Anda di halaman 1dari 44

Rosidah

Shifa Hudzaifah
260110150001
260110150002
Anxietas Risda Rahmi I
Luthfi Utami S
260110150012
260110150013
Rena Choerunnisa 260110150003 Chairunisa 260110150014
Riska Nelinda
Qisti Fauza
260110150004
260110150005
KELAS K Fachreza Erdi P
M Naufal
260110150015
260110150016
Rossi Febriany 260110150006 Puty Prianti N 260110150017
Fairuzati Anisah 260110150007 M Irfan F. 260110150018
Wiwit Nurhidayah 260110150008 Derif Aziz A. 260110150019
Wichelia Nisya 260110150009 Rain Kihara B 260110150021
Fariza Fida M 260110150010 Badriah Afriani 260110130111
Lafie Urwatul W 260110150011 Ghiza F Shifa 260110130xxx
Definisi Anxietas (Kecemasan)
Anxietas (kecemasan) adalah perasaan takut yang tidak
jelas dan tidak didukung oleh situasi.

Gangguan Kecemasan adalah sekelompok kondisi yang


memberi gambaran penting tentang anxietas yang
berlebihan yang disertai respon perilaku,emosional dan
fisiologis individu yang mengalami gangguan anxietas
(videbeck sheila L., 2008)
Epidemiologi Anxietas
Umumnya, kecemasan terjadi 13,3% pada orang berusia 18-54 tahun dan 10,6% pada mereka yang berusia di

atas 55 tahun.

Fobia spesifik adalah gangguan kecemasan yang paling umum, dengan prevalensi 1 tahun sebesar 8%;

Namun, pasien tidak mengalami gangguan serius dalam hal fungsi sehari-hari, dan hanya sedikit orang yang

mencari perawatan.

Prevalensi 1 tahun gangguan kecemasan umum (GAD) adalah 2,8%, kelainan panik sebesar 1,7%, dan

tingkat sosial Gangguan kecemasan (SAD) 3,7%

Secara umum, gangguan kecemasan adalah sekelompok penyakit heterogen yang berkembang sebelum usia

30 tahun dan lebih sering terjadi pada: wanita, individu dengan masalah sosial, dan mereka yang memiliki

riwayat kecemasan dan depresi keluarga (Dipiro, 2005).


Etiologi
Penyebab pasti rasa cemas (Anxiety) belum Gejala-gejala kecemasan juga diduga dapat
diketahui. Namun terbukti bahwa rasa cemas disebabkan oleh gangguan sistemik seperti hipertiroidisme,
disebabkan oleh kombinasi faktor- faktor tertentu. masalah endokrin, gula darah rendah, kekurangan kalsium,
Beberapa faktor yang berperan menyebabkan terjadi dan penyakit jantung (Starcevic, 2005).
ansietas antara lain faktor genetik, gangguan
Faktor lingkungan seperti trauma masa kecil (contohnya
neurotransmitter (zat penghantar sinyal antar sel
kekerasan rumah tangga, kehilangan orang tua, dll) atau
saraf), dan lingkungan sosial. Rasa cemas disebabkan
masalah besar dalam hidup (contohnya krisis finansial dan
ketika gagalnya saraf saraf otak untuk mengontrol
gagalnya hubungan asmara) dapat memicu kecemasan
emosi dan rasa takut (Starcevic, 2005).
(Tomb, 2000).
ANATOMI DAN
FISIOLOGI
Pengelompokkan Otak
1. Cerebrum

2. Cerebellum

3. Batang Otak

4. Sistem Limbik

(Mutakkin, 2008)
SISTEM LIMBIK
Pengelompokkan fungsional, terdiri dari

serebrum, diansefalon, mesensefalon.

Fungsi : Mengatur respon emosional, respon

sadar terhadap lingkungan, memberdayakan

fungsi intelektual, penyimpanan suatu memori

jangka panjang, dan mengatur suasana hati.

