Anda di halaman 1dari 119

Mortalitas

Oleh: Omas Bulan Samosir


Program Studi Kajian Kependudukan dan Ketenagakerjaan
Program Pascasarjana Universitas Indonesia
Semester Genap Tahun Akademik 2010/2011

9/10/2017 1
Materi perkuliahan
Tren, pola dan perbedaan mortalitas
Penyebab endogen dan eksogen
kematian bayi
Determinan mortalitas
Estimasi tingkat mortalitas
Morbiditas
Diagram Lexis
Presentasi paper individu

9/10/2017 2
Paper individu
Isi: kajian mortalitas dan morbiditas di suatu negara,
selain Indonesia
Referensi: bisa lebih dari satu
Kajian mortalitas dan morbiditas: tingkat, tren, pola,
perbedaan, determinan, program-program
pembangunan kesehatan
Sekitar 10 halaman
Dipresentasikan dalam perkuliahan yang ke-11 dan ke-
12
Durasi: 15 menit (10 menit presentasi, 5 menit diskusi)
Jumlah slide paling banyak

9/10/2017 3
Negara-negara yang sudah
dikaji
Selandia Baru, Tonga, Fiji
Kosta Rika, Haiti, Republik Dominika,
Argentina, Panama
Botswana, Sierra Leone, Libya
Nepal, Laos (sudah), Uzbekistan
Kanada

9/10/2017 4
Urutan presentasi dan negara
1. 9 Purnawati Haiti
2. 4 Sri Listianti Kosta Rika
3. 8 M. Arief Fiji
4. 11 Rany Uzbekistan
5. 6 Baihaqi Republik Dominika
6. 15 Tuty Selandia Baru
7. 10 Purwo Argentina
8. 14 Susiawati Sierra Leone
9. 1 Deshinta Nepal
10. 3 Rosya Tonga
11. 7 Baiq Libya
12. 13 Sinta Panama
13. 5 Akhmad Laos
14. 12 Rizky Kanada
15. 2 Monang Botswana

9/10/2017 5
Topik-topik pembahasan kuliah ke-
8: Selasa, 12 April 2011
Tren, pola dan perbedaan mortalitas
Penyebab endogen dan eksogen
kematian bayi
Determinan mortalitas

9/10/2017 6
Kematian perinatal
Kematian janin setelah kehamilan
tujuh bulan atau lebih atau kematian
neonatal dini bayi usia 0-6 hari.

9/10/2017 7
Angka Kematian Perinatal
(perinatal mortality rate/PMR)
Banyaknya kematian perinatal per
1000 kelahiran hidup dan kelahiran
mati.
D0-6 + Df
Rumus:PMR = x 1000
B + Df

9/10/2017 8
Contoh:
Pada tahun 1994 ada 4.048 kelahiran mati
janin usia 28 minggu atau lebih (Df), 2.086
kematian bayi usia kurang dari 1 minggu
dan 1.238.328 kelahiran hidup di Jepang.
4.048 + 2.086
PMR = 1000 = 4,94
1.238.328 + 4.048
Artinya, dari 1000 bayi yang lahir hidup
dan yang lahir mati di Jepang, sekitar lima
(5) meninggal pada usia kurang dari satu
minggu atau saat usia kandungan 28
minggu atau lebih pada tahun 1994.
9/10/2017 9
Analisis mortalitas
Tren, pola dan perbedaan mortalitas
Tren: perubahan tingkat mortalitas
antarwaktu.
Pola: pendidikan dan kuintil indeks
kekayaan) atau rasio (seperti umur
dan pendapatan).
Perbedaan mortalitas: wilayah dan
tempat tinggal.

9/10/2017 10
Tingkat mortalitas (mortality
levels) (1)
Angka Kematian Kasar (Crude Death
Rate/CDR).
Angka Kematian Menurut Umur (Age
Specific Death Rate/ASDR).
Angka Kematian Bayi (Infant
Mortality Rate/IMR).
Angka harapan hidup saat lahir (life
expectancy at birth/eoo).
Angka Kematian Perinatal (Perinatal
Mortality Rate/PMR).
9/10/2017 11
Tingkat mortalitas (mortality
levels) (2)

Angka Kematian Bayi Neonatum (Neonatal


Death Rate/NNDR).
Angka Kematian Bayi Post-neonatum
(Post-neonatal Death Rate/PNNDR).
Angka Kematian Anak (Child Mortality
Rate/CMR).
Angka Kematian Anak Usia Bawah Lima
Tahun (Under-five Mortality Rate/U-5MR).
Rasio Kematian Maternal (Maternal
Mortality Ratio/MMR).

9/10/2017 12
Tren CDR, IMR dan eoo di beberapa tempat
di dunia, 1974, 1984, 1994 dan 2009
Wilayah CDR IMR e oo
1974 1984 1994 2009 1984 1994 2009 1984 1994 2009

