Anda di halaman 1dari 18

TENAGA KERJA

INDONESIA
Oleh :
Achmad Rivaldi Akbar Rozy
Alvian Iqbal Fahmi
Dhisa Anugrah Gustiani
Mohammad Mahadi
Rizal Aji Istantowi
Definisi Tenaga Kerja

Menurut Pasal 1 angka 2 UU Nomer 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan :

Definisi konsep tenaga kerja adalah setiap orang yang


dapat melakukan suatu pekerjaan untuk menghasilkan barang
atau jasa guna memnuhi kebutuhan masyarakat
Definisi Tenaga Kerja Indonesia
Pekerja Indonesia di Luar Negeri merupakan WNI yang melakukan
pekerjaan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sendiri maupun
masyarakat, yang terlibat dalam aktivitas pekerjaan dengan remunerasi
(mendapatkan imbalan gaji, upah, dsb) di suatu negara dan WNI tersebut
telah memenuhi syarat untuk dapat bekerja di luar negeri dalam suatu
hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh
kedua belah pihak antara pekerja Indonesia dan negara yang
bersangkutan..
Rumusan Masalah
1. Apa permasalahan yang terjadi terhadap TKI?

2. Bagaimana cara mengatasi permasalahan TKI?

3. Apa saja hak dan kewajiban TKI?

4. Apa kewajiban pemerintah terhadap TKI?

5. Bagaimana perkembangan jumlah TKI setiap

tahunnya?
Permasalahan yang terjadi pada TKI
Permasalahan Dalam Negeri
Rekrutmen TKI yang belum didukung oleh proses yang valid dan
transparan. Sehingga tidak ada jaminan kepastian, keadilan, dan
perlindungan TKI
Penyiapan tenaga kerja yang sehat, mampu dan teruji kurang
didukung kebijakan yang tegas. Juga sistem pelatihan dan
pemeriksaan yang terintegrasi, serta pengawasan yang periodik dan
konsisten
Penyiapan tenaga kerja yang legal dan prosedural kurang didukung
kebijakan yang tegas, sistem yang terintegrasi, serta penegakan
aturan yang tegas dan konsisten
Penyelenggaraan asuransi untuk para TKI belum memberikan
perlindungan secara adil, pasti dan transparan
Data penempatan TKI yang tidak akurat, sehingga tidak membantu
upaya perlindungan TKI di luar negeri
Penanganan dan penyelesaian TKI bermasalah di luar negeri bersifat
parsial
Evaluasi yang berkelanjutan terhadap data dan informasi masalah
TKI tidak ditangani secara tuntas dan komprehensif
Cara mengatasi permasalahan TKI
Pemerintah perlu menertibkan para agen TKI ilegal untuk
menghindari permasalahan sejak proses awal.
Membuat perjanjian kerjasama dibidang ketenagakerjaan
antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah negara
penerima.
Pembentukan lembaga Advokasi
Hak dan Kewajiban TKI
Pengertian Hak dan Kewajiban
Dalam Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian :

sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan,


kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-
undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk
menuntut sesuatu, derajat atau martabat.

Sedangkan pengertian kewajiban adalah :

sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang


harus dilaksanakan).
Hak tenaga kerja sesuai dengan Konvensi PBB 1990 tentang
Perlindungan Hak-hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya.

a. Hak untuk bekerja di luar negeri j. Hak atas perlindungan yang efektif oleh Negara
terhadap tindak kekerasan, kerugian fisik, ancaman
b. Hak untuk memasuki dan tinggal di negara
dan intimidasi, baik yang dilakukan oleh pejabat
tujuan publik maupun perseorangan, kelompok ataupun
c. Hak atas hidup yang harus dilindungi oleh lembaga
hukum k. Hak untuk tidak dapat dijadikan sasaran
penangkapan atau penahanan yang sewenang-
d. Hak untuk tidak dapat dijadikan sasaran wenang; kecuali berdasarkan alasan-alasan yang
penyiksaan atau perlakuan atau sah, dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
penghukuman yang kejam, tidak manusiawi oleh hukum
dan merendahkan martabat l. Hak untuk tidak dihancurkan paspor atau dokumen
e. Hak untuk tidak diperbudak yang setara milikpekerja Indonesia
m. Hak untuk tidak boleh menjadi sasaran upaya
f. Hak untuk tidak diwajibkan melakukan kerja
pengusiran atau pengeluaran kolektif. Setiap kasus
paksa atau kerja wajib pengusiran harus diperiksa dan diputuskan satu
g. Hak atas kebebasan berfikir, berkeyakinan, persatu
dan beragama n. Hak untuk memperoleh upaya bagi perlindungan dan
h. Hak untuk berpendapat bantuan pejabat konsuler atau diplomatik dari
Pemerintah
i. Hak atas kebebasan dan keamanan
Hak tenaga kerja sesuai dengan Konvensi PBB 1990 tentang
Perlindungan Hak-hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya.

