan berulang 2 kali dalam 24
jam
4. Kejang berespon terhadap obat dan hanya 18 % tidak
terkontrol

Liesemer, dkk. J of Neurotrauma. 2011;28:755-62


Gejala dan tanda klinis
TBI berat
Fraktur basis kranii 6-11%
Dicurigai pada trauma kepala bag belakang
(occipital)
Gej klinis: mual, muntah dan ggn kesadaran
Tanda klinis battle sign, racoon eyes, otorrhea,
rhinorrhea
Fraktur basiler

Battle sign Hematoma periorbita/


racoon eyes

www.colonelsabow.com
www.pediatrics.wisc.edu
Lesi pada trauma kepala

Fraktur Linier, impresi, basiler

Subgaleal, epidural, subdural,


Hematoma subarakhnoid, intraparenkim

Diffuse Edema otak


Perdarahan intraparenkim,
axonal injury batang otak,korpus kalosum
16

Penunjang

Laboratorium Radiologi

Darah tepi Foto polos kepala


AGD (kejang (fraktur)
+penurunan CT scan kepala
kesadaran) (perdarahan)
GDS
CT-Scan atau foto rontgen ?
50% kelainan intrakranial terjadi tanpa
adanya fraktur tulang tengkorak

Foto tulang tengkorak tidak


direkomendasikan jika tersedia CT-scan

Jika tidak ada CT-Scan, foto tulang tengkorak


dapat dilakukan untuk skrining ada tidaknya
fraktur
Quayle QS, Jaffee DM.Ppediatrics 1997
Fraktur

www.nyp.org/health
Fraktur linier

www.learningradiology.com
Fraktur linier (bone-window)

www.emedicine.medscape.co
m
Fraktur impresi

www.itim.nsw.gov.au
Fraktur impresi

www..emedicine.medscape
Anatpat.unicomp.br
Perdarahan subgaleal

Benjolan bisa
berpindah-pindah

Hati-hati syok,
karena perdarahan
masif. Banyak
pembuluh darah.

www.ispub.com
Perdarahan subgaleal

www.mypacs.net
Perdarahan epidural

www.medden.luc.edu
Perdarahan subdural
dan subarachnoid

Hematoma
subdural

Hematoma
subarachnoid

S
www.learningradiology.com
TATALAKSANA CEDERA KEPALA
Tatalaksana
Apabila terdapat kondisi di bawah ini, maka harus
tatalaksana secara lebih spesifik pada pusat layanan
kesehatan yang sesuai:
Ada trauma multipel
Dicurigai atau diketahui adanya trauma servikal
Adanya gangguan neurologis sebelumnya
Adanya diatesis hemoragik
Trauma kepala yang disengaja
Adanya kendala bahasa antara pasien/orang tua dengan
dokter
Penyalahgunaan obat atau alkohol
Tatalaksana
Primary Secondary Tertiary
survey survey survey
Pemeriksaan
Airway, Anamnesis dan
ulang secara
imobilisasi pemeriksaan fisik
menyeluruh
servikal neurologi
dalam 24 jam

Respons
Breathing pattern
terhadap Reevaluasi
and adequacy
resusitasi

Pencatatan obat
Circulation and
dan cairan yang
haemorrhage
masuk

DisabilityGCS dan
pemeriksaan
pupil

Exposure
22
23
Trauma kepala ringan
Jika tidak terdapat penurunan kesadaran,
anak dapat diobservasi di RS, klinik, rumah
Jika dirawat di rumah pertimbangkan jarak
rumah serta kemampuan orangtua/pengasuh
untuk melakukan observasi di rumah,
kekhawatiran orangtua
Observasi sampai 48 jam pasca trauma

American academy of Pediatrics. Pediatrics 1999


Schutzman SA. Pediatrics 2001
Trauma kepala
sedang dan berat
Rawat ICU
Perdarahan intrakranial
Tindakan bedah
Tatalaksana untuk peningkatan TIK
Pemberian obat antikonvulsan jika terdapat
kejang, pemberian obat antikonvulsan
profilaksis selama 1 minggu : kontroversi
(Fenitoin)
Dias MS Pediatr Clin N Am 2004
Gedeit R. Pediatr Rev 2001
Trauma kepala
sedang dan berat
Tidak diberikan deksametason
Obat neuroprotektor dapat diberikan
walaupun belum terbukti bermakna
Demam neurogenik pasca trauma , sering
pada kerusakan difus akson, trauma lobus
frontalis: surface cooling , bromocriptin,
propranolol,amatadin