Dunia 13,0 11 9 8 84 63 46 61 65 69
Negara-negara - 9 10 10 19 10 6 73 75 77
maju
Negara-negara - 11 9 8 94 69 50 58 63 67
berkembang
Oceania 9,7 9 8 7 42 27 22 70 73 76
Afrika 21,0 16 13 12 119 92 74 50 55 55
Amerika Utara 9,2 8 9 8 11 8 6 74 76 78
Amerika Latin dan 11,0 8 7 6 65 49 23 64 68 73
Karibia
Asia 14,0 11 8 7 89 63 43 58 64 69
Eropa 14,9 10 11 11 15 11 6 73 73 76
9/10/2017 13
9/10/2017 14
9/10/2017 15
9/10/2017 16
9/10/2017 17
Public expenditure on health: per capita
PPP US$ and as % of total government
expenditure: 2006 (UNDP, 2009)
Country (HDI rank) per capita as % of total
PPP US$ government
expenditure
Norway (1, very high) 3,780 17.9
Singapore (23 , very high) 413 5.4
Malaysia (66, high) 226 7.0
Thailand (87, medium) 223 11.3
Indonesia (111 , medium) 44 5.3
Timor-Leste (162, low) 150 16.4
Afghanistan (181, low) 8 4.4

Niger (182, low) 14 10.6

9/10/2017 18
Negara-negara di dunia dengan IMR
tinggi pada tahun 2006: Afrika Barat

Benin (102)
Cote dIvoire (104)
Guinea-Bissau (116)
Liberia (142)
Mali (130)
Niger (149)
Nigeria (100)
Sierra Leone (163)

9/10/2017 19
Negara-negara di dunia dengan IMR
tinggi pada tahun 2006: Afrika Timur

Burundi (106)
Djibouti (100)
Mozambique (108)
Somalia (119)

9/10/2017 20
Negara-negara di dunia dengan IMR tinggi
pada tahun 2006: Afrika Tengah dan Asia

Angola (139)
Congo (101)
Equatorial Guinea (102)
Afghanistan (166)

9/10/2017 21
CDR, IMR dan eoo: Indonesia, Sensus
Penduduk 1971, 1980, 1990 dan 2000
Tingkat SP 1971 SP 1980 SP 1990 SP 2000
kematian (1967) (1976) (1986) (1996)

CDR 19,1 13,1 8,9 8,1


IMR
Laki-laki (L) 158 118 79 53
Perempuan (P) 134 100 64 41
L+ P 145 109 71 47
Angka harapan hidup saat lahir
Laki-laki (L) 450, 50,9 57,9 63,5
Perempuan (P) 48,0 54,0 61,5 67,3
L+ P 45,7 52,2 59,8 65,4

9/10/2017 22
Rasio Kematian Maternal

SDKI RKM

1994 390

1997 334

2002-2003 307

2007 228

9/10/2017 23
IMR menurut provinsi: Indonesia,
SUPAS 2005 dan SDKI 2007
Provinsi

Indonesia 32 39
Papua Barat 36
Sulaw esi Barat 74
DKI Jakarta 18 28
Sulaw esi Utara 19 35
DI Yogyakarta 19
Kepulauan Riau 19 43
Kalimantan Tengah 21 30
Riau 22 37
Jaw a Tengah 24 26
Bangka Belitung 24 39
Bali 25 34
Kalimantan Timur 26
Sumatera Utara 26 46
Lampung 28 43
Papua 29 41
Kalimantan Barat 30 46
Sumatera Selatan 30 42
Jaw a Timur 32 35
Jambi 32 39
Sumatera Barat 32 47
Maluku 34 59
Banten 35 46
Sulaw esi Selatan 36 41
Bengkulu 36 46
Jaw a Barat 3739
Sulaw esi Tenggara 38 41
Nanggroe Aceh Darussalam 25 39
Maluku Utara 40 51
Kalimantan Selatan 41 58
Sulaw esi Tengah 42 60
Nusa Tenggara Timur 46 57
Gorontalo 50 52
Nusa Tenggara Barat 66 72
0 10 20 30 40 50 60 70 80
IMR

SDKI 2007 SUPAS 2005

9/10/2017 24
NNDR, PNNDR, IMR, CMR, ChMR dan PMR
menurut daerah tempat tinggal:
Indonesia, SDKI 2007

Angka kematian
70
60
60

50 45
38
40
31
30 24 24 25
21
18 16
20
12
10 7

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR PMR
Tingkat kematian
Perkotaan Perdesaan

9/10/2017 25
NNDR, PNNDR, IMR, CMR, ChMR dan PMR
menurut pendidikan ibu:
Indonesia, SDKI 2007
Angka kem atian
100 94
90
80 73
69
70
60 56
51
50 44 45
39
40 34 35 36
32 30
26 25
30 2322 21
24 22 23 25
19 19
20 14 13 1210
10 8
10
0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR PMR
Tingkat kem atian
Tidak sekolah Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMA SMA+

9/10/2017 26
NNDR, PNNDR, IMR, CMR, ChMR dan PMR
menurut kuintil indeks kekayaan:
Indonesia, SDKI 2007

Angka kem atian


90

80 77

70
59
60 56

47
50 44

40 36 34
33 32
2725 28 29 27
30 26 24
22 23
191717 21
20 16
1312 1212
9 8 6
10

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR PMR
Tingkat kematian
Terbawah Menengah bawah Menengah Menengah atas Teratas

9/10/2017 27
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR
menurut jenis kelamin anak:
Indonesia, SDKI 2007

60 Angka kematian 56

50 46
43
40 35

30
24
19 19
20 16
13 12
10

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR
Tingkat kematian
Laki-laki Perempuan

9/10/2017 28
NNDR, PNNDR, IMR, CMR, ChMR dan PMR
menurut umur ibu saat melahirkan:
Indonesia, SDKI 2007

Angka kem atian


100
90
90
80 72
70
59
60 56 55
50
50 43 42
40 36
33 32 33
30
30 26 26 26 24
20
20 16 16 17 17
13
10
10
0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR PMR
Tingkat kematian