Komponen limbik : Hipothalamus, Thalamus,

Amigdala, Hipokampus dan Korteks limbik

(Muttaqin, 2008).
Sirkuit Prefrontal Limbic-Medial
Core limbik ( Amigdala, insula serta daerah subkortikal seperti
hipotalamus, hipokampus dan periaqueductal gray)
Mendaftarkan rangsangan emosional dan memulai respons
fisiologis dan perilaku spesifik spesies yang terkoordinasi
Prefrontal Medial Dorsal termasuk dingal anterior cingulate
(Dacc) dan korteks prefrontal dorsomedial (dmPFC)
Terlibat dalam evaluasi emosi yang lebih luas dan memungkinkan
aksesnya ke kesadaran
Cingulate anterior rostal dan subgenual (rACC dan sgACC)
dan korteks prefrontal ventromedial (vmPFC)
Terlibat dalam pengaturan emosional dan pengolahan limbik yang
sesuai konteks.
CORE LIMBIK

Amigdala Thalamus
Bertanggung jawab untuk mendeteksi rasa takut dan Bekerja untuk mengkorelasikan beberapa proses penting, termasuk
mempersiapkan diri untuk kejadian darurat (Sridianti, 2015). kesadaran, tidur, dan interpretasi sensorik (Sridianti, 2016).

Hipothalamus Hipokampus
Mengendalikan fungsi tubuh misal merespon berbagai sinyal Hipokampus memainkan peran yang sangat penting dalam
dari lingkungan internal dan eksternal termasuk suhu tubuh, menyimpan ingatan serta menghubungkan ingatan dengan emosi
lapar, kenyang, tekanan darah dan kadar hormon dalam (Sridianti, 2016).
sirkulasi, juga merespon stres dan mengatur ritme tubuh kita
sehari-hari. Hipotalamus mengumpulkan dan
menggabungkan informasi ini untuk memperbaiki
ketidakseimbangan (Sridianti, 2016)
BAGIAN YANG TERGANGGU

Amigdala pada otak merupakan bagian terpenting yang memodulasi rasa takut dan cemas.
Pasien dengan gangguan kecemasan sering menunjukkan respon amigdala yang meningkat
terhadap isyarat kecemasan. Struktur amigdala dalam sistem limbik lainnya terhubung ke korteks
prefrontal. Hiperresponsive pada amigdala berhubungan dengan penurunan ambang aktivasi saat
merespon ancaman sosial yang dirasakan (Muttaqin, 2008).
Patofisiologi
Ansietas berhubungan dengan multiple struktur otak dan fungsi abnormal dari sistem beberapa
neurotransmiter : Nor Epinefrin /NE, -aminobutyric acid / GABA, dan serotonin (5-HT).

Ada beberapa Teori neurokimia (Neurochemical theories) :

Model nor adrenercic

Model reseptor gaba

Model serotonin
1. Model Noradrenegik
Model ini menunjukkan bahwa sistem saraf otonom pada penderita ansietas, hipersensitive dan
bereaksi berlebihan terhadap berbagai rangsangan. Locus keruleus mempunyai peranan dalam
mengatur ansietas, yaitu dengan mengaktivasi pelepasan norepinefrin (NE) dan merangsang
sistem saraf simpatik dan parasimpatik. Aktivitas berlebihan noradrenergik yang kronik
menurunkan jumlah 2 adrenoreseptor pada penderita kecemasan umum/generalized anxiety
disorder (GAD) dan gangguan stress pasca trauma/post traumatic stress disorder (PTSD). Pasien
dengan gangguan kecemasan sosial/social anxiety disorder (SAD) mempunyai respon
adrenokortikal yang berlebihan terhadap tekanan psikologis/kejiwaan (Sukandar,dkk, 2013).
2. Model Reseptor Asam 3. Model Serotonin
y-aminobutirat (GABA) (5-HT)
GABA adalah neurotransmiter inhibitor utama di sistem
Gejala-gejala Generalized Anxiety Disorder
saraf pusat (SSP). Umunya target/sasaran obat antisietas
adalah reseptor GABA. Benzodiazepin (BZ) (GAD) menggambarkan transmisi 5-HT yang
meningkatkan atau mengurangi efek penghambatan
berlebihan atau rangsangan berlebihan pada jalur
GABA, dimana BZ mempunyai efek pengontrolan atau
penghambatan yang kuat pada sistem serotonin (5-HT), stimulasi 5-HT. Peranan 5-HT pada gangguan
NE dan dopamin(DA). Gejala ansietas mungkin
kepanikan tidak jelas, tetapi mungkin berperan
berhubungan dengan penurunan aktivitas sistem GABA
atau penurunan jumlah reseptor pusat BZ. Pada penderita pada perkembangan anticipatory anciety
GAD, ikata BZ di lobus temporalis kiri dikurangi. (Sukandar,dkk, 2013).
Sensitivitas abnormal terhadap sifat antagonis tempat
ikatan BZ dan pengurangan ikatan ditunjukkan pad
kondisi gangguan kepanikan (Sukandar,dkk, 2013).
Neuroimaging
Penelitian neuroimaging fungsioanl menunjukkan bahwa bagian depan dan posterior (occipital)
otak merupakan bagian penting dalam respon ansietas. Penderita gangguan kepanikan memiliki
aktivitas abnormal pada daerah parahippocampal dan korteks prefrontal dalam keadaan istirahat.
Panik kecemasan berhubungan dengan aktivasi batang otak dan daerah ganglia basal. Penderita
GAD mengalami peningkatan abnormal aktivitas kortikal dan penurunan aktivitas ganglia basal.
Pada SAD terdapat keidaknormalan di amigdala, hippokampus dan beberapa daerah kortikal
(Sukandar,dkk, 2013).
Manifestasi klinik dan gejala
1. Gejala somatik 2. Gejala psikologik