o. Hak untuk diakui dimanapun sebagai pribadi dimuka s. Hak untuk mentransfer dan menyimpan uang di bank
hukum t. Hak untuk berlibur
p. Hak untuk tidak mendapatkan perlakuan yang kurang u. Hak atas kebebasan untuk bergerak di wilayah
baik di negara tempat Pekerja Indonesia bekerja negara tempat bekerja dan kebebasan untuk memilih
dalam hal penggajian dan: tempat tinggalnya dalam wilayah tersebut
1) Kondisi kerja lainnya, yakni uang lembur, jam v. Hak untuk mendapatkan hak politik, berpartisipasi
kerja, istirahat mingguan, liburan dengan gaji, dalam masalah pemerintahan untuk memilih dan
keselamatan, kesehatan, pemutusan hubungan dipilih pada pemilihan umum, sesuai dengan
kerja, dan kondisi apapun yang menurut hukum ketentuan perundang-undangan
dan praktek nasional dicakup dalam istilah ini. w. Hal atas persamaan perlakuan sama dengan warga
2) Persyaratan kerja lainnya, yakni usia minimum negara dari negara tempatnya bekerja
untuk bekerja, pembatasan pekerjaan rumah, dan x. Hak atas tempat tinggal atau fasilitas umum dan
hal-hal lain yang menurut hukum dan praktek sosial budaya
nasional dianggap sebagai persyaratan kerja;
y. Hak untuk memilih pekerjaan
q. Hak untuk berserikat dan mengambil bagian dalam
pertemuan dan kegiatan serikat pekerja dan z. Hak atas peningkatan kapasitas diri baik melalui
perkumpulan lain pendidikan formal maupun informal
r. Hak untuk mendapatkan layanan kesehatan
aa. Hak memiliki keterampilan
termasuk kesehatan reproduksi bb. Hak untuk menikah atau memiliki pasangan hidup
sesuai dengan pilihan orientasi seksual.
Kewajiban tenaga kerja sesuai dengan Konvensi PBB 1990
tentang Perlindungan Hak-hak Buruh Migran dan Anggota
Keluarganya.

a. Untuk menghormati hak atau nama baik orang lain;


b. Melindungi keamanan nasional atau ketertiban umum negara-
negara yang bersangkutan atau ketertiban umum (order publik)
atau kesehatan atau moral umum;
c. Mencegah propaganda perang;
d. Mencegah upaya yang mendorong kebencian berdasarkan
kebangsaan, ras atau keagamaan yang merupakan penghasutan
untuk melakukan diskriminasi, permusuhan dan tindak kekerasan.
Hak-hak para buruh migran Pasal 8 Undang-undang
nomor 39 tahun 2004
1. Bekerja di luar negeri; 6. Memperoleh hak, kesempatan, dan
2. Memperoleh informasi yang benar perlakuan yang sama yang diperoleh
mengenai pasar kerja luar negeri tenaga kerja asing lainnya sesuai
dengan peraturan perundang-
dan prosedur penempatan TKI di
undangan di negara tujuan;
luar negeri;
7. Memperoleh jaminan perlindungan
3. Memperoleh pelayanan dan hukum sesuai dengan peraturan
perlakuan yang sama dalam perundang-undangan atas tindakan
penempatan di luar negeri; yang dapat merendahkan harkat dan
4. Memperoleh kebebasan martabatnya serta pelanggaran atas
menganut agama dan hak-hak yang ditetapkan sesuai
keyakinannya serta kesempatan dengan peraturan perundang-
untuk menjalankan ibadah sesuai undangan selama penempatan di luar
dengan agama dan keyakinan negeri;
yang dianutnya; 8. Memperoleh jaminan perlindungan
5. Memperoleh upah sesuai dengan keselamatan dan keamanan
kepulangan TKI ke tempat asal;
standar upah yang berlaku di
negara tujuan;
Kewajiban Pemerintah Terhadap TKI
Upaya pemerintah dalam penanggulangan masalah
pengangguran di Indonesia (UU No. 39 Tahun 2004):
Melakukan pembinaan, perlindungan dan memberikan
berbagai kemudahan kepada TKI dan Perusahaan Jasa
Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).
Peningkatan kesejahteraan keluarganya melalui gaji yang
diterima atau remitansi.
Meningkatkan keterampilan TKI karena mempunyai
pengalaman kerja di luar negeri.
Bagi Negara, manfaat yang diterima adalah berupa
peningkatan penerimaan devisa, karena para TKI yang
bekerja tentu memperoleh imbalan dalam bentuk valuta
asing.
Permasalahan yang terjadi terhadap TKI
1. Dalam Negeri

Sulitnya memperoleh pekerjaan di dalam negeri


dikarenakan persaingan dan surplus tenaga kerja.
Pendidikan yang relatif masih rendah menyebabkan
kesempatan kerja semakin sedikit dan terbatas.
Jumlah lapangan kerja tidak sesuai dengan jumlah
angkatan kerja.
Perseberan tenaga kerja yang tidak merata dan terpusat
di pulau Jawa terutama sehingga masih banyak tempat
yang belum diolah secara optimal
Perkembangan jumlah TKI setiap tahun

Tabel Penempatan TKI dari Tahun 2011 s/d 2014

Sumber : Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI)


Perkembangan jumlah TKI setiap tahun
Ada tiga penyebab (kemungkinan) kenaikan jumlah prosentase
penempatan TKI formal dan penurunan penempatan TKI informal, yaitu:

1. Penurunan TKI Informal karena pembenahan penempatan TKI di


beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Diberlakukannya penundaan
penempatan (moratorium) TKI informal yang bekerja pada sektor Penata
Laksana Rumah Tangga (PLRT) di 6 (enam) negara, yaitu : Kuwait,
Yordania, Suriah, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Diberlakukannya moratorium TKI PLRT di negara-negara tersebut
dikarenakan Pemerintah di negara itu tidak memberikan jaminan
perlindungan.
2. Diberlakukan langkah pengetatan penempatan TKI dengan
pemberlakuan durasi waktu pelatihan yang dibuktikan melalui kehadiran
sistem sidik jari (finger print).
3. Ketersediaan tenaga kerja unskill di daerah yang benar-benar
berkurang.