< 20 20 - 29 30 - 39 40 - 49

9/10/2017 29
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR
menurut urutan kelahiran:
Indonesia, SDKI 2007

Angka kem atian


120 112

100
86

80
68

56
60 50 49
40 41
40 30 30
29 29
21 19 21 19
20 16 14
9 11

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR
Tingkat kem atian
1 2-3 4-6 7+

9/10/2017 30
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR
menurut selang kelahiran:
Indonesia, SDKI 2007
Angka kematian
120
101
100

77
80

59
60
44 46
40 37
40 33 35
28 27
19 20 21 20
20 16 15
12 12
9

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR
Tingkat kem atian
< 2 tahun 2 tahun 3 tahun 4+ tahun

9/10/2017 31
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR
menurut berat waktu lahir:
Indonesia, SDKI 2007

Angka kem atian


160
139
140

120

100

75
80 67
64
60 49

40
18 21
20 11 10

0
NNDR PNNDR IMR
Tingkat kematian
Kecil/sangat kecil Rata-rata/lebih besar Tidak tahu/terjawab

9/10/2017 32
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR menurut
pemeriksaan kehamilan (PK)/penolong persalinan
(PP): Indonesia, SDKI 2007

Angka kem atian


90 85

80

70
58
60 54

50

40 35
32
30 23
17 18
20
10 9 9
7
10

0
NNDR PNNDR IMR
Tingkat kematian
PK dan PP PK saja PP saja Selain PK dan PP

9/10/2017 33
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR menurut
banyak keputusan dimana ibu ikut memutuskan:
Indonesia, SDKI 2007

Angka kematian
70

59
60
53 52

50 47
45
42 42
40 36

28
30
24
22
20 20 20
20 16 15
13 12 11 11
10

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR
Tingkat kematian
0 1-2 3-4 5

9/10/2017 34
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR menurut
banyak alasan ibu menolak berhubungan seks
dengan suami: Indonesia, SDKI 2007

Angka kem atian


60 56
53
50
50

41
39
40 37

30
24
22
19 18 17
20 17 16 16
12
10

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR
Tingkat kematian

0 1-2 3-4

9/10/2017 35
NNDR, PNNDR, IMR, CMR dan ChMR menurut
banyak alasan pembenaran istri dipukul:
Indonesia, SDKI 2007

Angka kematian
100
87
90
81
80

70 66 68

60 55

50 44
42 41
40 36 34
30
30 26
20 20 21 20
20 14 15 16
11
10

0
NNDR PNNDR IMR CMR ChMR
Tingkat kematian
0 1-2 3-4 5

9/10/2017 36
PMR menurut selang kehamilan
(bulan): Indonesia, SDKI 2007

60
51
50
Perinatal mortality rate

40
31
30
21 20 19
20

10

0
Kehamilan < 15 15 - 26 27 - 38 39+
pertama
Selang kehamilan (bulan)

9/10/2017 37
Penyebab endogen dan
eksogen kematian bayi

9/10/2017 38
Pola kematian menurut umur

ASDR

Orang tua

Bayi/anak

Umur

9/10/2017 39
Kematian orang tua/dewasa
Tanggung jawab sendiri dalam hal
menjaga kesehatannya.
Kebiasaan makan: teratur, sehat,
bergizi.
Olah raga.
Pola kerja: kerja keras.
Kebiasaan merokok, minuman keras.

9/10/2017 40
Kematian bayi/anak

Tergantung kemampuan orang tua


memelihara dan merawat.
Indikator sosial dan ekonomi orang tua.
Indikator status kesehatan.

9/10/2017 41
Kelangsungan hidup bayi
sebelum lahir

Tergantung pada faktor-faktor


biologis:
yang terdapat pada orang tua
(genetik).
lingkungan luar yang bekerja melalui
ibu: status ekonomi lemah kurang
gizi selama hamil berat badan lahir
rendah (kurang dari 2500 gram)

9/10/2017 42
Kematian bayi

100% eksogen

Neonatum Post-neonatum

0 1 12

25% eksogen

9/10/2017 43
Kematian bayi endogen

Kematian bayi yang disebabkan oleh


faktor-faktor yang dibawa anak
sejak lahir, diwarisi dari orangtuanya
pada saat konsepsi atau didapat dari
ibunya selama kehamilan.

9/10/2017 44
Kematian bayi eksogen
Kematian bayi yang disebabkan oleh faktor-faktor yang
bertalian dengan pengaruh lingkungan.
Kondisi higiene.
Sanitasi.
Sosial dan ekonomi.
Semakin bertambah umur bayi semakin besar pengaruh
eksogen, sebaliknya semakin kecil pengaruh endogen.
Setelah umur satu bulan hampir semua kematian bayi
karena sebab eksogen.
Pada neonatal, hanya 25%.
Kontribusi faktor lingkungan luar besar sekali pada
kematian bayi.

9/10/2017 45
Negara maju versus negara
berkembang

Negara maju: kematian neonatum lebih tinggi


daripada kematian post-neonatum karena faktor
lingkungan luar yang sudah baik.
Negara berkembang: kematian post-neonatum lebih
tinggi daripada kematian neonatum karena faktor
lingkungan luar yang masih buruk.
Penanganan sebab endogen lebih sulit. Oleh karena
itu, meskipun di negara-negara maju teknologinya
lebih canggih, penurunan kematian bayi endogen
tidak secepat penurunan kematian bayi eksogen.

