Anda di halaman 1dari 14

Ulumul Hadis

Hadis Qudsiy
Rasul SAW kadang menyampaikan kepada para sahabat nasehat-
nasehat dalam bentuk wahyu, akan tetapi wahyu tersebut bukanlah
dari ayat Al-Quran.
Setiap hadis yang rasul menyandarkan perkataannya kepada Allah
Azza wa Jalla.
sesuatu yang dikbarkan Alla Taala kepada Nabi-Nya dengan melalui
ilham atau impian yang kemudian Nabi menyampaikan makna dari
ilham tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri.
Jumlah hadis lebih dari seratus hadis (Syihab Al-Din ibn Hajar Al-
Haytami-Kitab Syarah Arbain Al-Nawawiyah)
Ciri-ciri hadis Qudsiy
Ada redaksi hadis qala/yaqulu Allahu
Ada redaksi fi ma rawa/yarwihi anillahi tabaraka wa iaala.
Dengan redasksi lain yang semakna dengan redaksi di atas, setelah
selesai penyebutan rawi yang menjadi sumber pertamanya, yakni
sahabat.
Hadis Qauli
Segala yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berupa perkataan
yg memuat berbagai maksud syara (seperangkat peraturan yang
berupa ketentuan Allah tentang tingkah laku manusia yang diakui dan
diyakini berlaku yang bersifat mengikat untuk semua umat yang
beragama Islam) Syara juga hukum, peristiwa, dan keadaan baik yang
berkaitan dengan aqidah, syariah, akhlak, maupun yang lainnya.
Hadis Fili
Segala yang disandarkan kepada Nabi SAW berupa perbuatannya yang
sampai kepada kita. Seperti hadis tentang shalat dan haji
Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat (HR. Bukhari)
Hadis Taqriri
Segala hadis yang berupa ketetapan Nabi SAW terhadap apa yang
dating dari sahabatnya. Nabi SAW membiarkan suatu perbuatan yang
dilakukan oleh para sahabat, setelah memenuhi beberapa syarat, baik
mengenai pelakunya maupun perbuatannya.
Jangalah seorang pun shalat Asar kecuali di Bani Quraizah (Bukhari)
Hadis Hammi
Berupa hasrat Nabi SAW yang belum terealisasikan, seperti halnya
hasrat berpuasa 9 Asyura. Namun Nabi belum sempat
merealisasikannya krena beliau wafat blm sampai bln Asyura.
Hadis Ahwali
Berupa hal ihwal Nabi SAW yang menyangkut keadaan fisik, sifat-sifat
kepribadiannya.
Fisik Nabi tidk terlalu tinggi tidak terlalu pendek
Hadis Riwayah
Ilmu pengetahuan yang mempelajari hadis-hadis yg disandarkan
kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat
maupun tingkah lakunya.
Objek ilmu Hadis Riwayah ialah bagaimana cara menerima,
menyampaikan kepada orang lain, dan memindahkan.
Faedah, untuk menghindari adanya penukilan yg salah dari
sumbernya yang pertama yaitu Nabi.
Ilmu Hadis Dirayah
Ilmu hadis dirayah ilmu musthalah Al-Hadis, Ilmu Ushul Al-Hadist,
Ulum Al-Hadist.
(Al-Tirmisi) Undang-undang atau kaidah-kaidah untuk mengetahui
keadaan sanad dan matan, cara menerima dan meriwayatkan, sifat-
sifat perawi dll.
Ibnu al-Kafani ilmu pengetahuan untuk mengetahui hakikat
periwayatan, syarat-syarat, macam-macam dan hukum-hukumnya
serta mengetahui keadaan para perawi, baik syarat-syaratnya,
mecam-macam hadis yang diriwayatkan dan segala yg berkaitan
dengannya.
Hakikat periwayatan penukilan hadis dan penyandarannya kpd
sumber hadis atau sumber berita.
Syarat2 periwayatan penerimaan perawi terhadap hadis yang akan
diriwayatkan dgn bermacam2 cara penerimaan, seperti melalui Al-
Sama (pendengaran), Al-Qiraah (pembacaan), Al-Washiah (berwasiat),
Al-Ijazah (pemberian izin dari perawi).
Macam2 periwayatan ialah membicarakan sekitar bersambung dan
terputusnya periwayatan dll.
Hukum-hukum periwayatan ialah pembicaraan sekitar diterima atau
ditolaknya suatu hadis.
Keadaan para perawi ialah pembicaraan sekitar keadilan, kecacatan
para perawi dan syarat2 mereka dlm menerima dan meriwayatkan
hadis.
Pengertian, Sanad, Matan dan Rawi

Sanad/
scr bahasa: /sandaran / tumpuan / jalan yg
menyampaikan pd matan. Sdgkan scr istilah:
:
















Silsilah pr periwayat yg menukil matan dari sumbernya yg awal.
Sanad => rangkain para periwayat hadis yg dijadikan sandaran matan.
Matan

Matan/
, scr bahasa: permukaan/dataran yg keras, tampak &
menonjol. Sdgkan scr istilah:


Lafal hadis yg mengandung makna
Matan => berita ttg hal-ihwal Nabi saw.
Matan ini disebut sbg inti hadis.
Rawi al rawi berarti org yang meriwayatkan atau meberitakan
hadis.
Contoh: HR. al-Bukhri (No: 16) ttg Manisnya Iman:



:
:


:


Rangkaian periwayat dari sejak al-Bukhri hingga Anas bin Malik disebut sanad.
Periwayat awal / sanad akhir
) 91(

) 103(

) 131(

) 194(

) 252(

) 256(
Periwayat akhir / sanad awal
Adapun lafal

adalah matan hadis. hingga