Berger RP, Adelson DP. Clin Ped Emerg Med 2004


Thompson HJ, Pinto-Martin J.J Neurol Neurosurg 2003
Tatalaksana Peningkatan TIK
Atasi hipoksia, hiperkarbia dan hipotensi
Elevasi kepala 15-30o. Dapat menurunkan TIK
tanpa mengganggu tekanan perfusi otak
Tatalaksana demam agresif dengan antipiretik
dan selimut pendingin.
Tatalaksana Peningkatan TIK
Pemberian muscle relaxant bila anak
menggigil
Pemberian profilaksis anti kejang pada
pasien dengan risiko timbulnya kejang
berulang (Fenitoin)
Tatalaksana Khusus
Peningkatan TIK (Mannitol)
Tersedia dalam sediaan larutan 20%
Dosis 0, 5 1 g/kg/kali bolus intravena
Diulang setiap 8 jam
Lama pemberian 3-5 hari
Tatalaksana Khusus
Peningkatan TIK (Salin Hipertonik)
Cairan salin hipertonik yang digunakan adalah
NaCl 3%
Dosis inisial bolus 2-6 mL/kg dilanjutkan
dengan kecepatan 0,1 1 mL/kg per jam
Atau dosis inisial 5 ml/kgBB dilanjutkan
dengan dosis 2 ml/kgBB tiap 6 jam
Kejang
NASIHAT UNTUK ORANG
TUA
Hal-hal yang harus diperhatikan jika
anak mengalami trauma kepala
Jika tidak terdapat penurunan kesadaran, anak
dapat dirawat di rumah
Periksa anak setiap 2-3 jam
Observasi sampai 48 jam setelah jatuh/trauma
kepala,
Sebaiknya obat anti muntah tidak diberikan,
karena dapat mengaburkan gejala
Analgetik yang dapat diberikan golongan
parasetamol
Dias MS Pediatr Clin N Am 2004
Gedeit R. Pediatr Rev 2001
Segera ke RS jika terdapat gejala:

Sakit kepala menetap/bertambah berat


Anak tampak bingung/bicara tidak jelas
Dizziness
Iritabel/rewel atau perilaku berubah
Muntah lebih dari 2-3 kali/terus muntah sampai
4-6 jam setelah trauma
Jalan sempoyongan/tidak stabil
Keluar darah/cairan dari telinga/hidung
Sulit dibangunkan/tidur terus
www.aap. org
Segera ke RS jika terdapat gejala:

Penglihatan ganda/kabur
Anak tampak pucat lebih dari 1 jam
Kejang
Tidak mengenali anggota keluarga
Kelemahan ekstremitas
Lebam yang menetap di sekitar telinga
Anak usia < 6 bulan
Jatuh dari ketinggian > 1,5 m,terkena benda yang
bergerak cepat/keras
Perdarahan yang tidak berhenti setelah 10 menit
www.aap. org
Perawatan di rumah
REST
Istirahat, kurangi aktifitas
Mual, muntah, pusing,sakit kepala sering terjadi pada
jam-jam pertama
SWELLING
Kompres es selama 20 menit
BLEEDING
Bersihkan luka dan tekan selama 10 menit
PAIN
Berikan obat golongan parasetamol

www.aafp.org
PROGNOSIS
Faktor prognosis
Jangka panjang tergantung tipe dan lokasi
trauma
Sefalgia kronik, depresi, anxietas, kesulitan
bicara ekspresif, working memory, perubahan
perilaku, ADHD.
GCS > 8 : prognosis baik
GCS < 8 : kematian dan kecacatan tinggi

Atabaki SM. Pediatr Rev 2007


Faktor prognosis
Sebagian besar trauma kepala ringan tidak
memberikan gejala sisa di kemudian hari.
Indikator prognosis
Mekanisme jatuh (KLL dan ketinggian > 1 meter)
Lamanya penurunan kesadaran
Nilai GCS

McKinley A, dalrymple-Alford JC. J Neurol Neurosurg 2002


Gedeit R. Pediatr rev 2001
Berger RP, Adelson DP. Clin Ped Emerg Med 2004
KESIMPULAN
Kesimpulan
Trauma kepala merupakan trauma tersering
pada anak
Sebagian besar trauma kepala ringan
Tidak semua perlu pemeriksaan CT-Scan
Tidak semua trauma kepala dirawat
Nasihat pada orangtua selama observasi di
rumah : hal terpenting
Observasi 12 sampai 48jam pasca trauma

Anda mungkin juga menyukai