9/10/2017 46
Penyebab utama kematian
bayi dan anak

Diare
Salah/kurang gizi (malnutrisi)
Campak
Infeksi saluran pernafasan
Tetanus
Pada bayi neonatum: tetanus (43%)
Pada bayi post-neonatum: diare (33%)

9/10/2017 47
Berat badan lahir rendah

Saat hamil ibu kurang gizi.


Bayi yang dilahirkan berat badannya
rendah.
Bahaya buat kesehatan dan jiwa anak.
Perawatan inkubator dan intensif.
Hanya tersedia di rumah sakit.
Akses golongan ekonomi lemah rendah.

9/10/2017 48
Fakta kematian bayi dan anak
Kematian neonatum tinggi.
90% dari bayi dengan berat badan kurang dari 1
kg akan meninggal sebelum berusia satu bulan.
Probabilitas meninggal bayi dengan berat badan
kurang dari 2 kg = 10x probabilitas meninggal
bayi dengan berat badan lahir normal.
Di dunia.
Lebih dari 20 juta bayi lahir dengan berat badan
rendah setiap tahun.
Sepertiga meninggal sebelum berusia satu bulan.

9/10/2017 49
Contoh penanggulangan
kematian bayi di Kolombia

Bayi dibungkus dekat dengan ibunya di bawah baju


dan kemeja dari kain wol, langsung di bawah dada ibu.
Suhu badan bayi (yang merupakan masalah utama bagi
bayi bayi yang lahir dengan berat badan rendah) diatur
oleh suhu badan ibunya.
Pengganti susu botol: ASI, setiap saat, dengan jumlah
yang diinginkan.
ASI tidak cukup, pakai air jambu biji + gula + air (no
susu formula).
Manfaat.
Mendapat gizi yang terbaik, kekebalan terhadap infeksi,
bebas dari diare dan penyakit sembelit.
Perawatan di rumah.

9/10/2017 50
Hasil

Sebelum: semua bayi dengan berat badan


kurang dari 1 kg meninggal.
Sesudah 75% dapat diselamatkan.
Sebelum: 70% dari bayi dengan berat
badan antara 1 dan 1,5 kg meninggal.
Sesudah: 10%
Memberi kemampuan pada ibu untuk
menyelamatkan anak mereka, bukan
dengan teknologi kesehatan yang mahal.

9/10/2017 51
Program kesehatan penurunan
kematian bayi dan anak

Imunisasi: perlindungan terhadap


penyakit-penyakit infeksi (dipteria,
batuk rejan, tetanus, polio, TBC, dan
campak).
Untuk diare: garam oralit.
Perbaikan dan peningkatan
pelayanan kesehatan khususnya
untuk ibu dan anak.

9/10/2017 52
Tahap transisi mortalitas

Soft rock: IMR > 100.


Intermediate rock: 30 IMR 100.
Hard rock: IMR < 30.

9/10/2017 53
Determinan mortalitas (1)

9/10/2017 54
Determinan mortalitas (2)

9/10/2017 55
Prinsip
Dalam suatu situasi yang optimal, lebih dari 97% bayi
yang baru lahir dapat diharapkan untuk tetap hidup
sampai usia lima tahun.
Penurunan dalam probabilitas hidup ini dalam setiap
masyarakat dapat disebabkan karena faktor-faktor sosial,
ekonomi, biologis, dan lingkungan.
Determinan sosioekonomi (variabel-variabel independen)
mempengaruhi kelangsungan hidup anak melalui
determinan proksimat yang mempengaruhi risiko terhadap
penyakit dan hasil dari proses sakit.
Penyakit tertentu dan kekurangan gizi yang diamati pada
suatu populasi yang bertahan dipandang sebagai indikator
biologis dari determinan proksimat.
Gangguan pertumbuhan dan akhirnya mortalitas pada
anak (variabel dependen) adalah konsekuensi kumulatif
dari proses penyakit ganda (termasuk interaksi
biologisnya).

9/10/2017 56
Hasil penelitian (1)
Peluang kematian bayi pada bayi yang tidak
diperiksakan setelah lahir sekitar 2,2 kali lebih cepat
dibandingkan peluang kematian bayi pada bayi yang
diperiksakan setelah lahir.
Peluang kematian bayi pada ibu yang melahirkan
pada umur berisiko (kurang dari 20 tahun atau 40
tahun atau lebih) sekitar 1,5 kali lebih cepat
dibandingkan peluang kematian bayi pada ibu yang
melahirkan pada umur yang aman untuk melahirkan
(20-39 tahun).
Peluang kematian bayi pada bayi urutan kelahiran 3
atau lebih sekitar 1,6 kali lebih cepat dibandingkan
peluang kematian bayi pada bayi urutan kelahiran dua
atau kurang.

9/10/2017 57
Hasil penelitian (2)
Peluang kematian bayi pada bayi dengan jarak
kelahiran kurang dari dua tahun sekitar 2,5 kali lebih
cepat dibandingkan peluang kematian bayi pada bayi
dengan jarak kelahiran dua tahun atau lebih.
Peluang kematian bayi pada bayi laki-laki sekitar 1,3
kali lebih cepat dibandingkan peluang kematian bayi
pada bayi perempuan.
Peluang kematian bayi pada ibu berpendidikan SMP
atau lebih rendah sekitar 1,4 kali lebih cepat
dibandingkan peluang kematian bayi pada ibu
berpendidikan SMA atau lebih tinggi.
Peluang kematian bayi di perkotaan sekitar 0,8 kali
lebih lambat dibandingkan peluang kematian bayi di
perdesaan.