Gejala somatik adalah gejala yang timbul dari keadaan fisik Gejala Psikologi adalah gejala yang timbul dikarenakan
penderita, baik motorik dan otonomik .
pola pikir atau kejiwaan si penderita
Gemetar
Rasa takut yang berlebihan dan sulit untuk dikontrol
Nyeri punggung dan nyeri kepala
Ketegangan otot Sulit konsentrasi

Napas pendek, hiperventilasi Insomnia


Mudah lelah, sering kaget Libido menurun
Hiperaktivitas otonomik (wajah merah dan pucat, takikardia,
Rasa mual di perut
palpitasi, tangan rasa dingin, diare, mulut kering, sering
Hipervigilance (siaga berlebih) (Saddock,2007).
kencing)
Parestesia
Sulit menelan (Saddock,2007).
Faktor Resiko
Berasal dari diri sendiri (faktor internal) maupun dari luar dirinya (faktor eksternal). Pencetus ansietas menurut
Asmadi (2008) dapat dikelompokan ke dalam dua kategori, yaitu :

1.Ancaman terhadap integritas diri, meliputi ketidak mampuan fisiologis atau gangguan dalam melakukan
aktifitas sehari-hari guna pemenuhan terhadap kebutuhan dasarmya.

2. Ancaman terhadap sistem diri yaitu adanya sesuatu yang dapat mengancam terhadap identitas diri, harga diri,
kehilangan status/peran diri, dan hubungan interpersonal.
Skrining Dan Diagnosis
Evaluasi terhadap pasien yang cemas membutuhkan fisik dan mental yang lengkap,
Pemeriksaan status, Tes laboratorium yang sesuai ,serta medis, psikiatric, dan sejarah
obat (Dipiro, et al, 2008).

Gejala kegelisahan dapat dikaitkan dengan penyakit medis Atau terapi obat. Sekitar
50% pasien dengan GAD (Generalized Anxiety Disorder) miliki Sindrom iritasi usus
besar.

Gejala kegelisahan dapat terjadi pada beberapa penyakit kejiwaan utama (Misalnya
Gangguan mood, skizofrenia, sindrom mental organik, dan Penghentian dari
menggunakan obat obatan) (Dipiro, et al, 2008).
Bentuk bentuk gangguan ansietas beserta diagnosisnya

Berikut bentuk bentuk gangguan ansietas, yaitu :


1. Gangguan Panik
2. Gangguan Fobik
3. Gangguan Obsesif-kompulsif
4. Gangguan Anxietas Menyeluruh (Residen Bagian Psikiatri
UCLA. 1997).
Bentuk bentuk gangguan ansietas

