Anda di halaman 1dari 29

Teknik Operasi Appendektomi

ANATOMI
ABDOMEN ANTERIOR
Regio Abdomen Anterior
Proyeksi Letak Appendix
LAPISAN DINDING ANTERIOR
ABDOMEN
LAPISAN DINDING ANTERIOR
ABDOMEN
Antrolateral Abdominal Wall
Nerves
T7 T11
Thoracoabdominal
Nerves

T12 Sub-costal nerve

L1
Ilio-hypogastric Nerve
Ilio inguinal Nerves
Antrolateral Abdominal Wall
Arteries
Internal Thoracic Artery
Superior
Epigastric Artery

External Iliac Artery


Inferior Epigastric
Artery
Deep Circumflex
Iliac Artery
ANATOMI APENDIKS
INDIKASI APPENDEKTOMI
Indikasi untuk appendektomi :
Gejala apendisitis,
Interval appendectomy for ruptured appendicitis, and a
small mass (>1 cm) of the
Appendix or an appendicolith found incidentally on an
imaging study.

H. Chen (ed.), Illustrative Handbook of General Surgery, C


Springer-Verlag London Limited 2010 , p.139.
Pre-operative procedures
-Informed consent
-NPO
-Adequate hydration
-Electrolyte abnormalities should be corrected
-Pre-existing cardiac, pulmonary, and renal
conditions should be addressed.
-Prophylactic antibiotic
PERSIAPAN ALAT
Forceps dressing
scalpel handle no.3 / 4
Gunting Benag dan METZENBAUM
scissors
Haemostat
Forceps tissue bebcock
Hack kulit
O hak
Hack langenback
Pisau bisturi no.23 atau no.15
Klem lurus
Klem bengkok
Kauter
Pinset anatomis dan sirurgis
PROSEDUR OPERASI
APPENDEKTOMI TERBUKA
Pasien dalam posisi
supine
Operator berada di sisi
kanan pasien
Desinfeksi lapangan
operasi dan sekitarnya
Irisan kulit :
Gridiron (Classic Mcburney)
Transversal (Rockey-Davis)
Irisan diperdalam
menembus kutis
subkutis sampai tampak
aponeurosis muskulus
obliqus abdominis
externus ( M.O.E )
Aponeurosis MOE dibuka
dengan insisi tajam searah
dengan seratnya hingga
tampak dibawahnya adalah
muskulus obliqus
abdominis internus (
M.O.I )
Splitting MOI dan
muskulus transversus
abdominis.
Tampak dibawahnya
adalah peritoneum
Pre peritoneal fat
disingkirkan dan peritoneum
yang berwarna putih
mengkilap dipegang dengan
2 buah pinset dan dibuka
secara tajam dengan gunting.
Perhatikan adakah yang
keluar berupa pus, udara atau
cairan lainnya.
Identifikasi cecum dengan
landmark berupa : warna
lebih putih, mempunyai
taenia coli, adanya haustrae
dan adanya apendices
epiploicae.
Cecum dikeluarkan dengan
menggunakan kassa lembab
dengan ditarik ke arah
mediokaudal, setelah berada
diluar kemudian ditarik ke arah
craniolateral biasanya appendix
akan ikut terbawa keluar.
Jaringan mesoappendix
dibebaskan sampai ke
pangkal appendix,
diligasi dengan
menggunakan Silk 3/0.
Dilakukan jahitan purse
string pada serosa sekitar
pangkal appendix
dengan Silk 3/0.
Bagian distal dari ligasi
pangkal appendix dijepit
dengan klem setelah
sebelumnya dilakukan crush.
Ditengah nya kemudian
appendix dipotong dengan
bisturi yang telah dicelupkan
kedalam betadine.
Stump appendix diolesi
betadine dengan
menggunakan kassa, dan
dibiarkan.
dilakukan kontrol
perdarahan dan cecum
dimasukkan kembali ke
dalam rongga abdomen.
PENUTUPAN LUKA OPERASI
Peritoneum dijahit
dengan jahitan jelujur
dengan menggunakat
catgut plain 1/0, atau
dibiarkan tanpa dijahit.
MOI, muskulus
transversus abdominis
dan MOE ditutup
( aproximasi ) dengan
menggunakan catgut
chromic no.1 secara
simpul.
Subkutis ditutup dengan
catgut plain 3/0
Kutis dijahit dengan silk
2/0 atau 3/0 secara
interupted.
CARA ALTERNATIF
Appendix yang melengket ke dinding lateral
caecum
Appendix retrocecal
22,23,24 Klem bengkok membawa benang dilewtkan melalui base appendix .
Dilakukan ligasi base appendix, kmd appendix dipotong dengan pisau.
25,26 base appendix dimasukkan dan dilakukan jahitan purse string
27 Perlekatan appendix dipisahkan dengan gunting bengkok panjang sampai dengan
pembuluh darah dapat diidentifikasi dengan jelas
28. Mesoapendiks diklem dengan klem bengkok dan kemudian mesoapendik diligasi dengan
jahitan 00

Jika appendix sulit ditemukan, ikuti taenia anterior dari caecum, yang akan mengarahkan ke
Ibase appendix.

29., 30. Jika appendix ditemukan letak retrocaecal, dapat dilakukan insisi peritoneum parietal
paralel dengan batas lateral appendix yang terlihat melalui peritoneum.
KOMPLIKASI
Durante operasi :
Perdarahan intra peritoneal
Perdarahan dinding abdomen
Perforasi cecum atau usus yang lain

Pasca bedah :
Dini
Lanjut
Komplikasi pasca bedah Komplikasi pasca bedah
dini : lanjut :
Perdarahan Streng ileus akibat
Infeksi dinding perut adanya band.
Hematom dinding perut Hernia incisional
Ileus paralitik
Peritonitis
Fistel usus
Abses intra peritoneal
FOLLOW UP
Maintenance cairan
NPO sesegera mungkin
Monitor perdarahan dari luka operasi.
Mobilisasi dini
HATUR NUHUN