9/10/2017 58
Estimasi tingkat mortalitas: metode
langsung
Diperoleh dengan menghitung jumlah kematian dalam
suatu periode pengamatan kemudian dibagi dengan
jumlah penduduk yang terpapar kepada peristiwa
kematian.
Misal, untuk menghitung IMR dihitung jumlah bayi
yang meninggal dan jumlah bayi yang lahir hidup.
Estimasi angka kematian bayi dan anak dengan
menggunakan metode langsung di Indonesia pertama
kali dilakukan dengan menggunakan hasil Survei
Prevalensi Kontrasepsi Indonesia (SPI) 1987.
Kemudian dengan menggunakan hasil Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 1991,
1994, 1997 dan 2002-2003 juga dilakukan estimasi
angka kematian bayi dan anak dengan menggunakan
metode langsung.

9/10/2017 59
Estimasi tingkat mortalitas: metode
tidak langsung
Diperoleh berdasarkan informasi mengenai jumlah
anak lahir hidup dan jumlah anak masih hidup
(survivorship).
Beberapa metode tidak langsung untuk mengestimasi
IMR
Brass
Feeney
Sullivan
Trussell
Estimasi AKB dengan menggunakan metode tidak
langsung dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dengan
menggunakan hasil SP 1971, 1980 dan 2000 serta
hasil SUPAS 1976, 1985, 1995 dan 2005.

9/10/2017 60
Morbiditas

9/10/2017 61
Konseptualisasi kesehatan
penduduk
Diperluas dalam beberapa dekade terakhir
Memasukkan ukuran-ukuran kesehatan yang spesifik
Insidens atau prevalensi penyakit
Ukuran-ukuran ringkasan kesehatan
Angka harapan hidup sehat (healthy life expectancy at birth)
Kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan.
Karena peningkatan angka harapan hidup
Mengubah fokus kesehatan penduduk dari kuantitas hidup
kepada kualitas hidup.
Organisasi kesehatan dunia (World Health
Organization/WHO) dan berbagai lembaga penelitian
Mengembangkan dan mempromosikan ukuran-ukuran
ringkasan kesehatan penduduk yang menggabungkan ukuran-
ukuran mortalitas dan ukuran-ukuran kondisi kesehatan untuk
merepresentasikan status kesehatan suatu populasi dalam
suatu bilangan tunggal.

9/10/2017 62
Manfaat data kesehatan
Membandingkan kesehatan suatu populasi dengan populasi
lainnya.
Membandingkan kesehatan suatu populasi pada waktu
yang berbeda.
Identifikasi dan kuantifikasi ketidaksetaraan kesehatan
dalam populasi.
Pemberian perhatian yang wajar dan seimbang terhadap
akibat-akibat dari kondisi kesehatan yang tidak fatal
terhadap kesehatan penduduk secara menyeluruh.
Pemberian informasi untuk diskusi tentang prioritas
pemberian layanan dan perencanaan kesehatan.
Peningkatan kurikulum pelatihan profesional dalam bidang
kesehatan masyarakat.
Analisis keuntungan intervensi kesehatan untuk
penggunaan dalam analisis biaya dan efektivitas.

9/10/2017 63
MDGs dan HDI
Indikator kesehatan merupakan salah satu indikator
yang digunakan untuk mengukur pencapaian
pembangunan manusia, selain pembangunan
pendidikan dan ekonomi.
Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-
Bangsa (United Nations Development
Programme/UNDP) menyusun indeks pembangunan
manusia (human development index/HDI) dan
menggunakan angka harapan hidup saat lahir sebagai
salah satu komponennya.
Beberapa dari target tujuan pembangunan milenium
(millennium development goals/MDGs) adalah
indikator-indikator kesehatan, seperti angka kematian
anak dan angka kematian ibu.

9/10/2017 64
Sehat menurut Badan Kesehatan Dunia
(World Health Organization/WHO)

Suatu kondisi fisik, mental dan sosial


yang lengkap dan tidak sekadar kondisi
dimana penyakit dan badan lemah
absen (a state of complete physical,
mental and social well-being and not
merely the absence of disease and
infirmity).
Sehat jiwa, raga dan sosial.

9/10/2017 65
Sumber data morbiditas
Survei Prevalensi Kontrasepsi Indonesia (SPI) 1987 serta
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1991, 1994,
1997, 2002-2003 dan 2007
Survei Sosial Ekonomi Nasional
Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1972, 1980,
1985/1986, 1992, 1995 dan 2004
Survei Kesehatan Nasional 2001
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007 dan 2010)
Sistem registrasi vital
Rumah sakit

9/10/2017 66
Keterangan yang dikumpulkan
Informasi tentang kesakitan dalam
empat minggu sebelum survei
Cara menentukan sakit
Diagnosis dokter
Pengakuan responden tentang kondisi
kesehatan dirinya (perceived, self-
reported atau self-assessed health
status).