1. Gangguan Panik
Definisi : Ada dua kriterla Gangguan panik, yaitu gangguan panik tanpa agorafobia dan gangguan
panik dengan agorofobia kedua gangguan panik ini harus ada serangan panik.
Pedoman Diagnosis :
- Serangan panik rekuren dan tidak diharapkan
- Sekurangnya satu serangan , diikuti satu atau lebih : kekawatiran menetap akan mengalami serangan
tambahan, ketakutan tentang arti serangan, perubahan perilaku bermakna berhubungan dengan serangan
- Serangan panik bukan karena efek fisiologis langsung atau suatu kondisi medis umum
- Serangan panik tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain. misal gangguan obsesif -
kompulsif.
- Gangguan panik bisa dengan agorafobia atau tanpa agorafobia (Residen Bagian Psikiatri UCLA. 1997).
Bentuk bentuk gangguan ansietas
2. Gangguan Fobik
Definisi : FOBIA adalah suatu ketakutan yang tidak rasional yang menyebabkan penghindaran yang
disadari terhadap obyek, aktivitas, atau situasi yang ditakuti.
- Fobia spesifik: takut terhadap binatang, badai, ketinggian, penyakit, cedera, dsb
- Fobia sosial: takut terhadap rasa memalukan di dalam berbagai lingkungan sosial seperti berbicara di
depan umum, dsb.
Pedoman Diagnosis :
- Rasa takut yang jelas, menetap dan berlebihan atau tidak beralasan (obyek /situasi)
- Pemaparan dengan stimulus fobik hampir selalu mencetuskan kecemasan
- Menyadari bahwa rasa takut adalah berlebihan
- Situasi fobik dihindari
(Residen Bagian Psikiatri UCLA. 1997).
Bentuk bentuk gangguan ansietas
3. Gangguan Obsesif Kompulsif
Definisi : OBSESIF adalah pikiran, perasaan, ide yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak
dikehendaki. KOMPULSIF adalah tingkah-laku yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak
dikehendaki.
Pedoman Diagnosis :
- Pikiran, impuls, yang berulang
- Perilaku yang berulang
- Menyadari bahwa obsesif-kompulsif adalah berlebihan atau tidak beralasan
- Obsesif-kompulsif menyebabkan penderitaan
- Tidak disebabkan oleh suatu zat atau kondisi medis umum (Residen Bagian Psikiatri UCLA. 1997).
Bentuk bentuk gangguan ansietas
4. Gangguan Ansietas Menyeluruh
Definisi : gangguan ini adalah adanya anxietas yang menyeluruh dan menetap (bertahan lama), Gejala yang
dominant sangat bervariasi, tetapi keluhan tegang yang berkepanjangan, gemetaran, ketegangan otot, berkeringat,
kepala terasa ringan, palpitasi, pusing kepala dan keluhan epigastnik adalah keluhan - keluhan yang lazim
dijumpai. Ketakutan bahwa dirinya atau anggota keluarganya akan menderita sakit atau akan mengalami
kecelakaan dalam waktu dekat, merupakan keluhan yang seringkali diungkapkan
Pedoman Diagnosis :
Pasien harus menunjukan gejala primer anxietas yang berlangsung hampir setiap hari selama beberapa minggu,
bahkan biasanya sampai beberapa bulan. Gejala-gejala ini biasanya mencakup hal-hal berikut : kecemasan
tentang masa depan, ketegangan motorik, overaktivitas otonomik (Residen Bagian Psikiatri UCLA. 1997).
Analysis Case
Dari case yang dipaparkan, kemungkinan bapak (55 tahun) mengalami Gangguan Ansietas
Menyeluruh (Hasil Diagnostik). Hal ini dapat dilihat dari :
1. Ketegangan motorik : selalu merasa lelah karena ketegangan dan berlangsung lama.
2. Kecemasan tentang masa depan : khawatir akan ditinggalkan istrinya, khawatir kehilangan sumber
keuangan dan takut istrinya kehilangan pekerjaan maupun tidak dapat mengontrol perasaan khawatir.
3. Overaktivitas otonomik : sering sakit perut dan diare.
4. Sifatnya menyuluruh dan menetap (bertahan lama) : kecemasannya terus bertambah dalam 6 bulan
terakhir.
TUJUAN TERAPI

Tujuan jangka pendek:


Untuk mengurangi tingkat keparahan, durasi, dan frekuensi gejala.
Untuk memperbaiki keseluruhan fungsi.