9/10/2017 67
International Classification of
Diseases/ICD X
Penyebab kematian dikelompokkan
berdasarkan ICD X.
Penyakit menular, perinatal, dan
maternal
Penyakit tidak menular
Lainnya

9/10/2017 68
Angka Kematian Karena Sebab Tertentu
(cause specific death rate/CSDR)

Banyaknya kematian karena sebab


tertentu pada suatu periode per
100.000 penduduk pada pertengahan
periode yang sama.
Dk
Rumus: CSDRk = x 100.000
P
Dk = banyak kematian karena sebab k
P = banyak penduduk

9/10/2017 69
Contoh:
Banyaknya kematian karena penyakit
kanker di Amerika Serikat pada tahun 1976
adalah 374.780 dan penduduk pada
pertengahan tahun sebesar 215.118.000.
374.780
CSDRk = x 100.000 = 174,2
215.118.000
Artinya, dari 100.000 penduduk di Amerika
Serikat, sekitar 175 orang meninggal
karena penyakit kanker pada tahun 1976.

9/10/2017 70
Angka Fatalitas Kasus (case fatality
rate /CFR)
Banyaknya kematian penderita penyakit
tertentu pada suatu periode per 1000
penderita penyakit yang bersangkutan
pada pertengahan periode yang sama.
Di
Rumus: CFRi = x 100.000
Pi
Di = banyak kematian karena penyakit i
Pi = banyak penderita penyakit i pada periode
tertentu
9/10/2017 71
Proporsi Kematian Karena Sebab Tertentu
(proportion of dying of a specific
cause/PDSC)

Banyaknya kematian karena sebab tertentu


pada suatu periode per 1000 kematian
pada pertengahan periode yang sama.
Di
Rumus: PDSCi = x 100.000
D
Di = banyak kematian karena sebab i
D = banyak seluruh kematian pada periode
tertentu.

9/10/2017 72
Insidens dan prevalensi
Insidens: kasus baru
Misal: Wabah penyakit muntaber
Prevalensi: kasus baru dan kasus
lama
Misal: penyakit kanker
Jika prevalensi tinggi maka banyak
orang yang menderita penyakit yang
lama penyembuhannya

9/10/2017 73
Program penanggulangan
penyakit
Pengobatan: untuk kasus prevalens
Menyembuhkan orang sakit
Pencegahan: untuk kasus insidens
Mencegah timbulnya orang baru yang sakit
Ukuran keberhasilan
Program pengobatan: prevalensi berkurang
Program pencegahan: insidens berkurang

9/10/2017 74
Penyebab kematian: Indonesia, SKRT
1995 dan 2001 serta Riskesdas 2007

70
Persentase
60
60
50
50 44
42
40
31
28
30

20
10
10 6 6 6 7 7

0
Gangguan Penyakit menular Penyakit tidak menular Cedera
perinatal/maternal
Tingkat kematian
SKRT 1995 SKRT 2001 Riskesdas 2007

9/10/2017 75
Penyakit penyebab kematian menurut
wilayah: Indonesia, SKRT 2001

Maternal 1.7
0.72.4
Perinatal 4.6
4.3
5.1
6.7
Kecelakaan 5.1 6.9
6.5
Neoplasma 5.2 8.3
Pencernaan 7.4
6.3
7.3
Pernafasan 10.9 16
12.3
Sirkulasi 16.6 29.7
28.3
Infeksi 19.922.3 27.4

0 5 10 15 20 25 30 35

Jawa dan Bali Sumatera KTI

9/10/2017 76
Penyakit penyebab kematian menurut jenis
kelamin: Indonesia, SKRT 2001

5.6
Kecelakaan 2.6
7.9
6
Neoplasma 5.7
6.2
7
Pencernaan 7.2
6.9
12.7
Pernafasan 11.9
13.3
26.4
Sirkulasi 26.9
26
22.9
Infeksi dan parasit 24.1
22

0 5 10 15 20 25 30

Laki-laki Perempuan L+P

9/10/2017 77
Age cause specific death rate
(ACSDR)
Bayi: paling tinggi untuk gangguan
perinatal.
Laki-laki usia 15-24 tahun: paling
tinggi untuk kecelakaan.
Usia 45-54 dan 54+ tahun paling
tinggi untuk sistem sirkulasi.

9/10/2017 78
Determinan kesehatan
Keturunan

Lingkungan fisik,
Status kesehatan Pelayanan kesehatan
Kimia dan biologis

Perilaku sosial-budaya

9/10/2017 79
Status kesehatan
Mortalitas: pola penyebab kematian untuk
semua umur
Morbiditas: prevalensi penyakit menular dan
penyakit tidak menular
Disabilitas (ketidakmampuan)
Status gizi: underweight (BB/U), stunted
(TB/U) and wasted (BB/TB), pengukuran
lingkar lengan atas untuk wanita usia 15-45
tahun
Kesehatan jiwa
9/10/2017 80
Faktor lingkungan

Konsumsi gizi: energi, protein, vitamin


da mineral
Lingkungan fisik: air minum, sanitasi,
polusi dan sampah
Lingkungan sosial: pendidikan, sosial-
ekonomi, kota-
desa/provinsi/kabupaten-kota

9/10/2017 81
Fakor perilaku

Merokok
Konsumsi sayur dan buah
Aktivitas fisik
Gosok gigi
Higienis: cuci tangan, buang air besar
Pengetahuan, sikap dan perilaku
terhadap flu burung dan HIV/AIDS

9/10/2017 82
Pelayanan kesehatan

Akses, termasuk upaya kesehatan


berbasis masyarakat
Pemanfaatan
Ketanggapan
Cakupan program KIA: pemeriksaan
kehamilan, pemeriksaan bayi dan
imunisasi

9/10/2017 83
Hasil Riset Kesehatan Dasar 2007
Oleh: Departemen Kesehatan RI
Publikasi: 2008