Tujuan jangka panjang:


Tidak ada kecemasan atau gejala depresi.
Tidak ada gangguan fungsional.
Peningkatan kualitas hidup (Wells, et al, 2009).
Terapi Farmakologi
First Line

Escitalopram Venlafaxine Paroxetine


Indikasi : anxietas umum dan depresi Indikasi : ansietas, depresi Indikasi : Gangguan kecemasan, post
Mekanisme : Golongan SSRI Efek samping : diare, konstipasi, traumatic stress disorder, dan depresi.
(mengembalikan keseimbangan insomnia, nausea, sakit kepala, anorexia Mekanisme : meningkatkan serotonin
serotonin di otak. dll kimia di otak
Efek samping : diare, insomnia, sakit Mekanisme : Golongan SSRI Efek Samping : konstipasi, diare,
kepala, ejakulasi disorder (mengembalikan keseimbangan insomnia, sakit kepala, libido menurun,
Dosis : (awal) 10 mg/hari oral serotonin di otak. diaporesis, tremor.
ditingkatkan setelah 1 minggu Dosis : (awal) 75 mg sekali/hari oral Dosis : 20-50mg/hari oral (24 minggu)
treatment 20 mg/hari (maksimum dose) 225 mg/hari oral
Second Line
Benzodiazepines Imipramine Buspiron
Indikasi : kecemasan, insomnia, Indikasi : Depresi, Gangguan kecemasan Indikasi : Untuk gangguan kecemasan
melemaskan otot kejang Efek samping : Sedasi, susah BAB, Efek samping : Pusing, Mengantuk,
Efek samping : mengantuk, pusing, gelisah, sakit kepala, gangguan saluran Mual, Sakit kepala, Gugup, Penglihatan
lemas, sakit kepala, mudah lupa, cerna, mual muntah, takikardia. kabur, Kebingungan, Diare, dan
bingung, halusinasi Dosis : (awal) : 100-150 mg/hari oral Insomnia
Dosis : 2-10 mg 2 sampai 4 kali/hari, 200 mg oral, 250-300 mg/hari oral Dosis : 0-15 mg / hari PO dibagi setiap
jangan digunakan dalam jangka panjang Mekanisme : menghambat reuptake 8-12 jam; dapat ditingkatkan setiap 2-3
Mekanisme : tidak mengaktifkan norepineprin oleh membran neuron hari dengan 5 mg / hari sampai 15-30
reseptor GABA A melainkan mg / hari PO dibagi setiap 8-12 jam;
meningkatkan kepekaan reseptro GABA tidak melebihi 60 mg / hari
A terhadap NT penghambat sehingga Mekanisme : meningkatkan serotonin di
kanal klorida terbuka dan terjadi otak dan penurunan dopamin
hiperpolarisasi.
Alternatif

Hidroxizine
Indikasi : obat penenang untuk mengatasi kecemasan dan ketegangan.
Efek samping : kantuk; sakit kepala; mulut kering; ruam kulit.
Dosis :
Oral: 50 sampai 100 mg 4 kali sehari
IM: 50 sampai 100 mg segera, maka setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan
Mekanisme : Hydroxyzine mengurangi aktivitas di sistem saraf pusat
Saran Terapi Informasi Penting
Menggunakan Hydroxyzine dengan dosis 25 Sebaiknya tidak menggunakan hydroxyzine jika Anda hamil
mg diminum 4 kali/hari jika diperlukan untuk Hydroxyzine dapat menyebabkan masalah jantung yang serius, terutama
ansietasnya jika menggunakan obat-obatan tertentu pada saat bersamaan.
Penggunaan Hydroxyzine tidak lebih dari 4 Obat ini dapat mengganggu pemikiran atau reaksi. Hati-hati jika sedang
bulan
menyetir atau melakukan apapun yang mengharuskan untuk waspada.
Melakukan kontrol setelah 12 minggu (3
Berhenti menggunakan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda
bulan) jika efek belum maksimal atau terjadi
memiliki efek samping yang serius seperti tremor, kebingungan, kejang,
efek yang tidak diinginkan ditambah atau
atau gerakan otot yang gelisah di mata, lidah, rahang, atau leher Anda.
diganti Benzodiazepine dengan dosis 2-10 mg
Tidak mengkonsumsi alkohol, minum alkohol bisa meningkatkan efek
2 sampai 4 kali/hari
samping tertentu dari hydroxyzine.
Kontraindikasi
Hipersensitif
Memiliki sindrom QT yang panjang;
Alergi terhadap cetirizine (Zyrtec) atau levocetirizine
(Xyzal);
Sebaiknya tidak menggunakan hydroxyzine jika Anda
hamil, terutama pada trimester pertama atau kedua.
Hydroxyzine bisa membahayakan bayi yang belum
lahir atau menyebabkan cacat lahir.
Sedang menyusui
Untuk memastikan obat ini aman untuk pasien, beritahu dokter jika pasien memiliki :

Penyumbatan di saluran pencernaan Anda (perut atau usus);

Obstruksi kandung kemih atau masalah buang air kecil lainnya

glaukoma;

Penyakit jantung, detak jantung lambat;

Riwayat keluarga atau keluarga sindrom QT yang panjang;

Ketidakseimbangan elektrolit (seperti kadar potassium dalam darah tinggi atau rendah);

baru saja mengalami serangan jantung.

memberikan obat ini kepada anak tanpa saran medis.


Penggunaan

Ambil hydroxyzine persis seperti yang ditentukan oleh dokter . Hydroxyzine hanya untuk penggunaan jangka pendek.
Ikuti semua petunjuk pada label resep . Dokter mungkin Seharusnya tidak mengkonsumsi obat ini lebih dari 4 bulan.
sesekali mengubah dosis . Jangan gunakan obat ini dalam
Hubungi dokter jika gejala kecemasan Anda tidak membaik,
jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari
atau jika memburuk.
yang dianjurkan.

Kocok suspensi oral (cairan) dengan baik tepat sebelum Anda Simpan pada suhu kamar dari kelembaban dan panas.

mengukur dosis. Ukur obat cair dengan jarum suntik dosis


yang disediakan, atau dengan sendok pengukur dosis khusus
atau cangkir obat. Jika Anda tidak memiliki alat pengukur
dosis, tanyakan pada apoteker Anda.
Apa yang terjadi jika pasien melewatkan satu dosis?
Ambillah dosis yang terlewat begitu pasien ingat tapi lewati jika sudah hampir waktunya untuk dosis
berikutnya. Jangan minum obat tambahan untuk mengganti dosis yang terlewat

Apa yang terjadi jika overdosis?


Carilah bantuan medis darurat
Gejala overdosis bisa meliputi kantuk parah, mual, muntah, gerakan otot yang tidak terkontrol, atau
kejang (kejang).

Apa yang harus dihindari saat penggunaan hydroxyzine?