9/10/2017 84
Status gizi anak umur 0-5 tahun
(TB/U)
Kategori %

Sangat pendek 18,8

Pendek 18,0

Normal 63,2

9/10/2017 85
Status gizi anak umur 0-5 tahun
(BB/TB)
Kategori %

Sangat kurus 6,2

Kurus 7,4

Normal 74,1

Gemuk 12,2

9/10/2017 86
Status gizi anak umur 0-5 tahun
(BB/U) menurut umur
Umur Gizi Gizi Gizi baik Gizi
(bulan) buruk kurang lebih
05 6,5 8,2 76,7 8,7
6 11 4,8 8,1 82,2 4,9
12 23 5,0 11,3 78,8 4,9
24 35 5,9 14,5 75,7 3,9
36 47 6,3 14,8 75,4 3,6
48 60 4,9 14,2 77,2 3,7
9/10/2017 87
Status gizi anak umur 0-5 tahun
(BB/U) menurut jenis kelamin

Jenis Gizi Gizi Gizi baik Gizi


kelamin buruk kurang lebih
Laki-laki 5,8 13,3 76,3 4,6
Perempuan 5,0 12,7 78,2 4,0

9/10/2017 88
Status gizi anak umur 0-5 tahun
(BB/U) menurut pendidikan kepala
keluarga
Pendidikan Gizi Gizi Gizi baik Gizi
KK buruk kurang lebih
Tidak 6,8 14,6 75,0 3,6
sekolah/tidak
tamat SD
Tamat SD 5,8 13,8 76,7 3,7

Tamat SLTP 5,5 13,3 76,9 4,3

Tamat SLTA 4,5 11,4 78,7 5,3

Tamat PT 3,4 8,9 80,7 7,0

9/10/2017 89
Status gizi anak umur 0-5 tahun (BB/U)
menurut pekerjaan utama KK

Pekerjaan utama Gizi Gizi Gizi Gizi


KK buruk kurang baik lebih
Tidak 4,7 12,4 78,9 4,0
kerja/sekolah/ibu RT
TNI/Polri/PNS/BUMN 3,8 9,5 80,0 6,7

Pegawai swasta 3,5 9,6 81,2 5,8

Wiraswasta/ 4,7 12,3 78,1 4,9


dagang/jasa
Petani/nelayan 7,4 14,8 73,8 3,9

Buruh/lainnya 5,2 13,8 77,8 3,1


9/10/2017 90
Status gizi anak umur 0-5 tahun
(BB/U) menurut umur

Tempat Gizi Gizi Gizi baik Gizi


tinggal buruk kurang lebih
Perkotaan 4,2 11,7 79,3 4,9
Perdesaan 6,4 14,0 75,7 3,9

9/10/2017 91
Status gizi anak umur 0-5 tahun (BB/U)
menurut pengeluaran per kapita per bulan

Pengeluaran Gizi Gizi Gizi Gizi


buruk kurang baik lebih
Kuintil 1 6,7 15,4 74,1 3,9
Kuintil 2 5,7 13,8 76,9 3,6
Kuintil 3 5,2 12,9 77,7 4,2
Kuintil 4 4,7 11,8 78,8 4,6
Kuintil 5 4,1 9,6 80,4 5,9
9/10/2017 92
Status gizi anak umur 6-14 tahun
Kategori Laki-laki Perempuan

Kurus 13,3 10,9

Normal 77,4 82,7

BB-lebih 9,3 6,4

9/10/2017 93
Status gizi penduduk dewasa (15
tahun ke atas): IMT = BB(kg)/TB(m)2
Kategori %

Kurus (IMT < 18,5) 14,8

Normal (18,5 <= IMT 66,1


< 24,9
BB-lebih (25,0 <= IMT 8,8
< 27,0)
Obese (IMT >= 27,0) 10,3

9/10/2017 94
Prevalensi penyakit menular
D: diagnosis oleh tenaga kesehatan
G: pernah/sedang menderita gejala
klinis spesifik penyakit

9/10/2017 95
Filiariasis, demam berdarah dengue
dan malaria
Penyakit D DG

Filiariasis (kaki 0,05 0,11


gajah)

DBD 0,20 0,62

Malaria 1,39 2,85

9/10/2017 96
ISPA, pneumonia, TB dan campak
Penyakit D DG

ISPA 8,10 25,50

Pneumonia 0,63 2,13


(radang paru-
paru)
TB 0,40 0,99

Campak 0,69 1,18


9/10/2017 97
Tifoid, hepatitis dan diare
Penyakit D DG

Tifoid (types) 0,79 1,60

Hepatitis 0,2 0,6

Diare 5,1 9,0

9/10/2017 98
Prevalensi penyakit tidak menular
D: diagnosis oleh tenaga kesehatan
G: pernah/sedang menderita gejala
klinis spesifik penyakit
O: minum obat
U: hasil pengukuran tekanan darah

9/10/2017 99
Persendian, hipertensi dan stroke
Penyakit D D/G atau U
D/O

Persendian 14,0 30,3


(%)

Hipertensi 7,2 7,6 31,7


(%)