Obat ini dapat mengganggu pemikiran atau reaksi . Hati-hati jika sedang menyetir atau melakukan
apapun yang mengharuskan untuk waspada.
Minum alkohol dengan obat ini bisa menimbulkan efek samping.
Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki Berhenti menggunakan hydroxyzine dan segera
tanda reaksi alergi terhadap hydroxyzine: gatal-gatal; hubungi dokter jika:
Sulit bernafas; Pembengkakan wajah, bibir, lidah, Detak jantung cepat atau berdebar
atau tenggorokan. Sakit kepala disertai nyeri dada;
Dalam kasus yang jarang terjadi, hydroxyzine dapat Pusing parah, pingsan;
menyebabkan reaksi kulit yang parah. Berhenti Kejang (kejang);
minum obat ini dan segera hubungi dokter Anda jika Efek samping seperti kantuk dan kebingungan
Anda memiliki kemerahan kulit tiba-tiba atau ruam mungkin lebih mungkin terjadi pada orang
yang menyebar dan menyebabkan pustula putih atau dewasa yang lebih tua.
kuning, terik, atau mengelupas.
Terapi Non Farmakologi
Psikoedukasi
Konseling jangka pendek
Manajemen stres
Psikoterapi
Meditasi
Olahraga (Dipiro, 2011).
FITOTERAPI
1. Kava 4. Chamomile
Dapat digunakan sebagai antikonvulsan, anastesi local, relaksan otot. 5. Lavender
Digunakan pada bagian akar dan rimpang dengan dosis 1,5 3 g/hari Tanaman ini menenangkan tubuh dan pikiran. Cobalah menggunakan
akar kering atau 3 6 mL/hari dalam bentuk ekstrak cair. Untuk minyak esensial lavender di kamar mandi untuk menghilangkan stres.
penolong tidur: 180 21 mg sebelum tidur dalam bentuk ekstrak. 6. Jahe
2. Valerian 7. Ginkgo Biloba
Mengandung minyak atsiri, valepotriat, lignin, dan alkaloid/asam Ginkgo Biloba memiliki sifat antioksidan dan obat penenang. Ekstrak
amino pada bagian rimpang, akar, dan stolon kering. Valerian memiliki daun Ginkgo Biloba mengandung glikosida flavonoid dan terpenoid,
aktivitas pada reseptor GABA A (mestimulasi sintesis dan pelepasan yang bisa meredakan kecemasan dan stres. Pasien dianjurkan
GABA). Kontraindikasi dengan penderita jantung. Dosis yang berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakannya apabila sedang
digunakan 2-3 g bahan obat mentah (2-3xsebelum tidur). mengonsumsi obat antidepresan.
3. Passion Flower
Berada pada bunga dan buah yang dikeringkan. Kontraindikasi pada
ibu hamil

(Febrida, 2015).
8. Bergamot 11. Vitamin B
Merupakan minyak aromatik yang diekstrak dari kulit jeruk Vitamin B6 diperlukan untuk membuat zat kimia dalam otak (contoh:
bergamot. Pengobatan aromaterapi dengan minyak esensial serotonin) yang membut bahagia. Studi menunjukkan kadar rendah
bergamot sangat dianjurkan bagi seseorang yang ingin vitamin B12 terkait dengan kecemasan.
menghilangkan stres dan kecemasan dengan cara alami, karena
membantu mengurangi kadar hormon stres. Minyak esensial
12. Magnesium
Bergamot dapat dihirup setelah diteteskan ke kain atau kertas
tisu. Magnesium merupakan mineral yang dapat membantu tidur dan
kecemasan, karena mengurangi ketegangan otot dalam tubuh dan
dianggap mineral relaksasi yang kuat.
9. Eucalyptus
Zat ini hadir dalam kayu putih yang efektif dalam mengurangi Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup mineral penting ini,
kecemasan dan stres. sehingga konsumsi 400-800 mg setiap hari dapat membantu mengurangi
gejala kecemasan dan stres.
10. Theanine
Theanine adalah asam amino yang ditemukan dalam teh.
Theanine mengurangi stres mental dan fisik serta membuat mood
membaik. Dosis yang dianjurkan untuk theanine adalah 200 mg
per hari.