Stroke () 6,0 8,3

9/10/2017 100
Asma, jantung, DM dan tumor
Penyakit D D/G

Asma 1,9 3,5

Jantung 0,9 7,2

DM 0,7 1,1

Tumor 4,3

9/10/2017 101
Keturunan
Penyakit
Jiwa 4,6
Buta warna 7,4
Glaukoma 4,6
Sumbing 2,4
Dermatitis 67,8
Rhinitis (alergi) 24,3
Talasemi (anemia hemolitik) 1,5
Hemofili (kekurangan faktor pembekuan 1,3
darah)
9/10/2017 102
Perilaku merokok penduduk umur
10 tahun ke atas
Kategori %

Perokok setiap hari 23,7

Perokok kadang- 5,5


kadang
Mantan perokok 3,0

Bukan perokok 67,8

9/10/2017 103
Prevalensi kurang makan buah dan
sayur penduduk usia 10 tahun ke atas

Indonesia: 93,6
Gorontalo: 83,5
Riau: 97,9

9/10/2017 104
Prevalensi peminum alkohol
Kategori %

Dalam 12 bulan 4,6


terakhir

Dalam satu bulan 3,0


terakhir

9/10/2017 105
Prevalensi disabilitas
Kategori %

Bermasalah 19,5

Sangat bermasalah 1,8

9/10/2017 106
Diagram Lexis
Alat bantu untuk menganalisis perjalanan
atau riwayat suatu kelompok atau kohor.
Sering dipakai untuk menganalisis
kelangsungan hidup (survival) dari suatu
kohor, baik untuk riwayat kematian
maupun kesakitan.
Terdiri dari garis-garis vertikal dan
horizontal sehingga membentuk kotak-
kotak dengan diagonalnya.
Dalam survival analysis sering dipakai
untuk mempermudah perhitungan persons
years.

9/10/2017 107
Garis vertikal
Dipakai untuk umur.
Menunjukkan jumlah penduduk
menurut umur pada suatu saat,
biasanya hari atau tanggal tertentu.
Umur dapat dinyatakan dalam dua
bentuk
Exact age (EA): jarang diapakai
Last birth day (LBD): lebih sering dipakai

9/10/2017 108
Garis horizontal
Dipakai untuk waktu atau periode.
Untuk menunjukkan kejadian (event),
seperti kelahiran atau jumlah
penduduk, pada suatu waktu
tertentu, biasanya dalam satu tahun.

9/10/2017 109
Kematian
Dinyatakan dalam bidang datar atau dalam satu
kotak.
Ada dua kematian, yang dipisahkan oleh garis
diagonal.
Bidang di bawah diagonal menunjukkan kematian
alpha (), yaitu kematian untuk kohor yang lahir pada
tahun z-n, dimana z adalah tahun waktu terjadinya
kematian dan n adalah umur (LBD).
Bidang di atas diagonal menunjukkan kematian delta
(), yaitu kematian untuk kohor yang lahir pada tahun
z-(n+1), dimana z adalah tahun waktu terjadinya
kematian dan n adalah umur (LBD) waktu kematian.

9/10/2017 110
Notasi-notasi (1)
E = event. Biasanya dipakai untuk
menunjukkan kelahiran penduduk.
B = kelahiran
D = kematian
P = penduduk
Dn = semua kematian umur n tahun
(LBD)
D0 = semua kematian umur 0 tahun
(LBD)
9/10/2017 111
Notasi-notasi (2)
Dzn = semua kematian umur n tahun untuk
bayi-bayi yang lahir pada tahun z-n
Dzn = semua kematian umur n tahun untuk
bayi-bayi yang lahir pada tahun z-(n+1)
Dz0 = semua kematian umur 0 tahun untuk
yang lahir pada tahun z
Dz0 = semua kematian umur 0 tahun untuk
yang lahir pada tahun z-1

9/10/2017 112
Contoh
5
4
4
3

3
2
2

1
1
0
0
LBD Tahun
EA 1970 1971 1972 1973 1974 1975
9/10/2017 113
Data (1)
1. B71 = 3700
2. E072 = 3800
3. B74 = 4500
4. D710 = 50
5. D720 = 60
6. D720 = 52
7. D730 = 110
8. D742 = 11
9. P740 = 4000
10.P741 = 3500

9/10/2017 114
Data (2)
11. E173 = 3680
12. E172 = 3590
13. E173 = 3540
14. D733 = 12
15. D733 = 8
16. Pada tahun 1971 terdapat 50 kematian
untuk kohor 1969.
17. Antara EA 3 dan 4 terdapat 33 kematian
untuk kohor 1967.

9/10/2017 115
Data (3)
18.E471 = 3166
19.E374 = 3520
20. D731 = 10

9/10/2017 116
Pertanyaan (1)
D 0 =
1. 71

2. D720 =
D 0 =
3. 73

4. D73 =
0
5. B73 =
6. P742 =
7. P722 =
8. E370 =
9. 3 P 74 = P74
0 0-2 =

9/10/2017 117
Pertanyaan (2)
10.Berapa kematian yang dialami kohor
1971 yang berumur 3 (EA)?
11.Berapa proporsi kematian dari kohor
1969 terhadap D73?
12.Berapa P750 jika diketahui:
D730 D740 D 74
0 D 73
0
= dan =
B73 B74 D74
0 D 73
0

9/10/2017 118
Pertanyaan (3)
13.Diketahui
1.Pada awal 1970 terdapat 4,3 juta
penduduk usia 0 tahun.
2.Dari kematian 150.000 bayi pada tahun
1970, 70.000 diantaranya lahir pada
tahun 1969.
Berapa anak yang dapat merayakan ulang
tahun pertamanya pada tahun 1970?

9/10/2017 119