(Febrida, 2015).
Monitoring

Efek Samping Obat

Gejala

Awalnya, pasien yang cemas harus dipantau 1-2 kali seminggu untuk
pengurangan gejala kecemasan, perbaikan fungsi dan efek samping.
(Dipiro et al, 2009).
Monitoring Efek Samping Monitoring Gejala
Efek samping yang ditimbulkan obat Hidroxizine yaitu
Gejala mudah tersinggung, selalu merasa tegang dan
ketiadaan koordinasi, penurunan nilai psikomotor,
lelah, gelisah, susah tidur, kesulitan berkonsentrasi,
menghambat aksi neurotransmiter, mulut kering,
takut kehilangan, perasaan khawatir, kecemasan,
depresi sistem saraf pusat dan pusing. Jika efek
apakah mulai membaik atau tidak.
samping obat yang terjadi dan memiliki khasiat yang
merugikan bagi pasien, sebaiknya obat diganti.
Konseling
Salam dan mempersilakan duduk
Memperkenalkan diri sebagai apoteker
Menanyakan Ada yang bisa dibantu?
Mengkonfirmasi identitas pasien dan isi resep
Meminta izin untuk konseling kepada pasien dan keluarga pasien
Menanyakan tentang apa yang dokter katakan mengenai obat, cara pemakaian
dan harapan setelah penggunaan obat
Bertanya mengenai aktivitas sehari-hari, obat yang sedang dikonsumsi dan
alergi obat yang pernah dialami
Informasi yang disampaikan :
Untuk meningkatkan keberhasilan terapi perlu disampaikan informasi mengenai obat,
dosis, jumlah, cara penggunaan dan waktu penggunaan, efek samping, interaksi obat
dan penyimpanan obat.
Untuk meningkatkan kepatuhan pasien bisa dengan memberikan edukasi kepada
keluarga pasien agar mengingatkan pasien untuk minum obat tepat waktu atau dengan
menyampaikan efek negatif yang terjadi bila pasien tidak meminum obat sesuai aturan.
Efek samping obat bisa diminimalisir dengan memonitoring efek samping. Sampaikan
pada pasien tentang efek samping yang umum terjadi. Minta pasien untuk berkonsultasi
kembali bila muncul efek samping
Menyampaikan terapi nonfarmakologi
Meminta pasien atau keluarga pasien mengulang informasi yang telah disampaikan, dan
koreksi bila ada kesalahan
Mengucapkan Semoga Sehat Selalu dan salam.
Daftar Pustaka
Dipiro, Joseph T. 2005. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Sixth Edition. New York: Mc Graw Hill.
Dipiro, Joseph T. 2009. Pharmacoterapy Handbook 7th Edition. New York : Mc-Graw Hill.
Dipiro, Joseph T. 2011. Pharmacoterapy Handbook 8th Edition. New York : Mc-Graw Hill.
Febrida, Melly. 2015. 15 Obat Alami Pereda Stres dan Cemas. Tersedia online di http://health.liputan6.com/read/2171766/15-obat-alami-pereda-stres-dan-cemas [Diakses pada 23
Mei 2017].
Kuraesin, Nyi Dewi. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pasien yang Akan Menghadapi Operasi di RSUP Fatmawati. Tersedia online di
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/2324/1/NYI%20DEWI%20KURAESIN-FKIK.pdf (diakses pada 23 Mei 2017, 18:00).
Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar : Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta : Salemba Medika.
Sadock, Benjamin James; Sadock, Virginia Alcott. 2007. Generalized Anxiety Disorder in : Kaplan & Sadocks Synopsis of Psychiatry : Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry,
10th Ed. New York: Lippincott Williams & Wilkins
Sridianti. 2015. Peran Fungsi Amigdala. Tersedia online di http://www.sridianti.com/peran-fungsi-amigdala.html [Diakses tanggal 23 Mei 2017].
Sridianti. 2016. Hipokampus Pengertian Peran Gangguan. Tersedia online di http://www.sridianti.com/hipokampus-pengertian-peran-gangguan.html [Diakses tanggal 23 Mei
2017].
Sridianti. 2016. Hipotalamus Pengertian dan Fungsi. Tersedia online di http://www.sridianti.com/hipotalamus-pengertian-dan-fungsi.html [Diakses tanggal 23 Mei 2017].
Sridianti. 2016. Peran Fungsi Talamus. Tersedia online di http://www.sridianti.com/pengertian-fungsi-talamus.html [Diakses tanggal 23 Mei 2017].
Starcevic, Vladan. 2005. Anxiety Disorders in Adults : A Clinical Guide. England : Oxford University Press.
Sukandar,Elin Yulinah,dkk. 2013. ISO Farmakoterapi. Jakarta:PT.ISFI
Tomb D. 2000. Buku Saku Psikiatri. Edisi Enam. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Videbeck sheila L. 2008. Buku Ajaran Keperawatan Jiwa. Jakarta : Gramedia Utama.
Wells, Barbara G., Joseph T. Dipiro, Terry L. Schwinghammer and Cecily V. Dipiro. 2009. Pharmacotheraphy Handbook Seventh Edition. New York : Mc. Graw-Hill.